NovelToon NovelToon
Nona Mafia Yang Menyamar

Nona Mafia Yang Menyamar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

bukan transmigrasi dan juga bukan romansa berlebihan karena cp mungkin akan datang pada chapter 80 keatas, bisa disesuaikan jika pembaca ingin didatangkan lebih cepat.

sinopsis :
bagaimana jika seorang ratu mafia memiliki seseorang kembaran namun memiliki nasib yang berbeda? dia menggunakan identitas kembaran nya itu untuk menyembunyikan identitasnya dan juga mencari musuh tanpa diketahui.

namun, tidak semudah itu untuk seorang valeria Alessandra yang merupakan pengguna bintang tingkat 10 yang menjadi incaran dunia. bagaimana selanjutnya?

novel ini menciptakan negara sendiri dan juga bertema sedikit fantasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesalahan di Kafe

Langit Kaldora sore itu berwarna jingga, semburat sinar matahari menyusup di antara celah-celah gedung pencakar langit kota Acelia. Di sebuah kafe bernama Starlight Terrace yang terletak di lantai 27 pusat bisnis distrik keuangan, Valeria Alessandra duduk dengan tenang di sudut ruangan.

Topeng emas tipis menempel di wajahnya, hanya menutupi sebagian pipi dan hidung cukup untuk mengaburkan fiturnya dari siapa pun yang memiliki kekuatan bintang. Bagi manusia biasa, itu hanya aksesoris mahal. Bagi pemilik bintang, topeng itu adalah tembok tak tertembus.

"Saya rasa kesepakatan ini menguntungkan kedua belah pihak, Tuan Kline."

Suaranya datar, dingin, dan formal. Matanya yang coklat terang menatap pria di hadapannya melalui rimless glasses dengan rantai emas yang bergelantung anggun.

Tuan Kline, CEO perusahaan logistik terbesar kedua di Kaldora, mengangguk gugup. Keringat membasahi pelipisnya. "Tentu, Nona Alessandra. Perusahaan saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini."

"Baik. Tim hukum saya akan mengirimkan draft kontrak besok pagi. Anda bisa tanda tangan setelah dipelajari." Alessandra berdiri, merapikan blazer hitamnya. "Sampai jumpa."

"Ya, ya. Terima kasih, Nona Alessandra."

Alessandra berjalan meninggalkan meja VIP menuju area umum kafe. Cincin di jari kelingkingnya bergetar pelan tanda ada pesan masuk.

"Alessandra, pertemuan selesai? Jangan lupa makan malam. Kamu belum makan sejak pagi." Suara wali angkatnya, Purnomo Wijaya, terdengar jelas di kepalanya melalui cincin komunikasi.

"Baik, papa. Saya akan memesan makanan ringan terlebih dahulu."

Alessandra mencari kursi kosong di dekat jendela. Kafe itu cukup ramai, tapi dia menemukan satu meja kecil di pojok. Dia duduk, membuka ponsel, dan menyibak sedikit topengnya untuk memesan melalui aplikasi.

Dia tidak melihat mereka datang.

BAM!

Telapak tangan besar menghantam meja di depannya. Alessandra mendongak pelan, alisnya tidak bergerak sedikit pun.

Tiga pria berdiri di hadapannya. Wajah mereka merah padam, mata berapi-api, napas memburu. Yang tertua berusia sekitar 20 tahun, postur tegap dengan rahang kaku. Dua di belakangnya tampak seusia, sekitar 18 tahun dan wajah mereka mirip, sepasang kembar.

"KAMU!"

Suara si tertua menggelegar, membuat beberapa pengunjung kafe menoleh.

"Kamu pikir kamu bisa kabur seminggu yang lalu?!" sambung salah satu si kembar.

Adik kembarnya mengepalkan tangan. "Kami sudah cari kamu ke mana-mana, Vale!"

Alessandra mengerjap. Sekali.

"Maaf," ucapnya dengan suara datar, tetap formal. "Saya rasa Anda semua salah orang. Saya tidak mengenal siapa pun di sini."

"GILA!" si tertua mendekatkan wajahnya. "Kamu pikir kami tidak kenal wajah adik kami sendiri? Valeria Allegra! Berhenti berpura-pura!"

Valeria Allegra?.

Nama itu mengirim getaran aneh di dadanya. Alessandra tidak tahu kenapa, tapi detak jantungnya berubah ritme.

"Saya Valeria Alessandra," ucapnya dingin. "Bukan Allegra. Anda keliru."

"Valeria?!" salah satu kembar mendengus. "Al, kamu serius pakai nama orang terkaya di dunia buat kabur dari kami?"

"Udah, Dika. Jangan dibantah. Bawa pulang aja." Si kembar yang lain menarik tangan kakaknya.

Tapi si tertua, yang tampaknya bernama Dika, tidak bergerak. Dia menatap mata Alessandra dalam-dalam.

"Kamu... benar-benar bukan Vale?"

"Sudah saya katakan."

Dika mundur selangkah. Wajahnya berubah dari marah menjadi bingung, lalu sedikit pucat.

