NovelToon NovelToon
Silent

Silent

Status: tamat
Genre:Komedi / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:879.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

"Kamu bisu!! Karena itulah Malik lebih sempurna darimu!!"kalimat menusuk dari Anggeline pada Yoka. Seorang pemuda yang mencintainya.

Pemuda yang tidak dapat bicara sama sekali. Kaya? Tentu saja, memiliki banyak kepandaian. Namun, bagaikan duyung yang tidak dapat mengeluarkan suara, kala berada di daratan. Menyaksikan wanita yang dicintainya menikah dengan saudara tirinya yang lebih sempurna.

Plak

Satu tamparan mendarat di pipi Dora, wanita yang memiliki rupa mirip dengan Anggeline. Dirinya meraba pipinya yang kebas, menangis terisak.

Hingga bertemu dengan Yoka yang membawa spidol dan papan putih. Menuliskan sesuatu dengan cepat.'Tetaplah berada di sampingku! Aku akan membantu membalas perbuatan mereka!'

Hanya menjadikan Dora sebagai pengganti Anggeline?Itulah yang terjadi pada awalnya. Namun, hal berbeda yang terjadi kala Yoka mulai dapat bicara. Pemuda mengerikan yang melindungi Dora sebagai wanita yang dicintainya. Bahkan melempar sahabat yang mengkhianati Dora ke meja perjudian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berbeda

"A...apa maksudnya? Kamu akan meminjamkan uang?" tanya Vera pada pemuda di hadapannya.

Samy menggeleng, meraih phonecell pintar milik Yoka. Menunjukan saldo salah satu rekening milik pemuda itu pada Vera.

"Dia tidak berbohong, dan aku juga tidak berbohong. Yoka adalah tuan muda yang tidak di sisihkan dari keluarganya. Pengangguran? Itu karena dia hanya pemilik dari beberapa usaha warisan ibu kandungnya. Pekerjaannya hanya tandatangan dan membaca laporan perkembangan aset almarhum ibunya saja," kata-kata dari mulut Samy yang sejatinya tidak didengarkan oleh Vera.

Wanita yang tengah fokus melihat jumlah saldo yang tertera pada phonecell berlambang apel digigit itu. Menghitung baik-baik berapa jumlah nol pada rekening.

Tangannya gemetar, menelan ludahnya sendiri. Dora benar-benar menjadi pacar dari orang kaya, bahkan mempunyai kemungkinan tengah mengandung anak dari pemilik bangunan terbesar di desa sebelah.

"Yoka, tolong jaga Dora! Nikahi dia!" pinta Vera tiba-tiba merubah sikapnya. Dapat dibayangkan olehnya, kehidupan putrinya bak sinetron-sinetron di TV. Tinggal di rumah besar, dengan berbagai fasilitas, kemanapun pergi diantar supir.

Masa bodoh dengan bisu! Yang terpenting cucu-cucunya nanti dapat tumbuh dewasa tanpa kekurangan apapun. Itulah kekuatan dari lembaran kertas bergambarkan tokoh proklamator. Mungkin bagaikan ketika kata proklamasi menggema maka semua orang akan berteriak mereka. Itulah yang terjadi pada Vera, saat lembaran uang bergambar tokoh proklamator akan ada di tangan anak cucunya, saat itulah dirinya akan berkata.

"Yoka, nanti malam menginap di kamar Dora ya? Jangan sungkan, ibu buatkan jamu spesial nanti." Benar-benar prilaku yang berubah. Sekali lagi, Vera tidak menjual putrinya. Hanya ingin putrinya hidup tanpa kekurangan kebutuhan finansial.

Yoka menghela napas kasar, meraih papan putihnya.

'Aku sudah berjanji akan mengijinkan Dora kuliah. Apa perlu aku tunda demi segera mempunyai anak?' kata-kata yang ditulis Yoka ragu.

"Aku tidak hamil! Aku ingin kuliah! Jangan ditunda ya? Hudson baru saja mendaftarkanku kuliah di universitas lain," pinta Dora memelas menatap pada Yoka.

