[SUDAH TERBIT]
Ingin beli, chat me atau DM di @diagaa11
Dengan sengaja aku menggantikan kakakku di hari pernikahan kakakku. Namun pada akhirnya aku kehilangan pria yang kucintai, inikah karma?
***
Zora: Aku ini istrimu apa peliharaan yang selalu di kurung?
Gavin: Sekali kau menjadi milikku, jangan berharap orang lain bisa menyentuhmu
Cek lanjutannya...
Note: Part tidak lengkap karena untuk kepentingan penerbitan.
#My Third Novel#
Ig: @diagaa11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiAgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merasa Bersalah
"Bisa video call nggak"
"Tumben ajak VC, kenapa?"
"Cuma pengen lihat keadaan kamu,"
"Ok,"
Radit mengubah dari panggilan biasa menjadi video call, muncul wajah Gavin di layar ponsel Radit. Radit sedikit menunjukannya pada Zora tanpa menampakkan wajah Zora.
"Muka masih pucet gitu?"
"Nanti kalo lihat kerjaan juga baik lagi,"
"Susah banget di bilangin buat istirahat aja! Insomnia kamu gimana?"
"Masih sama, tetep butuh pil tidur,"
"Jangan banyak-banyak konsumsi obat-obatan, ginjal kamu yang nggak kuat nanti!"
"Ya udah, aku masih ada meeting. Aku tutup dulu,"
"Ya udah, tetep jaga kesehatan!"
"Iya!"
Radit mengakhiri video call mereka dan menatap ke arah Zora yang sejak tadi senyam-senyum sendiri.
"Gimana puas?" tanya Radit
"Makasih Radit, puas banget!" ujar Zora
"Ya udah makan, lain kali kalo ada apa-apa harus kabarin aku ya!" ucap Radit
"Iya Dit," jawab Zora
Semoga semua sikapku ini akan selalu kau ingat bahkan saat aku sudah pergi meninggalkanmu - Batin Radit
.
.
.
.
.
*****
Pernikahan Viola
Zora memaksakan diri untuk kembali pulang, ia ingin melihat pernikahan kakak tersayangnya itu secara diam-diam. Zora datang bersama Bryant dan Rose. Zora datang dengan tampil beda.
Zora datang dengan perutnya yang mulai membesar, rambutnya pendek, memakai dress putih, make up yang sedikit tebal, dan memakai softlens.
Zora diam-diam menghampiri Viola dan bersalaman layaknya tamu lain dan memandang lekat Viola sambil berbisik.
"Kau sangat cantik hari ini kak!" bisik Zora
"Kauu.... Kenapa kau di sini?" kaget Viola
"Aku ingin melihat gadis cantik yang hari ini menjadi pengantin," lirih Zora
"Kau tunggu aku di belakang, jangan di sini! Bahaya tau, aku akan menemuimu. Sebentar lagi resepsinya selesai," bisik Viola
"Baiklah," jawab Zora
Zora turun dari atas panggung pengantin dan menemui Rose.
"Rose aku akan menunggu kakakku di belakang. Di sini terlalu banyak orang," bisik Zora
"Baiklah, jangan lama-lama di sini! Aku akan kembali ke hotel, setelah selesai hubungi aku biar sopirku menjemputmu!" bisik Rose
"Tentu," jawab Zora
Zora melangkahkan kakinya dan melihat Gavin dari kejauhan yang duduk dengan wajah datarnya.
Astaga, kenapa dia semakin lama semakin tampan? - Batin Zora
Zora berbalik badan dan berpura-pura mengambil gelas minuman, namun saat hendak berbalik Gavin tak sengaja menabraknya.
Bugg...
Gavin tak sengaja menabrak Zora dengan pundaknya saat berjalan.
"Maaf," jawab Gavin datar
"Hmm..." jawab Zora
Zora berlari pergi dan mengamati Gavin dari kejauhan. Zora tidak tau apakah dia sudah jatuh cinta, tapi sejak kehamilannya ia selalu merasa ingin melihat wajah Gavin. Gavin yang baru melangkahkan kakinya, langsung berhenti saat mengingat sesuatu.
Tunggu, suara tadi.... Kenapa aku merasa mirip dengan Zora? - Batin Gavin
Gavin berbalik dan berlari mencari keberadaan Zora. Ia berkeliling ke seluruh gedung resepsi untuk mencari Zora namun tidak kunjung ketemu.
"Ck sialan, aku yakin tadi suara Zora!" kesal Gavin
"Gavin!" panggil Ayah Gavin
Mendengar di panggil oleh ayahnya, Gavin berbalik dan menemui ayahnya yang duduk di meja VVIP.
