NovelToon NovelToon
BIDARI BLUE

BIDARI BLUE

Status: tamat
Genre:Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:83.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Bidariblue namanya, dia bukan robot, tapi tubuhnya dipasangi Bio Bionic dan Microchip oleh dokter James Athur atas permintaan Bob Meyer, seorang owner dari badan intelijen swasta yang bernaung dibawah bendera XPostOne.

James sendiri adalah seorang dokter genetika Bionic women atau manusia robot. Kini Bidari menjadi eksperimen pertama.

Sayang sekali ekspektasi dokter James dan Bob Meyer tidak tercapai. Bidari menjadi tambah berutal disaat ia tersakiti. Bukan itu saja, gadis itu bersikap dingin terhadap lawan jenis, terutama kepada Zuga Qiosaki yang sangat mencintainya.

Apakah perubahan temperamen Bidari hanya pura-pura untuk mengelabui XPostOne dan para agent lainnya atau otaknya sudah terkontaminasi oleh Bio Bionic ciptaan dokter James?

Bagaimanakah kelanjutan kisah Bidariblue saat tahu dirinya diculik dan dipasangi Biobionic dan Microchip?

Ayo ikuti perjalanan Bidariblue dalam sepak terjangnya menumpas musuh negara, dan juga percintaannya yang panasss...

******

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ZUGA DICULIK

Zuga berdiri dengan mata tertutup dan tangan diborgol, ia tadi ditodong oleh tiga orang, dua laki-laki dan satu perempuan. Wajah mereka tertutup seperti ninja hanya mata telihat. Dari suaranya Zuga tahu bahwa mereka satu wanita dan dua pria.

"Kenapa kau ada di kamar Farida?" suara wanita terdengar.

"Aku sopir barunya." jawab Zuga pendek.

"Sekarang kau adalah bagian dari kami."

"Siapa kalian?" Zuga penasaran.

"Kami musuh keluarga Joni."

"Ohh..."

Zuga tidak berani berkomentar banyak, ia tetap dengan kepura-puraannya. Sebagai intelijen tentu ia harus waspada, misi yang harus dinomer satukan.

Setelah Zuga mengatakan mau ikut dengan mereka barulah Zuga dibuka tutup matanya dan dilepas borgolnya.

"Namamu siapa?"

"Aku sering dipanggil Sak, maaf aku tidak mau menjelaskan latar belakangku. Aku hanya sopir dirumah ini."

"Tidak apa-apa, aku banyak tahu tempat rahasia disini dan juga manusianya. Aku juga tidak ingin kau tahu tentang aku, kami sengaja berpakaian ninja karena tidak ingin di kenali." ucap wanita itu.

"Dimana ini?"

"Masih di areal rumah Abrano. Ini gudang tempat barang-barang yang belum sempat di pakai. Hampir tidak pernah ada yang datang kesini, aman terkendali. Disini banyak ada jalan rahasia, bunker, terowongan. Kamu akan terkaget-kaget jika nanti aku tunjukan. Tapi tidak sembarangan bisa keluar masuk lewat jalan itu karena dijaga oknum bersenjata."

"Apa yang kau inginkan dariku?"

"Aku juga bingung, apa gunanya kau disini karena kau hanya seorang sopir. Kau pasti tidak bisa berantem atau membunuh. Tugasmu hanya menjadi mata-mata, dan memberi penjelasan keadaan Abrino setiap saat. Kau melapor apa yang kamu tahu."

"Oke...tapi aku tidak punya hape, semua barangku disita nona Farida." bohong Zuga.

"Kurang ajar, Farida itu selalu membuat aku geram. Kau mau dikasi hape?"

"Kasi hape bekas saja." pinta Zuga, nanti dari hape bekas ini ia akan tahu siapa orang-orang ini.

"Ini hapeku yang dulu paling aku sayang, sekarang sudah tidak berguna."

"Bagaimana aku memanggil namamu?"

"Nama kita Formalin."

Zuga mau tertawa, wanita ini terlalu polos, bukan seperti pembunuh pada umumnya, tapi Zuga tidak peduli. Pantes ada akun Formalin berseliweran di sosial media. Akun itu sering membongkar kebusukan yang terjadi di crocodile house.