Plak!

Vera tiba-tiba memukul kepala putrinya, menatapnya kesal. Sudah dibobol tapi tidak ingin dinikahi? Apa otak putrinya bermasalah?

"Kalian sudah pernah melakukannya! Bagaimana jika kamu hamil?! Yang ada di kandunganmu itu adalah keturunan dari seorang jutawan! Usiamu sudah 25 tahun, teman-teman sebayamu, bahkan ada yang sudah mempunyai lima orang anak. Tapi kamu yang sudah di bobol malah tidak ingin menikah!" bentak Vera kembali.

Dora tertawa kecil, menghela napas kasar, membuka sedikit lengan kemeja Yoka.

"Darah itu darah Yoka, dia terluka, darahnya menetes di sprei. Aku masih perawan, walaupun Yoka sudah hampir seminggu menginap di kamarku, jika tidak percaya ibu bisa memeriksakanku ke rumah sakit," ucap gadis itu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

Plak!

Kepala Dora dipukul lebih kencang lagi, benar-benar menatap jengkel pada putrinya.

"Tidur seminggu tapi kamu tidak berhasil menggodanya?! Percuma saja ukuran 36 B milikmu! Dasar anak bodoh!" geramnya, benar-benar tidak mengerti dengan putrinya yang masih sendiri hingga saat ini.

"Sakit! Ibu seharusnya memujiku, karena masih dapat menjaga kesucian sebelum pernikahan!" bentak Dora, mengusap-usap kepalanya yang terasa kebas.

Sudah diduga oleh Yoka ini hanyalah kebohongan Dora. Tapi imajinasi sejenak dimana di villanya terdapat tawa dan canda anak-anak membuatnya merasa berat. Berat? Apa ini kekecewaan? Apa dirinya benar-benar menginginkan anak dari Dora?

Hanya berusaha tersenyum, dirinya tidak mungkin akan mendapatkan hati gadis ini. Tetap mengurungnya, untuk menggantikan Anggeline yang lebih memilih bersama dengan Malik. Karena satu hal yang disadari Yoka, Dora tidak mungkin membalas perasaannya. Hanya seorang pemuda bisu.

Mungkin, mungkin saja suatu hari nanti jika seseorang muncul dalam hidup Dora. Dora akan meninggalkan villa, untuk menikah dengan pria lain.

Pemuda yang tetap berusaha tersenyum, membayangkan segalanya. Imajinasi yang memudar, imajinasi indah tentang sepasang anak kembar. Serta Dora yang tengah hamil anak kedua mereka.

Sedangkan Samy menghela nafas kasar. Mungkin benar-bebar tidak terjadi apapun antara Yoka dan Dora. Namun, Yoka benar-benar tulus pada Dora.

Tapi mengapa rupa Dora dan Anggeline dapat begitu mirip? Seperti buah pinang di belah kapak? Entahlah, namun satu yang pasti. Semua yang dapat dijadikan pion oleh Samy akan digerakkannya perlahan. Mencari posisi bertahan dan menyerang.

Permainan catur yang baru saja dimulai, ini tidak akan berakhir dengan mudah untuknya. Dora, Yoka, bahkan Arsen semua adalah pionnya.

Senyuman cerah tetap terlihat di wajah Samy. Mengambil sepotong singkong, kemudian menyuapi Yoka.

"Dia akan menyukaimu! Karena aku yang akan menggerakkannya seperti boneka tali, hanya dapat menyukaimu. Bahkan suatu hari nanti dia akan rela mengorbankan nyawanya untukmu," kata-kata ganjil dari bibir Samy.

Sedangkan Yoka hanya terdiam, tidak mengerti dengan asistennya yang meraih handphone. Mulai memainkan game sambil tertawa sesekali.

*

Malam semakin menjelang, Sutoyo akhirnya tiba, masuk tanpa permisi dengan tiga orang pria berbadan tegap di belakangnya.

Tujuannya? Tentu saja menjemput istri mudanya. Perlahan langkahnya terhenti menatap Yoka yang berdiri di sana menyodorkan sebuah paper bag berukuran kecil, berisikan uang sebesar 11 juta rupiah.

