Asyifa adalah seorang gadis yatim piatu yang hidup bertiga dengan kedua adiknya. Sebagai anak sulung, dia bertanggung jawab membesarkan kedua adiknya, setelah ayah dan ibunya meninggal akibat kecelakaan hebat saat pulang dari berjualan.
Suatu hari dia terlibat skandal dengan teman satu kelasnya, teman yang juga dia kagumi dalam diam.
Sebab skandal tersebut, dia harus kehilangan beasiswa dan menuntutnya untuk keluar dari sekolah favorit tersebut.
5 tahun kemudian, dia dipertemukan dengan teman sekelasnya dengan kondisi yang berbeda.
Tetapi cinta yang dulu pernah singgah... ternyata masih tetap menetap tanpa bisa terungkap.
Bagaimana kisah selanjutnya...
selamat membaca guys... semoga kalian terhibur...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SELESAI
" Apa..... Apa maksud kamu Arka?!!, apa maksud kamu tidak biaa menikahi Jihan??!!" tiba tiba Luna dari arah pintu, datang dan memberondongnya dengan pertanyaan penuh tuntutan...
Arka menoleh ke belakang...
" Luna...." lirih Arka...
Diantara kedua putri om Arman, Luna adalah wanita yang pernah berdampingan dengannya. Melewati hari hari bersama... Merangkai kenangan indah berdua.
Sebelum kehadiran Jihan... Luna mewarnai hari hari Arka.
Keluarga om Arman asli dari Indonesia yang bisa di bilang cukup berhasil merantau di Malaysia.
Bahkan dari hasil merantau... Om Arman berhasil memiliki sawah dan perkebunan di Jawa tengah. Bahkan mampu menyekolahkan kedua putrinya di Negeri yang terkenal dengan menara kembar tersebut.
"Jawab aku Arka, bahkan aku telah merelakanmu untuk Jihan, lalu kenapa hari ini aku mendengar kamu tidak bisa menikahinya. Dia lebih memilih keluar dari rumah ini, tinggal di apartemen sendirian, demi bisa belajar mandiri dan mengharapkanmu meminangnya." Luna bertubi tubi memberondong Arka dengan ucapan ucapan sarkas.
" Maaf luna... Aku tidak mungkin memilih diantara kalian berdua, itu sebabnya aku tidak pernah menghungi salah satu di antara kalian." jawab Arka.
" Saya minta maaf Om....saya menyakiti hati kedua putri om Arman, tetapi saya benar benar tidak.bisa memilih diantara dua bersaudara." lanjut Arka.
Luna berjalan mendekati Arka, pria yang hingga detik ini masih menjadi pemenang di hatinya.
Bahkan Luna memilih tidak menjalin hubungan dengan pria manapun, sebab dia berharap takdir memihaknya.
Tatapan mereka bertemu, ada cinta yang mendalam di mata keduanya. Tetapi... Arka memutus pandangan itu.
Om Arman yang melihat keduanya, memilih keluar untuk menjemput satu putrinya. Jihan, selain untuk memberikan ruang pada kedua insan muda itu, juga dia ingin membawa Jihan kembali pulang ke rumahnya.
Cup!!!
" Luna!!!!"
Bentakan Arka membuat luna terpaku. Entah keberanian dari mana yang membuatnya berani mencium bibir pria beristri itu.
" Aku masih mencintaimu Arka. Aku selama ini memilih diam untuk merelakanmu bersama adikku. Tetapi... Jika kamu tidak beraama adikku, aku tidak segan untuk mendekatimu... Sebab aku benar benar masih menginginkanmu." kata Luna dengan mengusap bibir Arka.
Sungguh!! Dari pada Jihan... Luna adalah wanita yang singgah lebih dulu di hati Arka. Wanita yang terlihat dari segimanapun... Sesuai kriteria yang di inginkannya.
Tetapi saat ini berbeda keadaan.... Dia sudah beristri, dan hanya istrinya yang boleh menciumnya.
Istri.... Arka hampir melupakan wanita sederhana yang sudah sah menjadi istrinya.
" Luna... Jika aku memilih salah satu di antara kalian, maka yang terjadi hubungan persaudaraan kamu dan Jihan pasti hancur. Aku tidak menghubungi kalian berdua agar kalian kembali bersama." jelas Arka.
"Disisi lain... Kamu harus tahu ini Luna..." Arka sejenak menghentikan ucapannya.
Arka menatap wajah cantik Luna yang selama ini bersemayam di hatinya.
" Aku... Sudah menikah" Arka berkata dengan menatap lekat mata Luna.
" Aku sudah memiliki istri Luna" lanjut arka dengan tatapan penuh keyakinan.
Luna membeku... Seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Pengakuan dari pria yang di cintainya.
" Menikah... Kamu sudah menikah Arka?" yanya Luna.
