NovelToon NovelToon
Warisan Kulivator Abadi

Warisan Kulivator Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Anak Genius / Fantasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di dunia tempat kekuatan kultivasi menjadi ukuran harga diri dan masa depan, Riu Han lahir sebagai anak dari Klan Riu yang terhormat—namun membawa takdir yang dianggap sia-sia. Sejak usia empat tahun, ia dinyatakan memiliki saluran energi yang tersumbat, membuatnya sama sekali tidak mampu menyerap dan menyalurkan energi alam. Di tengah pandangan mencemooh dan belas kasihan, ia terus berusaha meski tahu jalannya seolah sudah tertutup rapat.

Hingga suatu hari, di balik pohon Kayu Keabadian yang berusia ribuan tahun, ia menemukan sebuah ruangan rahasia yang tersembunyi selama berabad-abad. Di sana, udara terasa lebih kental dan damai, serta menyimpan jejak kekuatan kuno yang tak terduga. Apa yang awalnya hanya menjadi tempat pelarian, perlahan mengungkapkan sebuah warisan agung yang telah lama ditunggu—satu-satunya harapan yang bisa membalikkan takdirnya, membuka jalan menuju puncak kekuatan, dan mengungkap rahasia yang tersembunyi di balik dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Asal Usul Long Siu

Setelah Kake Qin menjelaskan secara rinci mengenai cara untuk memperbaiki dan memulihkan kondisi tubuh Riu Han yang bermasalah, suasana menjadi hening sejenak. Bocah itu mencerna setiap kata yang didengarnya, hatinya dipenuhi rasa syukur sekaligus rasa ingin tahu yang semakin membesar. Ia kemudian menolehkan wajahnya ke arah Long Siu, menatap sosok pemuda itu dengan pandangan penuh tanya, lalu mengajukan pertanyaan yang terlintas di benaknya.

“Kalau Kake Qin adalah jiwa penjaga asli yang memang ditugaskan untuk menjaga Cincin Ruang Abadi ini, terus kenapa jiwa Saudara Long Siu bisa berada di sini juga? Apakah Saudara juga memiliki hubungan khusus dengan tempat ini?” tanya Riu Han dengan nada sopan dan penuh perhatian.

Long Siu menghela napas panjang, seolah mengembuskan beban kenangan yang telah ia pendam selama ribuan tahun. Wajahnya yang tadinya ceria berubah sedikit lebih serius, matanya menatap jauh ke hamparan padang rumput di kejauhan, seolah melihat kembali peristiwa yang telah berlalu sangat lama. Ia pun mulai bercerita dengan suara yang berat namun jelas.

“Kejadian itu sudah terjadi lebih dari seribu tahun yang lalu,” mulainya perlahan. “Aku sebenarnya berasal dari Dunia Atas, tempat di mana kekuatan dan tingkatan kultivasi jauh melampaui apa yang ada di dunia tempatmu tinggal sekarang. Aku adalah keturunan langsung dari Klan Long, salah satu klan paling terhormat dan berkuasa di sana.”

Ia berhenti sejenak, mengatur napas sebelum melanjutkan ceritanya.

“Seribu tahun silam, aku sedang melakukan perjalanan panjang untuk menuntut ilmu dan memperluas wawasan. Namun di tengah perjalanan, meletuslah sebuah peperangan besar yang melibatkan banyak kekuatan dari berbagai penjuru. Pertarungan itu begitu dahsyat hingga langit pun terbelah dan bumi terguncang hebat. Sayangnya, kekuatan lawan jauh melebihi perkiraanku. Pada akhirnya, aku kalah dalam pertarungan itu. Tubuh jasmaniku hancur lebur, hanya menyisakan seberkas jiwa yang nyaris lenyap selamanya.”

Mendengar bagian itu, Riu Han menahan napas, merasa terbayangkan betapa mengerikannya kejadian yang dialaminya.

“Beruntunglah saat itu, Kake Qin secara tidak sengaja melintas dan merasakan keberadaanku yang sekarat. Ia menyelamatkan sisa jiwaku yang hampir punah, lalu membawaku masuk ke dalam dimensi ini. Di sinilah aku bertahan hidup selama ini. Namun ada satu syarat yang tidak bisa diubah: jika aku melangkah keluar dari batas ruangan ini, jiwaku akan segera hancur dan lenyap tanpa sisa. Itulah sebabnya aku tidak pernah bisa meninggalkan tempat ini.”

Long Siu kemudian menoleh kembali ke arah Riu Han, sorot matanya kembali memancarkan wibawa bangsawan yang terwarisi dari darah leluhurnya.

“Aku adalah keturunan dari Naga, salah satu dari empat binatang legendaris yang paling dihormati di seluruh alam semesta. Di Dunia Atas, masih ada tiga klan besar lainnya yang juga mewarisi darah makhluk agung itu. Ada Klan Wu, keturunan Kura-Kura Legendaris; Klan Rey, keturunan Burung Phoenix; dan Klan Li, keturunan Harimau Putih Legendaris.”

