Menikah karena terpaksa dengan Mario asisten dari saudaranya. Untuk menutupi aib dirinya dan juga keluarganya.
Membuat Valery memperlakukan Mario dengan semena mena.
Mario yang tidak mempermasalahkan perlakuan Valery terhadapnya. Menerima dengan ikhlas karena Mario tahu sifat Valery apalagi Valery sedang mengandung.
Disaat keduanya sudah tumbuh rasa cinta. Disitulah terjadi ke salah pahaman. Membuat Mario langsung keluar dari rumah dan meninggalkan Valery. Dan Valery begitu kehilangan sosok Mario pria yang sudah merubah dunianya.
Akankah keduanya bersatu lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30 Salut
Setelah persekian detik Lery memeluk balik Brian dirinya langsung melepas pelukannya beralih mendorong tubuh Brian.
Plak plak
Lery menampar pipi Brian bergantian. Sambil tersenyum sinis ke arah Brian yang juga sedang menatap Lery sambil memegangi pipinya.
“Ke mana saja selama ini kamu Brian? Saat aku terpuruk kamu pergi meninggalkanku demi wanita lain. Jangan pernah berharap aku akan memaafkan dirimu. Karena sampai kapan pun aku tidak akan memaafkan dirimu. Ingat itu baik-baik!”
“Tapi aku akan terus meminta maaf kepadamu. Hingga kamu bisa memaafkan aku Lery,”
“Dan itu tidak akan pernah terjadi!” tegas Lery sambil menyingkirkan tubuh Brian yang berada di hadapannya.
“Kamu tahu. Aku ayah biologis Marco anak kita. Kamu tidak bisa memungkiri itu. Dan aku bisa mengambil Marco dari kamu kapan pun aku mau. Jika kamu tidak memaafkan diriku dan kembali padaku,” ancam Brian menghentikan langkah Lery yang akan meninggalkannya kemudian Lery membalik badannya menuju ke arah Brian kembali.
“Apa kamu mengancamku?”
“Tidak. Aku mengatakan yang sebenarnya kalau Marco memanglah anakku karena aku ayah biologisnya,”
“Dan juga ayah yang tidak pernah mengakuinya. Ingat satu hal itu Brian!” ucap Lery penuh penekanan di akhiri dengan senyum sinis yang terukir dari sebelah sudut bibirnya.
“Iya aku akui memang dulu aku bodoh Lery. Karena telah menolak kamu dan juga anak kita. Tapi percayalah sekarang aku sudah berubah dan aku ingin kembali kepadamu Lery,” ucap Brian sambil meraih telapak tangan Lery tapi dengan segera Lery menampik tangan Brian.
“Semua sudah terlambat Brian. Aku dan juga Marco sudah bahagia sekarang. Jangan pernah usik kebahagiaanku. Berubahlah jadi manusia yang baik jangan pernah mengulangi kesalahan yang pernah kamu lakukan,” nasehat Lery yang langsung pergi meninggalkan Brian.
“Ach sial,” ucap kesal Brian setelah kepergian Lery. “Kalau begini caranya. Aku tidak bisa hidup mewah karena selama ini hanya Lery yang selalu memberikan apa pun yang aku inginkan. Bodoh kau Brian,” ucap Brian lagi merutuki dirinya sendiri dan senyum sinis terukir dari satu sudut bibirnya saat otak licik di kepalanya sedang bekerja. Kemudian Brian keluar dari hotel tersebut. Yang tidak jauh dari apartemen miliknya.
Lery yang sedang berdiri di depan lift untuk menuju di mana Camel menginap langsung terkejut saat tiba-tiba ada yang memeluk bahunya.
“Camel. Kamu mengagetkan aku saja,”
“Aku salut padamu,”
“Apa maksudku?” tanya Lery tapi tidak di jawab Camel yang langsung menggandeng tangan Lery masuk ke dalam lift yang baru saja terbuka.
“Jadi dari tadi kamu mendengar percakapan aku dan juga Brian?” tanya Lery ketika sudah berada di dalam kamar hotel Camel dan Camel langsung mengangguk setelah menceritakan apa yang dirinya dengar.
“Dan ini baru sahabatku. Karena kamu sudah tegas,”
“Tapi aku heran kenapa Brian tahu kalau aku berada di sini. Apa dia membuntutiku,”
“Mungkin. Tapi entahlah,” sambung Camel sambil memberikan segelas anggur ke hadapan Lery yang baru saja dirinya ambil dari lemari pendingin yang berada di dalam kamarnya.
“Maaf aku tidak minum ini,”
“ Sejak kapan? Apa aku tidak salah dengar. Seorang Lery sudah tidak menyentuh minuman ini?”
“Sejak Mario melarangku,”
“Wow hebat sekali Mario bisa merubah temanku ini. Aku harus mengacungi sepuluh jempol untuknya,” ucap Camel yang langsung menenggak anggur yang berada di kedua tangannya bergantian. “Aku ingin mengatakan sesuatu padamu Lery. Tapi kalau kamu ingin pulang tidak masalah pulanglah anak dan juga suamimu pasti sedang menunggumu,”
“Katakanlah aku akan mendengarkan, kebetulan stok asi untuk Marco masih banyak. Kalau ada apa-apa Mario pasti akan menghubungiku,” ucap Lery tahu jika sahabatnya tersebut sedang ada masalah dan butuh teman untuk mencurahkan isi hatinya. Yang sudah di hafal oleh Lery di lihat dari caranya menenggak minum langsung dari botolnya kemudian Camel tiba-tiba menangis.
Bersambung..............
ini to...
kpn lak wesss ndang....
rono rene...mario...