NovelToon NovelToon
Untuk Kamu 2 ( Cinta Terindah )

Untuk Kamu 2 ( Cinta Terindah )

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: NaraY

Yara adalah seorang wanita cantik namun teramat lugu dan sedikit ceroboh karena didikan dari sang papa Randy juga kelembutan mama Naya ( Tokoh 'Untuk Kamu' ). Yara juga punya seorang adik yang begitu sayang padanya. Yang selalu melindunginya.

Berbanding terbalik dengan lelaki yang di temui Yara. Lelaki ini begitu tegas dalam hidupnya. Kehidupan masa lalunya yang kelam membuatnya berprofesi sama seperti papa Yara. Tidak ada masa kelam dalam hidupnya yang tidak pernah di cobanya. Mulai dari berantem, tawuran, mencuri, geng motor, menyentuh narkoba ( tanpa mengkonsumsi ), minum minuman keras, tato tidak permanen, dan Pecinta wanita. Dialah Rivaldi Alfario.

Hanya satu ulah kenakalannya yang tidak pernah dia coba. Hingga tanpa alasan mencintai Yara tanpa syarat dalam sifat kerasnya.


cover by pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Cinta Suami.

Yara merintih merasakan sakit dalam kamarnya. Rival kembali lagi ke kantor setelah pak Suherman memanggilnya.

---------

plaaakk..plaaaakk..buugghhh..buuggghhh

Terdengar suara tamparan dan pukulan sangat keras yang di layangkan pada pipi dan perut Rival. Rival menerimanya dengan santai bagai tidak merasakan apapun.

"Kenapa sifat brutal mu selalu muncul tidak tau aturan. Disini om Komandanmu dan punya kewajiban mendisiplinkan kamu tapi kamu ini keponakan om. Harus bagaimana om mengarahkan kamu Rival?!?!" geram pak Suherman.

"Ini perasaan seorang suami saja Komandan" ucap Rival.

"Perasaan gila macam apa itu??"

"Om tau masalahmu dengan Larasati mungkin saja membekas kuat dalam hatimu. Gadis yang akan kamu jadikan istrimu ternyata hamil dengan pria lain dan itu sahabatmu sendiri. Tapi Rival.. Larasati dan Yara adalah dua orang yang berbeda dan Yara tidak akan mengkhianati kamu" Rival masih tegak berdiri tapi dalam hati begitu terluka mengingat kembali kenangan pahit yang ingin ia kubur jauh.

"Setelah ini pulanglah dan jaga istrimu" perintah Danyon.

"Siap laksanakan Komandan" tegas Rival. Rival keluar dari ruang Komandan. Begitu keluar dan selesai menutup pintu, Rival memercing menunduk merasakan begitu sakit pada perut dan hampir mengenai ulu hati. Rival bersandar pada tembok beberapa saat memulihkan rasa sakitnya.

---------

Yara tidur, suhu tubuh Yara sedikit lebih tinggi. Rival ikut tidur di samping Yara, tangan kaku khas seorang pria membelai rambut Yara yang wangi. Tak lama Rival ikut tertidur bersama Yara. Angin kencang di luar sana sampai tidak terasa saat mereka terlelap dalam tidur.

"Laras...maaf"

Yara terbangun mendengar Rival menyebut Larasati dalam tidurnya. Tangisnya tak dapat ia tahan lagi.

***

"Apa kamu datang di acara gladi bersih ini??" tanya Rival pada Yara saat menuangkan air putih dalam gelas di depan Rival.

"Aku harus jawab apa mas?" tanya Yara

"Jawab sesuai perasaanmu"

"Aku tidak ingin pergi kalau itu akan menyakiti hati suamiku"

"Tapi sesuai janjiku saat akan menikah denganmu, aku akan melaksanakan tugasku sebagai istri dari seorang abdi negara, mengesampingkan masalah pribadiku. Apa mas mengijinkan aku pergi?" jawab Yara

"Kamu masih belum sehat" Rival masih tidak ikhlas.

"Maaf mas!!" jawaban Yara membuat Rival begitu kecewa. Rival keluar dari rumah hanya mengucap salam tanpa mengecup Yara seperti biasanya.

-------

Dekorasi sudah selesai di buat. Yara mengatur istri anggota kompinya untuk menyanyikan hymne dan lagu penyambutan. Acara sudah fix hanya tinggal pelaksanaan besok. Yara berjalan melangkah ke ruang panitia tapi pandangan mata Yara kabur dan sedikit gelap. Yara hampir saja tumbang.

"Ibu..Ibu tidak apa-apa?" tanya Bu Ridwan.

"Ibu mau ke ruang kesehatan atau saya panggilan bapak?"

"Jangan Bu, suami saya sedang sibuk sekarang. Biarkan suami saya konsentrasi dalam bekerja" larang Yara.

"Baiklah Bu, saya antar ibu ke ruang kesehatan saja ya?" tawar Bu Ridwan.

"Iya Bu, terima kasih" mereka berjalan sampai ke ruang kesehatan.

"Hmm..Bu, maaf..apa saya bisa minta tolong sesuatu?"

-----------

Rival mencari Yara tapi istrinya itu tidak terlihat di manapun. Disisi lain David sempat melihat Yara yang tampak kurang sehat.

Di ruang panitia, Yara membuat kopi lalu mengerjakan tugas sambil sesekali memegang keningnya.

"Ini sudah sore Bu, apa ibu tidak mau pulang?" tanya Bu Ridwan

"Jam berapa sekarang Bu?"

"Jam setengah enam Bu" jawab Bu Ridwan.

