NovelToon NovelToon
Menantu Sampah Seorang Millionaire

Menantu Sampah Seorang Millionaire

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / CEO / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.7
Nama Author: Nuhume

Bayu tanpa sengaja melakukan nikah kontrak dengan seorang CEO perusahan BOF beauty of fashion, perusahaan terbesar di Negaranya. Awal kehidupan Bayu yang rumit saat memasuki keluarga Naya Tungga Dewi, yang kekayaannya masuk daftar 10 besar di Asia.

Bayu yang hanya seorang tenaga tehnisi perusahaan, tamatan SMA swasta menjadikan dia terhina di hadapan keluarga Naya.

"Dasar tidak berguna, lelaki gembel. Apa yang bisa kau andalkan selain tampangmu itu, atau jangan-jangan kau mengguna gunai anakku ya?! Kalian harus bercerai, aku tidak sudi memiliki menantu sampah sepertimu".

Apakah Bayu bisa membuktikan kepada keluarga Naya, bahwa dia bukan lelaki yang tidak berguna???

Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuhume, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. MSSM

"Maksud anda?" tanya Handoko

"Seorang istri yang sedang berpisah dengan suaminya di saat istri tersebut mengandung, suaminya dikenal sebagai seorang menantu sampah yang tidak berguna sedangkan istri memiliki karir yang cemerlang, saat wanita tersebut sedang mengandung dia mempercayai seorang Dokter untuk meresepkannya sebuah vitamin penguat janin yang nyatanya vitamin tersebut di maksudkan untuk menggugurkan kandungannya."

Handoko bergetar mendengar cerita Bram, dia menatap Bram dengan takut, dia ingin mengucapkan sepatah kata tapi Bram menaikkan jari telunjuknya sebagai isyarat untuk diam.

"Kau tahu? aku yang melaporkan perbuatanmu ini kepada pihak berwajib" ucap Bram

"Apa?!"

Handoko berdiri tegak, tidak percaya mendengar ucapan Bram, dia menampakkan wajah garangnya yang merasa menyesal telah menuduh anaknya yang tidak-tidak ternyata yang membuat dia mendekam dalam jeruji besi adalah lelaki yang berada di hadapannya itu yang Handoko kenal sebagai Bayu.

"Aku akan menyewa pengacara terbaik, anda tidak memiliki bukti apapun"

"Ha ha ha Handoko, Handoko, aku pikir kau akan meminta maaf untuk perbuatanmu, nyatanya kau berusaha untuk lari dari tanggung jawab.

"Dasar lelaki tidak berguna, aku setuju jika Tuan Harun tidak merestui hubungan kalian karena Nona Naya tdak sederajat dengan kamu! cuih" ucap Handoko geram

Mendengar itu, Bram berdiri dari tempat duduknya dengan tegas, membuat kursi yang di tempatinya bergeser dan berdecit.

"Rey!"

Seorang lelaki memasuki ruangan dengan setelan formal.

"Biarkan manusia ini mendekam seumur hidupnya didalam tahanan dan jangan biarkan satu orang pun dari keluarganya datang berkunjung dan bertemu dengannya"

"Baik Tuan" timpal Rey

Handoko mendengar itu pun kembali tertawa, dia merasa sedang berada di dunia opera dengan memainkan acara si miskin yang berubah menjadi jahat, "sadarlah bayu, ini dunia nyata. kau tidak memiliki kekuasaan sebesar itu, jangan karena mengenakan pakaian formal dengan merek ternama yang aku yakin itu palsu kau seenaknya, bahkan anak kecil pun tertawa"

Dengan tersenyum devil Bram memajukan wajahnya di hadapan Handoko "Ah masalah anak kecil, kau tenang saja, menantumu itu masih bisa mengandung tapi sayangnya kau tidak akan bisa bertemu dengan cucumu hingga kau mati!"

Handoko kembali tertawa sebagai tanda ketidakpercayaannya dengan ucapan Bram. Bram ingin meningalkan ruangan tersebut kemudian berbalik, "Aku belum memperkenalkan diri dengan resmi, Bram Raka Yu-dis-ti-ra" ucap Bayu dengan sengaja mengeja nama Yudistira.

Handoko terdiam dan berusaha mengingat nama Yudistira, media belum pasti mengumumkan tentang pewaris tunggal Yudistira Corp, perusahaan raksasa dengan kepemilikan kekayaan yang fantastis dan tercatat keluarga konglomerat menduduki tingkat pertama di Asia. Hanya desas desis isu di kalangan atas pernah menyebut hal tersebut walau hanya sebatas itu, Handoko yang sesekali bergabung dengan pebisnis kalangan atas akhirnya mengetahui ada sosok misterius sang pewaris sebenarnya.

Handoko beringsut ke lantai dengan panik dia berlari menuju pintu tapi di tahan dengan para aparat sipir, "Tuan tolong, maafkan aku, tuan tolong,, jangan lakukan ini, maafkan aku" teriak Handoko yang terdengar samar di telinga Bram membuat Bram tertawa dengan melangkah pergi.

...****...

Naya duduk dengan malasnya, menenteng gelas susu yang wajib Naya konsumsi setiap harinya dan buah-buahan segar menjadi kudapannya. Naya meraih remot TV yang tidak jauh berada di dekatnya kemudian menekan tombol yang menayangkan beberapa berita terpanas untuk hari itu.

Naya membetulkan posisi duduknya mendengar pembawa acara tersebut membacakan kasus terbaru "Seorang Dokter kandungan yang saat ini sedang menjabat sebagai Direktur telah di tangkap dan di cobloskan ke penjara karena melakukan malpraktik, aborsi ilegal kepada seorang wanita yang ternyata adalah menantunya sendiri".

