NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Berondong Tampan

Terjebak Cinta Berondong Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: teteh lia

Naraya Pramaswari Dhanubrata, seorang CEO muda yang dikenal dingin dan perfeksionis, terbiasa hidup dalam kemewahan. Di usianya yang terbilang matang, ia tidak lagi benar-benar percaya pada cinta, apalagi hubungan rumit.

Segalanya berubah ketika ia bertemu Sagara, pemuda tampan berusia 24 tahun yang sederhana. Namun, penuh semangat hidup. Berbeda jauh dari dunia Naraya, Sagara menjalani berbagai pekerjaan demi bertahan hidup. Mulai dari montir, ojek online, hingga pekerja paruh waktu. Meski hidupnya keras, Sagara tetap hangat, tulus, dan pantang menyerah.

Pertemuan tak terduga mereka perlahan menyeret Naraya ke dalam dunia yang tak pernah ia bayangkan. Sagara yang gigih, tanpa sadar meruntuhkan dinding hati Naraya yang selama ini terkunci rapat.

Namun, perbedaan status, usia, dan prinsip hidup menjadi tantangan besar bagi keduanya. Belum lagi seseorang dari masa lalu Naraya yang kembali hadir.
Akankah cinta mereka mampu bertahan, atau justru menjadi luka yang tak terhindarkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

"Dia kekasihku."

DEG.

Suasana ruangan seolah langsung membeku. Seokjin yang tadi diam kini perlahan mengangkat kepalanya. Tatapannya tertuju lurus pada Nara, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. Entah apa yang dipikirkan sepupunya itu sampai mengakui pemuda yang masih tidak jelas asal usulnya itu menjadi kekasihnya.

Sementara Kakek Dhanubrata hanya diam beberapa detik. Justru itu yang membuat tekanan terasa semakin mengerikan. "Kekasih?" ulangnya perlahan.

"Ya. Dia kekasihku."

"Kau tidak sedang mencoba membohongi Kakekmu ini kan, Nara?"

Nara memaksakan diri untuk tetap tenang. "Aku tidak punya alasan untuk bercanda tentang hal seperti ini."

Tatapan pria tua itu turun sesaat, lalu kembali naik menatap cucunya lekat-lekat. "Sudah berapa lama?"

Pertanyaan itu hampir membuat Nara kehilangan jawaban. Namun, ia cepat menenangkan diri. "Cukup lama."

"Dan kau baru mengatakannya sekarang?"

"Karena aku memang belum berniat memperkenalkannya pada keluarga kita."

Kalimat itu membuat suasana kembali membeku. Seokjin masih menatap Nara tanpa berkedip, seolah mencoba memastikan apakah wanita itu benar-benar sadar dengan apa yang baru saja ia ucapkan.

Sementara Nara sendiri sebenarnya mulai menyesali mulutnya. Namun, semuanya sudah terlambat. Ia sudah terlanjur melempar kebohongan besar tepat di depan kepala keluarga Dhanubrata.

Kakek Dhanubrata berdiri perlahan. Langkahnya pelan, tetapi cukup membuat tekanan di ruangan berubah semakin berat.

"Naraya," panggilnya dalam. "Jika pria itu benar-benar kekasihmu ...."

Nara menahan napas.

"Maka bawa dia menemuiku."

Mata Nara langsung membesar.

Sementara di sisi lain ruangan, Seokjin justru memejamkan matanya pelan sambil menghela napas tipis, seolah sudah bisa membayangkan kekacauan besar yang akan terjadi setelah ini.

Nara masih mematung. Untuk beberapa detik, ia bahkan lupa bagaimana cara bernapas dengan benar.

"Membawa ... pria itu ke sini?" ulangnya pelan, memastikan dirinya tidak salah dengar.

Kakek Dhanubrata menatapnya datar. "Bukankah kau sendiri yang mengatakan dia kekasihmu?"

Nara langsung kehilangan jawaban. Karena tentu saja itu kebohongan.

Kebohongan spontan yang keluar begitu saja demi melindungi harga diri Sagara di depan keluarganya. Namun sekarang, kebohongan itu justru membuat masalah baru yang lebih besar.

"Kenapa diam?" tanya Kakek Dhanubrata lagi.

Nara buru-buru menenangkan ekspresinya. "Aku hanya tidak menyangka Kakek berniat bertemu dengannya secepat ini."

"Kalau dia memang pantas berada di samping cucuku, aku harus mengenalnya." Kalimat itu terdengar tenang. Namun, justru membuat tekanan di dada Nara semakin berat. Karena itu jelas, Sagara tidak akan pernah mau terlibat sejauh ini. Dan lebih parahnya lagi ...

Pria itu bahkan tidak tahu kalau sekarang dirinya sudah resmi 'naik jabatan' menjadi kekasih seorang Naraya Pramaswari Dhanubrata.

