NovelToon NovelToon
Married By Accident

Married By Accident

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 5
Nama Author: Ririn Puspitasari

Devan Pramudya, pemuda tampan ini harus terpaksa menyaksikan perbuatan tak senonoh calon istrinya tepat di depan mata. Pernikahan yang beberapa hari lagi akan digelar terancam batal.

Rina yang tak ingin anaknya mendapatkan reputasi buruk dan mencoreng nama perusahaan itu, mendesak Devan untuk tetap melanjutkan pernikahan.

Arabella Maharani, gadis penjual susu kedelai ini tak sengaja menabrak mobil Devan. Alhasil, mobil tersebut memiliki kerusakan membuat Arabella harus bertanggung jawab.

"Menikahlah denganku!" seru Devan.

"Apakah kau gila? Aku menabrak mobilmu. Apakah otakmu juga ikut mengalami kerusakan?!" ketus Bella.

"Bukankah ini tawaran yang langka, Nona? Banyak wanita yang ingin mendapatkan tawaran ini. Lagi pula jangan sok jual mahal! Tampangmu sama seperti botol susu yang kau bawa," ucap Devan sinis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Puspitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Karma

Brughhh...

Saat merasa ada sesuatu yang menimpa tubuhnya, Bella mulai membuka matanya perlahan. Pandangannya masih samar-samar, nyawanya belum terkumpul sepenuhnya.

Mata Bella terbuka, akan tetapi gadis itu tak menemukan cahaya apapun. Penglihatannya seakan tertutup oleh sesuatu. Namun, Bella tidak menyadarinya apa yang menghalangi pandangannya itu.

Bella mulai merasa janggal, bibirnya terasa menyentuh sesuatu yang lembut dan kenyal. Gadis itu pun mulai membuka matanya lebar-lebar. Alangkah terkejutnya saat ia menyadari bahwa ada mata yang sedang beradu pandang dengan matanya. Sementara bibir mereka saling bersentuhan.

Sontak Bella langsung membelalakan matanya saat mendapati Devan yang berada di atasnya. Begitu pula dengan pria itu. Devan pun langsung bergegas bangkit dari atas tubuh Bella. Pria itu tampak kikuk, bingung hendak berbuat apa.

Sementara Bella, gadis tersebut bangkit dari pembaringannya. Ia tertegun, pandangannya lurus ke depan. Seakan menelaah apa yang baru saja terjadi.

Bella menatap Devan yang sedari tadi hanya menunduk.

"Kau ...," cicit Bella.

Sesaat kemudian, gadis itu pun langsung meraih rambut Devan. Menjambak pria itu untuk menuntaskan rasa kekesalannya.

"Awww ...," ringis Devan.

"Dasar pria mesum! Kau memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, hah!!" ketus Bella yang masih menjambak lalu beralih menjewer telinga Devan.

"Hentikan!!" tukas Devan.

"Tidak! Aku tidak akan menghentikannya. Kau telah merebut ciuman pertamaku! Akan ku tarik rambutmu sampai botak," seru Bella.

"Kau pikir aku sengaja hah?! Bukan hanya kau saja yang kehilangan ciuman pertamamu, tetapi aku juga!" balas Devan.

Tak lama kemudian, Devan pun berhasil melepaskan tangan Bella dari atas kepalanya. Pria itu sedikit beringsut mundur, takut jika Bella akan kembali menyerangnya.

Bella mengusap bibirnya dengan tangan beberapa kali. Sembari menatap Devan dengan tajam. Sedangkan pria itu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Sungguh ia tak menyangka kejahilannya di pagi hari ini berakibat sangat fatal.

Bella pun beranjak dari kasurnya, lalu melemparkan bantal ke wajah Devan. Gadis itu langsung masuk ke dalam kamar mandi dengan wajah yang muram.

