NovelToon NovelToon
Uncle'S Little Girl

Uncle'S Little Girl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: El_Gazendra

WARNING!!!

Area 21+🔥🔥
HARAP BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN YA.

Martin Williams, seorang pemuda berusia 26 tahun dititipkan seorang anak gadis berusia 05 tahun oleh sahabatnya yang meninggal karena menderita penyakit kanker getah bening stadium akhir.

Martin awalnya akan menyerahkan anak gadis tersebut kepada ayahnya yang keberadaannya belum diketahui. Namun, saat ia mengingat kembali ucapan Larissa, ibu dari gadis tersebut, Martin memutuskan untuk mengurungkan niatnya.

"Martin, kumohon jaga putriku, aku percaya kamu akan merawatnya dengan baik. Dan aku mohon, jangan sekalipun kamu menyerahkan Ayu pada ayahnya, dia bukan ayah yang baik, aku tidak bisa mempercayakan Ayu pada ayahnya untuk dirawat olehnya. Ku mohon."

Martin pun mau tidak mau mengiyakan dan memutuskan untuk merawat Ayu juga menganggapnya sebagai putrinya sendiri. Namun, saat usia Ayu menginjak 18 tahun, Martin malah jatuh cinta pada putri angkatnya tersebut dan bertekad akan menjadikan Ayu sebagai wanitanya. Bagaimanapun caranya. Tidak peduli dengan usianya yang hampir menginjak kepala empat.

Bagaimanakah Ceritanya? Yuk kita ikuti perjalanan cinta Om Martin yang penuh dengan kekonyolan.


IG: @el_gazendra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El_Gazendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter-30

Pukul 07.15 tepat, Martin terbangun dari tidurnya. Ia meregangkan tubuhnya menikmati segarnya bangun pagi.

Martin meraih handphonenya yang tergeletak di nakas, lalu melihat jam berapa saat ini.

"Tujuh lima belas." Gumamnya pelan lalu meletakkan kembali handphone tersebut ke tempat semula.

Bangun di-jam segitu memang sudah menjadi kebiasaan Martin, kecuali jika ia ada kunjungan penting keluar daerah maupun ke luar negri, baru ia akan bangun pagi-pagi sekali.

Martin beranjak dari ranjang king size-nya lalu berjalan ke kamar mandi untuk melakukan ritual berendam untuk merilekskan otot-otot tubuhnya. Termasuk otot bawahnya hehe.

Sepertinya Martin melupakan kejadian semalam, ataukah ia memang lupa, makanya saat ini ia terlihat santai saja.

Martin berendam selama dua puluh menit, lalu membilas tubuhnya di bawah pancuran shower. Setelah selesai Martin meraih handuknya lalu menutup bagian pentingnya.

Martin keluar dari kamar mandi lalu masuk ke ruang ganti. Namun, saat akan masuk tiba-tiba ingatan semalam terlintas di otaknya.

"Ayu?!" Martin berjingkrak kaget.

Ia mengingat kejadian semalam yang dimana Ayu marah saat ia sudah ******* bibirnya setelah adegan tiga kecupan, kelopak mata Ayu berkaca-kaca mungkin karena merasa tidak dihargai olehnya. Jujur, semalam ia hanya bermaksud becanda saja, namun malah ditanggapi serius oleh gadis remaja itu.

Ia harus segera menemui Ayu untuk meminta maaf. Segera setelah berpakaian rapi, ia langsung keluar dari kamarnya lalu berjalan setengah lari menuju kamar Ayu.

Tok tok tok!

"Ayu! Buka pintunya! Ayu! Aku mau bicara!" Panggilan Martin tak di hiraukan oleh pemilik kamar, sebab tanpa ia ketahui sang penghuni kamar sudah menemui sejuknya pagi dengan dikawal anak buah suruhannya.

Martin mengerut, apa Ayu sangat marah padanya sehingga panggilannya pun tidak direspon.

Deg!

Martin mulai was-was saat ia menyadari tidak ada sumber kehidupan di dalam sana. Ia memutar handle pintu dan ternyata tidak di kunci.

