Dalam imajinasiku, wajah Henri yang bagian kiri sangatlah buruk, jadi dia memakai topeng.
Rania POV
Aku tulus mencintaimu Tuanmuda, walaupun orang menganggap mu hanya seorang monster.
Cintaku tanpa syarat, itulah yang aku rasakan dengan suamiku.Disaat orang - orang menatapnya dengan tatapan takut.
Tapi aku justru,selalu ingin dekat dengannya.Karena aku sangat mencintainya, walaupun ia selalu meragukan perasaanku padanya.
Karena ia mengira perasaan cintaku, hanya rasa kasian ku padanya, akibat wajahnya yang buruk rupa.
Henri pov.
Apakah dia betul-betul mencintaiku, atau rasa kasian,karena kami menikah atas dasar paksaan dariku, sebab orang tuanya mempunyai banyak hutang padaku.
Tapi aku tidak pernah berharap dia mencintaiku, karena aku menyadari kekuranganku,dengan wajahku yang bak monsther, tidak mungkin ada wanita yang mau mencintaiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.30.Berpura - pura tidur.
🏚️ Kediaman Wilson🏚️
Setelah melakukan aktifitas ranjang mereka. Rania terus menatap wajah Suaminya, sambil tidur di pundaknya.
" Tuan.." Panggilnya pelan
" Kenapa.." Sembari mengalihkan pandangan, menatap istrinya.
" Apakah aku boleh bertanya sesuatu kepadamu..?"
" Bertanya soal apa?" Dengan menatap intens, wajah cantik itu.
"Apa yang kau lakukan hari ini saja Tuan..?"
" Ya tentu saja aku bekerja Rania, memang apa yang kau pikirkan..?"
" Aku tidak memikirkan apa - apa Tuan?, maksudku, apakah ada kegiatan lain yang kau lakukan selain bekerja?, mungkin bertemu dengan seseorang." Tanyanya, dengan berusaha untuk berani.
Henri menatap heran istrinya, karena menurutnya, pertanyaan Rania sangatlah aneh.
" Tentu Rania, aku bertemu dengan orang, dan memang karyawan Wilson Group, banyak juga yang wanita.
Seketika ia langsung mendongakkan kepalanya, dan serius menatap wajah tampan itu.
" Apakah ada yang menggodamu Tuan..?" Bertanya lagi, karena rasa penasarannya.
" Kaukan tau Rania, aku adalah pria idaman para wanita, tampan, dan juga kayaraya. Tentu saja ada karyawanku, yang menaruh hati padaku."
Rania hanya terdiam, ada rasa kecewa dalam dirinya, saat mendengar perkataan Henri yang begitu menyakitkan.
" Baguslah, aku senang mendengarnya." Jawabnya, dengan memaksa diri untuk tersenyum.
" Hei kenapa kau membalikkan badanmu..?" Tanya Henri, saat istrinya tidur dengan posisi membelakangi dirinya.
" Aku ngantuk, aku mau tidur, aku lelah." Serunya dengan nada yang terdengar kesal, hingga tak terasa air matanya menetes.
" Apakah kau cemburu Rania?"
" Buat apa aku cemburu Tuan, aku tidak perduli sekalipun karyawan - karyawanmu itu mau tidur denganmu." Jawabnya asal.
" Aku sangat senang, sangat senang mendengarnya."
" Kau..!, bisa diam tidak Tuan..!, kau membuatku marah.." Teriak Rania.
" Wah... wah...wah..wah..., kau sekarang sudah sangat berani melawanku Rania, bahkan sekarang kau sudah berani meneriakiku.Dan aku lihat semakin hari, kau semakin berani membantah omonganku." Berbicara, dengan suara yang terdengar kesal.
" Ma.., maafkan aku Tuan.Maaf, aku janji tidak akan membantah omongan mu lagi."
" Bagus aku senang kalau kau tidak membantah ucapan ku, kalau begitu sekarang tidurlah. Aku sudah sangat mengantuk, apakah kau lupa?, sekarang jam berapa Rania..?"
" Apakah anda sudah lupa Tuan?, anda yang mengajakku bercinta. Padahal sebenarnya aku tidak mau Tuan, jadi dalam hal ini andalah yang patut disalahkan." Timpal Rania, yang tidak mau kalah.
