NovelToon NovelToon
Akhir Sebuah Pernikahan

Akhir Sebuah Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Suami Tak Berguna / Penyesalan Suami / Pihak Ketiga
Popularitas:53.9k
Nilai: 5
Nama Author: ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂

Bagaimana rasanya, jika rumah tangga sendiri dihancurkan oleh adik tiri sendiri?

Sania harus menelan kenyataan pahit saat ia tahu kebenarannya bahwa sang suami yang sangat ia cintai itu ternyata main api dibelakang dengan adik tirinya sendiri.

Bermula dari adik tiri yang sering curhat dan mengeluh tentang kondisi rumah tangga dan ekonominya, membuat Sania merasa iba lalu ia menawarkan pekerjaan pada adik tirinya untuk bekerja di perusahaan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Sesak

"Bangunlah, aku tidak sudi kaki ku disentuh oleh tanganmu yang menjijikan itu..!" Ucap Sania dengan suara dingin.

Dirga berdiri dari tempatnya.

"Sayang, mas bisa jelaskan ini semua. Sebaiknya kita bicarakan di rumah," ucap Dirga.

"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, semuanya sudah jelas, bahkan aku dengan jelas pernah melihatmu sedang asyik bercinta dengan adikku,"ucap Sania. "Kalian berdua sama-sama menikmatinya, bukan?"

Dirga hanya bisa tertunduk bersalah.

"Maafkan mas, Sania. Maafkan mas, mas mengaku salah," Ucap Dirga.

"Bersiaplah, mas. Aku ikhlas melepaskan lelaki sampah pada tong yang siap menampungnya, meski itu menjijikan..!" Ucap Sania menatap sinis Dirga dan Mawar bergantian.

Setelah mengatakan itu, Sania pun beranjak pergi dari hadapan Dirga. Sania berhenti tepat di depan Mawar yang masih tertunduk.

"Kau terlihat seperti perempuan yang yang kesepian dan butuh kehangatan. Padahal kau sudah bersuami tapi kau tega menceraikannya hanya karena kau lebih senang dan puas saat di atas ranjang bersama suamiku emm... lebih tepatnya sebentar lagi mantan suami." Ucap Sania dengan senyum tipisnya.

"Mawar, bukankah permainan Dirga sangat hebat saat di atas ranjang?" Tanya Sania dengan senyum sinis mengejeknya.

"Hentikan, Sania. Kau sudah keterlaluan!" Pekik Dirga.

"Hai, Dirga kenapa kau membela gundikmu, hah!" Ucap salah satu tamu.

"Mawar, jika kau menginginkan Dirga maka aku dengan senang hati akan menyedekahkan dia kepadamu! Ambil saja dia, aku sudah tidak butuh lagi. Aku lihat wanita kesepian pencari kehangatan seperti dirimu jauh lebih membutuhkannya." Ucap Sania dengan kata-kata halus tapi menyakitkan.

Mawar merasa sangat geram, wanita ini sampai tak memiliki kata-kata untuk menjawab ucapan Sania. Menjawab pun percuma pasti orang-orang akan semakin menyalahkan dirinya.

"Mama, ayo kita pulang!" Ajak Sania pada Widya.

Melihat Sania dan Widya pergi, para tamu juga ikutan bubar. Bahkan terdengar jelas di telinga Mawar dan Dirga kata-kata menyakitkan yang terlontar dari mulut para tamu.

Sedangkan Dirga ia masih mematung di tempatnya, saat ia sadar ia langsung saja berlari mengejar istrinya.

"Mas, kamu mau ke mana?" Tanya Mawar yang menahan langkah Dirga.

Dirga tidak menjawab, pria ini melepaskan tangan Mawar dari lengannya.

"Argh... Sial! Ini semua gara-gara Sania...!" Pekik Mawar.

Kembali kepada Dirga, Pria ini berhasil menahan langkah istrinya.

