NovelToon NovelToon
Super Sistem Pekerjaan Impian

Super Sistem Pekerjaan Impian

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah dipecat dari pekerjaannya dan diputuskan oleh sang pacar di hari yang sama, Bima Aditama mengira hidupnya telah hancur, hingga sebuah "Sistem Pekerjaan Impian" mendadak muncul dan memutarbalikkan nasibnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Siska sudah bersiap untuk memaki pelayan toko itu, tapi Bima mengangkat tangannya memberi isyarat untuk diam.

"Ponsel itu diciptakan untuk mempermudah hidup, bukan untuk disembah dan dilindungi secara berlebihan," ucap Bima santai.

"Kalau memang tidak sengaja jatuh dan rusak, ya tinggal beli baru saja."

"Kenapa harus repot merusak estetika desain pabriknya dengan karet pelindung yang jelek ini."

Keheningan sesaat terjadi di dalam toko tersebut.

Lalu Rina meledak dalam tawa yang penuh dengan nuansa penghinaan murni.

"Tinggal beli baru katanya?"

"Mas ini sedang melawak atau memang sudah kehilangan akal sehat?"

"Mas pikir ponsel tiga puluhan juta ini harganya sama dengan kacang goreng yang bisa dibeli setiap hari?"

Komentar di siaran langsung Siska juga ikut ramai menertawakan ucapan Bima.

"Hahaha, pria ini terlalu sombong!"

"Rusak tinggal ganti baru? Astaga, bahkan sultan minyak pun akan berpikir dua kali."

"Dia terlalu banyak menonton film fiksi sepertinya."

Bima tidak mempedulikan semua tawa ejekan itu, dia merogoh saku celana jinsnya dengan perlahan.

Dia mengeluarkan ponsel pintarnya dan membuka aplikasi pembayaran digital kelas atas yang terhubung langsung dengan rekening pribadinya.

"Mbak Rina."

Suara Bima mendadak berubah menjadi sangat dingin dan penuh otoritas, menghilangkan semua nada santai sebelumnya.

"Bungkus semua warna dari ponsel seri Pro Max keluaran terbaru ini."

Rina menghentikan tawanya dan menatap Bima dengan dahi berkerut.

"Satu warna satu unit maksud Mas? Coba kumpulkan uangnya dulu baru bicara deng..."

"Bukan satu," potong Bima mutlak.

"Bungkus masing-masing warna lima unit."

Mata Rina seketika terbelalak lebar, mulutnya terbuka tapi tidak ada suara yang keluar.

"Total ada empat warna utama kan? Berarti dua puluh unit ponsel seri tertinggi."

Bima mengetukkan jarinya ke atas meja kaca etalase itu.

"Dan tambahkan satu unit Laptop edisi paling mahal dengan spesifikasi penuh rakitan khusus."

"Total semuanya berapa?"

Suasana di dalam butik elit itu berubah menjadi hening setenang kuburan.

Para pelanggan lain yang tadinya ikut menertawakan Bima kini mematung di tempat mereka berdiri.

Dua puluh unit ponsel tertinggi ditambah komputer spesifikasi maksimal.

Total pembelanjaan itu pasti menyentuh angka tujuh ratus juta rupiah.

"M-mas sedang bercanda kan?" tanya Rina dengan suara yang mulai bergetar hebat.

"Saya tidak punya waktu untuk bercanda dengan pelayan toko sombong sepertimu."

Bima menempelkan layar ponselnya ke mesin pembaca pembayaran digital yang ada di atas meja kasir.

Ting.

Sebuah suara notifikasi yang sangat jernih terdengar dari mesin kasir tersebut.

Layar mesin itu menunjukkan tanda centang hijau besar yang menandakan bahwa pembayaran ratusan juta rupiah telah berhasil diproses tanpa penolakan.

"Pembayarannya sudah lunas, silakan periksa mutasi rekening sistem toko kalian sekarang juga," ucap Bima dingin.

Rina buru-buru berlari ke arah mesin kasir dan melihat layar monitor sistem keuangannya.

Napasnya nyaris berhenti saat melihat angka tujuh ratus lima puluh juta rupiah baru saja masuk ke dalam rekening perusahaan.

Dan nama pengirim yang tertera di sana adalah Bima Aditama.

Kaki Rina mendadak lemas hingga dia harus berpegangan kuat pada ujung meja kasir agar tidak jatuh pingsan.

Pria berkemeja flanel lusuh yang baru saja dia hina habis-habisan ternyata benar-benar seorang miliarder gila.

Dia membelanjakan uang ratusan juta rupiah secara tunai semudah membeli sebotol air mineral di minimarket.

Ruang komentar di siaran langsung Siska langsung meledak hebat seperti gunung berapi yang erupsi.

"Gila! Gila! Gila!"

"Tujuh ratus juta dibayar tunai! Siapa pria ini sebenarnya?!"

"Astaga, dia benar-benar sultan yang sedang menyamar!"

"Rusak tinggal ganti baru ternyata bukan bualan kosong, dia benar-benar membuktikannya!"

Siska sendiri mematung memegang tongkat kameranya, tidak percaya dengan adegan gila yang baru saja terjadi di depan matanya.

Dia tahu Bima itu kaya karena punya Lamborghini Urus, tapi cara Bima menghabiskan uang benar-benar di luar nalar manusia normal.

Manajer butik yang sedang berada di ruang belakang langsung berlari keluar saat mendengar ada transaksi super besar.

