Nasib Chloe Aubert bagaikan sebuah neraka yang tidak berujung. Segala penderitaan harus dia rasakan semenjak perceraian ke dua orang tuanya.
Dan ketika dia dewasa di di paksa menerima pernikahaan dengan seorang pria bernama Gazel Dwargo seorang bos Mafia sindikat perdagangan wanita, organ Tubuh manusia, Narkoba, senjata uranium dan lain-lain.
Bahkan pria ini memiliki sebuah hobby yang sangat menakutkan yaitu mendengar suara rintihan kesakitan yang terdengar seperti melodi di telinganya.
Semua karena keserahakan ibu tirinya, yang tega menjualnya pada Pria Psychopat ini. Sedangkan ayah kandungnya, hanya diam dan bahkan mendukung apa yang sedang di lakukkan oleh istrinya.
Membuat rasa percaya pada orang lain dalam dirinya menguap begitu saja.
Dan ketika dia sudah lelah menjalani hidupnya, Chloe berpikir untuk nekad melakukkan bunuh diri, tetapi ketika Gazel mengetahui niatnya itu, pria itu malah ingin membantu Chloe untuk melakukan hal gila itu.
“Aku adalah Kematian, kalau aku belum menentukan kapan kematianmu, maka itu bukanlah akhirmu! Meskipun kamu berteriak ingin mati, aku tidak akan membiarkanmu mati, sebelum aku bosan mendengar rintihanmu.” Gazel Dwargo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Ketika Chloe sudah keluar dari toilet, dia melihat jika di luar hanya ada Erald. “Kemana Gazel?” Tanyanya pada Erald.
“Tuan sudah masuk duluan Nyonya, ayo kita -“ kalimat Erald terhenti, ketika Chloe sudah lebih dulu jalan meninggalkannya.
Chloe masuk ke dalam menggunakan member Gazel yang sudah di berikan pada Erlad. Ketika dia masuk ke dua mata Chloe berbinar melihat betapa mewahnya pesta ini.
Pesta pertemuan yang di adakan di sebelah kolam renang besar, serta suasana out door yang ada di rooftop sebuah gedung, membuat suasana semakin meriah.
Chloe langsung melangkahkan kakinya mencari makanan yang bisa dia dapatkan, sedangkan Gazel entah sedang berada di mana, mungkin saja dia sedang berbicara dengan rekan bisnisnya.
“Nyonya, jangan menjauh dari saya Nyony, nanti Tuan akan marah,” Erald memberikan peringatan pada istri tuannya itu. Tetapi sepertinya kalimatnya sama sekali tidak di dengar, terbukti dia malah mengambil banyak makanan yang belum tentu akan dia habiskan.
“Erlad, untuk apa kamu berdiri?! Sini duduk kita makan mumpung geratis.” Ajaknya pada Erald, dari pada pria itu terus mengoceh lebih baik duduk dan makan.
“Tidak Nyonya, saya kenyang.” Balas Erald menolak ajakan Chloe.
Dia tidak mau nanti karena terlalu kenyang dia malah tidak bisa bangun mengejar wanita bosnya.
Dan benar saja, tidak sampai 2 menit Chloe kembali berdiri dan kini tujuannya pada stan Es cream.
Chloe berbalik dan melihat Gazel sedang berdiri bersama dengan tiga pria lainnya. Dengan niat jahat dia mendekati suaminya itu. “Nyonya, jangan mendekati Tuan, karena Tuan sedang -“
Kalimat Erald kembali di anggap angin lalu oleh Chloe, terbukti saat ini dia sudah berdiri di sebelah Gazel, menyapa teman - teman bisnis suaminya.
“Hay, Hallo, saya Chloe Dwargo, istri dari Gazel.” Ucapnya menyapa dan mengulurkan tangannya pada ke tiga pria itu.
Membuat Gazel langsung memijat keningnya pusing. “Oh, tuan Gazel sudah menikah, kenapa tidak mengundang kita?”
Tanya salah satu pria itu.
“Iya, kami akan membuatnya nanti,” jawab Gazel, merasa terganggu dengan aktifitas Chloe yang sedang menji lati es cremanya dan bahkan memasukan semuanya ke dalam mulutnya dan di keluarkan. Wanita itu bertingkah seakan - akan dia sedang memainkan kukubird. Membuat Gazel merasa ngilu sendiri.
“Bisakah kamu berhenti?!” Tanya Gazel dengan kesal. Bahkan dia sampai tidak menanggapi pertanyaan teman - temannya.
“Berhenti apa? Memangnya aku melakukkan apa?” Tanya Chloe, pura - pura tidak tahu, dan masih melakukkan hal yang sama.
Gazel yang muak langsung mengambil paksa es Cream yang di pegang istrinya dan memberikannya pada Erald. “Jangan berikan lagi dia Es Cream! Apakah kamu mengerti?!” Tegas Gazel pada Erald yang berdiri di belakang Chloe.
“Awwwww, bisa pelan tidak sih?! Kamu meneteskannya di gaunku!” Protes Chloe, karena Gazel mengambil paksa es cream miliknya tanpa melihat jika es cream itu menetes dan mengotori gaunnya.