"Sayang... Sayang... Tolong dengarkan penjelasan mas dulu sayang," ucap Dirga sambil memegang tangan Sania tapi Sania menghempaskannya.

"Jangan sentuh aku, aku jijik dengan tangan mu yang pernah menyentuh wanita lain!"

"Sania, sudahlah jangan dihiraukan lelaki sakit jiwa itu..!" Ujar Widya.

"Mama benar." Ucap Sania lalu membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam mobil dengan hati yang hancur berkeping-keping.

*

Sesampainya dirumah, Sania langsung saja melangkah masuk menuju kamar untuk mengemasi pakaiannya ke dalam koper. Wanita itu memilih untuk pergi dari rumah yang sudah dianggapnya sangat kotor karena bekas perzinaan.

Sedangkan Dirga, dia baru saja tiba dirumah dan langsung berlari masuk ke dalam rumah memanggil-manggil nama Sania.

"Sania......Sania......" panggil Dirga seraya mengedarkan pandangannya ke segara penjuru ruang.

"Ma, dimana Sania?" tanya Dirga.

"Dikamar," jawab Widya datar.

Dirga yang mendapat jawaban seperti itu pun langsung saja berlari menaiki anak tangga.

Saat membuka pintu kamar, Dirga terkejut ketika melihat Sania yang sedang mengemasi pakaiannya.

"Sania.......apa-apaan ini, hah!" bentak Dirga.

"Apa hah, lebih baik aku pergi dari rumah kotor ini!" Seru Sania.

"Sania aku mohon jangan, jangan seperti ini." Kata Dirga seraya meraih lengan Sania.

"Apa lagi sih, mas! Ingat ya, aku gak akan kaya gini kalau kamu gak kaya gitu!" Ujar Sania seraya melepaskan genggaman tangan Dirga dengan kasar.

"Iya mas paham, tapi jangan pergi dari rumah ini. Semua masih bisa dibicarakan dengan baik-baik." Ucap Dirga kembali meraih lengan Sania.

"Sudah ku bilang, jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu itu!" sentak Sania.

"Kau menghancurkan hatiku! Apa lagi yang perlu dibicarakan?"

Dirga seketika diam seribu bahasa, dia benar-benar sudah kehabisan kata untuk menjawab semua pertanyaan istrinya yang selalu membuatnya tersudut.

"Sekali lagi tolong maafkan aku, Sania. Aku menyesali semuanya." Kini hanya ucapan itulah yang bisa keluar dari mulut Dirga.

Sania menatap lekat Dirga, dan tak terasa ia meneteskan sebuah cairan bening di pipi mulusnya.

"Apa kurangnya aku, Mas?" tanya Sania dengan nada lirih. "Apa salahku? Apa aku pernah melakukan hal yang kamu benci? Apa salahku sampai kamu melakukan ini!" Teriak Sania dengan Isak tangisnya.

Dirga masih diam mematung, tak berani menatap wajah Sania. Bertahun-tahun menjalani biduk rumah tangga dengan Sania, baru inilah Dirga melihat istrinya semarah itu. Istri yang ia kenal adalah seorang wanita yang sangat lemah lembut ternyata ketika marah bagaikan singa bangun dari tidurnya.

"Mas benar-benar menyesal, Sania. Mas seperti terjebak oleh rayuan mautnya Mawar. Mungkin bisa saja Mawar memelet mas, karena semenjak dia membuatkan mas kopi, mas selalu terbayang-bayang wajahnya." Ucap Dirga mengada-ada.

"Cukup, mas! Tidak usah banyak alasan lagi. Aku tidak butuh!"

"Sania, mas khilaf." Ucap Dirga dengan bodohnya. "Mas minta maaf, sayang!"

"Dua tahun bermain api masih bilang khilaf, Lucu sekali kamu ini. Selingkuh itu bukan kekhilafan tapi pilihan dan itu kamu lakukan dalam keadaan sadar, mas!" Pekik Sania.

