NovelToon NovelToon
Ayo Nikah!

Ayo Nikah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:302.8k
Nilai: 5
Nama Author: Widiamnd

"Ayo kita nikah!" Perkataan yang Adera Danialvoa sesali dalam hidupnya.

Perkataan yang membuat hidupnya berubah dengan terpaksa menikah dengan pria yang tidak ia kenal sebelumnya yang bernama Regan Galendra Mahardika.

Akan kah Adera bisa lepas dari Regan? Atau mungkin dia terjebak dalam tahanan hati Regan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widiamnd, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29: Permintaan

"Cucu?" Beo Adera, darimana cucu yang dimaksud Regan?

"Cucu? Maksud kamu, mama sebentar lagi punya cucu, Regan?" Kaget Rose namun terlihat sekali kalau dia bahagia dengan kabar itu walau kabar itu hanya kebohongan Regan semata.

Regan melirik Adera yang tidak bisa berkata apa-apa lalu dia menatap Rose lagi sambil menganggukan kepalanya. "Iya mah, sebentar lagi mama punya cucu. Iya kan, Dera?"

Adera menggeram kesal dalam hati kenapa Regan memojokkannya begini di depan mamanya? Sekarang Adera harus menjawab apa? Tidak mungkin dia bilang kalau apa yang dikatakan Regan adalah bohong. Bisa saja nantinya Rose sedih karna kabar bohong itu.

Rose menatap Adera dengan penuh harap. Dia mengenggam tangan Adera membuat Adera menongakkan kepalanya lagi. "Apa benar, Adera? Kamu lagi mengandung cucu mama?" Tanya Rose dengan mata yang penuh harap.

Adera linglung. Dia tidak mungkin menjatuhkan harapan Rose begitu saja. Tapi karna Regan, Adera memutuskan untuk berbohong karna untuk kebaikan Rose juga kan.

Adera menganggukan kepalanya. "I-iya mah, aku lagi ngandung cucu mama." Adera berbohong.

"Wah, seriusan? Mama punya cucu?" Rose kegirangan.

"Hemm, mangka dari itu, mama harus makan ya. Biar terus sehat sampai cucu mama hadir didunia ini. Aku suapin mau?" Adera mengambil sepiring makanan di atas meja nangkas.

Rose menganggukan kepalanya.

Lalu Adera duduk dikursi dimana perawat tadi duduk menyuapi Rose. Dengan segera, Adera menyuapi Rose. Setiap suapan, Adera menunjukkan senyum pada Rose dan itu juga membuat Rose ikut tersenyum padanya.

Sedangkan Regan, dia berdiri. Memandangi mama dan istrinya itu sambil tersenyum tipis. Ternyata tidak ada menyesalan sama sekali Regan menikahi gadis itu. Regan senang akan hal itu.

Regan tidak mau mengabaikan momen itu saja, dia mengambil ponselnya dari saku jasnya. Dia akan mengabadikan momen itu lewat foto. Regan langsung  memposisikan mengambil gambar terbaik. Setelah itu dia menaruh kembali ponselnya kedalam saku jasnya.

"Mah, mama tau gak. Anak mama itu pemaksa banget tau." Adu Adera pada Rose.

Rose menerima suapan dari Adera dengan semangat. Dan itu adalah pertama kalinya Rose bersemangat disuapi seseorang. "Kenapa?" Tanya Rose.

Sambil menyuapi Rose, Adera melirik Regan yang berdiri memandangi mereka. Memang dia saja yang bisa menyudutkannya, Adera juga bisa kali. "Mama mau tau gak. Sebelum nikah Regan bikin surat perjanjian gitu. Dia maksa buat aku nurutin semua yang ada diperjanjian itu. Jahat banget kan anak mama?" Adera bercerita pada Rose sekaligus sindiran untuk Regan.

Regan yang mendengar itu malah terkekeh. Kenapa gadis itu masih saja membicarakan surat perjanjian itu? Bahkan dia saja sudah melupakannya.