"Nanti aku pasti membawanya menemui Kakek," jawab Nara akhirnya.

Kakek Dhanubrata mengangguk pelan. "Jangan terlalu lama." Tatapannya lalu berubah sedikit lebih tajam. "Aku semakin penasaran, pria seperti apa yang bisa membuatmu berani menolak banyak pertemuan yang sengaja ku atur hanya demi tetap bersamanya."

DEG.

Nara langsung menegang.

Sementara di sisi lain ruangan, Seokjin perlahan menoleh menatap Nara. Tatapannya tipis. Namun, cukup untuk membuat Nara sedikit khawatir kalau Seokjin sampai membocorkan siapa Sagara sebenarnya.

"Kakek terlalu berlebihan," ucap Nara cepat sebelum suasana berubah semakin buruk. "Itu hanya kebetulan."

"Kebetulan?" Kali ini Seokjin yang bersuara pelan.

Nara langsung menoleh tajam. Namun, pria itu hanya tersenyum tipis. Senyum yang sama sekali tidak terasa hangat.

"Aneh sekali," lanjutnya santai. "Karena sejak tadi aku merasa kau justru terlihat sangat gugup saat membahas pria itu."

"Aku tidak gugup."

"Benarkah?"

Nara mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ia paling benci ditekan seperti ini. Dan Seokjin tahu persis bagaimana membuatnya kehilangan kendali. "Oppa, bukankah sudah kubilang untuk tidak ikut campur urusanku," ucap Nara dingin.

"Aku tidak pernah berjanji untuk itu," jawab Seokjin cepat.

Suasana kembali memanas. Namun, sebelum perdebatan mereka semakin panjang, Kakek Dhanubrata lebih dulu mengetukkan tongkatnya pelan ke lantai.

"Cukup!"

Ruangan langsung kembali sunyi.

"Kalian bisa lanjutkan perdebatan kalian nanti," ucap pria tua itu tegas. "Yang aku perdulikan hanya satu."

Tatapannya beralih lurus pada Nara. "Pastikan pria itu berasal dari keluarga seperti kita."

Kalimat itu membuat rahang Nara langsung mengeras.

**** bersambung.

1
SecretivePlotter
mencengkram. ya tinggal serahin aja, banyak babibu, bilang aja ada maunya
SecretivePlotter
ingin dimengerti tapi gak mau mengerti, bangke ah
Teteh Lia: Kebanyakan kan begono. Mau na dimengerti, tapi syulit buat mengerti balik.
total 1 replies
SecretivePlotter
oalah rek, ibunya udah gak tahan ngejanda🥵🥵
SecretivePlotter
taik, ngomong ama silid, lu kira maafin orang macem lu semudah itu
SecretivePlotter: /CoolGuy//Grin//Hammer/
total 2 replies
SecretivePlotter
untuk diperas bijina🤭
Teteh Lia: ikut-ikutan pake na /Smug/
total 1 replies
SecretivePlotter
pasti dikira selingkuh🤭
SecretivePlotter
kek kerang disiram aer garem, ada gosip langsung pada nongol🤭
Teteh Lia: Kerang bambu tah... yang di siram air garem telus pada nelojoll🤭
total 1 replies
SecretivePlotter
udah kuduga, dia ama emaknya emang ngincer buwung sagara🤣
SecretivePlotter
udah telat woi
SecretivePlotter
wkwk ... mana belum pake baju pula🤭
〈⎳ FT. Zira
kondisikan matamu Vio/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ gak bisa liat yg seger seger yak🤣
〈⎳ FT. Zira
hanya author yg tahu😭😭
Hajime Nagumo
seru ngeliat ibu2nya, mau boikot sagara kalo dia milih viola, padahal viola itu sumber masalah keluarga sagara.

kira2 surat epa ya yg pengen dikasih ibunya viola? surat tentang kebenaran kekuarga sagara atau apa?
Hajime Nagumo
wah ternyata! bener kan tebakan saya, sagara itu orang berada! nice kak untuk cerita chapter ini. andi sampe bingung sagara ngelamunin apaan.

akhirnya sudah lebih jauh sagara masuk ke konflik para eksekutif, padahal dia cuma ingin menikmati hidupnya yg sederhana
nuraeinieni
ambil saja surat wasiat terakhir dari ayahmu sagara,siapa tau aja penting,tapi kamu tetap harus waspada dgn ibu tirimu.
sitanggang
bertele-tele Kalilaah 🙄
Teteh Lia: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
mama Al
oh sudah kacau ya, Gara.
udah nyampe ke relung yang paling dalam dong 😁
mama Al
nih mereka sampai ujung dunia kagak berhenti debat ya
mama Al
amiiin
mama Al
jadi pusat perhatian nara.
apalagi kalau ngaku jadi pacar gara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!