Tidak mungkin Ayu kabur, tidak!!!

Blam!

Martin mendorong pintu dengan kencang sehingga menimbulkan suara gaduh.

"Ayu!!" Panggil Martin setengah berteriak, ekspresinya panik mengedar ke seluruh sudut ruangan.

Sepi, sepertinya Ayu benar-benar tidak ada di kamar. Martin panik! Ia berjalan tergesa mendekati lemari pakaian lalu membukanya dengan kasar.

Matanya menyiratkan kelegaan saat melihat pakaian-pakaian Ayu yang masih tergantung rapi di sana. Namun hatinya tiba-tiba was-was lagi saat ia berfikiran mungkin saja Ayu kabur tanpa membawa apa-apa.

"Tidak! Aku tidak akan membiarkan Ayu pergi dariku! Dia milikku!"

"Ayu dimana kamu! Jangan sembunyi! Cepat keluar! Ayu!!!" Martin berteriak dengan kencangnya sembari berjalan ke sana-kemari membuka ini menyibak itu sehingga membuat keadaan kamar Ayu seperti kapal pecah.

Martin panik, ia menggila karena ia benar-benar takut Ayu meninggalkannya. Ia akui hatinya sudah terbelenggu oleh Ayu, walaupun ia sadar ia sudah memiliki kekasih. Dan sedikit sudah memiliki rasa pada Mayang.

Tiba-tiba beberapa pelayan datang dengan raut panik saat mendengar teriakan Tuan mereka. Beberapa saat kemudian Bi Darmi datang dengan tergopoh bersama dua pekerja bagian dapur.

"Astagfirullah!" Pekik Bi Darmi saat kedua matanya menangkap pemandangan kamar Ayu yang sudah seperti di terjang gempa bumi.

"I-ini ada apa Den? Kenapa bisa berantakan begini?" Tanya Bi Darmi dengan ekspresi panik.

Martin yang masih dalam keadaan emosi langsung menghela nafas untuk menenangkan emosinya, ia marah pada dirinya sendiri juga pada Ayu yang main kabur-kaburan.

Bi Darmi mendekat lalu mengusap bahu Martin. Ia menangkap raut marah dari ekspresi Martin, tapi apa yang membuat majikannya tersebut semarah ini sampai-sampai mengacak-acak kamar Ayu.

"Tenang dulu, tarik nafas pelan-pelan lalu hembuskan." Martin mengangguk pelan mengikuti arahan Bi Darmi.

"Coba ceritakan ada apa ini?" Tanya Bi Darmi saat dirasa Martin sudah tenang.

Martin melirik ke semua pekerja mengisyaratkan untuk pergi dari ruangan tersebut. Para pembantu langsung berpamitan saat mendapat tatapan horor dari Tuan mereka.

Setelah para pembantu pergi, Martin langsung bertanya pada Bi Darmi, bukannya menceritakan apa penyebab kemarahannya.

"Bi, Bibi lihat Ayu? Ayu gak ada dikamar, gak mungkin Ayu kabur kan?" Tanya Martin dengan ekspresi panik.

Bi Darmi menatap Martin bingung dengan kening mengerut, Namun sesaat kemudian ia terkekeh kecil sembari geleng-geleng kepala.

"Oh Bibi ngerti sekarang, aden ngamuk gara-gara ngira Non Ayu kabur?" Tanya Bi Darmi.

"Bilang aja Bi, Bibi liat Ayu gak?" Martin tidak ingin basa-basi, ia ingin jawaban langsung.

Bi Darmi mengangguk tenang seraya tersenyum, sebagai seorang wanita yang sudah merasakan takutnya kehilangan, Bi Darmi bisa merasakan betapa takutnya Martin kehilangan Ayu. Ia merasakan hal aneh, sepertinya Martin sudah jatuh cinta pada gadis remaja itu. Ia tahu bagaimana sifat Martin, Martin tergolong pria cuek akan wanita, bodo amat akan usia. Tapi sekarang, Bi Darmi dapat melihat sebegitu takutnya lelaki dewasa tersebut kehilangan anak asuhnya. Padahal dulu-dulu Martin cuek pada Ayu dan terkesan bodo amat yang penting kebutuhan Ayu tercukupi, tutur Martin bertahun-tahun lalu.