"Sekarang kita bagi tugas, kalian bertiga menyusuri trowongan yang disebelah kanan, nanti akan ada tanda panah warna merah, itu ikutin terus sampai ujung trowongan."

"Setelah di ujung trowongan kita ngapain nona, jangan memberi tugas setengah-setengah, kita nanti terjebak."

"Sebelum berjalan tolong diberi penjelasan, untuk apa kami kesana, dan jelaskan juga kondisi disana."

"Aku pernah kesana, disana penyimpanan opium, ganja, dan segala macam narkoba. Biasanya ada penjaga dua orang, tapi sering kosong. Kunci masuk keruangan narkoba biasanya dibawa Abrano, aku pikir kita bisa masuk dengan mudah."

"Maaf nona untuk apa masuk ke ruangan narkoba, apa untungnya."

"Untuk foto-foto sebagai bukti bahwa Abrano menyimpan narkotika disini."

"Kalau cuma foto-foto nona bisa melakukannya lain kali. Selidiki dulu baru bertindak." kilah Zuga, ia tidak mau mati konyol mengikuti perintah wanita itu.

Dalam keremangan sinar lampu, terlihat mata wanita itu sayu. Suga hampir berteriak saat wanita itu membuka penutup wajahnya.

"Inilah aku, kau tidak usah jijik atau takut. Semua ini ulah Abrano, aku berubah menjadi monster."

"Maaf..."

Hanya itu yang bisa Zuga ucapkan, selebihnya diam. Ia pernah melihat korban perang atau senjata biologis, hancur.

Zuga memperhatikan ruangan yang mereka tempati, sangat luas dan penuh funiture.

"Mulai kapan kalian tinggal disini?"

"Tidak ada sebulan, hitungan minggu. Kami senasib dan ingin balas dendam, jika umur kami panjang kami ingin membasmi dan menjadi saksi hidup di pengadilan."

"Tidak semudah membalikan telapak tangan. Kekuasaan pak Joni di parlemen membuat dia tidak bisa tersentuh hukum. Semua kelakuan negatif mereka muncul dipermukaan paling lama seminggu, setelah itu tenggelan dan masyarakat juga ikut melupakan. Mereka raja uang, sosial media bisa dibungkam secepat itu, apalagi mulut kita."

"Benar, apalah artinya kita." gumam wanita itu seperti putus asa.

"Untuk sementara nona fokus berobat dulu setelah benar-benar sembuh kita kembali ke tujuan semula." kata laki-laki yang berada disampingnya.

"Aku pernah baca di sosial media, ada akun Formalin beberapa kali menyerang keluarga pak Joni dan mengundang Kapolri supaya menangkap Abrano dan kawan-kawannya. Aku rasa kalian tidak mengerti mafia, hati-hati kalian diringkus dan dijadikan makanan buaya."

"Tidak mungkin mereka bisa melacak, walaupun bisa siapa mau ditangkap." kilah wanita itu percaya diri.

"Masalah keluarga pak Joni sudah menjadi rahasia umum, tidak ada yang bertindak. Buktinya baru-baru ini ramai diberitakan kalau pak Joni begini atau begitu. Tetap saja Abrano dan pak Joni serta keluarganya melenggang, tidak kena sanksi apapun." jelas Zuga berusaha memberi pengertian kepada wanita itu.

"Aku yang akan membunuhnya, gudang senjata ada di Gate 06, aku gampang masuk kesana dan sudah tahu seluk beluknya. Aku dulu sering bolak balik kesana."

"Hati-hati nona, pak Joni akan melatih lima puluh laki-laki kekar untuk menjaga rumahnya dari serangan para idealis."

Hening!! Mereka melamun dengan pikiran masing-masing. Tiba-tiba Zuga melompat dan mematikan lampu.

"Ada orang datang kita sembunyi." ucap Zuga berlari kebelakang.

Walaupun mereka tidak mendengar suara apapun, mereka ikut berlari dan sembunyi.

"Ada apa?"

"Tunggu saja..." bisik Zuga. Kupingnya yang terlatih mampu mendengar suara orang datang sejauh tiga ratus meter.

