Dia, seorang Gadis yang tanpa sengaja harus rela menikah dengan laki-laki yang tidak ia cintai. Ayah nya membuat sebuah surat wasiat agar anak gadis nya itu mau menikah dengan Arzan.
Mau tidak mau, Jovata harus mengabulkan permintaan terakhir ayah nya itu. Kehidupan rumah tangga Arzan dan Jovata sangat tidak harmonis, gadis yang terkenal tengil dan suka membantah itu membuat Arzan pusing sendiri menghadapi nya.
Jangan lupa Like, Rate, Vote and Coment 😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nii R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30.Jova Tahu
Di hari yang berbeda, masih tetap sama Jova masih penasaran dengan isi di dalam ruangan tersebut. Arzan sendiri tidak merasa curiga ketika istri nya tidak merengek untuk ikut ke kantor. Jova mondar mandir sambil melihat jam makan siang untuk melancarkan aksi nya. Karena setelah diri nya makan siang, baru lah semua pelayan dan anak buah Arzan makan bersama di tempat yang khusus para anak buah.
Jova menghela nafas panjang, mengusap dada nya yang berpacu sangat kencang. Kini, Jova sudah berada di depan pintu besi itu, dengan perasaan ragu Jova menyentuh pintu tersebut. Dari pada mati penasaran, Jova langsung memencet beberapa tombol angka yang sudah ia ketahui sebelum nya. Masih ragu, karena Jova takut jika sandi nya berubah atau diri nya salah lihat.
Namun tidak, pintu besi itu langsung berbunyi lalu terbuka. Jova langsung masuk, gadis itu sangat terkejut karena pintu besi yang membuat nya penasaran selama ini memiliki ruangan yang sangat besar. Jova semakin penasaran, gadis itu mulai menyusuri ruangan tersebut. Gadis ini tidak bodoh, Jova sebelum nya sudah mematikan seluruh cctv yang ada di rumah ini.
Semakin masuk, Jova semakin syok ketika melihat banyaknya tumpukan senjata yang berada di dslam peti tidak tertutup. Semakin syok lagi ketika Jova melihat beberapa orang yang di ikat dalam jeruji besi seperti di dalam penjara. Jova semakin ketakutan, tubuh nya bergetar, apa lagi semua orang itu sudah babak belur. Jova memberanikan diri untuk menghampiri salah seorang tawanan.
"Siapa kau? kenapa kau ada di sini?" tanya Jova dengan ekspresi wajah takut.
Pria itu mendongak, menatap tajam ke arah Jova lalu balik bertanya, "Kau yang siapa? kenapa kau di sini? apa bajingan itu juga menangkap mu?"
Jova semakin tidak mengerti dengan pertanyaan itu, "Bajingan siapa yang kau maksud?" tanya nya bingung.
Pria itu menyunggingkan senyum nya, sorot mata nya semakin tajam menatap ke arah Jova. "Katakan pada Az, bunuh aku sekarang!" ujar pria itu membuat Jova semakin ketakutan, ke dua tangan nya saling remas namun rasa penasaran nya semakin kuat ketiak menderngar inisial nama Az.
"Siapa Az? aku benar-benar tidak tahu." kata Jova.
"Dia adalah bos mafia paling kajam. Aku hanya seorang anak buah dari musuh nya tapi di telah menyiksa ku dan membunuh teman ku." jelas pria itu membuat tubuh Jova semakin bergidik ngeri.
Jova melirik jam yang melingkar di tangan nya, jam istirahat para pelayan dan anak buah Arzan akan segera berakhir. Bergegas Jova pergi meninggalkan pria itu. Rasa nya sangat ngeri sekali ketika Jova melihat banyak senjata api juga berbagai macam senjata tajam bahkan ada orang yang di ikat dengan wajah yang babak belur.
Jova kembali ke kamar, sebelum nya dia sudah menghidupkan kembali cctv yang sempat dia mati kan. Inisial nama Az, masih terngiang di otak Jova. Siapa dia? tidak, Jova langsung bergeleng kepala ketika pikiran nya langsung tertuju pada suami nya sendiri.
Rasa penasaran Jova semakin kuat, gadis itu mulai mencari sesuatu di dalam kamar suami nya untuk memuaskan rasa penasaran nya. Namun, tak satu pun Jova menemukan hal mencurigakan di dalam kamar ini. Jova ingat, Arzan memiliki ruang kerja jadi gadis itu memutuskan untuk pergi ke sana.
