Pada kehidupan pertamanya, Lu Yuan mati sebagai Kaisar Yangle yang digulingkan dan dibunuh oleh adiknya sendiri. Di kehidupan keduanya, dia menjadi Nona Ketiga Perdana Menteri yang tidak berguna.
Lu Yuan bertekad membalas kejahatan keji yang dilakukan oleh adiknya dan para menteri yang bersekongkol membunuhnya, namun dia diganggu oleh Marquis Yongping yang terus berkata ingin menikahinya. Dia juga dihadapkan pada drama keluarga yang memuakkan serta intrik berkepanjangan.
Kontrak pernikahan dan keinginan balas dendam menjeratnya di dua sisi. Akankah Lu Yuan berhasil membalaskan kematiannya atau justru terjebak pesona Marquis Yongping dan merelakan masa lalunya?
***
"Istri, jangan marah. Tidak apa-apa bila reputasimu rusak, aku tidak keberatan menikahi seorang istri yang tidak bermoral," Marquis Yongping berkata jujur.
"Berhenti memanggilku istri! Siapa yang mau jadi istrimu?" Lu Yuan berseru marah.
"Lalu apakah aku harus memanggilmu Kaisar Yangle?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30: Jika Dia Tiada, Posisi Ibu Suri yang Kosong Menjadi Milikmu
Keputusan Janda Permaisuri yang melarang Zhao Lin masuk ke dalam asuhan Shu Yi'an dan namanya ditulis di bawah nama Shu Yi'an, membuat Janda Selir Chu dan Lu Zheng meradang. Sejak beritanya diterima sehari yang lalu, keduanya tidak berhenti bertanya-tanya.
"Aku tidak mengkhawatirkan statusnya sebagai putri selir karena dia adalah anak Perdana Menteri. Meski dia tidak cukup terhormat, reputasi dan pengaruh ayahnya dapat menyelamatkannya. Tetapi jika Janda Permaisuri menurunkan perintahnya, reputasi Perdana Menteri juga tidak cukup membuatnya naik kembali," Janda Selir Chu menghela napasnya berulang kali.
"Menurutmu, ibu, mengapa Janda Permaisuri turun tangan? Aku mendengar dia menerima kunjungan Nona Ketiga ketika hari perjamuan. Apa yang membuatnya tiba-tiba ikut campur?" tanya Lu Zheng.
Sangat aneh karena Janda Permaisuri dulu menjauhkan diri dari pemerintahan dan menyerahkan semuanya kepada Lu Yuan. Dia begitu mempercayai anaknya sampai perwalian pun tidak dilanjutkan.
"Mungkin karena ikatan kekerabatan mereka sangat dekat. Bagaimanapun, Nona Ketiga adalah putri dari Shu Yi'an, adiknya sendiri. Setelah putranya mati, dia mungkin kesepian dan melihat bahwa keponakannya sudah lama jauh darinya, dia ingin merangkulnya kembali," Janda Selir menerka-nerka.
"Aku rasa tidak sesederhana itu. Apakah mungkin Janda Permaisuri mencurigai sesuatu?"
"Putraku, itu tidak mungkin! Kita sudah membungkam semua orang yang tahu kejadian itu dan tidak mungkin bocor! Jangan menerka-nerka sesuatu yang membuatmu jadi khawatir sendiri!"
Selama bertahun-tahun, Janda Selir Chu harus hidup merendah dan mengalah dalam banyak hal. Janda Permaisuri memiliki anak yang menjadi Pangeran Mahkota dan mendapat semua kasih sayang mendiang Kaisar Terdahulu.
Sedangkan dia, meskipun melahirkan anak laki-laki, mendiang Kaisar Terdahulu hanya memberinya gelar Selir Tinggi Kekaisaran dan sama sekali tidak berniat menjadikan Lu Zheng sebagai pewaris takhtanya. Mendiang Kaisar Terdahulu begitu tidak ingin takhta diwariskan kepada pangeran yang lahir dari selir, sehingga dia memaksakan diri menjadikan anak dari permaisurinya sebagai laki-laki dan pewaris takhta.
Setiap kali Janda Selir Chu mengingatnya, hatinya sakit dan dipenuhi dendam. Semua ini gara-gara obsesi mendiang Kaisar Terdahulu dan sifat arogan Lu Yuan!
Janda Selir Chu susah payah membantu putranya naik takhta tanpa harus menunggu Lu Yuan tua dan mati di hari tuanya. Dia tidak akan rela membiarkan kekhawatiran apapun datang padanya!
"Ibu, aku hanya bertanya karena khawatir. Aku rasa tidak bagus kalau Janda Permaisuri menemukan sesuatu yang janggal pada kematian anaknya atau dia akan merusak hal baik milikku."
"Jangan pikirkan itu!"
"Ibu, haruskah kita menyingkirkannya untuk menghilangkan risiko dan kekhawatiran di masa depan? Jika dia tiada, maka posisi Ibu Suri yang kosong akan menjadi milikmu."
"Zheng'er putraku, tidak peduli motif apa yang dimilikinya, itu tidak ada hubungannya denganmu. Biar aku saja yang membereskannya."
Mendengar perkataan ibunya, Lu Zheng berhenti bicara. Ia berpikir bahwa keberadaan Janda Permaisuri adalah masalah baginya. Selama wanita tua itu ada, maka dualisme di dalam kerajaan pasti akan semakin menguat.
