Revisi
JANGAN BACA KALAU GAK MAU PUSING
Di tolak dengan cara yang memalukan membuat Nabila berusaha keras untuk melupakan sosok Arthur yang sudah memiliki sosok pendamping hidup.
Nathan Novalio yang merupakan seorang casanova mencintai sepupunya sendiri yang tak lain adalah Nabila Axelio.
Memiliki umur sepantaran membuat Nabila dan Nathan sangat dekat apalagi mereka tinggal di apartemen dan kampus yang sama.
Dalam usahanya melupakan sang DOI akhirnya hati Nabila terpatri pada sepupunya sendiri yang lebih tua 2 bulan darinya.
Tak lama hubungan mereka berjalan, keduanya harus dihadapkan dengan keluarga yang sudah menjodohkan mereka.
Melakukan hubungan yang tak seharusnya mereka lakukan itu selalu dihantui rasa takut jika ketahuan kedua keluarga.
Keputusan mereka untuk hidup bersama membuat keduanya harus pergi dari rumah besar itu dan memulai semuanya dari nol.
NOTE: NOVEL INI AKU GANTI ALURNYA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tyatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencoba Kamar Baru
Happy reading
Nathan masuk kedalam kamar dengan Nabila yang ada digendongannya. Tangan wanita itu mengalung di leher sang suami dengan manja.
Dengan pelan Nathan menurunkan sang istri diatas kasur. Tapi Nabila tak mau melepaskan tangan yang mengalung di lehernya itu.
"Sayang," panggil Nathan menatap mata indah sang istri.
"Hmm, ada apa?" tanya Nabila dengan manja bahkan wanita itu menggigit bibirnya dengan seksi.
"Oh ayolah kau membuatku panas dingin sayang," ujarnya dengan lembut.
"Bagaimana jika kita dinginkan saja?" goda nya meraba dada bidang sang suami dengan lembut.
Tangan yang tadinya di leher kini berpindah ke kancing jas yang dipakai Nathan dan melepasnya begitu saja.
"Mulai nakal kamu hmm," ujarnya menempelkan bagian bawah mereka yang sama sama masih tertutup.
"Bukannya dari dulu aku nakal ya," ujarnya sedikit gugup saat benda itu sudah terasa keras mengenainya.
Nabila tak bisa menghentikannya begitu saja, apalagi ia yang memulai tadi, dengan berani Nabila melepas kemeja Nathan dan membuangnya kesembarang arah.
Nathan yang sejatinya seorang casanova itu tak kalah dalam memanjakan Nabila yang berada dibawahnya kini.
Dengan tidak sabaran Nathan melepas gaun itu dengan paksa tapi hal itu tak diizinkan oleh Nabila yang tak mau gaun itu rusak.
Setelah melepas gaunnya, Nabila kembali berbaring dan menikmati dada bidang sang suami yang sangat menggoda itu.
"Kenapa kamu bertambah cantik sih hmm?" tanya Nathan seraya mengecupi atas dada Nabila.
"Kamu tak suka aku cantik emmhhh."
Nabila membusungkan dadanya kala tangan Nathan masuk kedalam kain busa itu.
Dengan cepat Nathan melepas kain itu betapa terkejutnya ia saat melihat dada yang selalu ia ambil darinya itu kini bertambah besar.
"Kenapa?" tanya Nathan menatap Nabila.
"Ini gara-gara kamu tahu gak, semua bra aku gak ada yang muat gara-gara kamu nyusul terus tiap malam," ujarnya memegang dadanya sendiri yang terlihat sangat besar itu.
"Itu bagus sayang, tapi aku tak mau kau keluar dengan pakaian ketat. Cukup sekali saat Arthur memergoki kita saja jangan sampai lagi," ujarnya seraya melepaskan celananya.
"Hmm."
Gebuan cinta setelah halal memasang beda di rasa keduanya. Tak ada lagi rasa takut akan keluarga dan tetangga. Status mereka sudah sah menurut hukum dan agama.
"Argghh cepat masukkan Nathan," rengek Nabila saat Nathan hanya menyiksanya dengan lidah saja padahal ia ingin merasakan beda besar itu.
"Kamu yang meminta hmm! Jangan salahkan aku jika aku akan kalap malam ini," ujarnya dengan senyum mengembang.
Pria itu mengarahkan benda besar itu ke lembah basah Nabila yang sudah siap untuk di masuki.
Bless
"Ughh," leng*hari keduanya saat benda itu masuk sempurna dalam lembah itu.
Keduanya saling bertatap mata dengan penuh cinta, ada rasa kepuasan tersendiri dalam diri mereka sekarang. Jika dulu mereka selalu takut sekarang sudah lega.
Nathan mengecup bibir Nabila dengan lembut seraya menghentakkan benda besar itu hingga membuat Nabila mendesah tertahan karena ciuman suaminya sangat menggodanya.
Desa han demi desa han itu keluar dari bibir keduanya, rasa nikmat setelah halal itu menjalar keulu hati keduanya.
"Ahh."
Setelah beberapa jam berlalu keduanya menghentikan aktivitasnya. Beberapa ronde telah terlalu dengan lancar tanpa ada halangan satu apapun.
"Auhhh kenapa bertambah sempit saja sayang apa kau operasi?" tanya Nathan mengelus lengan istrinya dan ada dadanya.
Plak
Sebuah tabokan Nabila tayangan pada bokong Nathan yang masih ada diatasnya.
"Aku tak segils itu ya. Aku meminta resep dari Gloria," jawabnya yang mendapat respon lain dari Nathan.
"Ahh sayang kau membangunkannya lagi," ujarnya menatap bendanya yang kembali berdiri.
"Tapi aku capek."
Tapi Nathan tak menerima penolakan itu, akhirnya ronde berikutnyapun dimulai. Nabila benar benar dibuat puas akan apa yang dilakukan sang suami padanya.
Hingga keduanya kembali melakukan pelepasan itu. Dan Nathan ambruk disebelah Nabila.
Cups
"I love you sayang," bisiknya tepat ditelinga Nabila.
"Love you too suamiku."
Akhirnya mereka tidur dengan saling berpelukan, tubuh yang masih polos membuat keduanya mencari kehangatan disela pelukannya.
Bersambung