JUDUL LANJUTAN “SAMUEL”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyCaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30-SEHARIAN BERSAMA MU
PAGI HARINYA
Sinar matahari memasuki celah kamar Samuel, tapi tunggu yang tidur dan berbaring di kamar milik pria itu bukanlah diri nya melainkan gadis yang dengan nyenyak menikmati kasur empuk pria itu, sedangkan Samuel tertidur di sofa kamar itu dengan posisi yang meringkuk, sungguh miris ketika Anda sangat sayang pacar.
"Ugh,"
Lenka melenguh dari tidur nya, gadis itu meregangkan dan merentangkan tangan nya yang terasa kaku, hari libur membuat nya malas dan ingin berlama-lama tidur di atas kasur, Lenka membuka mata nya dan mengerjapkan matanya beberapa kali menatap langit-langit kamar itu dengan tatapan polos nya.
"Ini bukan kamar ku, oiya Aku di kamar Sam,"gumam Lenka.
Gadis itu berusaha duduk dari tidur nya, Dia turun dari kasur dan ingin berjalan ke kamar mandi, tapi langkah kaki nya terhenti melihat Samuel yang tertidur dengan menghadap ke arah kasur dan kedua tangan nya terlipat di dada.
Lenka berjongkok di depan wajah Samuel, gadis itu tersenyum dan menatap wajah pria itu dengan intens, dengan tersenyum kecil gadis itu menyentuh pelan bulu mata pria itu pelan dan menerawang.
"Pria kejam seperti Dia tidak cocok memiliki bulu mata panjang, tapi Aku suka,"gumam Lenka menatap pria itu yang tertidur.
"Pacar ku memang tampan,"gumam Lenka mengusap wajah pria itu pelan.
Tangan nya mencari sesuatu, tapi Dia lupa kalau ponsel nya tertinggal di ruangan nya, Lenka mendengus kesal karena tidak dapat memotret sang pacar, Dia melirik ponsel Samuel yang terletak di atas sana dan mengambil nya.
"Tidak di kunci, apa pria ini tidak takut ponsel nya di cek seseorang,"gumam Lenka.
Ponsel itu di buka Lenka, seketika Lenka tersenyum kecil, bisa-bisa nya layar ponsel pria itu memakai foto nya yang candid, sungguh itu romantis yang tidak dilakukan secara tidak langsung oleh Samuel.
"Sayang kau sudah bangun?"ujar Samuel melenguh dan mengusap pipi gadis itu yang berjongkok di depan nya.
"Iyah baby, kau sudah bangun juga,"ucap Lenka grogi dan langsung meletakan ponsel Samuel kembali ke tempat nya tanpa di sadari pria itu.
"Kau mandilah, Aku akan membuat sarapan,"ucap Samuel duduk di atas sofa.
"Eits jangan, Nona William ini akan menunjukan keahlian nya dalam memasak Tuan Morgan, Aku mandi dan memasak terlebih dahulu, kau bisa bersantai dan Aku akan membuatkan teh,"ujar Lenka lari terbirit-birit ke kamar mandi.
Samuel yang melirik itu tersenyum kecil, entah kenapa hal sepele seperti itu di lakukan pasangan membuat nya senang, pria itu menuruti keinginan Lenka, hingga bunyi bel memecah pikiran nya.
Ting.. ting..
Langkah kaki pria itu pergi menuju pintu depan, memperlihatkan beberapa wanita yang membawa banyak paper bag.
"Kami yang di perintah Tuan Kevin,"ucap salah satu mereka.
"Letakan saja di sana, kalian bisa pergi,"ujar Samuel datar menatap semua pelayan itu.
"Baik Tuan,"ujar mereka meletakan sesuai perintah Samuel.
Lenka yang selesai membersihkan diri nya keluar dari kamar mandi masih menggunakan baju semalam, Lenka melirik Samuel yang fokus dengan laptop nya dan banyak nya paper bag.
"Apa ini,"ujar Lenka melihat paper bag itu dan membuka nya.
"Baju untuk mu, ganti lah,"ucap Samuel mengatakan nya.