"Jawab Bi, kenapa Bibi malah senyum-senyum? Apa jangan-jangan Bibi yang membantu Ayu kabur dari sini?" Tuduh Martin namun berusaha untuk tidak marah.

"Aden tenang dulu, Non Ayu gak kabur kok. Dia sudah berangkat pagi-pagi sekali, katanya ada hal penting yang harus dikerjakan bersama teman-temannya, mungkin tugas kuliah."

Martin mengerut.

Tugas kuliah? Sepagi ini?

"Bibi gak bohong kan?" Tanya Martin masih tidak percaya, bisa saja Bi Darmi berbohong untuk membantu melancarkan aksi kabur Ayu.

Bi Darmi terkekeh, ia tidak marah saat mendapat tuduhan seperti itu. "Kamu kenal Bibi kan? Kapan Bibi pernah bohong sama Aden?"

Martin terdiam, ia tersadar jika ia sudah berbuat tidak sopan pada orang yang sudah merawatnya tersebut. "Maaf Bi, maafin Martin udah ngebentak Bibi Martin takut Ayu ninggalin Martin.." Ucap Martin tertunduk.

Bibi tersenyum seraya mengusap kedua bahu lelaki yang sudah ia rawat sejak kecil tersebut.

"Gak pa-pa, Bibi tau kamu panik."

Dengan cepat Martin memeluk Bi Darmi, baru kali ini ia membentak orang yang sudah merawatnya dengan baik, dan rasanya ia sangat menyesal.

Bibi membalas pelukan Martin seraya memberikan usapan menenangkan di punggung besar itu. Martin merasa tenang, ia sangat bersyukur masih bisa merasakan kasih sayang seorang ibu walaupun melalui sosok ibu yang lain.

"Sudah, Aden tenang ya... Sekarang boleh Bibi tanya sesuatu?" Tanya Bi Darmi setelah melepaskan pelukan.

Martin mengangguk lesu, karena kini otaknya tertuju pada Ayu kembali.

"Jawab jujur ya, Aden suka sama Non Ayu?" Martin terhenyak, ia tidak menyangka Bi Darmi akan menanyakan hal itu. Apa gerak-geriknya bisa diketahui oleh Bibi?

Martin gelagapan. Haruskah ia jujur?

"Jawab jujur saja." Ucap Bi Darmi lagi seakan mendengar ucapan hatinya.

Hah! Jujur sajalah..

"Mmmm I-ya Bi." Jawab Martin pelan, agaknya ia malu mengatakannya karena ia sadar usia dirinya dengan Ayu sangat terpaut jauh.

Bi Darmi tersenyum. "Sejak kapan?"

Martin terhenyak, "Baru-baru ini Bi, Martin juga sudah mengatakan semuanya pada Ayu mengenai siapa Martin dan siapa orang tuanya." Ujar Martin.

Bi Darmi mengangguk, ia sudah menduga pasti Ayu sudah mengetahui semuanya karena ia juga menangkap gelagat aneh dari garis remaja itu, hanya saja ia tidak ingin bertanya sebelum Ayu yang menceritakannya sendiri padanya.

"Tapi... Apa Martin pantas Bi buat Ayu? Sedangkan usia Martin besok sudah masuk kepala empat." Martin mengeluh, agaknya ia insecure. Mungkin saja Ayu tipe idamannya yang muda-muda dan yang masih fresh.

"Jodoh gak ada yang tau Den, dan gak mandang usia juga. Adik Bungsu Bibi juga di kampung nikahnya sama anak remaja. Waktu itu usia Asep 38 tahun, dan istrinya 17 tahun. Alhamdulillah rumah tangga mereka sampai sekarang awet, dan udah dikaruniai dua orang anak. Jadi di sini sudah jelas jika yang maha Kuasa tidak mengukur dari usia pasal jodoh." Terang Bi Darmi panjang lebar. Martin mencerna ucapan Bibi lalu tersenyum merekah saat ia mendapat semangat lagi.