Naya tersenyum lebar, Naya merenggangkan tangannya kemudian sedikit berjingkrak dengan menggerakkan tangannya untuk menu jukkan tarian sederhana sembari berdendang lagu favoritnya "Who you like that, na na na....". Naya mengibaratkan sedang mendapat hadiah undian kupon dengan nilai fantastis mendengar berita tersebut.

"Seandainya aku masih pimpinan BOF, aku akan mengirim buket bunga besar untuk seluruh staf di media tersebut" gumam Naya.

Di tempat lain, seorang pria juga ikut menyunggingkan senyumnya melihat wanita di cintainya di balik layar sedang bergembira, dia bahkan mengabulkan ucapan istrinya dengan mengirim ratusan buket bunga besar ke perusahaan media tersebut dan di bagikan untuk setiap karyawan sebagai tanda terimah kasih karena membuat istrinya bahagia.

Bram meraih HP nya dan menekan nama istrinya di urutan pertama. Bram menanyakan tentang keseharian Naya dan bagaimana dengan bayinya. Bram juga sedikit memberi pujian dan gombalan manis membut mereka saling merona di balik layar. Tapi sebelum itu, Bram pindah ke sebuah ruangan dengan berlatar belakang dinding hitam agar Naya tidak curiga dan juga mengganti setelan jasnya dengan sebuah kemeja putih yang Bram kenakan berangkat kerja di hadapan Naya.

"Apakah kau ingin makan sesuatu?"

"Tidak sayang, aku hanya ingin kau pulang cepat"

"Maaf sayang, pekerjaanku setiap harinya lembur, tapi aku janji akan cepat pulang"

"Aku akan memasak makanan yang enak"

"Apakah ada perayaan? Kau telrihat sagat senang"

"Aku hanya merasa Tuhan sangat baik, memberikan kamu dan anak kita sebagai kado terbaik di tahun ini".

Bram tersenyum dan mengangguk, mereka membahas banyak hal dan telfon tersebut berakhir dengan alasan Bram akan melanjutkan pekerjaannya, Naya pun bergegas ke dapur dan mulai berkutat dengan alat dapur. Naya memang belum handal dalam urusan dapur tapi bukan berarti Naya tidak bisa menghasilkan sebuah masakan.

Senyum Bram tidak terhenti saat panggilan video mereka berakhir, dia masih membayangkan bagaimana Naya sangat menggemaskan saat memasak, saat wajahnya mengespresikan banyak hal, bagaimana dia akan menopang dagu saat berpikir, bagaimana dia mengerutkan alisnya saat melihat tayangan di Hp nya tidak seusai dengan praktik Naya di dapur, bagaimana Naya yang akan banyak berbicara karena tidak paham, bagaimana Naya akan mencari banyak alasan untuk membuat Bram mengakui masakan Naya yang paling enak walau sebenarnya tanpa di minta Bram pun akan melakukannya.

Kakek Brahma memasuki ruangan Bram dan melihat apa yang cucu satu-satunya itu lakukan. Bram sedang tersenyum dengan menatap jendela kaca yang luas, yang letaknya tidak berada jauh dari Bram. Sebuah deheman belum menyadarkan hayalan Bram hingga akhirnya Kakek Brahma memukul kepala Bram dengan tongkatnya.

"Argh! siapa yang be....." dengan teriak Bram spontan berbalik dan melihat Kakek Brahma berdiri tepat di belakangnya.

"Kakek?"

"Hmm, kau ternyata masih waras karena masih mengenalku"

Bram mengelus kepalanya yang sakit dan mengikuti langkah Kakek Brahma menuju sofa. Kakek Brahma ingin mencari tahu tentang rencana apa yang akan di lakukan cucunya itu dengan membuat sayembara proyek, tapi Bram dengan lihai menutupi rencana yang sebenarnya.

 

1
Wahyu Kasep
gwa baca nya loncat " kebanyakan teori rencana jalan ceritanya

seperti di sebuah negara yang mayoritas terlalu banyak teori rencana dan anggaran gede
aksi nihil
prinsip gwa percuma yang baca banyak yang kome😍 dikit
tanda gak mutu ceritanya
NDN
sangat bagus sekali
Rajo kaciak
penuh kebohongan dan terkesan bertele2
Rajo kaciak
terlalu berbelit-belit
Rajo kaciak
terlalu lemah & bodoh
Rajo kaciak
wooow ..luar binasa😄😄😄
THAILAND GAERI
brammmmm??????
THAILAND GAERI: kakeknya?
total 1 replies
Atik
ceritanya kurang greget ,Bayu enggak tegas kaya tapi enggak bisa ngelacak naya
mawar hitam
baru ketemu penulis segoblok ini membuat cerita yang tidak masuk akal.🤣🤣🤣
echa purin
👍🏻
Didik Setyawan
crta nie adalah tentang pembisnis yg bodoh
Didik Setyawan
arana d'bilang polos,tp mainx d'club wkwkwk,,,
Uni Nilasari
mantap author
Zam Rokhim
bagus..... terus berkarya yg lebih bagus
𝙕𝙯𝙯: Mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, Mc no naif dan gila+kejam
total 1 replies
Salma Suku
Terima kasih thor...
tetap semangat dan terus berkarya👍
Salma Suku
Alea maniak
Salma Suku
Thor jgn bikin Nara keguguran
Salma Suku
Apakah isi kotak itu adalah harta karun?
Salma Suku
Nyimak dulu thor
Agus Prabowo
seperti amatiran....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!