Jova mulai membuka laci dan juga lemari untuk mendapatkan sesuatu yang bisa menghilangkan rasa curiga pada suami nya. Namun, dengan sangat jelas terpampang nyata ketika Jova menemukan sertifikat senjata api yang beratasnamakan suami nya bahkan inisial Az tertulis dalam lembar kertas tersebut.
Jova langsung mundur, menutup mulut nya tidak percaya, "Ternyata selama ini aku hidup dengan orang yang kejam dan jahat." kata Jova mulai ketakutan. "Dia seorang mafia, kenapa apa aku tidak menyadari hal ini?"
Jova yang takut langsung mengemasi kembali kemudian kembali ke kamar nya. Sejauh ini, Arzan masih bersikap baik pada nya bahkan sangat menjanjakan Jova. Jova merasa sedih, gadis ini merasa di bohongi oleh Arzan. Ketika Jova mengingat banyak nya senjata yang ada di dalam ruangan itu, tiba-tiba Jova teringat sesuatu.
"Apakah Arzan yang sudah membunuh ayah ku?" tanya nya pada diri sendiri. Air mata mulai menggenang di pelupuk mata, Jova yakin jika Arzan lah yang sudah membunuh nya.
Seharian, Jova hanya mengurung diri di dalam kamar. Arzan yang baru saja pulang merasa ada yang aneh pada istri nya ini. Wajah nya murung, bahkan Jova tidak menyambut kepulangan suami nya.
"Bee,...apa kau sakit?" tanya Arzan menghampiri istri nya. Arzan hendak menyentuh wajah istri nya namun langsung di tepis oleh Jova.
"Aku baik-baik saja, pergi lah mandi." kata Jova dengan nada dingin nya. Sebisa mungkin Jova akan bersikap biasa saja atau pura-pura tidak tahu. "Aku akan menyiapkan pakaian mu." kata Jova kemudian berlalu pergi begitu saja.
"Apa kau marah pada ku bee?" tanya Arzan yang mengekor di belakang istri nya.
"Tidak, cepatlah mandi." kata Jova.
Tidak ingin ribut, Arzan memutuskan untuk mandi. Selesai mandi, Arzan pikir istri nya ini sudah kembali ceria namun nyata nya sama saja. Jova hanya sibuk dengan ponsel nya, gadis ini sebenarnya merasa takut sekarang.
Di meja makan, Jova tidak seperti biasanya. Jova nampak diam bahkan hanya fokus pada makanannya. Membuat Arzan merasa tidak enak dengan suasana seperti ini.
"Kau ini sebenarnya kenapa bee?" Arzan bertanya lagi.
"Tidak kenapa-kenapa, aku hanya lelah." kata Jova tanpa menatap wajah suami nya. "Aku sudah kenyang, aku kembali dulu ke kamar." ujar Jova lalu beranjak begitu saja tanpa menghiraukan suami nya.
Arzan tidak terima dengan perlakuan istri nya yang seperti ini, pria itu mengejar istri nya hingga masuk ke dalam kamar. "Katakan, apa yang kau inginkan? apa makanan nya tidak enak?" tanya Arzan.
"Aku hanya lelah, aku ingin tidur." kata Jova dengan malas nya. "Istirahat lah, kau pasti lelah sudah bekerja seharian." timpal Jova kembali.
Gadis itu langsung naik ke atas tempat tidur, memejamkan mata untuk menetralkan hati nya yang masih syok. Arzan juga naik keatas tempat tidur, memeluk istri nya dari belakang. Gadis ini kaku, dia hanya diam saja ketika suami nya memeluk padahal Jova sendiri belum tidur.
"Jika aku punya salah, aku minta maaf bee.Jangan diamkan aku seperti ini bee, aku tidak bisa." kata Arzan namun tetap saja Jova masih setia dengan diam nya. "Seharian ini aku hanya di kantor bee, aku janji tidak akan macam-macam dengan perempuan lain di luar sana." pria itu masih mengoceh namun tetap saja Jova masih setia dengan diam nya. Bunyi dengkuran halus sengaja di keluarkan Jova agar suami nya berhenti bicara.
nyesek pasti itu Arzan dikatai tua 😂😂😂😂