"Gitu ya Bi, jadi Bibi ngedukung Martin sama Ayu?" Tanya Martin sumringah.

Bibi mengangguk, "Apapun yang terbaik buat Aden, Bibi pasti dukung. Bibi berharap Aden serius pada Non Ayu, ia masih remaja labil, jadi jangan terlalu dipaksakan jika Non Ayu belum punya perasaan sama, berusaha saja dengan baik." Pesan Bibi, ia tentu saja tahu Ayu tidak memiliki perasaan sama dengan Martin. Ayu untuk saat ini masih menganggap Martin sebagai Daddy-nya walaupun masih dalam keadaan tidak percaya setelah mengetahui sebuah fakta.

Martin sumringah. "Makasih ya Bi, Martin janji akan berusaha dengan baik dan bersih."

Tapi kalo gak khilaf itu juga...

Bibi mengangguk mengiyakan. "Ya sudah, kalo gitu Bibi kembali bekerja.. Aden juga segera sarapan." Pamit Bibi.

"Iya Bi makasih ya, nanti Martin turun."

Bi Darmi mengangguk, lalu beranjak keluar meninggalkan kamar pecah tersebut.

Setelah kepergian Bi Darmi, Martin meraih handphonenya dari saku untuk menghubungi seseorang.

"Kurang ajar! Berani-beraninya kalian dekat-dekat dengannya! Geser!"

1
Hillong 1983
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Ckk Dari awal bab cerita sampai ke bab END baru mikahnya? ckk terlalu bertele-tele..
Qaisaa Nazarudin
40km/jam??? Yg bener aja thor?? kok mobil mahal jalannya kayak siput? Aku aja bawak mobil di lebuh raya 120km/jam aku rasa masih lemot aja jalan mobilnya..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
MEMPUNYAI KELAINAN SEKSUAL?? Maksud mya apa??🤔🤔Gay gitu..
Qaisaa Nazarudin
Cantik banget Ayu,imut lagi..Aku suka thor,cocok semua visualnya thor, 👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Ogeb kalo kamu ngomong takkan di lepaskan kamu,Kabur aja saat kamu habis kuliah,Kan gampang,Takut kalo bodyguard tau,Kamu nyamar aja,beres kan..ckk masa ia aku yg harus kasih ide..😂
Qaisaa Nazarudin
Ciihh saat Ayu sama Cowok lain dia marah,Sama aja kelakuannya dengan Mario,Orang bilang kalo BUAH ITU JATOH GAK JAUH2 DARI POHONNYA..
Qaisaa Nazarudin
DI MANA2 LELAKI ITU EGOIS,NGAPAIN MASIH MENCARI ISTERI DAN ANAK KALO MASIH PUNYA SELINGKUHAN??? SEMOGA AJA GAK PERNAH KETEMU LAGI SAMA ANAK DAN ISTERI NYA..
Qaisaa Nazarudin
Lah Rissa apa kabar?? Udah kamu kasih harapan ke Rissa,Setelah itu kamu tinggalkan gitu aja,Ntar yg ada pasti si Rissa yg akan jadi PELAKOR nya,Dan jadi ancaman buat Ayu..percaya deh..
Qaisaa Nazarudin: Typo MAYANG maksud ku..Rissa kan mamanya Ayu..🙏🙏🙏😁😁
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Terus apa kabar dengan kekasih mu..Dasar egois..
Gex Darmi
Kecewa
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
Iki piye toh maunya dibuat melarat malah dibuat kembali enak..


skip..malas gw baca😪
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
hapus Thor, gak pantas Lo tulis sangat mencintai kalo dia saja baru melakukan penghianatan.
Decey Aja
Luar biasa
Decey Aja
pengen nuker visual hana dengan Ayu... 😁 kayaknya lebih cocok ke hana ama marten
shadowone
🤣🤣🤣🤣
shadowone
geraja? bukanya fatih islam? dn apa ayu nonis ya kerna di asuh martin yang nonis?
shadowone
Fatih sahabat Martin yang bagi dia modal sampe dia berjaya sekarang?
shadowone
ini bru umur yang pas
shadowone
😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!