seorang gadis SMA menyukai seorang polisi ganteng yang memberikan surat tilang kepadanya saat dia mengendarai mobil nya tanpa SIM, perjuangan berat yang harus dia lakukan untuk melepaskan sang polisi ganteng dari masa lalunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
...
Hana menuruni anak tangga dengan hati-hati, dia memakai gaun yang sangat cantik, wajahnya telah dipoles hingga luka dan bekas pukulan terlihat memudar bahkan hampir tidak terlihat
Dia melihat ada sepasang lelaki dan perempuan paruh baya sedang duduk berhadapan dengan papanya, sebenarnya Hana malas untuk tersenyum tapi melihat ibunya seolah meminta nya untuk tersenyum dia memaksakan senyumnya
Jayden baru saja datang dan dia segera mengajak Hana untuk duduk disampingnya
"Tersenyum lah" bisik Jayden ada pada adiknya, Hana mengangguki perkataan kakaknya
Hana tersenyum dengan manisnya pada kedua tamu papanya itu, wanita paruh baya itu mendekati Hana dan memegang tangannya
"Jadi namamu Hana? Kamu sangat cantik" ucap nya
"Terimakasih bibi" balas Hana
"Jangan panggil aku bibi, panggil saja mama Dessy, bagaimana?" Ucap wanita bernama Dessy itu
Hana melirik ke arah Jayden yang mengangguk memberikan kode agar Hana mengiyakan saja
"Baik mama Dessy" jawab Hana
Dessy memeluk Hana dengan lembut, dan berbisik di telinganya
"Terimakasih Hana sudah mau untuk menjadi menantuku" bisiknya
"Sama-sama mama Dessy"
Dessy melepaskan pelukannya, dia memberikan sekotak perhiasan untuk Hana, Hana menerima nya dengan ragu, namun mama nya mengangguk menandakan Hana harus menerimanya.
.
Acara makan malam berlangsung dengan lancar, walaupun Hana ingin sekali lari dari sana, setelah itu Hana beranjak dari tempat duduknya untuk menuju ke kamarnya, namun Seno menghentikannya.
"Berhenti" ucapnya
Hana menghentikan langkahnya, dan berbalik menatap papanya
"Ada apa lagi!" Jawab Hana ketus
"Kamu!!! Tidak bisakah kamu lebih sopan pada papa mu?!!!" Teriaknya.
"Papa?! Sungguh?! Sejak kapan kamu menjadi papaku?" Hana sudah tidak bisa menahan marahnya lagi.
"Berhenti bersikap bodoh, jangan pernah berfikir kamu bisa lari dari semua ini!!!" Seno menjambak rambut panjang Hana dan menariknya dengan kasar hingga Hana terpelanting menabrak meja hingga kepalanya kembali berdarah.
"Hana...!!!" Indri berlari dan memeluk tubuh Hana yang sudah sangat lemah.
"Papa, kenapa harus melakukan hal ini?" Jayden mulai geram dengan tindakan papanya.
"Diam lah Jayden!!! Kamu seorang lelaki, kamu tidak boleh lemah dengan wanita!!" Ucapnya tegas.
"Tapi ini keterlaluan pa!" Jayden mendekati Hana dan mamanya yang masih terduduk di lantai.
"Jayden, berhentilah bersikap lemah seperti ini!" Teriaknya
"Sekarang kurung Hana dikamarnya, jangan biarkan dia keluar atau dia akan menerima akibatnya!!" Perintah Seno pada Indri, namun Indri tidak menanggapinya.
"Apa kamu sekarang akan melawanku?!" Bentaknya pada Indri.
"Aku tidak pernah bisa melawanmu, aku selalu mematuhimu, tapi kamu masih saja menyakiti putriku, jadi untuk apa aku menuruti perintahmu lagi!!" Indri benar-benar sudah jengah dengan semu tindakan suaminya
"Kamu benar-benar sudah berani padaku!!"
Seno menarik lengan Indri dengan keras dan menghempasnya kesembarang tempat, hingga tubuh Indri membentur meja hingga lengannya mengeluarkan darah, Jayden berlari dengan cepat untuk membantu mamanya
Sedangkan Seno kembali mencengkeram erat lengan Hana dan menyeretnya ke arah dapur, Jayden melihat Seno menuju ke arah dapur, dia meninggalkan Indri dan segera berlari untuk menyelamatkan adiknya.
"Papa, hentikan semua ini, Hana sudah sangat menderita, apa lagi yang akan papa lakukan padanya?" Tanya Jayden pada Seno
"Papa akan menghukumnya, dia terlalu berani untuk menentangku" jawabnya
Hana terlihat sudah sangat lemah, darah masih mengalir ke wajahnya, dia bahkan terlihat sangat pucat
"Papa jangan lakukan apapun!!" Pinta Jayden saat melihat Seno memegang pisau dapur dan mengarahkannya pada Hana
Jayden sangat bingung harus berbuat apa, dia tidak pernah mengalami kondisi seperti ini sebelumnya, keringatnya sudah membasahi wajahnya
"Bragkkk!!!"
Suara pintu didobrak dan terlihat sekelompok orang memakai seragam Polisi mengepung Seno dan mengarahkan pistol mereka ke arah Seno
"Turun kan pisau dari tanganmu atau kami akan menembakmu!" Perintah salah satu dari mereka
Seno bahkan tidak terlihat gentar sekalipun, justru dia tertawa menghadapi situasi seperti itu
"Jika kalian berani melakukannya, aku juga tidak akan segan untuk menghabisi nyawanya!" Ancam Seno, dia mengarahkan pisau itu ke leher Hana dan menekannya hingga darah menetes keluar.
"Papa, hentikan semua ini, menyerahlah!" Teriak Jayden
"Papa, berhenti lah, mama mohon" Indri sudah berdiri di samping Jayden untuk membantu membujuk Seno untuk segera menyerah
"Menyerah?! Tidak ada kata itu dalam kamus seorang Seno Baskara" ucapnya sinis, dia terus menekan kan pisaunya hingga darah mengalir lebih banyak
"Hana, bukankah kamu gadis yang sangat kuat, kamu bisa melakukan apapun, berjuang lah, kamu bisa melakukannya, aku selalu bersamamu"
Entah suara dari mana, Hana seolah mendengar Nathan mengatakan hal itu, Hana memegang tangan Seno yang sedang mengarah kan pisau ke lehernya dan menggigitnya dengan keras hingga pisau itu terjatuh ke lantai, kesempatan itu Hana gunakan untuk berlari dan segera memeluk Jayden
"Dorr!!!"
Terdengar suara tembakan yang memekakkan telinga, Hana menutupi telinganya dan membenamkan wajahnya di dada bidang kakaknya dan tidak lama kemudian Seno ambruk dan tergeletak ke lantai
---------
Ughhh, part ini author ngerasa agak gimana gitu 😝
Sudah lah, mending komentar sama like ya 😉
ceritanya sangat menarik