Manajer pria itu melirik layar kasir lalu menatap Bima dengan pandangan penuh rasa hormat yang mendalam.

"S-selamat malam Tuan, terima kasih atas pembelian luar biasa Anda malam ini," sapa manajer itu sambil membungkuk dalam.

"Saya minta maaf jika ada pelayanan dari staf kami yang kurang memuaskan."

Bima melipat kedua tangannya di dada dan menatap manajer itu dengan tenang.

"Pelayanan kalian sangat buruk."

Bima menunjuk ke arah Rina yang wajahnya sudah memucat seperti mayat.

"Pelayan ini menilai isi dompet pelanggan hanya dari pakaian yang mereka kenakan."

"Dia bahkan melarang kami melihat-lihat hanya karena teman saya menyalakan kamera."

Manajer toko itu langsung memelototi Rina dengan tatapan yang sangat tajam dan mematikan.

"Rina! Apa yang sudah kamu lakukan pada Tuan Bima?" bentak manajer itu murka.

"S-saya minta maaf Pak, saya tidak tahu kalau beliau adalah pelanggan VVIP," tangis Rina dengan suara gemetar ketakutan.

"Saya benar-benar minta maaf, Tuan Bima, tolong maafkan saya!"

Rina menundukkan kepalanya dalam-dalam, air matanya mulai menetes karena takut kehilangan pekerjaannya di tempat elit ini.

"Minta maaflah pada teman saya, bukan pada saya," jawab Bima tanpa belas kasihan.

Rina buru-buru berbalik menghadap Siska dan membungkuk berkali-kali.

"Mbak Siska, saya minta maaf atas kata-kata kasar saya tadi, tolong maafkan kesombongan saya."

Siska merasa sedikit canggung melihat pelayan yang tadinya sangat angkuh kini mengemis ampunan padanya.

"Ya sudah, lain kali jangan bersikap diskriminatif pada orang lain," ucap Siska berbesar hati.

Manajer toko itu lalu memberi isyarat kepada staf lain untuk segera menyiapkan semua pesanan Bima dengan kemasan paling eksklusif.

"Tuan Bima, pesanan Anda cukup banyak, apakah Anda ingin kami mengirimkannya langsung ke alamat rumah Anda?" tawar sang manajer ramah.

"Tidak perlu, kami akan membawanya sendiri."

Bima lalu mengambil satu kotak ponsel dari tumpukan barang yang sedang disiapkan itu dan menyerahkannya pada Siska.

"Ini untukmu, anggap saja sebagai modal agar kualitas siaran langsungmu lebih bagus lagi."

Siska terbelalak kaget menerima kotak ponsel seharga puluhan juta itu secara cuma-cuma.

"K-Kak Bima, ini terlalu mahal, aku tidak bisa menerimanya!" tolak Siska panik.

"Ambil saja, atau aku buang ke tempat sampah di depan toko ini sekarang juga," ancam Bima santai.

Siska akhirnya menerima kotak itu dengan tangan gemetar dan perasaan bahagia yang meluap-luap.

"Terima kasih banyak Kak Bima, Kakak benar-benar pahlawan superku hari ini!"

Ting.

[Sistem Pekerjaan Impian: Evaluasi Dampak Sosial]

[Tindakan Host telah memicu efek kejut psikologis massal dan dominasi kelas sosial]

[Reputasi Host di kalangan publik meningkat drastis]

Bima membaca notifikasi itu dengan senyum tipis di bibirnya.

Setelah semua barang dikemas rapi ke dalam tiga tas belanja kertas berukuran besar, Bima mengambilnya dengan kedua tangannya.

Dia dan Siska berjalan keluar dari butik elektronik itu bagaikan raja dan ratu yang baru saja menaklukkan sebuah wilayah.

Meninggalkan Rina dan seluruh pelanggan toko dalam keheningan panjang yang dipenuhi oleh rasa penyesalan dan kekaguman.

"Nah, urusan belanjamu sudah selesai kan?" tanya Bima pada Siska saat mereka berjalan di lorong mal.

"Sudah Kak, tapi kita mau ke mana lagi dengan barang bawaan sebanyak ini?"

"Kita bawa semua ini ke mobil, lenganku lumayan pegal membawa puluhan ponsel ini."

Mereka berdua berjalan menuju lift khusus yang menghubungkan lantai perbelanjaan dengan area parkir VIP bawah tanah.

Malam ini, Bima sekali lagi membuktikan bahwa kesombongan tidak akan pernah bisa menang melawan kekuatan uang tanpa batas yang digunakan pada saat yang tepat.

1
Naga Hitam
wahh tidak ada truk tronton
YUI: tidak perlu ketabrak truk dulu🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bodoh dan arogan x kau vina ..tak sabar mau tau gmn reaksi x saat tau siapa bima 🤣🤣 makin seruuu dan yg pasti up x benar2 bikin puasss 👍👍
Oarashi
gas
Yuliana Tunru
cuma bisa bilang wooow bima ..cslon pacar udaman tuh siska 🤭🤭
Kasma Wati
.🤣🤣🤣🤣🤣
Heri Susanto8246
bodoh
Yuliana Tunru
up x ndk kaleng3 ..ma kasih thorr 💪💪 trs ya 👍👍
aldo
lanjut author semangat terus 🙏🙏🙏🙏
Yuliana Tunru
cerita yg bagus thorr wuka gaya bima yg tenang tp cerdik..bonus vote buat kisah mu
YUI: terimakasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!