"Maaf... Nona." Dia menyentuh dada, membungkuk sedikit. "Kami... kami salah. Wajah Anda persis seperti adik kami."

"Kakak?" si kembar kompak menoleh.

"Lihat matanya," bisik Dika. "Vale tidak pernah punya tatapan seperti itu. Dan Vale tidak pernah pakai topeng atau kacamata model gini."

Alessandra tidak bereaksi. Dia hanya mengamati ketiga pria itu dengan saksama. Ada kemiripan di antara mereka dari warna rambut hitam, mata coklat terang. Sama seperti dirinya.

"Siapa Allegra itu?" tanyanya tiba-tiba.

Dika menarik napas. "Adik kami. Valeria Allegra. Dia... menghilang seminggu yang lalu. Kami mencari ke mana-mana."

"Kami pikir kamu dia," tambah salah satu kembar dengan nada bersalah.

Alessandra terdiam beberapa saat. Topengnya terasa sedikit lebih berat dari biasanya.

"Saya bisa mengerti kekhawatiran Anda," ucapnya akhirnya. "Namun saya tidak bisa membantu. Saya tidak mengenal Allegra."

"Maafkan kami, Nona." Dika memberi isyarat pada kedua adiknya untuk pergi. "Ayo, Raka, Riko. Kita lanjut cari."

Mereka berjalan pergi. Tapi Alessandra menatap punggung mereka sampai hilang di pintu keluar.

Jari jemarinya mengetuk meja pelan.

Cincin di kelingkingnya bergetar lagi.

"Saya dengar semuanya lewat cincin," suara Purnomo. "Menarik. Sangat menarik."

"Ayah angkat."

"Kamu punya seseorang yang mirip dengan mu, Alessandra. Namanya Valeria Allegra. Usia 17 tahun. Pelajar SMA. Manusia biasa tidak memiliki bintang."

"Bagaimana papa tahu?"

"Saya tetap punya jaringan. Dan saya baru mendapat laporan menarik... dia menghilang tanpa jejak seminggu lalu. Keluarganya malas mencari. Mereka lebih sibuk dengan anak angkat baru mereka."

Alessandra tidak mengatakan apa-apa.

"Ini kesempatan, Nak."

"Saya mendengar saran gila akan keluar dari mulut mu, papa."

Purnomo tertawa kecil. "Kamu butuh tempat bersembunyi dari musuh. Mafia selatan mulai bergerak mencari pemilik 10 bintang. Sementara itu, ada seseorang yang wajahnya sama persis denganmu, yang keluarganya tidak peduli padanya. Kamu bisa... meminjam identitasnya. Sementara waktu."

"Kamu minta saya berpura-pura jadi gadis SMA yang hilang? Yang mungkin sudah mati?"

"Belum ada laporan mayat. Dan kamulah yang paling tahu cara bersembunyi di depan mata musuh. Tidak ada yang akan mencari Valeria Alessandra di sekolah menengah atas, apalagi di tubuh seorang kutu buku penakut. Pikirkan, Nak. Besok pagi saya tunggu jawabanmu."

Hubungan terputus.

Alessandra menatap layar ponselnya. Di sana, notifikasi berita dari asisten nya muncul:

"Valeria Allegra, Putri Keluarga Sunjaya, Masih Hilang: Polisi Tidak Temukan Petunjuk"

Dia membaca artikel itu. Tentang seorang gadis 17 tahun yang tidak pernah merasakan kasih sayang sejak ibunya meninggal. Tentang keluarga kaya yang tidak mengakuinya. Tentang sekolah yang membiarkannya di-bully.

Tentang seorang gadis yang dipanggil Vale oleh teman-temannya, dan Al oleh orang terdekatnya.

Alessandra menekan tombol pesan di cincinnya.

"pa, Saya setuju. Tapi saya punya syarat."

"Katakan."

"Saya akan membersihkan semua orang yang menyakiti gadis ini. Keluarganya yang kejam. Teman-teman yang membullynya. Semua. Dan... saya akan menemukan apa yang sebenarnya terjadi padanya."

"Kupikir kamu akan bilang begitu. Baik. Besok pagi kamu akan datang ke rumah keluarga Sunjaya sebagai Valeria Allegra yang 'kembali'. Aku sudah atur dokumentasinya."

Alessandra melepas topengnya sesaat, menyimpannya di tas kecil. Wajah aslinya muncul halus, dingin, cantik dengan mata coklat terang yang tajam. Kemiripan dengan foto Allegra yang baru saja dia lihat di artikel itu... sungguh mengagetkan.

Hampir seperti saudara kembar, pikirnya.

Tapi dia tidak punya saudara.

Bukan?.

1
azka aldric Pratama
kenapa gk nyari belangnya si anak pungut aja ...dr pada kelamaan berdebat 🙄🙄🙄
azka aldric Pratama
ini mc cewenya seorang kultivator / apa Thor 🤔🤔🤔
Elda Elda
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
shinobu
aku suka sekali ceritanya min😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!