Gazel mengusap wajahnya kasar, “Erald! Ambilkan tissue basah atau antar istriku ke toilet agar dia bisa membersihkan gaunnya yang kotor!” Perintah Gazel lagi pada Erald.
Chloe mencoel - coel es cream yang menetes di gaunnya itu dengan jarinya, lalu menjilat jarinya dengan sensasional. “Tidak perlu Erald, sepertinya aku sangat kotor sekarang.” Ujar Chloe, memberitahukan Erald jika dia tidak mau Tissue basah ataupun ke toilet.
“Aku akan membersihkan tubuhku.” Tambahnya lagi, dan lalu dia melangkahkan kakinya pergi.
Erald yang buru - buru ingin mengikuti istri bosnya, langsung memberikan es Cream Chloe yang dia pegang tadi pada salah satu teman Gazel yang tersenyum melihat kelakuan istri Gazel.
Melihat istrinya yang pergi, Gazel akhirnya bisa bernafas dengan legah. “Apakah kamu tahu apa yang akan di lakukkan istrimu?” Tanya salah satu temannya.
“What? Dia akan membersihkan gaunnya atau bahkan mengangganti gaunnya.” Jawab Gazel dengan acuh. Karena itulah kemungkinan besar yang akan di lakukkannya.
“Tidak Tuan, Istri Anda akan pergi ke kolam renang.” Sahut salah satunya lagi.
“Tidak, istriku tidak sebodoh itu.” Balas Gazel tidak yakin.
“No, dude, She do it!”
Gazel langsung menoleh dan itu bersamaan di saat istrinya terjun ke dalam kolam renang, di ikuti oleh Erald.
****
Di dalam mobil, Gazel terus menerus menahan amarahnya. Istrinya itu benar - benar menguji kesabaraannya. Dia yang seharusnya masih ada di pertemuan untuk membahas bisnis, mau tidak mau harus pulang karena kelakuan istrinya yang sudah membuatnya setengah malu.
“Erald! Aku butuh 5 pengawal pria untuk Nyonya! Aku mau besok 5 orang itu sudah ada di rumah!” Pintanya pada Erald asistennya.
Dia sudah cukup jengah melihay Erlad yang terlalu sibuk dan bahkan kewalahan menghadapi istrinya.
“Baik Tuan.” Sahut Erald, yang sebenarnya dalam hati merasa sangat senang karena bisa bebas dari tugasnya mengawal istri bosnya yang sangat - sangat membuatnya pusing.
“No! Aku tidak mau! Kenapa harus lima? 10 bisa tidak sih?” Tawar Chloe, yang menarik tatapan tajam lagi dari Gazel.
Pria yang sudah marah itu langsung mencengkram kuat ke dua pipi istrinya. “Kamu!” Gerakannya terhenti, ketika melihat Chloe menjulurkan lidahnya dan bahkan mengigiti bibirnya.
Membuat Gazel tidak kuat dan langsung melepaskan cengkramannya. “Erald! Pisau!” Pintanya pada asistennya.
Mendengar itu, ke dua mata Chloe langsung membulat sempurna, “apa? Apa yang mau kamu lakukkan?” Tanya Chloe sedikit merasa gugup.
“Kenapa kamu takut? Bukankah kamu tadi yang paling berani?” Tanya Gazel sedikit tersenyum dengan semeriknya.
Gazel terlihat mengambil pisau yang di berikan oleh Erald. Sreeeeekkkkk dia langsung menyayat paha Chloe panjang.
“Awwwwwhhhh.” Jerit Chloe kesakitan, tetapi itu masih belum dalam hingga sahutnya hanya perih biasa.
Tedapat darah yang nyangkut di pisau itu dan Gazel langsung menjilatnya. “Apakah sakit?” Tanya Gazel, menanyakan apa reaksi Chloe dengan luka sayatan barusan.
“Biasa saja.” Jawab Chloe berbohong. Dia tidak mau terlihat lemah di depan suaminya.
“Baiklah kalau begitu kamu akan menahan ini.” Ucapnya, dan lalu mulai mengarahkan lagi pisau tipis itu ke arah paha Chloe.
“Aaawwwhhhhh.” Teriak Chloe ketika Gazel mulai menyayat kulit pahanya dan mengukir huruf G yang mungkin mempunyai ukuran cm di pahanya.
Tubuh Chloe mulai bergetar menahan sakit, bahkan keringat dinginpun telah keluar. Bohong kalau dia tidak merasakan sakit yang luar biasa.
Bayangkan saja dia sedang di sayat dan di kuliti hanya karena ingin mengukir huruf itu.
Darah telah berceceran di mana - mana, Chloe tidak bisa berteriak dia hanya menggunakan tangannya untuk mengcengkram lengan Gazel menyalurkan rasa sakitnya.
“Untuk saat ini aku hanya akan mengukir huruf G, dan ini akan selalu bertambah jika kamu melakukkan kesalahan di luar batas, buat kesalahan di depanku saja tidak masalah tapi jangan sampai kamu memperlihatkan ke bin nalanmu itu di depan pria lain seperti tadi. Apakah kamu mengerti?!” Tegasnya yang hanya di jawab dengan anggukan lemah oleh Gazel.
Pria ini sangat tidak seru, karena dia nyaris kalah dalam perlombaan has rat dia memilih untuk menggunakan kekerasan.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*