NovelToon NovelToon
Ketika Pengorbanan Dipermainkan

Ketika Pengorbanan Dipermainkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:20.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Mentari adalah CEO konglomerat besar yang menyamar menjadi karyawan biasa demi mencari cinta sejati. Ia bertemu dengan Bara seorang pekerja yang sangat ulet dan ambisius. Selama tiga tahun ia menjalin hubungan dan diam-diam membantu pria itu membangun perusahaan.

Bara pernah berjanji akan memberikan pernikahan yang megah setelah sukses, tetapi setelah berhasil meraih kejayaan sikap pria itu ternyata berubah.

Pada malam peresmian perusahaan, Vanya, sahabat sekaligus sekretaris Bara menghina dan mempermalukan Mentari. Namun, Bara hanya diam dan berpura-pura tidak melihat.

Kecewa dengan sikap pria itu, Mentari pun pergi dan menghentikan seluruh bantuan yang selama ini diberikannya.

Saat Bara menyesali perbuatannya dan berusaha mendapatkan Mentari kembali, wanita itu telah menemukan kebahagiaan bersama Titan, seorang miliarder yang mencintainya dengan tulus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Pertemuan Setelah 3 Tahun

.

Dua hari setelah percakapannya dengan sang ayah, Mentari akhirnya menuruti perintah ayahnya untuk bertemu dengan Titan di sebuah restoran eksklusif yang biasa digunakan para pengusaha untuk membicarakan urusan bisnis. Mentari datang lebih dahulu bersama Bram, lalu memilih meja di dekat jendela. Ia sudah berusaha bersikap biasa saja sejak berangkat dari rumah, tetapi entah mengapa, mengetahui bahwa ia akan bertemu Titan setelah sekian lama membuatnya merasa sedikit gugup.

Sudah hampir tiga tahun mereka tidak pernah berbicara seperti dulu. Mentari lebih banyak menghindari Titan karena merasa tak enak hati karena menolak perjodohan yang diatur oleh orang tua mereka. Sekarang, setelah semua yang terjadi dengan Bara, ia malah harus kembali berhadapan dengan pria yang pernah disia-siakannya itu.

“Nona, Tuan Titan sudah tiba,” ujar Bram ketika melihat seorang pria memasuki restoran.

Mentari spontan menoleh dan terlihat olehnya seorang pria mengenakan setelan jas berwarna gelap berjalan memasuki ruangan dengan langkah tenang.

TITAN DANUARTA. Seorang pengusaha muda sukses yang namanya begitu terkenal dalam dunia bisnis hingga ke manca negara.

Beberapa orang yang berpapasan dengannya menyapa dengan hormat, sementara pria itu membalasnya dengan anggukan singkat sebelum mengarahkan pandangan ke sekitar ruangan.

Begitu melihat Mentari, ia langsung berjalan menghampiri meja mereka.

“Maaf membuatmu menunggu,” katanya sambil menarik kursi di hadapan Mentari.

Mentari menggeleng. “Aku juga baru datang.”

Titan tersenyum tipis, lalu duduk. Setelah menyapa Bram sekilas, ia kembali memandang perempuan di hadapannya. Dan Bram, setelah memastikan Mentari bersama dengan Titan, asisten bertangan dingin itu segera undur diri.

“Sudah lama kita tidak bertemu seperti ini.” Tatapannya berhenti sejenak pada wajah Mentari. “Bagaimana kabarmu?”

Mentari mengangkat alisnya, kemudian menghembuskan napas pendek. “Kamu pasti sudah mendengar beritanya, kan? Untuk apa masih bertanya?”

Titan tertawa kecil mendengar ucapan Mentari. “Jadi, sekarang aku tidak boleh menanyakan kabarmu?”

“Bukan begitu.” Mentari mengalihkan pandangan ke arah lain. “Aku hanya merasa pertanyaan itu tidak perlu. Kamu sudah tahu apa yang terjadi.”

“Aku memang mendengar beberapa hal,” ucap Titan. "Tapi kan aku tetap ingin bertanya bagaimana kabarmu.”