" Ya. Aku sudah menikah, sebab itulah... Kamu dan Jihan harus bersama melupakan aku... Aku minta maaf luna, tetapi aku benar benar tidak bisa memilih." Arka memberikan penjelasan dengan terua mengingat istrinya.
Luna meneguk air putih... Sungguh dia kehausan mendengar kabar takdir yang tidak memihak pada keluarganya.
Beberapa waktu lalu... Luna berharap... setidaknya dengan melepaskan Arka, dia bisa membuat adiknya bahagia, kebahagiaan yang sempat hilang ketika ibu mereka memilih menyerah atas sakitnya.
Tetapi tidak... sekali lagi... Takdir tidak bisa dia lawan. Takdir adalah mutlak milik Tuhan...
Luna menjauhi Arka saat mendengar mobil berhenti di depan rumah. Dia yakin ayahnya datang bersama dengan adiknya.
Langkah Jihan terhenti ketika melihat Arka, sudah tidak ada lagi tangisan bahkan jejak air mata pun telah hilang.
Om Arman sebagai ayah Luna dan Jihan, berjalan diantara kedua anaknya dan Arka.
" Jangan ada perselisihan diantara kalian, pernikahan bukan sesuatu yang bisa di paksakan. Keputusan Arka menikahi wanita lain bukan semata karena takdir, melainkan... juga demi keutuhan tali persaudaraan kalian berdua. Cinta tidak harus bersama... Luna...Jihan... Kalian putri putri ayah, apakah kalian tega... di akhir nafas ayah ini... Harus menyaksikan putri putri ayah saling bermusuhan dan bahkan... merebutkan insan yang sah milik Tuhan." jelas Om Arman.
" Tidak nak... Jangan lakukan itu pada ayah. Ikhlaskan Arka, lepaskan dia agar bersama dengan istrinya dalam meadaan tenang tanpa terbebani oleh cinta segitiga kalian" lanjut om Arman.
Om Arman mendekati Arka dan menepuk punggung putra sahabatnya itu.
" Kami semua di sini memaafkan kamu Arka, berbahagialah dengan istrimu. Salam ke orang tuamu... Dan kami di sini pasti akan hadir di resepsi pernikahanmu... Tentunya jika kami menerima undangannya..." om Arman memeluk putra sahabatnya itu...
Sedang Jihan dan Luna hanya terdiam menyaksikan pelukan ayah dengan pria pujaan mereka.
" Terimakasih Om... Sekali lagi... saya minta maaf untuk semua kekacauan yang saya lakukan." jawab Arka.
Lalu Arka berjalan ke kedua perempuan yang dia sakiti, Arka mengulurkan tangannya... Berjabat dengan Luna. Luna tersenyum dan memegang erat telapak tangan Arka.
Arka melanjutkan menjabat tangan Jihan, tetapi... Grepp..
Jihan memeluk tubuh Arka.... Sangat erat.
Arka membiarkan Jihan mengeluarkan sesak di hatinya, dia tidak membalas pelukan itu...
" Dek... Dia suami orang... Jangan merendahkan martabatmu dengan memeluk suami orang." peringatan Luna pada Jihan..
Jihan melepaskan pelukannya... Menatap Arka sekilas... Lalu berjalan lunglai menuju kamarnya.
" Om... Luna... Maaf saya harus kebandara sekarang. 2 jam lagi pesawat lepas landas." pamit Arka.
" Biar om antar..." tawar Om Arman.
" Tidak om... Saya sudah di tunggu taxi... Terimakasih untuk semuanya, sekali lagi saya minta maaf..." Arka memeluk sahabat papa Yamka dan berjabat dengan Luna..
Arka keluar rumah... Menatap tirai yang sedikit tersingkap... Yang menampakkan wajah samar dari jihan...
Lalu Arka masuk kedalam mobil yang akan mengantarnya ke Bandar Udara Internasional Kuala lumpur.
" Sudah selesai Syifa.... Setelah ini kita akan fokus merajut cinta yang belum hadir... Aku, kamu dan anak anak kita... Tunggu aku Syifa... Istriku.." Arka bergumam sepanjang perjalanan"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat membaca ya man teman... Semoga kalian suka dan tidak bosan..
Salam hangat dariku... Semoga kalian sehat selaku dan lancar rizkinya. Aamiin...
syifa sdh mngatakn ber kali".... untuk mnyudahi prnikahan kalian... agr kalian tak saling mnyakiti....
up bnyak"
capek mncintai sendirian... wloupun arka sbg suami sangt bertanggung jawab.....
untuk arka.... yakin km bneran g ada cinta untuk syifa.... yakin cinta sdh g pnting.....
ms iya km bisa mnjalani prnikahan dgn syifa smpe saat ini tnpa km merasakn cintamu untuk syifa🤔🤔🤔