"Beneran? Regan begitu?" Rose menatap Regan seakan minta penjelasan putranya itu namun Regan malah mengangkat kedua bahunya.

"Iya, dia maksa banget, mah. Udah gitu, mana nyebelin banget." Sindir Adera lagi, dia melirik Regan dengan jutek.

Mendengar itu Rose malah tertawa membuat Adera bingung. "Emang Regan itu dari kecil juga kayak gitu, sayang. Apa yang jadi keinginannya harus dituruti, mama aja sempet kesel sama dia waktu itu."

Adera membukam seketika. Padahal ingin memojokkan Regan di depan mamanya.

"Tapi kamu juga gak boleh begitu Regan. Tidak semua yang kamu inginkan itu terus terwujud. Kasihan Adera kalo kamu paksa begitu." Nasihat Rose.

Adera tersenyum puas, dia menatap Regan sambil berbicara pada Regan tanpa mengeluarkan suaranya. "Dengerin."

"Regan tau mah. Gak semua keinginan Regan tercapai." Regan tersenyum miris. Keinginannya yang tidak terwujud adalah tinggal bersama keluarganya seperti dulu.

Adera terdiam. Kenapa semakin kesini dia semakin melihat sosok lain dari diri Regan? Dan kenapa Regan memperlihatkan itu semua padanya?

Rose menundukkan kepalanya. "Maafkan mama, Regan. Mama gak bisa balik lagi ke rumah. Mama lebih baik disini seumur hidup mama." Kata Rose membuat Adera tidak mengerti.

Kalau Rose tidak sakit dan sudah sembuh dari penyakitnya, kenapa dia harus tinggal disana? Kenapa Rose tidak tinggal bersama Regan saja? Ada apa sebenarnya dengan keluarga Regan? Adera penasaran.

Regan tertawa miris. "Aku udah tau jawaban mama tetap sama selama lima tahun ini. Mama gak pernah berubah."

"Maafkan mama, Regan." Sesal Rose.

Regan menghebus nafasnya. Dia kembali tersenyum pada Rose, seperti memaksakan untuk tersenyum. "Regan gak papa. Asal mama nyaman disini."

"Kalo gitu, kalian pulang deh, mama pengen istirahat nih. Setelah ketemu Adera hari ini, mama yakin mama bisa tidur dengan nyenyak malam ini. Makasih ya sayang, udah datang." Rose menyentuh pipi Adera dimana membuat Adera tersenyum padanya.

"Mama seriusan pengen Adera pulang?" Kata Adera.

Rose mengangguk. "Kamu pulang aja, sebentar lagi mau magrib. Gak baik ibu hamil keluar magrib-magrib."

Adera menatap Regan. Dia tidak yakin meninggalkan Rose saat ini. Hatinya tidak mengijinkannya. Namun kalau dia menolak untuk pulang, nanti dia akan menjadi pengganggu waktu istirahat Rose.

"Regan, bawa istri kamu, nak." Suruh Rose.

Regan mengangguk, dia mendekati Rose dan mencium kening Rose. "Mama baik-baik disini. Makan yang banyak, Regan gak suka mama kurus begini." Kata Regan.

Rose tertawa kecil. "Iya, mama janji makan banyak, sayang."

Regan tersenyum, dia mencium tangan mamanya lalu dia melengang pergi duluan meninggalkan Adera tanpa mengatakan sepata katapun.

Seperginya Regan, Adera mencium tangan Rose juga. "Adera pulang ya, mah. Besok Adera main lagi, Adera janji main setiap hari kesini buat nemenin mama." Kata Adera sambil tersenyum.

Rose tersenyum juga, dia menganggukan kepalanya. "Mama pengen peluk kamu, sayang." Rose meretangkan kedua tangannya dan tanpa berpikir lagi, Adera memeluk Rose yang masih terduduk dikursi goyang.

"Mama boleh minta satu hal sama kamu?"

"Apa mah?"

"Jangan tinggalkan Regan. Buat dia bahagia kalau mama udah gak ada didekatnya."

