NovelToon NovelToon
Mayat Gudang Kimia

Mayat Gudang Kimia

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Dunia Masa Depan
Popularitas:337
Nilai: 5
Nama Author: Martin deBs Komarudin1670

" Tolong keluarkan saya darisini...!! Saya mau keluar... Tolong bukain pintunya....!! " Triakan
keras Heru salah seorang eks pekerja pabrik garmen yang berlokasi di sentra industri terkemuka tak satupun ada yang merespon.
Entah tujuannya apa ia berkunjung ke area gudang yang sudah lama tutup akibat krisis yang berkepanjangan. Gudang kimia yang dulunya merupakan salah satu pabrik textile
terbesar yang pernah menyerap tenaga kerja
mencapai ribuan orang itu, kini tinggal nama saja karena sudah di alihfungsikan menjadi gudang penyimpanan zat kimia kain, sangat berbahaya bagi manusia . Gudang itu sendiri dulunya merupakan pabrik Garment terbesar yang pernah ada di negeri ini. Dan sekarang keberadaan gudang itu sendiri terbengkalai, tidak terawat sebagai mana mestinya. Kotor dan berdebu serta sebagian beberapa mesin operatornya banyak yang berkarat. Namun dibalik itu pun gudang kimia yang letaknya tak jauh dari deretan pabrik pabrik lainnya banyak menyimpan misteri kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martin deBs Komarudin1670, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Giliran Doni didatangi Intel polisi

" Percuma Mas..... Mereka pasti gak percaya

dan mereka lebih senang kalo saya masuk

penjara..... Agar proses pengadilan para buruh

yang saya jalankan menjadi berantakan atau

dibatalkan..... Itu sebenarnya yang mereka

 inginkan..... Bukan atas dasar tuduhan saya...

yang dipenuhi dengan rekayasa..... " Ucap Robin menjelaskan dengan sepenuh hatinya, demi meyakinkan pria kurir yang merupakan sepupu temannya itu.

" Rekayasa gimana maksud Mas......? " Tanya pria kurir itu sambil menatap Robin serius.

" Jadi begini, Mas.....Tuduhan telah menculik

terhadap teman teman mereka, termasuk

Heru terhadap saya, sebenarnya gak pernah

ada..... Itu mereka lakukan karena saya tengah

menghadapi gugatan saya dan tim pengacara

dari aliansi para buruh terhadap menejemen

perusahaan yang telah memberhentikan para

pekerja secara masal tanpa ada kompensasi

yang jelas.....Sementara mereka tidak setuju

dengan cara cara yang saya lakukan, karena

dianggapnya lamban..... Mereka lebih suka

suka dengan tindakan kasar atau kekerasan

pada pihak perusahaan, sebab menurutnya

mereka perusahaan telah dengan sengaja

membohongi para kaum buruh dengan janji

janji manis yang hingga sa'at belum juga

terlaksana..... Dan saya yang memimpin

serikat para buruh harus mau mengikuti aksi

 keras mereka .... Karena pemimpin mereka

 mas Heru yang kalah dalam pemilihan ketua

serikat emang sangat gencar menekan pihak

perusahaan agar mau memberikan haknya

terhadap nasib para buruh yang terdampak

akibat pemberhentian itu, Mas.... Sebenarnya

tujuannya sama tapi cara yang dilakukannya

berbeda..... Sementara perusahaan lebih suka

cara yang saya lakukan, karena sesuai dengan

koridor hukum ketenagakerjaan yang berlaku

di pemerintahan..... Makanya teman teman

mereka banyak yang hilang , karena aksinya

dianggap ilegal dan condong anarkis dengan

mendatangi langsung pihak perusahaan....

Termasuk ke area pabrik yang sudah lama

tutup.... . Dari situlah banyak kabar yang bilang

kalo teman teman mereka suka menghilang

setelah mendatangi bekas pabrik itu....Tapi

mereka gak percaya..... Makanya lebih yakin

 kalo aksi mereka, saya yang menggagalkan

padahal saya sendiri juga gak tau.... " Panjang lebar Robin menjelaskan membuat Niko pria kurir itu mulaii berpikir sambil mengusap usap rambutnya sebagai pertanda kalo dirinya ikut pusing juga memikirkan prihal masalah Heru

yang pernah bilang kalo ia akan mendatangi pabrik, namun setelah itu tidak terdengar lagi

kabarnya. Dirinya perlahan mulai mempercayai

ucapan Robin.

" Makanya sekarang saya baru sadar, Mas....

 kalo mas Heru pernah bilang, bahwa dirinya

akan mendatangi bekas pabriknya dan setelah

beberapa hari dia gak pernah nemuin saya

 lagi.... Saya pikir dia sudah berhasil melakukan

tuntutan yang pernah dijelaskan ke saya.....

 Gak taunya sampai sekarang gak ada kabar...."

Kata Niko yang mulia kalau kedatangannya ke pabrik itu pasti terjadi sesuatu disana. Dirinya juga salah tidak mendatangi secara teliti area pabrik garmen tersebut. Melihat kondisi pabrik tutup dan seperti tak terurus gitu, ia langsung pulang tanpa ada keinginan mau mengoreksi terlebih dahulu kondisi pabrik didalamnya.