Mentari kembali menatap ke arah Titan. Pria itu tidak terlihat sedang mengejek atau berusaha membuatnya merasa malu. Ia terlihat begitu tenang, seolah kejadian di pesta peluncuran perusahaan Bara bukan sesuatu yang perlu dibahas.

Mentari merasa sedikit canggung dengan sikap Titan. Dulu, Titan juga seperti ini. Pria itu tidak pernah memaksanya bercerita ketika ia sedang tidak ingin bicara. Begitu pengertian tanpa pernah minta untuk dimengerti. Benar-benar sosok idaman. Hanya saja, waktu itu Mentari terlalu sibuk mengejar keinginannya sendiri sampai tidak pernah menghargai sikap Titan.

“Kalau begitu, anggap saja aku baik-baik saja,” jawabnya akhirnya.

“Aku percaya." Titan mengangguk pelan. “Dan aku juga percaya walau apapun yang terjadi kamu akan selalu baik. Karena kamu gadis yang kuat.”

Mentari tertegun mendengar kata-kata Titan. Apalagi ketika melihat sorot mata pria itu yang begitu teduh. Matanya yang hitam legam, membuatnya seolah ingin masuk dan tenggelam di dalamnya.

Setelah itu, Titan tidak lagi menyinggung kejadian di pesta tersebut. Pria itu malah mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan perkembangan perusahaan milik Mentari dan bertanya apa mereka bisa menjalin kerjasama seperti perusahaan kedua orang tua mereka.

Mentari berusaha menjawab semua pertanyaan Titan dengan baik. Namun, saat ia mengalihkan pembicaraan dengan bertanya tentang perusahaan Titan dan pria itu menjelaskan, tanpa sadar ia malah memperhatikan pria itu diam-diam.

Titan yang saat ini duduk di hadapannya, benar-benar berbeda dari Titan tiga tahun yang lalu. Pria itu terlihat dewasa, bahunya tampak lebih tegap dalam balutan jas yang dikenakannya. Garis wajahnya semakin tegas, pembawaannya lebih tenang, dan setiap kali berbicara, ada kewibawaan yang membuat orang lain secara alami memperhatikan perkataannya.

Mentari sampai tidak sadar bahwa ia sudah memperhatikan pria itu terlalu lama.

“Kenapa?” tanya Titan tiba-tiba.

Mentari tersentak kecil. “Apa?”

“Kau melihatku sejak tadi. Apa ada sesuatu di wajahku?”

“Tidak!” jawab Mentari terlalu cepat.

“Aku pikir ada cabe di gigiku?” Titan tertawa terkekeh membuat Mentari justru menjadi semakin salah tingkah.

“Apa-apaan ini? Kenapa aku malah memperhatikan penampilannya?” gumam Mentari dalam hati.

Obrolan mereka terjeda sejenak dengan datangnya pelayan yang mengantar hidangan. Mentari sedikit tertegun, ia bahkan belum memesan, tetapi yang saat ini tersaji di depan matanya semua adalah hidangan favorit nya. Titan masih mengingat semuanya.

Tiba-tiba saja ia merasa hatinya bagai tercubit. Bayangan tiga tahun bersama Bara kembali terlintas. Seperti baru kemarin, dia yang selalu harus mengingat semua kebutuhan Bara sementara pria itu sama sekali tak pernah sepeduli itu padanya.

“Aku benar-benar konyol," bisiknya dalam hati mengingat dirinya telah membuang begitu banyak waktu, harta dan tenaga hanya untuk mendukung Bara.

Lalu, apa yang ia dapatkan sebagai balasan? Penghinaan di depan banyak orang. Bara bahkan tidak bersedia membelanya ketika Vanya mempermalukannya. Pria yang selama ini ia anggap istimewa itu justru takut keberadaannya akan merusak citra perusahaan.

“Lalu sekarang bagaimana?" tanya Titan saat mereka baru saja menghabiskan dessert masing-masing.

Mentari mengangkat wajahnya dengan kening berkerut. “Apanya yang bagaimana?" tanya gadis itu bingung.

“Kita," jawab Titan dengan mata menatap lekat wajah Mentari. "Ayahmu bilang kamu sudah setuju dengan perjodohan keluarga kita. Tapi aku tidak ingin kamu melakukannya dengan terpaksa. Aku tidak ingin kamu melakukan sesuatu yang nantinya akan kamu sesali.”

