NovelToon NovelToon
Sentuhan Semalam

Sentuhan Semalam

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Abil_

Hidup seorang wanita hancur dalam satu malam setelah memergoki tunangannya berselingkuh dengan orang terdekatnya. Dalam kondisi patah hati dan mabuk berat, dia tidak sengaja menghabiskan malam yang penuh gairah dengan seorang pria asing di dalam kamar hotel mewah. Pria itu ternyata adalah seorang CEO muda terkaya yang terkenal sangat dingin, kejam, dan berkuasa di dunia bisnis.

Keesokan paginya, wanita itu kabur karena panik dan memilih menghilang tanpa jejak. Enam tahun kemudian, dia terpaksa kembali ke ibu kota demi menghidupi anak kembar hasil dari malam itu. Tanpa diduga, anak kembarnya malah tidak sengaja bertemu dengan sang CEO karena wajah mereka yang sangat mirip.

Sang CEO yang selama ini terobsesi mencari wanita misterius dari masa lalunya langsung bergerak cepat. Begitu tahu kebenarannya, dia langsung menjerat wanita itu masuk ke dalam hidupnya kembali melalui pernikahan paksa demi hak asuh anak. Dari sinilah hubungan mereka yang penuh gengsi, rahasia, dan ketegangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eksekusi di Pelabuhan Tua

Dermaga lama di pelabuhan utara tampak begitu mencekam di bawah langit siang yang tertutup awan mendung kelabu. Deru angin laut yang kencang membawa aroma karat dan garam yang pekat, berbaur dengan kesunyian dari gudang-gudang logistik tua yang sudah bertahun-tahun terbengkalai.

Tempat ini adalah wilayah tak bertuan, sebuah titik buta di pinggiran ibu kota yang menjadi surga bagi sisa-sisa kriminalitas kelas bawah.

Di dalam gudang nomor 4 yang beratap seng keropos, beberapa pria bertubuh kekar dengan tato ular beludak di lengan mereka tampak berjaga dengan gelisah.

Di tengah ruangan yang remang-remang, seorang pria paruh baya berkulit legam dengan bekas luka bakar di wajahnya—pria yang dikenal sebagai 'Viper Hitam'—sedang mengisap cerutunya dengan kasar.

"Bagaimana dengan pengiriman ke kompleks Arisatya? Apa sudah siap?" tanya Viper Hitam, suaranya parau dan berat.

"Sudah, Bos. Anggota kita sudah bersiap di dekat perimeter luar. Begitu umpan dilemparkan, fokus penjagaan mereka pasti akan pecah," jawab salah satu anak buahnya dengan seringai licik.

Brak!

Belum sempat seringai itu memudar, pintu besi ganda gudang tersebut dihantam dari luar hingga jebol dan terlempar ke lantai semen dengan suara dentuman yang menggelegar. Debu dan serpihan karat seketika beterbangan di udara.

"Siapa itu?!" teriak Viper Hitam panik, tangannya refleks bergerak meraba senjata api di pinggangnya.

Dari balik kabut debu yang perlahan menipis, sesosok pria dengan postur tinggi tegap melangkah masuk dengan langkah kaki yang teratur dan berwibawa. Xavier Arisatya berdiri di sana tanpa pengawalan mencolok di barisan depan.

Jas hitamnya terpasang sempurna, sementara sepasang mata elangnya berkilat dingin, memancarkan aura membunuh yang begitu pekat hingga sanggup membekukan aliran darah siapa pun di dalam ruangan itu.

Di belakangnya, belasan anggota tim Alpha yang mengenakan seragam taktis hitam lengkap dengan senjata laras panjang langsung menyebar, mengunci setiap titik pelarian hanya dalam hitungan detik.

"X-Xavier Arisatya...?" gumam Viper Hitam, cerutu di mulutnya terjatuh ke lantai.

Wajahnya yang legam mendadak berubah pucat pasi. Dia tidak pernah menyangka bahwa sang penguasa tertinggi ibu kota akan mendatangi sarang tikusnya sendiri secara langsung tanpa peringatan.

Xavier tidak membalas ucapan itu. Dia berjalan mendekat dengan langkah yang tenang namun mengintimidasi, mengabaikan moncong senjata anak buah Viper Hitam yang kini sudah gemetar hebat karena ketakutan.

Xavier melonggarkan sedikit kancing jasnya, menatap lurus ke arah pria berbekas luka itu dengan pandangan meremehkan.

"Kalian merencanakan sesuatu untuk menyerang mansion-ku, bukan?" tanya Xavier, suaranya yang bariton dan rendah bergaung di dalam gudang yang sepi, membawa kepastian ajal yang nyata.

"Enam tahun lalu, kalian menggunakan obat murahan untuk menjebak seorang wanita di Kamar 909 demi memeras keluargaku. Dan hari ini, kalian berpikir bisa mengulangi trik kotor yang sama?"

Viper Hitam menelan ludah dengan susah payah, kemandirian yang selama ini dia banggakan sebagai gembong penyelundup runtuh seketika di hadapan taring sang serigala penguasa. "T-Tuan Arisatya... itu urusan masa lalu! Kami hanya menjalankan perintah dari atasan yang lama!"

"Aku tidak peduli dengan alasanmu," potong Xavier dingin, sepasang mata elangnya menyipit tajam. "Siapa pun yang berani menyentuh apa yang menjadi milikku, artinya mereka sudah memilih cara mereka untuk mati.

Daniel, bersihkan tempat ini. Aku tidak ingin melihat ada satu pun kecoak dari The Black Viper yang masih bisa menghirup udara ibu kota besok pagi."

"Baik, Tuan Xavier!" Daniel maju dengan sigap.

Dorr! Dorr!

Suara tembakan peringatan dari tim Alpha seketika memicu kepanikan massal. Anak buah Viper Hitam langsung menjatuhkan senjata mereka dan berlutut memohon ampun, sementara Viper Hitam sendiri diringkus ke lantai semen dengan kasar oleh dua anggota tim Alpha tanpa perlawanan berarti.

Seluruh jaringan sindikat yang selama bertahun-tahun bersembunyi di kegelapan, hancur total hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit di bawah kuasa mutlak Xavier Arisatya.

Xavier berbalik perlahan, merapikan kembali lengan jasnya yang tidak ternoda sedikit pun oleh debu gudang. Dia melangkah keluar menuju mobil baja yang sudah menunggunya di dermaga.

Pikirannya sama sekali tidak tertuju pada kemenangan mudah ini, melainkan pada wanita yang sedang menunggunya di rumah. Perburuan telah usai, taring-taring yang mengancam telah dicabut hingga ke akarnya, dan kini saatnya dia kembali untuk membawa kedamaian abadi bagi ratunya.

1
Wine Wins
dobel up
Bu Dewi
seru kak 👍👍👍👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!