Ditinggalkan oleh Ayahnya sejak masih dalam kandungan membuat Kayna Givana hidup dengan mandiri. Ia dibesarkan oleh Ibunya seorang diri. Namun ada seseorang dalam keluarganya yang membuat Kayna harus terjebak dalam suatu pekerjaan.
Kejadian itu juga yang membuat Kayna akhirnya bertemu dengan Arnatta Delion, laki-laki yang ia temui dan kenali sebagai seorang pelayan di sebuah kafe tempatnya bekerja, namun dibalik kesederhanaan Arnatta ada rahasia besar di dalamnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panda Cantik
Pelajaran pertama tidak begitu Kayna perhatikan. Duduk bersama dengan keadaannya yang tampak kacau seperti ini ternyata membuat Kayna tidak cukup percaya diri. Bahkan setiap kali Natta melirik ke arahnya selalu Kayna tutupi dengan helaian rambutnya.
"Kay," lirih Natta tidak mendapat jawaban dari Kayna.
"Kayna," panggil Natta lagi namun tetap tidak mendapat jawaban dari Kayna. Gadis itu malah mengambil buku sebagai batas dirinya dan Natta. Agar Natta tidak bisa lagi melihat wajahnya dengan jelas, meski sudah ditutupi dengan beberapa helai rambutnya, nyatanya Kayna masih saja tidak percaya diri dengan penampilannya hari ini.
Merasa terabaikan oleh Kayna. Natta justru semakin gencar ingin membuat Kayna menoleh ke arahnya. Buku yang sengaja Kayna taruh di tengah-tengah mereka Natta ambil dengan cepat.
"Kena!" seru Natta tanpa peduli di sekelilingnya.
"Natta! resek banget deh!" kesal Kayna semakin membuat seisi kelas melihat ke arah mereka. Tidak terkecuali guru yang sedang mengajar.
"Kalian!" ujar guru tersebut membuat keduanya menoleh.
Barulah dari situ baik Natta atau pun Kayna sadar jika mereka sedang dalam pelajaran.
"Saya perhatikan dari tadi sibuk sendiri! kalian keluar sekarang!" titah guru tersebut diangguki setuju oleh Natta.
"Tapi bu-"
"Siap bu," balas Natta sangat bertolak belakang dengan jawaban Kayna yang tampak keberatan dan ingin menolak.
"Tunggu apa lagi?" ujar guru tersebut seketika membuat Kayna menatap Natta dengan kesal.
"Kay, semangat!" ujar Olin lirih.
Keduanya berjalan di lorong kelas yang tampak sepi. Masih seperti tadi, Kayna tampak menunduk dan berjalan dengan cepat untuk menghindar dari Natta. Namun bukan Natta namanya jika tidak mengganggu atau menunjukkan kejahilannya terhadap Kayna.
Dimana langkah Kayna berpijak, di situ selalu Natta ikuti. Tangannya juga terulur untuk mencolek pundak gadis itu dari belakang.
"Natta!" geram Kayna berhenti.
"Iya," balas Natta tanpa rasa bersalahnya.
"Bisa nggak sih jangan ganggu aku!" ujar Kayna tanpa menoleh ke arah Natta.
Posisi Kayna saat ini masih membelakangi Natta. Namun justru Natta yang memutar dan berdiri tepat di depan Kayna saat ini. Sontak saja Kayna langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Merasa aneh dengan sikap Kayna membuat Natta menautkan kedua alisnya. Ia mengamati wajah Kayna yang sedang ditutup dengan kedua tangannya.
"Minggir sih!" titah Kayna membuat Natta semakin penasaran dengan apa yang terjadi dengan gadis di depannya.
"Kay, wajah kamu kenapa ditutupin?" tanya Natta membuat bola mata Kayna yang berada di dalam telapak tangannya membola.
"A-aku lagi jerawatan!" balas Kayna seadanya. Niatnya biar Natta tidak lagi bertanya dan membiarkannya pergi.
"Nggak mungkin, tadi malam aja masih mulus kok," ujar Natta tidak percaya.
Ucapan Natta barusan membuat Kayna kelimpungan sendiri. Serba dibuat bingung antara Natta yang begitu mengamati sekali wajah Kayna, dan membuatnya senang, juga alasan apa lagi yang akan Kayna berikan agar Natta percaya.
"Itu kan tadi malam, beda lagi sama tadi pagi," balas Kayna membuat Natta mengangguk.
Pasalnya Arka juga seperti Kayna, sering muncul jerawat disaat bangun tidur. Dan mungkin saja Kayna mengalami hal yang sama seperti Arka.
"Owh...." balas Natta membuat Kayna semakin kesal.
Bukan karena jawaban sederhana dari Natta. Tetapi karena Natta masih tetap berdiri di depannya. Tidak berpindah atau pergi meninggalkan Kayna setelah tahu jawaban dari Kayna.
"Apa lagi? minggir sih!" kesal Kayna membuat Natta menurut.
Tubuh Natta bergeser untuk memberi jalan kepada Kayna. Namun baru selangkah Kayna akan maju, tiba-tiba Natta menarik tangan Kayna sampai membuat Kayna yang tidak siap dengan perlakuan mendadak dari Natta tadi hampir saja terjatuh. Beruntung Natta sigap untuk menangkap tubuh Kayna agar tidak sampai terjatuh.
Posisi mereka saat ini membuat Natta bisa melihat dengan jelas wajah Kayna yang tidak ada jerawat sama sekali seperti apa yang gadis itu katakan. Namun terlihat sedikit hitam pada bagian bawah matanya.
Jika Natta bisa sesantai itu mengamati wajah cantik Kayna dari posisi yang sangat dekat. Kayna justru merasa aneh dengan perasaan dan detak jantungnya. Ingin sekali saat seperti ini cepat berlalu. Kayna terlalu naif untuk bisa mengartikan perasaan yang kini dirasakannya.
"Nggak ada jerawat, adanya panda yang cantik," ujar Natta mengamati lekat wajah Kayan di depannya.
semngaaaaaat
terimakasih mbak Ri
atw belajar dr Mas Ray