Ia mengangkat tangannya dan menunjuk ke empat arah mata angin seolah menggambarkan peta kekuasaan.

“Keempat klan ini telah memegang kendali dan menjaga keseimbangan wilayah selama ribuan generasi. Wilayah Barat dikuasai dan dijaga oleh Klan Li yang memiliki kekuatan dahsyat dan ketahanan luar biasa. Wilayah Timur, tempat asal klanku, dikuasai oleh Klan Long yang menguasai hukum air, angin, dan petir. Wilayah Selatan menjadi kekuasaan Klan Rey yang memiliki api kehidupan dan kemampuan untuk bangkit kembali dari kehancuran. Sedangkan wilayah Utara, yang paling dingin dan keras, berada di bawah pengawasan Klan Wu yang memiliki kebijaksanaan mendalam dan pertahanan yang nyaris tidak bisa ditembus.”

Riu Han mendengarkan dengan mulut sedikit terbuka, terpesona oleh kisah yang begitu luas dan megah. Dunia yang ia ketahui selama ini terasa sangat kecil dibandingkan dengan apa yang baru saja ia dengar.

“Jadi… keempat klan ini melindungi keseimbangan seluruh Dunia Atas?” tanya Riu Han perlahan, mencoba memastikan pemahamannya.

Long Siu mengangguk mantap, namun senyumnya kali ini terasa sedikit pahit.

“Dulu memang begitu. Namun seiring berjalannya waktu, hati manusia pun berubah. Keserakahan akan kekuasaan membuat beberapa pihak mulai melupakan tugas aslinya. Itulah salah satu alasan mengapa peperangan bisa terjadi, dan mengapa aku bisa berakhir di tempat ini. Namun itu adalah cerita masa lalu. Sekarang, yang terpenting adalah apa yang ada di depan mata kita.”

Kake Qin yang mendengarkan dari samping pun ikut menimpali dengan nada bijak.

“Benar kata Long Siu. Kisah masa lalu menjadi pelajaran agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Sekarang, cucuku, karena kau telah mengikat diri dengan cincin ini dan memiliki dukungan kami, jalanmu tidak lagi sama seperti anak-anak lain. Bahkan meski tubuhmu saat ini terhalang, dengan bantuan sumber daya di dalam dimensi ini, bukan hal mustahil bagimu suatu hari nanti melangkah menuju tempat yang lebih tinggi—mungkin bahkan sampai ke Dunia Atas itu sendiri.”

Mendengar kata-kata itu, semangat Riu Han yang sempat berkobar kini semakin membara. Ia menatap kedua sosok di hadapannya dengan pandangan yang tegas dan penuh tekad.

“Kalau begitu, ajari aku semampuku. Aku ingin menyembuhkan tubuhku, ingin menjadi kuat, dan suatu hari nanti juga ingin tahu kebenaran mengapa ayahku menjadi sasaran bahaya, serta mencari tahu siapa yang telah membunuh ibuku!”

Setelah selesai mendengarkan kisah panjang yang diceritakan Long Siu, Kake Qin tersenyum lembut. Ia mengulurkan tangannya, dan seketika cahaya putih keemasan berputar perlahan di telapak tangannya. Saat cahaya itu menghilang, tampaklah sebuah butiran pil berukuran sebesar kacang hijau, berwarna bening sedikit kehijauan, dan memancarkan aroma harum yang menenangkan seketika memenuhi udara di sekitarnya.

“Ini dia,” ujar Kake Qin sambil menyodorkan pil itu ke hadapan Riu Han. “Ini adalah Pil Pemulihan Tingkat Awal. Aku memberikannya karena pil ini paling cocok dengan kondisimu saat ini.”

Riu Han menerima pil itu dengan hati-hati, tangannya sedikit gemetar karena rasa hormat dan penasaran. Ia menatap butiran kecil itu dengan saksama, lalu mendengar penjelasan lanjut dari Kake Qin.

“Jangan tergoda untuk langsung menginginkan benda yang lebih baik atau tingkat lebih tinggi. Jika kau diberikan pil penyembuh tingkat atas sekalipun, justru itu akan menjadi bencana bagimu. Tubuhmu yang masih lemah dan terserap racun itu tidak akan mampu menahan ledakan energi yang terkandung di dalamnya. Alih-alih sembuh, saluran energimu bisa hancur total dan nyawamu terancam melayang.”

Setelah mengatakan itu, Kake Qin mengeluarkan sebuah gulungan buku tebal yang terbuat dari bahan yang halus namun terlihat sangat kokoh, berwarna cokelat keemasan dengan ukiran lambang lingkaran yang berputar di sampulnya. Ia meletakkannya di telapak tangan Riu Han.