"Kau benar, lantas kenapa ada dompet juga ponsel di sini? Milik siapa,"tanya Lenka dengan bingung.
"Untuk mu, bukan kah kau bilang meninggalkan ponsel mu,"tanya Samuel kembali.
Gadis itu kembali melongo, entah kenapa sikap Samuel yang boros mengingatkan nya kepada Daddy nya yang sering berlebihan terhadap Mommy nya itu.
"Sam kau membuang uang mu astaga, Aku bilang hanya meninggalkan bukan menghilangkan Samuel Morgan!"ucap Lenka menekan nama pria itu dengan jelas.
"Benarkah? Yasudah kau simpan saja, jika kau tidak ingin, buang saja, Aku sudah membelikan nya yang pasti untuk sementara bukan,"ucap Samuel dengan cuek nya dan fokus kembali kepada laptop nya.
"Jika kau punya uang untuk kau hamburkan, kenapa tidak kau suruh saja bawahan mu untuk mengambil tas ku, tanpa membuang uang yang banyak baby,"ujar Lenka menghela nafas menatap pria itu.
"Uang ku tidak akan habis jika itu menyangkut diri mu,"ucap Samuel dengan santai.
Seperti nya berdebat dengan Samuel bukan lah hal bagus, Lenka mengambil baju itu dan memakai nya langsung di walk in closet, seperti nya Lenka agak bingung kenapa Samuel sangat mengetahui ukuran pakaian nya itu.
"Aku akan memasak nasi goreng saja ya,"ucap Lenka yang menerima anggukan dari Samuel.
Gadis itu langsung memasak, memakai afron agar tidak mengotori baju nya, tidak lama masakan gadis itu selesai, Lenka menata makanan nya dan memanggil pria itu yang baru selesai mandi.
"Baby ayo makan,"panggil Lenka yang berteriak kepada Samuel.
Pria itu tidak menjawab dan hanya berjalan mendekat kepada Lenka dan duduk di samping nya, Lenka menatap Samuel dengan tajam.
"Kau kenapa sangat susah menjawab perkataan ku, apa kau tidak bisa bicara banyak?"ketus Lenka memakan makanan nya sambil mengomel.
Pria itu mengusap pipi Lenka yang terkena banyak nasi goreng yang berantakan, Samuel tersenyum menatap Lenka.
"Kau tahu, Aku jarang merasakan tempat tinggal ku di huni selain diri ku, karena Aku tidak memiliki siapa pun, tapi sekarang Aku memiliki diri mu, kau menghangatkan suasana rumah ku,"gumam Samuel dengan nada sendu.
Tidak pernah sama sekali Samuel mengizinkan siapa pun untuk masuk dan menghuni rumah nya, bukan karena Dia betah sendiri tetapi karena Dia memang tidak nyaman atas kehadiran orang lain yang Dia rasakan menganggu nya, tapi entah kenapa Lenka yang memasuki hidup nya tidak membuat nya merasa terganggu sama sekali.
"Jangan merayu ku Tuan Morgan, makan saja makanan mu,"ujar Lenka membuang wajah nya karena malu.
Mereka akhirnya sarapan bersama, gadis itu sekali kali menceritakan keseharian nya sebagai dokter membuat Samuel yang mendengar itu hanya bisa tersenyum dan menjadi pendengar yang baik untuk sang pacar nya.
"Apa kau ada urusan?"tanya Lenka kepada pria itu.
"Jangan tanyakan Aku ada urusan atau tidak, jika kau mengiginkan Aku mengosongkan jadwal ku di hari sibuk pun, Aku akan melakukan nya untuk mu, jika kau memanggil ku Aku akan datang untuk mu,"ucap Samuel mengatakan itu.
"Jangan lebay, biasa aja, nanti malam Aku ada acara reuni, jadi karena sekarang libur, bagaimana jika kencan, apa kau mau,"ucap Lenka antusias menanyakan itu.
"Tentu,"ucap Samuel mengangguk.
'Kencan ya, Aku belum pernah melakukan nya,'
aku akan setia nunggu cerita barunya☕☕☕☕☕☕☕☕☕