Tidak begitu lama pintu besar itu terbuka. Dua orang scurity masuk dengan membawa senter.

"Tuan Abrano mungkin kebanyakan ngisap ganja, berhalusinasi terus. Setiap hari minta kasur diganti, alasannya ada darah, ada ular atau ada baju pacarnya. Padahal tidak terlihat ada yang mencurigakan." kata salah satu scurity itu.

"Apa yang diomongkan oleh tuan Abrano memang benar, srmua kasur disuruh buang. Tapi nona Fsrida duam-diam menyuruh pelayan membersihkannya. Sepertinya nona Farida pelit masalah uang."

"Pak Joni bangkrut, sahamnya anjlok."

"Kira-kira siapa yang bercanda menaruh semua itu, tuan Abrano tidak takut syetann, ia takut kalau pacarnya diambil tuan Martin."

"Api dalam sekam, tunggu saja sebulan lagi, tuan Abrano pasti baku tembak dengan tuan Martin." ucap salah satu scurity itu.

"Gara-gara gadis itu tuan selalu mengurung diri, minum sampai mabuk dan nge fly...susah juga jadi orang kaya."

"HASSYIIPPP."

Tiba-tiba saja laki-laki di sebelah Zuga bersin-bersin.

"Siapa itu!!" teriak scurity. Lampu seketika menyala terang. Mereka berdua mencari datangnya suara.

"Cepat sembunyi..." bisik wanita itu berdiri. Zuga dan kedua laki-laki itu bersembunyi di balik benda-benda yang menumpuk.

"Siapa kau!!" teriak scurity itu kepada wanita yang berdiri membelakangi mereka.

"Berbalik atau aku pukul."

Wanita itu seketika berbalik.

"Setannn....." teriak mereka berdua dan lari terjatuh-jatuh.

"Rasain kamu xixixi...." wanita itu sengaja menakuti mereka.

"Ampun...ampun..."

Wanita itu memburunya dan membacok kedua scurity itu berkali-kali. Zuga sampai merinding melihat cara wanita itu menghabisi nyawa kedua scurity itu. Dari situ ia tahu bahwa wanita ini psychopath.

Zuga merayap saat melihat wanita itu memutilasi korbannya. Ia mual dan mencari saklar untuk mematikan lampu.

"Mau kemana?" bisik teman wanita itu.

"Matiin lampu...."

"Ini remote lampunya." ucap laki-laki itu memencet tombol. Disamping ada saklar ada remite juga.

Zuga lega lampu sudah mati, ia berdiri mau berlari keluar. Tiba-tiba saja ia ditangkap oleh kedua laki-laki itu.

"Ku makan kau, kemana kau lari..."

Zuga kaget setengah mati, ia berusaha melepaskan diri. Tapi kedua laki-laki itu sangat kuat.

"Aku tidak lari, lepaskan aku...." teriak Zuga.

"Aku lapar, hanya kau yang bisa dimakan."

Zuga terpaksa menyalakan lampu kembali dan kaget ketika kedua laki-laki itu juga cacat wajahnya. Mereka berdua sangat menakutkan.

"Apakah kau syeetann...." teriak Zuga menendang kedua orang itu. Ia meloncat ke atas meja, kedua orang itu dengan lincah mengejarnya sambil melempar kursi kearah Zuga.

"Enyah kau."

Zuga menangkap kursi itu dan melempar kembali kepada mereka. Melihat kedua temannya berkelahi dengan Zuga, wanita itu ikut melawan Zuga.

"Berhenti kalian atau aku bunuh!!" bentak Zuga mengambil pipa paralon.

Pipa itu ia putar-putar sambil sesekali menusuk badan kedua laki-laki itu.

"Jika kalian tidak mau berhenti aku nekat melenyapkan kalian."

Zuga akhirnya memakai kemampuannya untuk menundukkan ketiga orang itu. Ia memutar-mutar tongkatnya dan,

"Pleetokkk..." tongkat itu memukul salah satu dari mereka.

"Bruuggg...." laki-laki itu jatuh ke lantai.