Mentari membalas tatapan itu dalam diam. Tatapan kedua mata mereka beradu seakan Mentari ingin menyelami lebih jauh lagi dalam hati pria itu.

"Lalu kamu sendiri bagaimana?" tanya Mentari kemudian. "Aku yang terang-terangan pernah menolakmu. Jika itu aku yang jadi kamu, aku pasti merasa harga diriku sudah terluka. Apa kamu benar-benar masih ingin melanjutkan perjodohan itu?”

Titan menyandarkan punggungnya dengan syarat mata yang tetap teduh. "Sesuatu yang ada di dalam sini…” ucapnya dengan ujung telunjuk yang menyentuh dadanya sendiri. “...Sama sekali tak pernah berubah. Jika kamu memang bilang iya, maka selama apapun waktu yang kamu butuhkan untuk menenangkan diri, aku pasti akan menunggunya."

Mentari menundukkan pandangan, jemarinya perlahan meremas ujung serbet yang berada di atas pangkuannya. Ia benar-benar merasa malu berhadapan dengan Titan saat ini.

“Mentari?”

Suara Titan membuatnya kembali mengangkat kepala. “Ya?”

“Tanyakan pada hatimu. Kita sudah sama-sama dewasa. Aku ingin kamu mengambil keputusan yang sesuai dengan keinginan hatimu sendiri. Jangan khawatir soal ayahmu. Aku yang akan bicara dengan beliau jika memang hatimu terasa berat."

Mentari kembali menundukkan kepalanya kemudian mengambil nafas dalam. Hanya beberapa saat hingga ia kembali mengangkat wajahnya dan tatapan mereka berdua kembali bertemu.

“Apakah kamu mau memberiku kesempatan?" tanyanya.

Titan tersenyum lebar dengan tangan yang secara spontan mengambil tangan Mentari dan menggenggamnya erat.

“Aku anggap pertanyaanmu ini adalah jawaban ‘IYA’."

1
Ayudya
malu kan kamu Vanya dan bara dllihat kenyataan yg ada bawa mentari dan Titan telah tunangan🥰🥰🥰🥰🥰
Ayudya
hey jalang Vanya ya jelas lah mentari bisa duduk dengan para petinggi Danuarta group lah Titan kan calon suaminya🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ryuka
👍👍👍👍😍😍😍😍😍😍😍
Ayudya
siapa juga yg mau balikan ma kamu bara 🤣🤣🤣🤣😍😍
Ayudya
nah kaget kan kamu bara siapa mentari yg telah kau sakiti dan kau sia sia kan🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
jalan keluarnya ya kehancuran bara.CEO kok bego banget🤣🤣🤣🤣🤣
Siskasuryaningsih
lain kali semua barang ambel aja semua nya, jangan di tinggal kan, teros jual kan,, kan keren tu, 🤭🤭🤭🤭..
Ayudya
gercep banget babang Tristan langsung main tembak aja🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
panik panik dah kamu bara🤣🤣🤣🤣
Ayudya
nah bara kamu akan kembali jadi gembel🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
ayo mentari balaskan semua rasa sakit yg telah bara berikan.tunjukan pada bara dan Vanya kalau kamu kuat
Mundri Astuti
bener" y si Vanya ...ga kapok juga...
Lucy
moga para preman bayaran Vanya ketangkap dan dikasih pelajaran,dan kau Vanya tunggu senjata makan tuan😀😀😀
Ariany Sudjana
semoga anak buahnya Titan bisa menangkap si pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
Titan Modus itu, supaya bisa dekat sama mentari 🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
segera*
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
tadi itu*
Muft Smoker
mau di bantu gx Titan ,, bntar aq ambil 🔨 🔨 🔨 dlu ,,

Mak boleh yx getok dikit anak ny ,, 🤭
Muft Smoker: ok klo bgtuuu ,, 👍🏻👍🏻👍🏻😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
jjiiiiaaaaah si ibu malah pesen cucu ,,
SIM ny blum ad Bu ,, 🤭🤭🤣🤣
Patrick Khan
gws ya anak emak🤲
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih.
Alhamdulillah sudah baikan kok
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!