"Mama ngomong apa sih?" Adera kurang suka dengan perkataan Rose.

"Mama minta jaga Regan buat mama ya?" Pinta Rose.

Akhirnya Adera mengangguk dipelukan Rose.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

Epilog.

Adera dan Regan berjalan beriringan menuju parkiran rumah sakit. Mereka tidak berbicara sama sekali. Sampai akhrinya Regan membuka pembicaraan.

"Tadi mama ngomong apa sama lo?" Akhirnya Regan membuka suara tepat dia memberhentikan langkahnya ditengah jalan.

Adera ikut memberhentikan langkahnya, dia menoleh ke Regan sambil mengangkat kedua alisnya. "Mama gak boleh ngasih tau." Jawab Adera.

Regan menatap Adera dengan tatapan seperti menyiratkan perasaannya saat ini dan itu membuat Adera jadi canggung.

"J-jangan natap orang begitu dong."

Greb!

Secara tiba-tiba Regan menarik Adera kedalam pelukannya membuat Adera sontak terkejut dengan perlakuannya yang tiba-tiba itu. Regan memeluk Adera dengan erat, dia menyembunyikan wajahnya dibahu Adera walaupun dia perlu menundukkan tubuhnya.

Adera merasa kaku dan mematung karna pertama kalinya dia dipeluk Regan seperti ini dan itu membuat jantungnya berdetak tidak stabil.

"Gue gak tau apa yang diomongin mama ke lo. Tapi gue mohon, lakuin apa yang dipinta mama ke lo meskipun itu nyakitin gue. Gue mohon kabulin permintaannya dia." Kata Regan dengan suara melemah.

Adera terdiam mendengar kata-kata Regan. Dia tidak tahu apa kah dia bisa menepati janjinya pada Rose kalau dia tidak akan meninggalkan Regan dan selalu menjaga Regan. Dia tidak tahu apakah dia bisa melakukannya tanpa menyakiti hatinya sendiri. Dia tidak tahu.

"Gue gak tau. Apa gue bisa nepatinnya." Cicit Adera, entah kenapa dia meneteskan airmatanya didekapan Regan.

"Gue yakin lo bisa. Gue mohon dengan sangat. Kabulin permintaan mama. Apapun yang dia pinta ke lo." Regan makin memeluk Adera dengan erat.

Adera menangis. Apakah dia bisa terus menjaga Regan? Bagaimana jika Regan membuangnya terlebih dahulu? Bagaimana dia bisa menepati janjinya pada Rose? Bagaimana?

1
deejah
tor ini ga mau lanjut apa ceritanya? otor sehat?
xzyyy
Thor ini udh 1 bln,bnran g lanjut ceritanya ap gmna
next dong
Nabila
ceritanya bagus tapi sayang thornya ga lanjutin
deejah
up thor.. udah seminggu loh ini..... tampilkan yang hot2 udah lama ini
deejah
rasain lu dera makanya jgn panasan jadi orang, nyesel emang belakangan
kay-kay
thor kmana aja...?
aku kira regan dan adera gk akn hadir lagi.. soalnya author up nya lm bggggtttttttt....
Mas Ujang Kasep Salim
jangan lama2 dong thor updatenya
Anggi Angga
😙😙😙
kay-kay
lanjuuuuttttt
Putu Agus Valentino
lanjut terus thor
dealove
lanjut thor
Putu Agus Valentino
lanjut thor!
tapi jangan kelamaan sya udh nungguin nih abis ceritanya seru banget
Dravia Hastuti
lama banget thor up.nya
kay-kay
hmpir 3 minggu loh thor...
masa up nya cm 1 😢😢
dealove
ayo lagi thor
Putu Agus Valentino
kok gk up lagi thorr?
ini sya udah nunggu lama lho!
Sumarni Al Fa
modus kira2 regan
kay-kay
modus nih regan...
dito kasih ide nya bagus bgt😁😁
dealove
lagi dong thor, nunggunya lama nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!