Zuga berusaha keluar dari ruangan itu. Ia meloncat ke lantai dan berguling menjauh. Kedua orang itu gantian mengambil pipa dan memukul Zuga, tak ayal kaki Zuga kena pukul.

"Aduuhhh..." Zuga menjerit tertahan. Ia berusaha berdiri, tapi kedua orang itu terus mencari celah memukulnya.

Akhirnya Zuga bisa berdiri dengan cara menarik pipa yang dipegang oleh mereka.

"Kemana kau larii..." orang itu mengejar Zuga dan menarik bajunya dengan kasar.

"Plaakkk..." Zuga memukul tangan mereka silih berganti.

"Arrggghhhh...." kedua orang itu terlempar kebelakang saat Zuga menendang kedua orang itu.

Zuga berusaha keluar dengan kaki sedikit pincang.

Mereka tidak mengejar dan bengong memandang Zuga pergi. Ntah apa yang dipikirkan oleh kedua orang itu saat melihat Zuga terlepas.

Zuga setengah berlari menuju rumah Farida, ia mengatur nafasnya supaya tidak ada yang mendengar. Ketika melewati Gate dua ia baru merasa merinding dan yakin kalau ketiga manusia itu psychopath dan kanibal.

Untung wanita itu tidak jadi menyuruh Zuga ke trowongan, apakah omongan wanita itu benar bahwa ada narkotika di trowongan.

Malam semakin merangkak, Zuga berjalan terseok-seok menuju rumah Farida. Suasananya sangat sepi, tidak ada suara apapun, kecuali suara anjing menangis di kejauhan.

Rumah Farida sangat besar dan sepi, ia heran dan bertanya dalam hati kemana pak Joni dan yang lainnya? Apa karena sudah malam mereka di kamar masing-masing.

Zuga naik ke lift kaca dan menuju lantai tiga. Saat melihat kebawah, mata Zuga berserobok dengan kedua manusia syeetann itu.

*****

1
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
katanya kapok, tapi koq diulangi terus.. Dasar buaya muara kau,Abrano😡😡
F.A_06
ayo semngt bidari sayank bikin novel lgi
Calista
sad ending
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
i love you to...

thrrr jngan lupa ea bidari
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
tuh kan baru juga berapa hari, udah selingkuh aja. Emang dasar buaya muara si Abrano inih
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
hhhmmm... pasti gak bertahan lama pernikahan tsb.Lha dipaksa koq gk ikhlas dari hati
Linda Raiyos
Luar Biasa
💜⃞⃟𝓛 🅳🅸🅼🅰🆂🎀Chipitz
tegangg Bidari beraksi,, kasian lelah 2 hari gak tidur demi mengungkap kematian sang jenderal
ayumi: tq kk udah mampir
total 1 replies
R yuyun Saribanon
bingung sy thor sama cerita ini..banyak ina inunya... ga jelas.. terus sebelum martin di pindahkan ke VVIP.. memang dia di rawat di klas berapa?.. aneh lu thor bikin ceritanya
Yumee: klo bingung jangan dibaca, nanti tersesat.
total 2 replies
Calista
udah end aja nih,aq suka alur cerita nya
ayumi: tq kak sdh mpir
total 1 replies
Calista
kenapa bidari harus meninggal kn zuga sih,skrng kn bob meyer sdh meninggl gak ada lg yg akan menghalangi cinta mereka
ayumi: karena bidari tahu umurnya pendek, gara" chip di kepala.
total 1 replies
Calista
ternyata presiden juga meninggal
Calista
pak joni dn bob meyer ketembak barengan
Calista
seorang joni bisa putus asa juga,mana joni yg selama ini songong dn angkuh
Calista
pak joni memasang bom di tubuh ny
Calista
pak joni udh tdk punya rasa empati yg dia punya cuma ambisi
Calista
bener semua orang pasti akan mati krn emang itu udh takdir ny
Calista
songong bngt nih bapak satu,walaupun anda punya seribu nyawa klu tuhan mengambil semua ny ttp aja anda akan mati jg
Calista
udah seperti kucing aja punya sembiln nyawa
Calista
pejabat tinggi cuma jabatan ny aja tp kelakuan ny udh seperti maling
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!