"Aku sudah menjaga bibirku selama 25 tahun agar suatu saat nanti ciuman pertamaku akan sangat berkesan pada pria yang ku cintai," gerutu Bella seraya mengambil sikat gigi lalu menorehkan pasta gigi di atasnya.

Bella pun langsung menggosok giginya dengan kesal. Ia ingin menghilangkan bekas bibir Devan yang ada di bibirnya.

"Dasar pria menyebalkan! Ciuman pertamaku sangatlah tak berkesan," ujar Bella yang masih menggerutu walaupun mulutnya penuh dengan busa.

Sementara Devan, setelah kejadian tersebut pria itu tertegun bak orang yang hilang akal. Devan menyentuh dadanya.

"Aneh sekali, mengapa jantungku berdegup sangat kencang," gumam pria itu.

"Jangan katakan jika aku__"

"Ah tidak! Mana mungkin! Dia bukanlah tipeku, sungguh!"

Plak .... Plak ....

Devan menampar kedua pipinya berulang kali. "Sadarkan dirimu, Devan. Mana mungkin kau jatuh cinta padanya."

"Tidak, ini bukan jatuh cinta! Wajar saja jika jantungku berdegup kencang, itu tandanya jantungku sangat sehat. Iya, benar! Jantungku sehat."

Devan pun sedari tadi meyakinkan dirinya dengan bermonolog. Pria tersebut langsung beranjak dari posisinya, lalu keluar kamar sembari membawa kemoceng yang ia pinjam pada salah satu pelayan tadi.

"Bik, ini ku kembalikan," ujar Devan seraya menyerahkan kemoceng yang ada di tangannya.

Pria tersebut memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana training panjang yang ia kenakan.

"Aku sepertinya membutuhkan udara segar, supaya pikiranku sedikit waras," gumam Pria itu sembari melangkah menuju ke halaman belakang.

Devan berdiri sembari meregangkan otot tubuhnya. Di depannya terdapat sebuah kolam renang yang cukup luas.

"Rambutku sakit sekali. Gadis itu benar-benar gila, jika saja dia pria sudah ku hajar dirinya," gerutu Devan seraya menyentuh kepalanya.

Devan kembali melakukan gerakan peregangan otot. Mulai dari kepala yang digerakkan memutar, tangan, hingga kaki.

Devan terlalu fokus pada kegiatannya. Tanpa sadar ada Bella yang memperhatikan pria itu sedari tadi di belakang.

"Aku masih kesal karenamu, sungguh yang tadi tidak cukup untuk membalaskan kekesalanku padamu."

Bella memasang ancang-ancang untuk mendorong Devan ke kolam renang tersebut. Gadis itu sudah berdiri dengan posisi siaga, Bella memicingkan matanya sembari menerawang bagian tubuh Devan mana yang akan mengenai tangannya nanti.

Bella pun berlari menghampiri Devan untuk mendorong tubuh pria itu sekencang mungkin, karena tubuh Bella yang kecil akan terasa sulit jika mendorong tubuh Devan yang besar dan kekar.

Bella menyeringai saat posisinya sudah mendekati sasaran. Namun, tampaknya kali ini ia sangat sial, karena tiba-tiba saja Devan menggeser posisinya.

Bella sudah berlari lurus seperti seekor kambing yang hendak menyeruduk lawannya tak bisa mengendalikan tubuhnya.

Byurrrr ....

Alhasil dirinya lah yang tercebur ke dalam kolam renang. Devan terkejut saat seseorang dengan cepat melesat begitu saja langsung masuk ke kolam tersebut.

"Bella," gumam Devan tercengang melihat Bella yang menceburkan dirinya begitu saja.

"Ada apa denganmu?" tanya Devan heran menatap istrinya itu.

"Mengapa kau bergeser," seru Bella sembari mengusap wajahnya yang basah.

"Aku? Memangnya kenapa?"

"Ishh!! Aku ingin mendorongmu tapi kau mengubah posisimu itu membuatku jatuh dengan sendirinya," lirih Bella.