“Dan ini adalah Kitab Dasar Abadi. Jangan kira isinya hanya sekadar teknik kultivasi biasa yang bisa kau temukan di klan mana pun. Di dalamnya tidak hanya memuat cara mengolah energi dan menaikkan tingkatan kekuatan, tetapi juga mempelajari seni penempaan senjata, cara meramu berbagai jenis pil dan ramuan, hingga ilmu membentuk formasi pertahanan maupun serangan.”

Mata Riu Han semakin terbelalak mendengarnya. Ia memegang kitab itu dengan kedua tangannya seolah memegang harta yang paling berharga. “Benarkah, Kake? Semua ilmu itu ada di sini?” tanyanya dengan suara penuh kekaguman.

“Memang benar,” sahut Long Siu yang ikut mendekat, matanya menatap kitab itu dengan pandangan penuh rasa hormat. “Kitab ini adalah warisan asli pencipta Cincin Ruang Abadi ini. Ia menyusunnya sedemikian rupa agar bisa dipelajari secara bertahap, mulai dari tingkatan paling dasar hingga ke puncak kebijaksanaan. Cocok sekali untukmu yang harus memulai semuanya dari titik nol.”

Kake Qin mengangguk setuju, lalu menambahkan petunjuk penting.

“Pil ini akan bekerja secara perlahan dan lembut. Ia tidak akan langsung mengeluarkan racun di dalam tubuhmu dalam sekejap, melainkan akan menetralkan bahayanya sedikit demi sedikit sambil memperbaiki saluran energi yang rusak. Prosesnya mungkin memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, tapi itu cara yang paling aman dan tidak akan meninggalkan efek samping buruk.”

Ia menunjuk ke arah padang rumput dan perbukitan yang terhampar luas di dalam dimensi itu. “Dan ingat, tempat ini adalah tempat terbaik untuk melatih diri. Kepadatan energi alam di sini puluhan kali lebih tinggi dibandingkan dunia luar. Sambil pil ini bekerja, kau bisa mulai mempelajari dasar-dasar dari kitab itu. Ketika tubuhmu sudah sedikit pulih, kemajuanmu akan terasa jauh lebih cepat dibandingkan orang lain yang berlatih di luar sana.”

Riu Han menggenggam erat pil dan kitab itu di dadanya, hatinya terasa hangat dan dipenuhi rasa syukur yang mendalam. Selama ini ia merasa tidak punya harapan, namun sekarang di hadapannya terbentang jalan yang jelas dan penuh kemungkinan.

“Terima kasih banyak, Kake Qin, terima kasih juga Saudara Long Siu. Aku akan menjaga baik-baik semua ini dan berusaha sekuat tenaga agar tidak mengecewakan kalian,” ucapnya dengan nada tulus dan penuh tekad.

“Bagus sekali sikapmu itu,” puji Kake Qin. “Sekarang, telanlah pil itu, lalu cari tempat yang tenang untuk duduk bersila dan biarkan energi di dalamnya menyebar ke seluruh tubuhmu. Mulailah langkah pertamamu di sini.”

Tanpa menunggu lebih lama lagi, Riu Han menelan butiran pil itu. Rasanya lembut dan meleleh begitu menyentuh lidahnya, lalu turun perlahan menuju perut. Sesaat kemudian, ia merasakan aliran hangat yang lembut mulai menyebar dari dalam perutnya, menjalar perlahan ke seluruh urat nadi dan tulang-tulangnya. Rasanya nyaman, tidak menyakitkan sama sekali, seolah ada tangan lembut yang membersihkan dan memperbaiki bagian-bagian tubuhnya yang rusak.

Dengan segera, ia duduk bersila di atas hamparan rumput yang lembut, menutup matanya rapat, dan mulai mengikuti petunjuk pernapasan paling dasar yang terlintas di benaknya dari lembaran pertama kitab yang baru saja diterimanya. Di dalam dimensi yang penuh energi murni itu, perjalanan panjang pemulihan dan kultivasi Riu Han pun resmi dimulai.

1
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
Lanjut Up Thor 💪💪
Deevy Tresiyana
kuatkan💪mu riu han...ceritanya luar biasa thor👍😄
Deevy Tresiyana
👍💪hebat hebat
Blue Manusia Biasa
awal yang bagus
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 1 gift ☕ Lanjut Up Thor..
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Dukung Novel ini dengan cara: Like, Komen, Vote, Rate 5 ⭐, Ads dan gift. Semangat Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ceritanya menarik untuk dibaca 👍👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Dukung Novel ini dengan cara: Like, Komen, Vote, Rate 5 ⭐, Ads dan gift.
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjutkan Thor 💪💪
sutrisno akbar
ayo lanjut thor l
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tingkatan Pemula saja Tingkat 1-9, kok nggak Awal, Tengah dan Puncak 🤔
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Kisah menjadi Kultivator / Pendekar dimulai 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Semoga Novel ini sukses dan sampai Tamat.
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Alur ceritanya mulai menarik untuk dibaca 👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Awal cerita sudah bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!