" Makanya Rania seharusnya kau menolak, tapi kenapa aku mengajakmu, kau mau saja. Seharusnya kau harus bilang, kalau besok kamu harus bekerja Suamiku, jadi kita lakukan satu kali saja. Tapi malah ini, kau memintaku untuk melakukan berkali - kali." Seru Henri, dengan nada yang terdengar kesal.
" Tentu saja aku mau Tuan, karena kalau tidak pasti engkau tidak akan memberikan aku uang. Atau mungkin saja engkau akan menambah hutang - hutangku, jadi bertambah banyak. Jadi dalam hal ini, yang patut disalahkan adalah dirimu."
" Jadi menurutmu aku yang salah..?, dan kau yang benar...?"
" Tidak Tuan, anda selalu benar, dan aku selalu saja. Jadi sekarang tidurlah, bukankah besok anda harus kerja. Selamat malam Tuan, aku mau tidur, ngantuk."Jawab Rania, dengan langsung memejamkan matanya.
" Hei siapa yang mengijinkan mu tidur haahh...!, Rania..!" Tanya Henri, dengan mengguncang tubuh istrinya.
" Sialan, dia sudah tidur. padahal baru juga memejamkan mata.
Wanita cantik itu, sebenarnya belum betul - betul tidur. Dan tiba - tiba Rania mempunyai ide cemerlang di otaknya, untuk membalas rasa kesal pada Suaminya, yang begitu egois.
Dengan sengaja Rania merentangkan tangannya dengan mata masih terpejam, dan mengarahkan tepat ke pipi Henri.
" Buugg.". Yang membuat pria tampan itu, tampak kesakitan.
" Auuwww." Suara rintihan Henri, yang kesakitan, akibat Rania memukulnya dengan sangat kuat.
" Hei kau sengaja memukulku ya..?" Bertanya dengan sedikit berteriak.Tapi seketika ia langsung menghentikan ucapannya, karena melihat Rania tertidur dengan begitu nyenyak.
Rania terkikik geli, karena bisa memukul Suaminya, dengan berpura - pura tidur nyenyak.
" Rasain kau Tuan muda sombong."
Merasa belum puas dengan itu, wanita cantik itu kembali mengangkat kakinya, dan membantingnya keras, di atas tubuh Suaminya.
"Buugg.."
" Auww..." Rania kau betul - betul membuat ku marah." Dengan suara yang terdengar kesal, dan sekali lagi amarahnya terhenti, di saat melihat Rania tertidur dengan begitu pulas.
" Apakah dia sedang mimpi berkelahi?,atau menghajar orang?, Jadi tidurnya sangat kacau malam ini. Mendingan aku tidur di sofa saja, dari pada badanku kesakitan karena di hajarnya."
Henri menurunkan kaki Rania, dari atas tubuhnya dengan pelan, dan pria tampan itu memutuskan untuk tidur di sofa panjang, yang terletak dikamar mereka.
Rania memicingkan matanya, saat melihat Henri lebih memilih untuk tidur di sofa, dan ia sangat bahagia, karena bisa menghajar Suaminya tanpa harus kena hukuman.
"🌅 Pagi hari🌞
Matahari telah tersenyum menyapa Bumi, saat kegelapan menghilang dengan cahayanya
Rania duduk di sebelah Suaminya yang sedang tertidur nyenyak, dia tersenyum menatap wajah tampan pria itu, yang tertidur dengan sangat pulas.
" Kau sangat tampan Tuan..,semoga saja suatu saat aku bisa memiliki hatimu." Gumamnya, sembari tersenyum.
Rania mendekatkan bibirnya, kebibir Henri. Dan saat ia akan, mencium Suaminya, Henri sudah membuka matanya.
" Apa yang ingin kau lakukan Rania..?"
Seketika Rania langsung menghentikan gerakannya, dan ia sangat terkejut ketika melihat Henri telah membuka matanya.
Alhasil aksinya, untuk mencuri ciuman dibibir Suaminya terhenti.
" Tu, Tuan kau sudah bangun..?, Ini Tuan, aku ingin membersikan debu yang ada di rambutmu." Jawab Rania, yang terlihat begitu gugup.
" Tapi aku rasa kau berbohong, karena seperti yang aku lihat kau ingin menciumku."
sayang kan kalau cerita bagus, tapi bahasa ga enak dibaca, bikin males.