"Jadi kalian bisa mengembalikannya ya? Tapi tetap saja, Dora akan menikah denganku! Aku tidak dapat menerima, jika namaku menjadi rusak hanya karena kalian!" ucap Sutoyo.

Dari sinilah sifat asli pria paruh baya itu terlihat. Pria yang hanya berusaha menjaga citranya di depan warga desa.

"Buat dia masuk rumah sakit," Sutoyo memberi perintah pada tiga orang pria berbadan besar di belakangnya.

Dua orang yang mendekat ke arah Yoka dan Samy. Hendak menyerang mereka.

Gaya bertarung yang berbeda, antara dirinya dan Yoka. Samy tersenyum menyeringai, bersiap untuk menyerang. Yoka menghela napas kasar bagaikan enggan bertarung.

Namun, Sutoyo yang mundur ke belakang, kembali berucap,"Saat kamu masuk rumah sakit nanti, aku akan menikahi Dora, kemudian menghabiskan malam pertama dengannya. Membuat istri mudaku menjerit hingga puas..."

Saat itulah ekspresi wajah Yoka terlihat, pemuda yang tersenyum memuakkan.

"Sudah aku duga, kamu bukanlah malaikat. Kita sama saja..." ucap Samy penuh senyuman, melirik ke arah Yoka yang mengeluarkan senyuman yang serupa dengannya.

Ketiga preman berusaha menyerang, mereka. Dengan cepat, Yoka bergerak, memukul salah satu dari mereka tanpa ampun. Pria yang tersungkur di lantai keramik diinjaknya. Sedangkan dua preman lainnya menghadapi Samy.

"Satu lawan dua?" tanya Samy tersenyum, dengan tubuh tidak memasang ancang-ancang menyerang.

Salah satu preman berusaha menyerangnya, mendekatinya.

Brak!

Dengan satu kali bantingan pria itu terjatuh. Sedangkan pria lainnya hendak menyerang. Namun, Samy menarik tangannya. Memukul perutnya, menggunakan lutut berkali-kali. Perlahan Samy mendekat dan berbisik pada salah satu preman yang dirobohkannya.

"Kalian beruntung hanya berhadapan denganku. Jika majikanku wajah kalian tidak akan berbentuk." ucapnya menyeringai, sedikit melirik ke arah Sutoyo yang meminta pengampunan pada Yoka.

1
Kustri
pd cengeng😭
Kustri
klo qu nyari dmn motor'a trus tak bakar dl👍
Gilbert Flo
Lumayan
widya widya
Kenapa sih.. anak angkat sudah diperlakukan baik tapi tidak bersyukur dan balas budi. Kenapa malah balas dengan kejahatan 😭
Violet
Biarpun pelayan tp ngegibahnya gak nanggung2 ngomporin Dora biar bisa manfaatin sombongnya fasilitas mewah dr majikannya kyk wkt mantan gak jd calon nyonya yg dl gaspol bgt morotin Yoka
Dian Indrawati
sukses selalu author 👍
!m_mah
apa Dora jd toko emas brjalan😅😅😅
!m_mah
kembar 3 kah ini mereka 🤔🤔🤔
!m_mah
mungkin dndam sma org yg sdah membuat yoka JD bisu🤔
Dewiazizah
lanjut thorr
Dewiazizah
sangat bagus 👍👍👍
Dewiazizah
hadirr thorr
Lily
ihh apaannsih dasar cowok plin plan.. emosi jiwa raga aku gak ngerti jalan pikirannya narendra gedekkk
Sulati Cus
👍🏻
sukensri hardiati
👍🙏💪/Rose//Watermalon/
sukensri hardiati
paling narendra kemakan omongannya salsa
sukensri hardiati
yokaa...yokaa...selain bisu ternyata juga buta
Maria S
gak puas dgn ending hidup si nanendra..
31__ 31
samy ..... ohh samy...
31__ 31
masih nungguin samy nongol dengan kalimat barbar nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!