"Kenapa baru datang? Dan kenapa tidak memakai jass yang kemarin ayah belikan untukmu?" tanya Ayah Gavin
"Malas," jawab Gavin datar
"Kau ini selalu susah untuk di bilangi! Ini pernikahan sepupumu!" kesal Ayah Gavin
"Dengan mantan calon istriku," jawab Gavin
"Apa kau masih belum merelakannya?" tanya Ayah Gavin
"Rela, kenapa tidak? Lagi pula sekarang ada wanita yang lebih penting untukku," ujar Gavin
"Apa kau jatuh cinta pada Zora?" tanya Ayah Gavin
"....."
"Haih, pria sepertimu mana mungkin jatuh cinta dengan Zora. Lebih baik kau menemui Putri Tuan Kusuma, aku dengar dia tertarik padamu. Ia seorang wanita yang lemah lembut dan anggun," jelas Ayah Gavin
"Ayah! Aku masih menikah, aku masih berstatus suami. Aku juga punya istri," kesal Gavin
"Tapi ayah tidak mengakuinya," jawab Ayah Gavin
"Kenapa? Kenapa ayah selalu tidak setuju dengan pernikahanku selama ini? Lagipula Zora juga menyetujuinya," kesal Gavin
"Ayah setuju-setuju saja jika kau menikah dengan Zora, tapi yang ayah tidak rela adalah kenapa harus kau yang menikahi Zora?" tanya Ayah Gavin
"Maksudnya?" tanya Gavin
"Kamu yang terlalu buruk untuk gadis sebaik Zora. Zora hanya tau dunia yang indah, bukan dunia kejam yang selalu kau tekuni!" tegas Ayah Gavin
"......"
"Ayah akan lebih setuju jika seorang wanita seperti Fairy Kusuma yang menjadi istrimu. Setidaknya dia bisa menghadapi dunia bisnis yang kejam," jelas Ayah Gavin
"Bagaimana jika aku tidak ingin melepaskan Zora dan tetap ingin menjadi suami Zora?" tanya Gavin
"Ayah tidak melarang jika Zora mau hidup denganmu, ayah hanya takut jika kalian saling menyakiti," tutur Ayah Gavin
"Bagaimana jika Zora tetap mau menjadi istriku?" tanya Gavin
"Asal dia tidak terpaksa, maka ayah akan merestui hubungan kalian," jawab Ayah Gavin
"Zora pasti akan kembali padaku!" ucap Gavin percaya diri
"Ayah memberimu kesempatan, segera temukan Zora dan ceraikan dia, jangan kurung dia dengan amarahmu. Gadis sepertinya juga berhak bahagia, kau jangan egois!" tutur Ayah Gavin
"Tidak! Zora hanya istriku, dia milikku dan akan selalu menjadi milikku!" tegas Gavin
"Haih, terserah kau lah kepala batu!" kesal Ayah Gavin
Bukan apa-apa, hanya saja Ayah Gavin merasa kalau Gavin terlalu buruk untuk Zora. Perasaan bersalah selalu menghantui Ayah Gavin karena membiarkan Gavin menikahi Zora.
"Tuan Adhitama...." sapa Tuan Kusuma yang baru datang
"Tuan Kusuma, apa kabar?" tanya Ayah Gavin
"Hahahaha seperti biasa, selalu baik-baik saja," jawab Tuan Kusuma
"Ini pasti Fairy kan?" tanya Ayah Gavin
"Iya om saya Fairy," ujar Fairy Kusuma
"Ini pasti Gavin kan?" tanya Tuan Kusuma
"Gavin," ujar Gavin formal
"Oh iya-iya nak," jawab Tuan Kusuma
"Gavin, sebaiknya kau pergi bersama Fairy. Ayah ada urusan dulu dengan Tuan Kusuma," ucap Ayah Gavin
"Baik yah," jawab Gavin datar
Fairy dengan senang hati berjalan bersama Gavin. Fairy mengajak Gavin pergi ke taman yang ada di samping gedung. Sementara itu pandangan sengit Zora tak lepas dari Gavin dan Fairy.
"Namamu Gavin kan?" tanya Fairy yang mencoba akrab
"Iya nona," jawab Gavin formal
"Jangan terlalu formal, panggil saja Fairy," ujar Fairy
"Iya," jawab Gavin dingin
Fairy mencoba lebih akrab dengan Gavin. Fairy jika dilihat-lihat memang cantik, tapi dengan sekali tebakan Gavin langsung tau kalau Fairy cantik karena make up. Itu yang membuat Gavin semakin jijik dengan Fairy, apalagi mysophobia nya kan belum sembuh.
"Apa kau sudah punya pasangan?" tanya Fairy
"Sudah," jawab Gavin singkat
"Sudah lama bersama?" tanya Fairy
"Sudah,"
Zora merasa kesal melihat kedekatan antara Gavin dan Fairy. Sebenarnya Zora bingung, ini karena hatinya atau bawaan bayinya.
"Dasar ganjen!" kesal Zora yang melihat dari kejauhan
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Happy reading:)
Rasain tuh Vin,saat kamu di tinggal baru kamu tau arti kehilangan dan penyesalan..😡😡