NovelToon NovelToon
Mantan, Balikan Yuk!

Mantan, Balikan Yuk!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Dosen
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Kesalahan yang dilakukan Azalea Calista membuat suaminya kecewa dan berakhir ingin menceraikannya. Namun demi cinta yang tumbuh di hati Alea, dia bertekad untuk mengejar kembali cinta sang suami.

Sayangnya Alea harus kehilangan Fathan karena laki-laki itu pergi tanpa berpamitan. Hingga suatu hari, keduanya kembali dipertemukan dalam keadaan berbeda.

Akankah mereka kembali bersama atau justru memilih saling melepaskan bersama pasangan baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5 - Kerusuhan

Keesokan harinya.

Alea sudah rapi, pagi ini dia ada kuliah pagi. Sejak mengetahui hamil, Alea cuti kuliah seraya mencari tahu keberadaan Fathan, sayangnya waktu itu tidak bisa menemukannya.

Dia beserta Gavin pindah ke kota tempat dimana mereka dilahirkan untuk melupakan kejadian menyakitkan yang di alami Alea di ibu kota. Merasa Azka cukup besar dan bisa ditinggalkan, barulah dia kembali melanjutkan kuliahnya.

"Om gak apa kan Azka aku titip sama om lagi? Nanti habis pulang kuliah aku jemput Azka di kantor om," ucapnya seraya melirik Azka yang tengah sibuk bermain robot kesukaannya.

"Om gak keberatan, justru om gak tenang kalau sampai Azka ikut kamu. Soalnya di tempat kuliah barumu, mereka belum tahu kalau kamu udah punya anak." Gavin juga tengah sibuk menggulung lengan kemejanya, sudah rapi hendak berangkat ke tempat usaha keluarga.

"Maaf Om."

Gavin tersenyum mengusap sayang kepala keponakannya. Sejak ibunya Alea meninggal, Alea tinggal bareng nenek dan kakek dari ibunya yakni orangtua Gavin. Sementara kakek dan nenek dari pihak ayahnya Alea sudah lama meninggal. Tidak lama kemudian orangtuanya Gavin juga meninggal meninggalkan Gavin serta Alea.

Semenjak itu Gavin lebih fokus pada usaha keluarganya dan Alea, dia pun enggan mencari pasangan alasannya sebelum Alea bahagia dia tidak akan menikah dulu, itu janjinya.

*******************

Tempat lain.

KAMPUS

"Sumpah ya, Alea lama banget. Perasaan saat kita hubungi dia lagi otw."

"Yaelah Val, kayak gak tahu aja kegiatan sehari-hari Alea. Dia kan punya orang yang harus di urus dulu."

"Eh iya, gue lupa." Gadis berlesung pipi itu terkekeh, dia melupakan sesuatu tentang Alea siapa lagi kalau bukan Vale teman sekolahnya. Dia juga ikut kemana Alea pindah berhubung yang dia punya cuman Alea teman dekatnya.

Tak lama kemudian yang dibicarakan kedua gadis itu muncul.

"Vale, Ayumi." Alea memanggil dari sebrang jalan, meski ia terlahir dari keluarga yang berada, Alea lebih memilih berangkat sekolah menggunakan angkutan umum dan tidak ada satupun dari mereka yang tahu kalau Alea ini anak orang kaya. Yang mereka tahu Alea kuliah karena dapat beasiswa.

"Nah, tuh orangnya muncul juga." Vale bernapas lega setelah melihat Alea datang.

"Sorry gue telat, biasa ngurus kesayangan gue dulu. Untungnya bisa di bujuk jadi gue bisa datang ke kampus."

"Resiko punya orang tersayang memang sulit jauh," sahut Ayumi diangguki oleh Vale.

"Ya gitu deh."

Ketiganya berjalan menyusuri koridor kampus, mereka bertiga saling kenal, lebih tepatnya Alea dan Vale sudah berteman lama sejak masa SMA sedangkan Ayumi teman baru mereka namun juga akrab sama keduanya, se frekuensi.

Namun langkah Alea berhenti ketika menyadari kehadiran seseorang. Dadanya berdegup kencang baru tahu orang itu ada di kampus yang sama. Ah Alea lupa, dia baru masuk kampus beberapa hari ini.

"Eh kenapa lo berhenti?" Vale dan Ayumi ikut menghentikan langkahnya.

"Dia disini," lirihnya menatap rindu sosok pria yang sudah berhasil mencuri hatinya hingga saat ini.

Kedua gadis itu mengikuti arah pandang Alea, Vale terbelalak melihatnya.

"Dia kan? Sumpah, dia kuliah di kampus ini juga?"

"Oh itu pak Fathan, dia emang salah satu dosen disini. Dia udah lama kok jadi dosen, sekitar satu tahun yang lalu," papar Ayumi.

"Apa? Dosen?" Vale dan Alea menoleh kaget.

"Iya, udah lama juga, sekitar satu tahunan lah."

"Elo tahu tentang dia juga? Tanya Alea penasaran.

"Tahulah, kan dia tetangga gue. Rumahnya juga tak jauh dari rumah gue tapi ya gitu, masuknya cuman seminggu 3 kali jadi jarang ada di kampus."

Mendengar penjelasan Ayumi, bibir Alea tersenyum punya rencana.

