Apa yang akan kamu lakukan saat tiba-tiba saja sahabat mu sendiri justru meminta mu menikah dengan suaminya?
Qiara, merupakan gadis cantik berusia 18 tahun yang baru kembali dari luar Negri setelah masa pendidikannya selesai. Dia meninggalkan sang sahabat yang ternyata telah menikah setelah kepergiannya demi menimba ilmu.
Akan tetapi, suatu kebenaran terungkap kala pulangnya Qiara justru melihat keadaan sahabatnya sangat buruk.
Satu hal yang pasti, Qiara di minta untuk menikahi suami dari sahabatnya sendiri atau lebih tepatnya menjadi istri kedua dari pria tampan yang merupakan seorang CEO kaya raya.
Bisakah Qiara menerima permintaan sahabatnya?
Atau, apakah suami dari sahabatnya itu mau menikahi Qiara?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SantikaKumala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IKSC Bab 30 ~ Mempermalukan Mama Sandra
🍁🍁🍁🍁🍁
Neta langsung membenarkan apa yang baru saja di katakan Qiara.
"Eh, benar juga sih. Apa yang di katakan Qia, mana mungkin pernikahan kalian hanya sebatas perjanjian kontrak sementara ada Erzhan hadir di antara kalian berdua." Ucapnya semakin di buat penasaran dengan kehidupan rumah tangga Sandra
Sedetik kemudian gadis bermata biru air itu menatap penuh selidik ke arah ibu kandung Erzhan tersebut.
"Lo ngga mungkin melakukan sesuatu yang ekstrim kan, Raa?" tanya Neta sangat jelas Sandra tahu kemana arah yang dia maksud.
"Gue masih waras, Taa." Jawab Sandra ketus mendadak kepalanya pusing
"Jangan bahas itu, sebaiknya minta Qiara untuk turun ke bawah terlebih dahulu." Imbuhnya memilih tidak menjelaskan lebih jauh
Sementara Qiara yang kembali menyadari tatapan permohonan sahabatnya itu masih berharap dia menyetujuinya, dengan sangat terpaksa dirinya mengiyakan tetapi ada syaratnya.
"Gue bantuin, tapi setelah acaranya kelar gue bawah anak tampan lo pulang ke rumah gue." Tegas Qiara
"Ok, deal." Sandra menyetujui syarat dari sahabatnya
Lagi pula wanita cantik yang masih berstatus istri SAH dari pengusaha Bramantya tersebut sampai detik ini belum bisa mendekati sang putra tanpa persetujuan dari Faraz.
Meski Erzhan sendiri mulai biasa menerima keberadaan sang mama di dekatnya, tetapi rasa takut dan khawatir masih jelas menyelimuti hatinya.
Faraz bukan tipe suami yang mudah di dekati, terlebih Sandra tanpa sadar kembali teringat bagaimana kejadian enam tahun yang lalu kembali membayangi pikirannya.
Bagaimana dia dulu tanpa rasa takut akan terkena masalah besar nekat memasuki kamar Tuan muda Bramantya yang kala itu mendapat masalah besar sampai hadirlah Tuan muda kecil tampan yang sangat pintar dan aktif.
Sandra menggelengkan kepalanya pelan mengusir ingatan masa lalunya sebelum di sadari oleh Neta dan Qiara.
"Gue turun sekarang," seru Qiara menatap jam di pergelangan tangan kirinya.
Kaki jenjangnya melangkah cepat keluar dari kamar tanpa menoleh sedikit pun ke arah belakang, keputusannya bisa saja di tarik kembali andai itu terjadi.
Melihat Qiara sudah menghilang turun ke lantai bawah, terdengar Neta menghela nafas panjang antara lega atau khawatir pada gadis cantik itu.
"Bukan Qiara yang bakal gila tapi gue," jeritnya menjambak rambut panjangnya frustasi.
Mata biru air miliknya langsung menatap ke arah Sandra yang kembali terdiam, entah apa yang wanita itu pikirkan.
"Kalian pasangan sahabat macam apa coba, jaman sekarang masih ada pernikahan yang menurut gue sama sekali ngga masuk akal seperti ini." Tukasnya mencoba untuk duduk diam tapi tidak bisa
Pikirannya sekarang di penuhi wajah masam penuh permusuhan milik Qiara.
"Gue yakin sekarang kedua mertua dan tamu-tamu itu sudah melihat Qiara," gumamnya pelan membayangkan seperti apa raut wajah terkejut dari Tuan dan Nyonya besar Bramantya setelah melihat Qiara.
.
.
.
.
#Ruang Tengah
Kedatangan Qiara sembari membawa Erzhan dalam gendongannya langsung mencuri pusat perhatian semua orang.
Tuan dan Nyonya besar Bramantya kelihatan begitu terkejut menatapnya bingung, tetapi berbeda dengan para tamu yang mulai bangkit dari duduk untuk menyambut Qiara dan Erzhan.
"Selamat siang, maaf semuanya membuat kalian menunggu lama." Sapa Qiara berusaha tenang meski jantungnya kini berdetak tiga ali lipat lebih kencang
Dalam hatinya mengumpat kesal Sandra dan Neta sudah membuatnya ikut andil dalam permainan gila seperti ini.
"Selamat siang," sahut Tuan dan Nyonya besar Bramantya di ikuti wanita-wanita sosialita tersebut.
Qiara duduk di sofa single masih dengan Erzhan berada dalam pelukannya.
"Abang duduk sini yuk, dekat Oma." Ajak Nyonya besar Bramantya pada anak tampan itu
Erzhan menggeleng cepat semakin mengeratkan pelukannya di leher sang Mommy Qiara.
"Mommy ..." panggilnya lirih menatap kedua mata Qiara seakan meminta pertolongan.
Qiara yang mengerti segera mengubah posisi duduknya agar lebih nyaman.
"Maaf, sepertinya Erzhan masih ngantuk Mah. Tidak apa kan, ia tetap bersama ku" ucapnya seraya tersenyum sangat manis dan bersikap seolah dirinya lah istri sesungguhnya putra dari pasangan suami istri tersebut.
Raut wajah serta tatapan sulit di artikan dari Tuan dan Nyonya besar padanya begitu menakutkan.
Seumur hidup, Qiara belum pernah merasakan ada di posisi ini. Tetapi sekarang justru gadis cantik itu terjebak dalam hubungan pernikahan sahabatnya sendiri.
Mendengar Nyonya besar Bramantya angkat bicara sedikit menenangkan perasaan Qiara walau hanya sementara.
"Tidak apa-apa. Mama mengerti bagaimana lengketnya anak tampan ini padamu, sayang" jawab Nyonya besar Bramantya tersenyum tipis.
SKAKMAT!
Kalimat pujian atau lebih tepatnya sebuah sindiran halus dari ibu mertua Sandra tersebut sukses menyulut api amarah dalam diri Qiara.
Akan tetapi, usapan lembut yang gadis itu rasakan di punggungnya mampu meredakan emosi yang siap meledak.
Erzhan mencium kedua pipinya penuh sayang seraya tersenyum manis.
.
.
.
"Kalau Mommy sampai marah artinya Oma sudah menang, sebab niat awal kedatangan mereka kemari hanya untuk mempermalukan mama Sandra. Bukankah Daddy barusan sudah memperingatkan Mommy lebih dulu?"
🍃🍃🍃🍃🍃
Pusing dah,🙄