NovelToon NovelToon
Penakluk Sang Casanova

Penakluk Sang Casanova

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Badboy / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:777.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: warnyi

Diandra, perempuan berusia 27 tahun. Kehidupannya begitu rumit, dengan berbagai masalah yang mengelilinginya. Pertemuan dengan seorang lelaki yang merupakan seorang pemain wanita, perlahan mulai merubah kehidupannya.

Giovano, lelaki berusia 32 tahun, seorang Casanova yang juga pewaris perusahaan keluarganya. Dirinya hidup dengan sebuah janji kepada mendiang sang ayah. Hingga akhirnya dia harus rela pergi ke suatu tempat yang lumayan terpencil, untuk memajukan kembali hotel peninggalan milik sang kakek. Dirinya merasa tertantang saat bertemu dengan seorang perempuan yang dengan terang-terngan menolak pesonanya.

Bagaimana kelanjutan kisah di antara mereka berdua? Ada cerita apakah dibalik sikap Diandra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon warnyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.30 Makan Malam

...Happy Reading...

...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

Hari pun kini sudah berganti menjadi malam, matahari sudah tenggelam sejak satu jam yang lalu.

Saat ini, Diandara, Gio, Ares, Eros dan Lisna, sedang berada di meja makan. Bersiap untuk makan malam bersama.

"Selamat datang di keluarga kami, Nak Gio. Maaf, kami tidak bisa menjamu kamu di rumah kami sendiri," ujar Eros.

"Ah, tidak apa, Ayah. Aku yang seharusnya berterima kasih, karena, Ayah dan Bunda, sudah mau menerima aku, untuk menjadi bagian dari keluarga kalian."

Gio menjawab dengan begitu santun, tanpa menghilangkan karisma yang selalu menyertai setiap gerak gerik lelaki itu.

Eros mengangguk-anggukan kepalanya dengan senyum hangat yang bahkan sudah sangat lama tak pernah Diandra lihat, dari ayahnya itu.

Ada rasa sesak di dalam dada Diandra, saat melihat senyuman itu bukanlah ditunjukan untuknya.

Dalam hati, dia begitu merindukan senyuman yang dulu selalu terukir dari wajah panutannya itu.

"Dian, siapkan suamimu makan." Lisna mengingatkan Diandra yang terlihat sedang melamun.

"Iya, Bunda," jawab Diandra singkat.

Perempuan itu, langsung berdiri dan mengambil piring yang berada di depan Gio, dia mengambil nasi dan beberapa jenis makanan secara acak.

Gio melirik sekilas, wajah Diandra. Dia sempat menangkap guratan sendu di matanya, walau itu terlihat hanya sekilas.

"Silakan, Nak Gio. Maaf, lauknya seadanya," ujar Eros.

Gio meringis, saat melihat makanan yang hampir penuh di piringnya, ditambah dengan adanya sambal yang lumayan banyak.

'Astaga, dia mau ngasih makan aku, atau ngeracunin?' gumamnya dalam hati.

Dia termasuk orang yang tidak menyukai pedas, termasuk sambal. Hidup di luar negri selama beberapa tahun, membuatnya sudah terbiasa dengan menu-menu di sana.

"I–iya, Ayah," angguk Gio, dengan senyum yang tampak dipaksakan.

Dian mulai makan dengan menu makanannya sendiri, yang jauh lebih sedikit dari Gio.

Bila dibandingkan, mungkin makanan Dian hanya empat dari semua makanan suaminya.

Menelan saliva dengan susah payah, sebelum akhirnya dia mulai menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.

Tak hilang akal, Gio tersenyum sumringah, saat menemukan ide untuk mengurangi sedikit porsi makanan di piringnya.

"Sayang, kamu mau coba punya aku gak? Sini, aku suapin," ujarnya, sambil menyodorkan sendok di depan bibir istrinya.

Diandra melebarkan matanya, saat mendengar panggilan dari Gio. Dia semakin kesal saat mendengar perkataan Gio selanjutnya, bahkan dengan sendok yang sekarang sudah siap untuk masuk ke dalam mulutnya.

Diandra mengedarkan pandangannya, melihat semua orang yang berada di sana. Dia kembali terkejut dengan situasi yang terjadi.

Ternyata, orang tuanya dan Ares sedang memperhatikan dirinya dan Gio. Mereka bahkan menghentikan makannya, demi melihat sikap dua orang pengantin baru itu.

Dian tersenyum sarkas, lalu dengan kasar melahap sendok yang di ulurkan oleh Gio.

"Gimana, enak kan?" tanya Gio, yang langsung mendapatkan anggukan dari Diandra.

