NovelToon NovelToon
White Love In You

White Love In You

Status: tamat
Genre:Romantis / Fanfic / Tamat
Popularitas:10.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rniehamizan

ini cerita sedih tentang seorang istri yang tak di cintai suami nya, karena dia hanyalah istri yang di pilih keluarga nya bukan hatinya.

setelah perceraian terjadi, pria itu baru menyadari betapa pentingnya gadis itu untuknya.

perjuangannya untuk mendapatkan cintanya kembali akankah berhasil? menikahinya untuk kedua kalinya. atau malah cintanya tak terbalas karena si gadis mencintai pria lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rniehamizan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30

semua makanan sudah tertata dimeja. Adam duduk di samping venty dengan setengah ragu saat matanya kembali melirik Reva yang kini duduk tepat di depannya.

Trak...

adam melirik venty yang menjatuhkan sendoknya. kening nya mengernyit saat melihat gerakan tangan venty yang kini meraba meja seolah mencari sesuatu. Arnold yang menyadari keterkejutan Adam langsung segera menyodorkan sendok baru pada venty.

"ini kak.," Arnold meraih tangan venty lalu menyimpan sendoknya tepat di tangannya.

Adam melihat Arnold seolah meminta penjelasan. Arnold menggeleng pelan memberikan isyarat untuk tidak mengatakan apapun.

lalu Adam melihat Reva yang kini menatap venty penuh rasa khawatir. Adam merasa kalau mereka menyembunyikan sesuatu darinya, tapi segera di tepisnya saat Reva balik melihat ke arahnya.

"makanlah.." gumam Reva.

hanya terdengar dentingan sendok di atas piring. mereka makan dalam diam. saling berkutat dengan pemikiran nya masing-masing.

satu jam berlalu, venty dan Arnold pun sudah masuk ke kamarnya masing-masing. hanya menyisakan Reva dan Adam yang kini tengah duduk dengan canggung di ruang tengah. Bahkan tak ada dari mereka yang berniat untuk membuka suara. sampai sebuah dering ponsel mengejutkan ke terdiaman mereka.

drt..drt..

getaran yang di iringi nada dering cukup nyaring itu membuat Reva segera beranjak dari duduknya, berjalan sedikit menjauh dari tempat Adam. meskipun sebenarnya Adam masih dapat mendengar apa yang di katakan Reva pada orang di sebrang sana, yang entah itu siapa.

"kau ingin makan bersamaku?"

".........."

"aku sudah makan. tapi baiklah.."

"..........."

"hahaha.. oke-oke. love u.."

dan Adam pun merasa jantungnya seolah terbakar saat mendengar kata terakhir yang di ucapkan Reva buat orang itu.

Adam galau...

hatinya sedih....

dan merana saat lagi-lagi melihat senyuman yang begitu lebar dari bibir Reva. dia semakin penasaran siapa orang itu, kenapa wajahnya terlihat begitu senang setelah mendapat telpon darinya.

gebetan....?

pacar...?

atau.....

bahkan lebih dari itu...

calon suami........ ?

fix.. hati Adam semakin mencelos.

Seketika merasa kakinya tak menginjak lantai saat kata terakhir memenuhi kepalanya. Adam terpaku dari tempat duduknya, matanya tak bergerak terus mengawasi Reva yang kini telah pergi keluar rumah.

hatinya merasa ada yang aneh serasa ada sesuatu yang mengganjal apalagi saat melihat punggung Reva yang semakin menjauh dari pandangan nya.

Lexy melambaikan tangannya dari dalam mobil saat melihat keluar dari rumah. Reva tersenyum dan segera berlari kecil menghampiri Lexy, dia sedikit terkejut karena mobil yang di bawa pria itu.

"ini.. kau sudah bisa membeli benda ini?" ucap Reva. Reva memang belum mengetahui soal Lexy kini memiliki roda empat itu.

"ini.. hanya fasilitas yang kantor berikan untuk ku" jelas Lexy. "masuklah, Amel dan ibu sudah menunggu mu."

ya.. yang menelepon Reva tadi adalah Amel. dan Lexy di tugaskan Amel untuk menjemput kakak angkat ke sayangannya itu. Reva sudah seperti keluarga bagi mereka.

Reva pun masuk dan segera memasang saltbealt nya. Lexy pun melajukan mobilnya menuju sebuah restoran tempat dimana Amel dan ibunya sekarang tengah menunggu nya.

Adam mengerang saat melihat mobil force yang di naiki Reva. matanya membulat sempurna saat melihat flat mobil itu, rasanya dia ingin sekali cepat pagi dan bangun,. berharap kalau ini hanyalah mimpi. tapi, kenyataan memang selalu tak sesuai dengan ekspektasinya. ini nyata dan Adam segera mengikuti kemana mobil itu sekarang.