" Saya juga mulai curiga Mas kalau di pabrik itu

seperti ada sesuatu yang janggal..... Buktinya

setiap ada yang datang ke tempat itu, besok

 nya mereka hilang, termasuk sepupu saya....

Saya juga baru menyadari kalo mas Heru

hilang bukan karena kasus penculikan....

melainkan ada penyebab lain setelah dirinya

 datang ke pabrik itu.... " Kata Niko sambil menghabiskan sisa minum kopinya.

" Pendapat saya juga begitu, Mas..... Tadinya

niat saya juga mau mendatangi bekas pabrik

 saya itu Mas.....Tapi takut dianggap merusak

proses hukum yang sedang berjalan dan tak

menutup kemungkinan juga perusahaan akan

menggugat balik jika saya ikut ikutan

menyambangi pabrik itu....Makanya saya coba

datang ke sini..... Eh ternyata Heru sepupu

mas itu hilang juga...... " Kata Robin prihatin juga setelah mendengar kabar dari Niko, pria kurir tersebut.

" Apa tidak sebaiknya kita datangi pabrik itu

Mas.... agar tabir ini menjadi jelas.... " Ucap Niko menawarkan opsi terhadap Robin. Pria itu terdiam sejenak, memikirkan baik buruknya jika dirinya mendatangi pabrik itu. Robin mencoba

berhitung untung ruginya jika dirinya ikut ikutan mendatangi pabrik. Apakah dirinya akan ikut hilang juga, ia akan membuktikan kesan buruk mereka terhadap dirinya.

" Tidak ada salahnya juga kalo saya harus coba

mengungkap misteri hilangnya teman saya

Heru.....Itung itung saya membalas budi jasa

baiknya dia terhadap saya..... " Kata Robin mempertimbangkan ucapan Niko yang dinilai nya ada sisi positifnya namun harus ada segi perhitungan yang harus dijalankan.

" Saya yakin pasti ada sesuatu yang mungkin

telah terjadi disana..... " Kata Niko meyakinkan Robin yang masih dalam keadaan maju mundur

mendatangi pabrik yang sudah berubah fungsi menjadi gudang kimia tersebut.

" Firasat saya juga begitu..... Soalnya ada pula

sebagian teman teman saya yang mengatakan

seperti itu, sering hilang usai mendatangi

pabrik..... " Kata Robin melangsir ucapan rekan rekannya kaum buruh. Kini bola api berada di tangan Robin, jika ia salah sedikit saja dirinya bisa terbakar, tapi seandainya Robin bisa dengan mudah memainkan bola api itu, atau bisa mengungkap tabir hilangnya semua rekan rekan mantan pekerja pabrik garmen itu secara otomatis sudah mengusik ketenangan hidup

pak Chan yang telah digadang gadang bakal memenangi kasus yang sudah terlalu lama dan banyak menelan korban jiwa serta tidak sedikit pula uang yang sudah dibayarkan pak Chandra terhadap para tim pembela perusahaan itu.

Sebab seandainya sampai ia tidak berhasil memenangkan mega kasusnya terhadap Robin

ia akan menghadapi rentetan kasus yang lebih besar lagi yang akan mengantarkannya masuk penjara , bisa dimungkin juga hukuman mati karena pasti bisa terbukti secara sah dan meyakinkan kalo Chandra adalah orang dibalik kasus hilangnya para kaum buruh tersebut.

Kalo ini terjadi bukan tidak mungkin beliau akan murka serta marah besar terhadap siapa saja yang berani membocorkan aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Jumadil itu. Sementara penyidikan yang dilakukan pihak polisi masih terus berlangsung dengan mendatangi rumah Doni yang disinyalir punya hubungan sangat erat dengan Robin. Polisi mendatangi tempat Doni itu dengan membawa beberapa rekan timnya dari anggota kepolisian. Doni yang kala itu kebetulan sedang berada di rumah lalu dimintai keterangannya seputar tentang Robin yang terkesan menghindari kejaran dari polisi.

Padahal tidak, Robin justru sedang berusaha mencari saksi Heru untuk membuktikan kalo dirinya punya hubungan baik dengan temannya yang di vonis hilang itu.

" Apakah benar, kamu yang bernama Doni....? "

Tanya polisi dengan nada tegas pada Doni yang sedang serius memandikan burung kicaunya.

Doni langsung menghentikan aktivitasnya itu setelah dirinya mendadak di satroni polisi di rumahnya yang tidak begitu besar namun cukup nyaman untuk ditinggali Doni seorang diri. Samping kanan kirinya kebon kosong yang ditumbuhi beberapa pepohonan yang cukup besar. Ada sejumlah rumah yang lain juga, namun letaknya berjauhan.

" Iya, betul..... " Jawab Doni setelah lepas dari kagetnya dengan kedatangan tamunya yang tidak di undang tersebut.

1
Luneaa
wah sepi kayak punyaku, semangat ya🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!