Lu Zheng menghela napas dan berkata, "Baiklah jika itu maumu, Ibu."
***
"Ibu, ini tidak adil!" Zhao Lin merengek. "Kenapa aku harus mengalami nasib buruk ini?"
Cao Wenyu diam seribu bahasa. Tidak dipungkiri dia juga emosi dan tidak terima. Sebelumnya, peluang yang mereka miliki untuk menjadikan Zhao Lin sebagai anak asuh Shu Yi'an sangat besar meski Zhao Yue bersikeras menentangnya.
Namun, bagaimana dengan Janda Permaisuri? Wanita terhormat tersebut tiba-tiba saja menegaskan bawah putri Shu Yi'an hanyalah Zhao Yue dan tidak akan ada Zhao yang lain.
Bagaimana bisa Cao Wenyu melawan? Bahkan Kaisar pun harus bersikap hormat pada mantan ibu negara yang satu itu. Cao Wenyu sama sekali tidak menyangka Janda Permaisuri masih sangat menyayangi Zhao Yue.
"Kau bilang tidak apa-apa tidak menjadi istri Marquis. Kau bilang menjadi selir Kaisar lebih baik. Tapi, bagaimana aku bisa memiliki takdir baik itu saat sekarang saja sudah seperti ini?" Zhao Lin mendengus.
"Adik Ketiga yang dulu sangat naif, penakut dan lemah itu berubah menjadi serigala lapar di tengah hutan yang tidak bisa disinggung. Ayah juga sering mengabaikan keinginanku. Setelah Janda Selir memasukkan namaku ke daftar pemilihan, Janda Permaisuri tiba-tiba menurunkan penegasannya padaku dan melindungi Zhao Yue. Ibu, apakah ini adil? Putrimu ini sudah hampir digiring ke tepi jurang!"
"Diamlah dulu dan biarkan aku berpikir!"
Cao Wenyu juga sangat tahu dan dia juga sangat marah. Terlebih, Perdana Menteri jadi lebih cuek dan cenderung mengabaikannya akhir-akhir ini. Sejak Nona Ketiga melakukan penerobosan dan menjadi kuat, Perdana Menteri seperti tersesat dan jadi linglung.
Dia tidak lagi bisa bertindak tegas seperti dulu. Cao Wenyu kesulitan mengendalikannya lagi karena di dalam hati Perdana Menteri sekarang sudah ada Zhao Yue. Nona Ketiga perlahan mendapat tempat di hatinya tanpa disadari.
Jika Cao Wenyu diam saja, bagaimana dia akan menjalani hari di masa depan? Dia berusaha sangat keras untuk mendapatkan hati Perdana Menteri dan menghapuskan bayang-bayang Shu Yi'an dari hidupnya. Jika keberadaan Zhao Yue sudah diperhitungkan, bukankah semuanya sia-sia?
Terlebih, Cao Wenyu juga menyimpan satu rahasia besar yang tidak diketahui siapapun.
"Lin'er, kita tidak bisa mengandalkan ayahmu lagi saat ini. Hatinya sudah berubah. Satu-satunya jalan yang bisa kau tapaki adalah menjadi yang terbaik pada pemilihan selir nanti."
Zhao Lin menghela napas kesal. Dia tidak mendapatkan kesempatan menjadi istri Marquis, ketika dia mendapat peluang menjadi selir kekaisaran, dia masih harus melewati tantangan!
"Wanita lainnya biasa-biasa saja. Satu-satunya orang yang menjadi pesaing terberatku adalah putri Keluarga Jiang, Jiang Lezhi."
"Putri Keluarga Jiang, putri Menteri Pertahanan Jiang Buyi?"
Zhao Lin mengangguk. Yah, pesaing terberatnya dalam pemilihan selir adalah Jiang Lezhi. Wanita itu tidak hanya cantik, dia juga sama berbakatnya. Jika Kaisar memandang status dan latar belakang keluarga, sudah jelas dia akan menempatkan Jiang Lezhi di tempat yang tinggi.
"Lin'er, kau mendapatkan lawan yang sulit. Aku tidak bisa membantumu lebih banyak karena Menteri Pertahanan tidak pernah akur dengan ayahmu."
"Aku tahu. Menteri Jiang memang selalu berselisih dengan ayah dan sulit mengatakan kalau dia akan mengalah dalam pemilihan selir kali ini. Untuk itu, Ibu, aku perlu membuatnya mundur tanpa harus menyinggungnya secara langsung."
"Bagaimana caranya?"
"Aku pernah bertemu Jiang Lezhi beberapa kali dan paham karakternya. Jika aku bicara baik-baik, dia mungkin akan setuju mengalah padaku."
Zhao Lin pernah bertemu Jiang Lezhi beberapa kali di perjamuan keluarga bangsawan. Perangainya lembut dan rendah hati. Kalau Zhao Lin membuat alasan dan menemuinya untuk mengalah karena alasan tersebut, mungkin saja masih ada kesempatan.
"Kalau begitu, cobalah. Aku akan mengawasi Nona Ketiga kalau-kalau dia merencanakan sesuatu untuk merusak kesempatanmu dalam pemilihan."