Devan pun terbahak-bahak menertawakan ucapan sang istri. "Kau tahu karma? Seperti yang sedang kau alami saat ini. Bagaimana rasanya? Apakah cukup memalukan bercampur dongkol?" ejek Devan.

Wajah Bella langsung berubah menjadi kecut. Gadis itu pun berenang menuju ke tepian. Lalu mengulurkan tangannya pada Devan.

"Tolong aku," pinta Bella.

"Kenapa? Kau menceburkan diri pastinya kau bisa naik sendiri," celetuk Devan tak peduli.

"Setidaknya bantu aku," gerutu Bella sembari memajukan bibirnya.

Melihat ekspresi Bella yang seperti itu, membuat Devan menjadi gemas.

"Ya sudahlah, ayo cepat!" Devan pun mengalah dengan rasa egonya. Ia meraih tangan sang istri yang sedari tadi terulur.

Baru saja Devan menggapai tangan tersebut, tiba-tiba saja Bella menariknya ikut masuk ke dalam kolam.

Byurrr...

Bella langsung terbahak-bahak melihat Devan yang sudah basah kuyup.

"Aish sial!" umpat Devan seraya mengusap wajahnya.

Pria itu langsung merenjiskan air pada wajah Bella. Gadis itu pun membalasnya dengan hal serupa. Mereka tertawa sembari saling mencipratkan air ke wajah masing-masing.

Devan menghampiri Bella. Mengangkat tubuh sang istri lalu menghempaskannya ke dalam air. Bella pun tak mau kalah, gadis itu langsung menaiki punggung Devan lalu menenggelamkannya.

Dari jauh Rina menyunggingkan senyum saat melihat putra dan menantunya yang tengah tertawa ria sembari bercanda di dalam kolam renang.

"Pemandangan yang sangat indah," ujar Rina sembari bersedekap.

"Aku sangat berharap, kelak kalian akan saling mencintai." gumam Rina.

Bersambung...

Ini mereka yang kerjaannya ribut terus, jarang banget akurnya😌

Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya jika ada.

Yang belum favorit, yuk di favoritkan supaya dapat notifikasi update terbaru nya~

ig : ayasakaryn24

1
Bali Loka Entertainment
Luar biasa
H
😂😂😂
Erina Munir
penasaran juga nih bacanya...
Erina Munir
puas thor bacanya aku...tq othor karyanya bagus banget ada lucu2nya jdi bacanya ga capek...👍👍
Erina Munir
joko bner2 calon suami yg baik...berbahagialah ine...devan blom tau ya...klo wanita umumnya sebelum nikah tdk cerewet tpi setelah nikah n punya anak memang hrs cerewet karnabtanggung jawabnya udh mulai banyak...
Erina Munir
😆😆😆😆😆 aya2 wae devan...kangenlah sama joko...inget makan supermi waktu duluu
mom'za
baru kali ini baca novel,asistennya lemot bin somplak/Joyful/
Rosana Manalu
joko lucu
Sri Udaningsih Widjaya
Bagus ceritanya thor
IG: Ayasakaryn24: terima kasih kk❣️
total 1 replies
Anonim
Cakepan nadia dr pd bella
Dede Suryani
dasar bos eror
Ruzita Ismail
Luar biasa
Dede Suryani
dasar
Nurhayati
ga ada kisah ferdy
Nurul Syahriani
Makanya jangan main rahasia rahasia dari suami
Nurul Syahriani
Dari banyak nya novel Ceo dan asisten yg aku baca. Hanya di novel ini asisten ceo nya kismin, gak punya mobil gak tinggal di apartemen
Iponk
emang udah lewat ya masa nifasnya...
Iponk
naah ini bener joko, ngomong buat dirinya sndiri
Iponk
devan ituuuu
Iponk
niat banget mama rina ngerjain anaknya..wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!