"Guys gue mau samperin masa depan gue dulu ya, dah." Langkah Alea tergesa meninggalkan keduanya, matang tetap fokus pada pria tampan memakai kacamata seraya berbincang hangat dengan temannya.

"Val, kok gue kayak gak asing sama wajah pak Fathan?"

"Jelaslah, dia kan mantan suaminya Alea."

"What! Jadi dia itu ayah biologisnya Azka?" Ayumi baru tahu, dia memang pernah melihat Azka di ponselnya Alea, tapi tidak kepikiran kalau ayahnya Azka adalah Fathan. "Pantesan wajah Azka kayak gak asing bagi gue, ternyata anaknya pak Fathan."

Tangan Alea tiba-tiba merangkul tangan Fathan, tersenyum manis menatapnya penuh cinta dan rindu.

"Kamu!" Bola mata Fathan terbelalak saat tahu ada Alea di kampus tempat dia mengajar.

"Pagi sayang. Aku kangen loh."

Rangkulan tangannya di tepis kasar. "Jaga sikap kamu! Saya tidak kenal kamu! Menjauh lah dari hadapan saya! Saya tidak suka sama perempuan gatal!"

Alea tertegun, binar bahagia pun seketika berubah sendu.

"Ayo Al, banyak hal yang harus kita kerjakan jauh lebih penting daripada menanggapi perempuan aneh seperti dia." Fathan menoleh pada pria di sampingnya, tidak sedikitpun Fathan melirik Alea, rasa kecewanya menyelimuti cinta yang hadir.

"Pak, aku boleh kan mampir ke rumah Pak Fathan, mau silaturahmi." Alea tidak menyerah, dia mengejar Fathan.

Pria di samping Fathan bingung.

"Pak, ini hadiah dariku buat bapak." Alea menghalangi langkah Fathan, tangannya seolah mengambil sesuatu dari dalam saku terus menunjukan emot love lewat tangan seraya tersenyum mengerjapkan mata lucu.

"AZALEA!" Fathan geram diganggu terus, setiap kali melihat Alea emosinya terus muncul, rasa benci pun kian mencuat, luka lama kembali menganga.

"Saya bilang jangan ganggu saya! Saya tidak suka melihatmu disekitar saya! Saya membencimu Alea! Sekali lagi saya bilang JAUHI SAYA! PAHAM!"

"Engak! Aku gak akan pernah berhenti ganggu kamu karena aku jatuh cinta sama kamu! Kita masih punya hubungan Mas Fathan," balas Alea tak kalah keras kepala. Dia yakin hati Fathan masih ada namanya, dia akan buktikan kalau Fathan mencintainya.

"Ck, cinta? Hubungan? Hubungan kita sudah berakhir sejak 3 tahun lalu! KITA SUDAH SELESAI!"

Diantara mereka yang mendengar kabar itu ada sosok wanita diam mendengarkan, merasa posisinya terancam sejak kehadiran Alea disekitarnya.

"Tapi bagi aku hubungan kita masih ada, kita masih bisa bersama lagi." Alea tak peduli sama keterkejutan mereka.

"Dan saya udah gak peduli lagi. Ayo Al." Fathan pun melanjutkan langkahnya.

"Alea." Vale dan Ayumi menghampiri Alea, bisa mereka lihat mata Alea berkaca-kaca.

"Gue aman kok, wajar dia marah sama gue karena semua yang terjadi salah gue, dia kayak gitu karena ulah gue, jadi gue yang harus memperbaikinya lagi. Ini demi Azka," lirihnya pelan menahan desakan air mata. Dia menunduk seraya tersenyum menyembunyikan kesedihannya.

"Semangat Lea, lo harus kuat, gue yakin lo bisa naklukin Fathan lagi." Vale memeluk Alea, Ayumi pun ikut memeluknya.

Merasa lebih baik, ketiganya berjalan menuju kelas.

Brukk..

"Woi!"

Seseorang tiba-tiba menabrak Alea. menumpahkan minumannya ke baju Alea.

"Woi! Mata lo buta, hah?! Gak lihat ada orang segede gini?" Alea menggeram kesal.

"Sorry, sengaja, hahaha," balas orang itu tersenyum sinis. Sejak awal Alea masuk kampusnya, dia tidak menyukainya, sebab perhatian mata orang selalu tertuju padanya.

Alea masih diam berusaha sabar, ia tak mau buat keributan terlebih dia baru masuk beberapa hari.

"Kurang ajar lo." Vale hendak maju namun di tahan oleh Alea.

"Aduh kasian ya bajunya kotor, mau beli kayaknya gak punya, kelihatan miskin sih, eh sekarang ditolak sama dosen. Kelihatan banget capernya, kelihatan banget MU RA HAN nya, EMANG DASARNYA GATEL TETAP GATEL! ORANGTUA LO JUGA PASTI GATEL!"

"Banyak bacott, sini, gue kasih paham nih mulut!" Alea tersulut emosi, dia menarik rambut menyeretnya ke tengah lapangan. Mungkin soal dia tidak masalah, tapi jika sudah menyangkut orangtuanya dia tidak terima.

"Awww. Lepasin sialan!"

1
Liswati Angelina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭ngakak terussss
Cimit: jangan di bayangin. 😆
total 1 replies
Liswati Angelina
seru dan lucu
Liswati Angelina
La terus ayah alea ternyata bapaknya si silvi...... 🤭🤭🤭 cuma nebak thoorr🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!