"Ya Allah Bu, ini sudah terlalu sore. Saya pulang dulu ya Bu" pamit Yara secepatnya.

"Iya Bu, hati hati" Bu Ridwan cemas dengan kejadian tadi.

--------

"Apa pekerjaan sebagai panitia lebih penting daripada mengurus suami?" tegur Rival melihat Yara sampai rumah pukul enam sore.

"Maaf mas, aku tadi tidak lihat jam"

"Aku mencarimu kemana mana tapi kamu tidak ada disana. Kemana kamu sejak tadi" hati Rival mulai memanas lagi.

Yara ingin menjawab pertanyaan Rival, tapi ia tidak ingin berdebat dengan kemarahan Rival dan berlari kecil menuju kamar mandi dengan menangis.

Apa apaan ini, suami bicara malah pergi begitu saja. Aku kesal sekali di buatnya.

------

"Kemana saja kamu tadi?" Rival mengulang pertanyaan tadi.

"Aku di ruang panitia bersama Bu Ridwan mas" jujur Yara.

"Kamu sudah makan apa belum, jangan sampai telat makan" Rival melembutkan nada bicara.

"Belum mas, mas sudah makan?" tanya Yara.

"Belum juga"

"Mas, apa kita bisa beli ikan bakar di pinggir pantai?" tanya Yara.

"Ya sudah ayo jalan" bagaimana kesalnya Rival, ia pasti akan menuruti keinginan istrinya.

***

"Pak apa tidak ada ikan kakatua?" tanya Yara pada penjual ikan bakar.

"Lagi nggak musim Bu. Ada juga kakap merah" jawab pedagang ikan bakar.

"Ikan kakatua warna biru itu???" Rival terbelalak kaget.

"Iya mas" Yara mengedarkan pandangan ke sekeliling pedagang ikan bakar.

"Ikan kakap merah saja ya dek"

"Nggak mau" sewot Yara.

Yara terus berjalan kurang lebih seratus meter.

"Ada Ikan kakatua pak?" tanya Yara

"Ada Bu, tapi tinggal satu Bu"

"Saya beli pak" Bapak pedagang mengeluarkan ikan tersebut. Rival tidak percaya Yara akan memakan ikan itu.

"Kamu yakin dek?? itu ikan hias!!!!!" Rival jadi tidak selera makan.

Ikan bakar sudah setengah jalan, Yara melihat ikan kakatua dalam bakaran jadi berbau amis hingga membuatnya ingin muntah.

hhkkkk..hhhkkk

"Kamu kenapa dek?" tanya Rival saat memegang lengan Rival dengan kuat.

"Aku ingin muntah melihat ikan itu di bakar mas warnanya jadi menghitam. Aku ingin warnanya tetap biru"

"Kamu ini.. ikan bakar pasti jadi hitam. kalau mau tetap biru namanya ikan kukus" kesal Rival. Akhirnya Yara muntah juga menghindar jauh dari kios penjual ikan bakar setelah ikan itu matang.

"Tunggu disini. Mas mau beli sate kambing dulu"

-------

Yara makan ikan bakar itu tapi tidak banyak, ia malah ikut menghabiskan sate kambing yang Rival beli.

"Kenapa tidak dimakan?" tanya Rival.

"Mas saja yang habiskan semua ya?" ujar Yara merajuk.

"Masya Allah dek, mas makan sudah tambah dua kali lho ini" Yara seketika cemberut membuat Rival menjadi gemas di buatnya.

"Mas habiskan" ulang Yara lagi.

"Iya..iya..nanti mas habiskan, sekalian kamu juga nanti" Rival memainkan sebelah alisnya dengan genit.

.

.

1
Sari Ana
bukannya David cinta pertamanya ya??🤔🤔
Nuraisyah
David datang stlh menikah
Endang Kuswarin
Lumayan
Novi Lyani
part paling paling paling bikin aku 😭😭😭
ᴹᴮ𝓕𝓐𝓜✿ Hafizh N. F. F 💞
Luar biasa
Al Fatih
akhir kisah yg tak terduga,, 😭😭😭😭😭
Al Fatih
ya Allah.....,, mama Yara beneran pergi kah Kaka 😭
Al Fatih
apa itu Azizah anaknya Fahira yaaa,,,
Al Fatih
baru dari kisah papa mamanya Yara,, sekarang lanjut k kisahnya Yara...
BeQty
Luar biasa
Olivia Utri
bgs
mudahlia
wkwkwkkwkwkk
Anonim
👍
Windarti08
sumpah masih aja keluar nih air mata di bab ini😭😭😭
ceritanya bagus banget... keren aku suka Kak Nara 👍👍👍❤❤❤
Windarti08
part ini menguras air mata lebih banyak daripada part sebelumnya😭😭😭😭😭😭😭
tega sekali kau Thor... memisahkan Rival dengan Yara.
jadinya sad ending ya cerita ke 2 ini 😢
walaupun aku udah baca beberapa bab awal di cerita ke 3 yg udah tau klo Yara meninggal, tetap aja nangis dan ada rasa gak rela😭
Windarti08
ya Allah... bacanya sambil berlinang air mata 😭😭😭😭😭
Windarti08
Yara udah punya firasat mau pergi jauh.....
Windarti08
etdah bocah... ular welang dibilang belut... itu bukan mainanmu Cil.....🤦‍♀
dasar anak king cobra, gada takutnya sama ular🐍 😅😅
Windarti08
gak bisa bayangin, anak kecil mainan lingerie, dijadikan sayap Batman, dan lari-lari di dalam masjid🤣🤣🤣
Windarti08
haish... dikata gampang apa bikin wajik?🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!