'Laki-laki ini!' geram Diandra dalma hati, menatap tajam Gio, sambil mengunyah makanannya.

Gio tersenyum tipis sebagai jawaban dari kekesalan istrinya itu.

Akhirnya makan malam selsai, dengan keadaan perut Diandra maupun Gio yang tidak nyaman, karena terlalu banyak makan.

Rasanya, perut mereka hampir saja

meledak, saking penuhnya.

Diandra memilih kembali ke kamar, masih banyak pekerjaan yang harus dia urus, apa lagi dengan masalah kebakaran restoran yang belum menemukan titik terang.

Sedangkan Gio diajak berbincang dahulu oleh Eros, di teras depan.

"Res, kalau Ayah atau Bunda nanyain aku, tolong bilang kalau kau banyak kerjaan, ya," pesan Diandra pada adiknya.

"Teteh, mau ke mana?" tanya Eros, menatap curiga kakak perempuannya.

Rasa takut Diandra akan berbuat nekat untuk kabur kembali, mulai dirasakan oleh Ares.

"Aku gak ke mana-mana, cuman mau ngerjain pekerjaan kantor aja. Kan tadi kemarin sama tadi siang aku gak masuk, jadi pekerjaan aku numpuk banget," alasan Diandra.

'Benar ya, Teteh, gak bohong kan?" Ares masih ragu.

"Iya, aku cuman mau kerja di kamar," jawab Diandra lagi.

Ares akhirnya mengangguk, dia mau menuruti keinginan sang kakak.

"Hah, akhirnya. Ya sudah, aku ke kamar dulu." Diandra menghembuskan napas lega, saat melihat adiknya itu mengangguk, dia pun langsung berpamitan ke kamar.

Ares hanya menatap kepergian kakaknya itu yang semakin menjauh, hingga tak lama kemudian menghilang dari pandanganan karenaterhalang pintu kamar yang ditutup.

Menghembuskan napas, sambil berbalik hendak masuk ke kamarnya. Baru saja, tangannya meraih gagang pintu, ibunya sudah memanggil dari belakang.

"Res, mana tetehmu?" tanya Lisna.

Ares berbalik, hingga berhadapan dengan ibunya, sebelum menjawab pertanyaan itu.

"Di kamar, Bun. Katanya, lagi banyak kerjaan," jawab Ares.

"Apa benar?" Lisna tak percaya begitu saja dengan perkataan anak bungsunya itu.

"Iya, Bun. Kalau, Bunda, gak percya, coba saja ke kamarnya," ujar Ares.

Lisna menatap pintu kamar Diandra, dia meragu untuk mengetuk langsung.

"Memang setiap hari seperti ini, Res?" tanya Lisna, menatap Ares dengan resah.

"Apanya, Bun?" Ares belum bisa menangkap maksud dari pertanyaan ibunya itu.

"Sikap dan kesibukan tetehmu itu. Apa setiap hari memang seperti ini?" ujar Lisna, bertanya lebih jelas lagi.

"Aku gak tau sih, Bun. Karena selama ini teteh gak pernah bolos kerja ... baru kemarin sama hari ini aku lihat teteh gak masuk kerja. Tapi memang biasanya teteh jarang di rumah, pulang sore atau bahkan malam, kalau ada lembur dan pertemuan di luar," jawab Ares, menjelaskan kebiasaan kakaknya selama dia tinggal di sini.

"Jadi kamu dan Dian, kapan ada waktu mengobrol?" tanya Lisna.

Ada rasa perih yang merambat di dalam celah hatinya, saat mendengar kesibukan anak sulungnya itu.

"Biasanya pagi hari, sebelum kami pergi kerja," jawab Ares.

"Jadi kalau malam, dia memang jarang ada di rumah?" Lisna seperti sedang menyelidiki anak sulungnya dari Ares.

Selama ini, dia memang tahu kalau Ares tinggal bersama Diandra, hanya saja dia tidak pernah bertanya tentang kegiatan anak sulungnya itu.

Lama berpisah, rasanya bisa menanyakan kabar anaknya dan mengetahui keadaan dia sehat saja, sudah menjadi kebahagiaan untuknya, hingga dia lupa bertanya lebih lanjut pada Ares.

Ares mengangguk, membenarkan perkataan ibunya.

"Bukan jarang sih, Bun. Lebih tepatnya, teteh selalu kecapean saat pulang bekerja, jadi dia memilih untuk langsung beristirahat di kamar," ujar Ares, memperjelas lagi.

Lisna mengangguk samar, sejak tadi pandangannya tak lepas dari pintu kamar Diandra yang tertutup rapat.

"Kalau, Bunda, mau ketemu sama teteh, tinggal ketuk aja pintunya," ujar Ares.