"sial.. sejak kapan mereka saling mengenal." decih adam, dia tahu siapa pemilik mobil itu. karena itu mobilnya yang dia beli Minggu lalu dan dia berikan pada karyawan nya untuk keperluan kerja bukan untuk kencan buta seperti ini.

begitu sampai di sebuah restoran Adam segera turun, matanya tak henti memperhatikan Reva dan pria yang dia cukup kenal kini tengah masuk ke dalam. keningnya semakin mengerut saat melihat keduanya duduk di meja yang sudah ada penghuninya. seorang perempuan tengah baya yang jika di lihat mungkin seusia venty dan seorang gadis muda yang bertubuh cukup kecil.

bahkan sudah mengenal keluarga nya... tebak Adam dalam hati. dia memilih tempat duduk yang cukup strategis untuk melancarkan aksinya, memata-matai istri nya.. ralat.. mantan istrinya.

Reva terus tertawa riang bersama ketiga orang yang duduk bersamanya. dan Adam...

dia juga tertawa...

hanya saja tawanya lebih terdengar seperti mengejek dirinya sendiri yang kini terlihat seperti seorang pencuri yang tengah mengincar mangsanya.

"tuan.. mau pesan..apa?"

"haih.. kau mengejutkan ku." rutuk Adam saat salah seorang pelayan menyodorkan menu padanya. "spageti saja." ucapnya tanpa melihat menu.

pelayan berdecih pelan. sikap Adam sungguh tak ada sopan-sopannya sama sekali

"Lexy, sialan.." umpat Adam saat melihat tangan Lexy menepuk punggung tangan Reva seraya tertawa kecil.

"tuan ini pesanan nya. selamat...Menik.."

"ya..ya.. sudah sana pergi." usir Adam yang lagi-lagi bersikap tak sopan. pelayan itu semakin muak di buatnya. jika saja Adam bukan pembeli mungkin sudah ia siramkan spageti panas itu kewajahnya.

tangannya terus mengaduk spageti itu tanpa niat memakannya sama sekali.

drt..drt...

ponselnya bergetar, membuat mengumpat tak suka karena kegiatan nya terganggu.

"ya.. apa?" tanyanya ketus saat sudah mengangkat telponnya.

"a..Adam... aa..to..long..." suara rintihan yang Adam dengar membuatnya menempelkan ponselnya lebih dekat ke telinganya

"kau kenapa?"

"aaahhhh.. pe..perut..ku...a..dam.."

"haih.. tunggu. aku pulang sekarang."

Adam menutup telponnya. meskipun sekarang dia tak menyukai Jessy karena kebohongan nya tapi dia bukan pria yang tak punya hati. saat mendengar suara kesakitannya mana mungkin dia membiarkan nya begitu saja. dengan berat hati Adam meninggalkan restoran lalu segera pulang.

brak..

Adam menggebrak pintu kamar Jessy begitu sampai. pupil matanya membesar saat melihat tubuh Jessy yang tergeletak di lantai dengan darah yang sudah memenuhi lantai.

"hei.. apa yang terjadi?" tanya Adam panik.

"ahmm perutku. bayiku.. tolong selamatkan anak ku Adam.." Jessy berkata dengan suara yang tertatih. tubuhnya sudah sangat lemas.

tanpa banyak bicara Adam langsung mengangkat tubuh Jessy. tak peduli dengan darah yang kini mengotori tangan juga bajunya.

1
Laili Dwi Agustina
karyanya bagus tapi kenapa off ditengah jalan /Sob/
Moch Firman
markutet mphi
Moch Firman
apakah authornya ini Army
Moch Firman
V kamu ngapain di sini
Moch Firman
mphi ngapain kamu di situ
Memelia Paixao
mantannya vante muncul
Memelia Paixao
saingan baru Adam nih😀😎
Memelia Paixao
thor buat reva pergi yg jauh
피롷
pantes kya ga asing sama nama vante🤣🤣🤣🤣cuma 1 yg pernah ngomong bgtu🤣🤣🤣
피롷
heh markutet disini😭😭😭
🍃༺𝕳𝖚𝖏𝖆𝖓༻🥬🍒
JEJAK
la lauce🌷🌿
nangis aku bacanya bang😭😭😭😭
Hasanah Ana
mantap
amalia gati subagio
some body new 4 R, plz 😈
amalia gati subagio
beehhhh carakternya si A dangkal yack 🤓💪💪
amalia gati subagio
telmi, heeeh...segitu terharu dpt perhatian si L ma V, apa ortu lo gak perhatian ma lo R. 😈 hmmmm next 🤓💪💪
amalia gati subagio
why......😈🤓💪💪💪💪
amalia gati subagio
dunia halu, penasaran endingnya 😁😈
amalia gati subagio
aduh....bab berapa ya 🤓
amalia gati subagio
Bab si R sadar zalim dgn dirinya membiarkan si A menyakitinya & pergi itu Bab berapa ya 😁💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!