Dirga meraih tangan Sania, menggenggamnya erat lalu memeluknya dan berulang kali mengucapkan kata maaf.

"Lepaskan aku! Tidak sudi aku dipeluk oleh tubuh yang sudah dijamah wanita lain..!" Sania mendorong tubuh suaminya.

"Sayang, percayalah padaku, Adikmu sendiri yang datang pada mas dan menggoda mas." Ucap Dirga membuat Sania tertawa.

"Dan kau tergoda dengannya lalu kalian menjalin hubungan di belakangku selama dua tahun lamanya. Mas, kamu pikir aku bodoh? Kamu melakukan itu semua dalam keadaan sadar, kamu sangat sadar selama dua tahun itu...!" Ucap Sania dengan suara tinggi.

"Tolonglah Sania, beri mas satu kesempatan lagi. Maafkan lah, mas janji tidak akan mengulanginya lagi." Bujuk Dirga.

"Jika dengan wanita lain aku mungkin akan memaafkan, tapi....." Sania tak lagi melanjutkan ucapannya karena dadanya terasa begitu sesak.

"Tapi... dia Mawar, adik tiriku." Sambung Sania.

"Maafkan aku, aku menyesal."

"Kamu menghancurkan tali persaudaraan kami berdua."

"Aku sudah mengisi bagian milikku, kini tinggal kamu yang belum mengisi punya mu." Sania melempar surat gugatan cerai tepat di wajah Dirga.

Dirga terkejut bukan main saat Sania melempar surat gugatan kepada dirinya.

"Temui aku di pengadilan. Aku akan mengambil hak asuh anak. Kamu terbukti tak pantas karena perbuatanmu." Ucap Sania dengan tegas.

1
Sevis
bguz thorr
Sevis
bgus rasain tuh lnjut kn
Shifa Burhan
bukti munafiknya kalian

novel ini suami selingkuh kalian laknat habis habisan tidak ada pembelaan sama sekali

di novel mengejar cinta mantan suami, istri selingkuh kalian bela mati matian
Yati Jun Jey
🙆👍
Jilut°•°
bagus
Rizky Sandy
klau jarang up tau gitu g ak jadikan faforite, malas nunggunya,,,,
Anonymoussss
apakah ini sdh tamat atau lama up saja
Leerienna
lama banget up nya, padahal ceritanya bagus. lanjutin dong kak
Nur Siti
terlalu lama upnya
Rosnelli Sihombing S Rosnelli
sesal ya dirga nggak lah kan mawar apemnya legit enakx dan belum kendor karena belum melahirkan kentot lagilah sampai kendor berbagai gaya enaxxzxx
Alfatia Desi
Aku suka dengan peran sania yg tak mau ditindas dan diselingkuhi memang seharusnya wanita itu punya harga diri walau masih cinta tapi cinta tak menjamin kebahagian bila didalamnya tak ada kesetiaan dan kejujuran
Rosnelli Sihombing S Rosnelli
good sania minyak goreng jangan sampai kau di goreng si dirga dan mawar cerai kan aja suami babi itu kau kan ada uang masuk dari butik mu ya
Anah Setiana
bagus sania perceraian itu jalan terbaik
Noor Sukabumi
next thor
Noor Sukabumi
huweeeeeek lagu lm dirga dah ketauan bilang khilaf
Noor Sukabumi
g anak g ibu sama2 geblek
Noor Sukabumi
anak mah anak Sania dia lbh tau siapa yg lbh sayang ke dia tp low km dikhianati masa km mau terus2an bertahan
Noor Sukabumi
nyadar woi mawar Sama kesalahanmu sukurin sekarang suruh nanggung hutang ayahmu sendirian
Noor Sukabumi
entahlah thor kasian m mawar Sama nuri atw ngetawain mereka
Noby Kurniawan
lnjut dong thor.... buat sania dan Dirga cerai thor, biar tau rasa sich Dirga tu... dan untk sich mawar, buat tambah menderita thor, buat sania jdi orng yng tgas thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!