"Heem," angguk Lisna, menoleh pada wajah Ares, lalu berujar kembali.

"Kamu masuk saja ke kamar, istirahat."

"Iya, Bun. Aku masuk kamar dulu," ujar Ares, sebelum membuka pintu kamarnya.

Lisna hanya mengagguk sebagai jawaban.

Langkahnya terayun pelan, menuju ke depan pintu Diandra. Rasa rindu yang bahkan belum terbagi sepenuhnya, akan tetapi, anaknya itu bahkan seakan tak perduli dengan keberadaannya di rumah ini.

Tangannya sudah terukur hendak mengetuk pintu, walau dia tampak ragu.

Terdengar sayup-sayup, Diandra sedang berbicara dengan seseorang, di dalam sana. Ada rasa penasaran dalam hatinya.

'Dengan siapa dia bicara?'

...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...

...Bersambung...

1
Komang Dewi
kalau sampai sad ending
gue gigit lo thor 😂
Asngadah Baruharjo
luar biasa
Cica Kosmetik
Luar biasa
IG: Warnyiwarnyi: Makasih🙏🥰
total 1 replies
Kaizar Kaizar
karyamu bagus thor harusnya dapat ribuan pendukung,sayang sekali banyak yang g tahu
IG: Warnyiwarnyi: Terima kasih banyak, Kakak🙏 Jangan lupa mampir di karya aku yang lain ya, bisa di cek di profil🥰
total 1 replies
Kaizar Kaizar
cerita bagus
Sri Endah B. A
ceritanya lain drpd yg lain.semnagat thor.keren bgt
IG: Warnyiwarnyi: Makasih banyak, Kak🙏🥰
total 1 replies
Lailly Muzdalifah
Kecewa
Nalea1519
terimakasih author utk karyanya yg indah ini
IG: Warnyiwarnyi: kembali kasih, Kakak😍 jangan lupa mampir di karya aku yang lainnya ya🥰
total 1 replies
Nalea1519
aduuuhh..author, aku bacanya sampai beneran bercucuran air mata, ternyata prank 🙈
IG: Warnyiwarnyi: Hehe, bikin sport jantung dikit ya Kak🤭🥰
total 1 replies
Nalea1519
😭😭😭😭 kenapa gio di bikin meninggal thorr 😭😭😭
Nalea1519
aku sampai ikutan nangis thorr 😭😭
Mba Nuur
ok
dums-lucky
good
Lita Yanis
jd dh tamat??, g enk amt end nya bgtyuuu, hdup lgi dooong gio nya kshn kn Diandra nyaa
Mesra Jenahara
wwaahh..aku baru nongol Thor..setelah dari pernikahan sepupu..
ngga nyangka udah end ajaa..padahal pikirnya masih panjang..
tuuhh novel baru seru juga ceritanya..bakal langsung cuuss..
sukses sllu dgn karyanya Thor..🤗🤗♥️♥️🥰🥰
IG: Warnyiwarnyi: Wah, aku telat batasnya nih, Kak. Maaf. Amiin, terima kasih Kak, sudah terus ikutin semua karya aku, sayang Kakak banyak-banyak😘❤️❤️❤️
total 1 replies
💞🖤Icha
Alhamdulillah Diandra sdh melahirkan putra kembar selamat yaa...nama yang cakep..menjadi anak Sholeh...Akhir happy ending dengan perjuangan yang luar biasa buat readers deg deg plas.
Maksh author karya yang menghibur seru dan penasaran...👍👍👍👍👍❤❤❤❤
Sehat selalu semangat berkarya Lop Lop juga 🤗😘😘😘

Maksh aq dapat GA makshhh author 😘😘
IG: Warnyiwarnyi: Kembali kasih Kakak, semangat juga buat Kakak🥰 Terima kasih juga karena Kakak sudah ikutin terus cerita aku😍❤️❤️❤️
total 1 replies
Winda
waahhh happy ending... terima kasih author semoga karyamu selalu d tunggu pemirsa
IG: Warnyiwarnyi: Amiin🤲 kembali kasih kakak🥰
total 1 replies
Winda
hiisss author bisa nya ngeprank ... bikin aku nyesek .... lanjut lah thor sampai dianra lahiran 🥰
Hertin Liberti
sungguh tega kau author....hampir aku hapus cerita ini..........tapi terimakasih ya thoooor......sukses terus thoooor...
IG: Warnyiwarnyi: Amiin, kembali kasih Kakak, jangan lupa mampir di karya aku yang lainnya juga ya😍❤️❤️❤️
total 1 replies
Winda
kok ending nya sad sih thor ... kok gio meninggal aakhhh gantung ceritanya gak asyik thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!