" Tolong keluarkan saya darisini...!! Saya mau keluar... Tolong bukain pintunya....!! " Triakan
keras Heru salah seorang eks pekerja pabrik garmen yang berlokasi di sentra industri terkemuka tak satupun ada yang merespon.
Entah tujuannya apa ia berkunjung ke area gudang yang sudah lama tutup akibat krisis yang berkepanjangan. Gudang kimia yang dulunya merupakan salah satu pabrik textile
terbesar yang pernah menyerap tenaga kerja
mencapai ribuan orang itu, kini tinggal nama saja karena sudah di alihfungsikan menjadi gudang penyimpanan zat kimia kain, sangat berbahaya bagi manusia . Gudang itu sendiri dulunya merupakan pabrik Garment terbesar yang pernah ada di negeri ini. Dan sekarang keberadaan gudang itu sendiri terbengkalai, tidak terawat sebagai mana mestinya. Kotor dan berdebu serta sebagian beberapa mesin operatornya banyak yang berkarat. Namun dibalik itu pun gudang kimia yang letaknya tak jauh dari deretan pabrik pabrik lainnya banyak menyimpan misteri kematian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martin deBs Komarudin1670, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Giliran Doni didatangi Intel polisi
" Percuma Mas..... Mereka pasti gak percaya
dan mereka lebih senang kalo saya masuk
penjara..... Agar proses pengadilan para buruh
yang saya jalankan menjadi berantakan atau
dibatalkan..... Itu sebenarnya yang mereka
inginkan..... Bukan atas dasar tuduhan saya...
yang dipenuhi dengan rekayasa..... " Ucap Robin menjelaskan dengan sepenuh hatinya, demi meyakinkan pria kurir yang merupakan sepupu temannya itu.
" Rekayasa gimana maksud Mas......? " Tanya pria kurir itu sambil menatap Robin serius.
" Jadi begini, Mas.....Tuduhan telah menculik
terhadap teman teman mereka, termasuk
Heru terhadap saya, sebenarnya gak pernah
ada..... Itu mereka lakukan karena saya tengah
menghadapi gugatan saya dan tim pengacara
dari aliansi para buruh terhadap menejemen
perusahaan yang telah memberhentikan para
pekerja secara masal tanpa ada kompensasi
yang jelas.....Sementara mereka tidak setuju
dengan cara cara yang saya lakukan, karena
dianggapnya lamban..... Mereka lebih suka
suka dengan tindakan kasar atau kekerasan
pada pihak perusahaan, sebab menurutnya
mereka perusahaan telah dengan sengaja
membohongi para kaum buruh dengan janji
janji manis yang hingga sa'at belum juga
terlaksana..... Dan saya yang memimpin
serikat para buruh harus mau mengikuti aksi
keras mereka .... Karena pemimpin mereka
mas Heru yang kalah dalam pemilihan ketua
serikat emang sangat gencar menekan pihak
perusahaan agar mau memberikan haknya
terhadap nasib para buruh yang terdampak
akibat pemberhentian itu, Mas.... Sebenarnya
tujuannya sama tapi cara yang dilakukannya
berbeda..... Sementara perusahaan lebih suka
cara yang saya lakukan, karena sesuai dengan
koridor hukum ketenagakerjaan yang berlaku
di pemerintahan..... Makanya teman teman
mereka banyak yang hilang , karena aksinya
dianggap ilegal dan condong anarkis dengan
mendatangi langsung pihak perusahaan....
Termasuk ke area pabrik yang sudah lama
tutup.... . Dari situlah banyak kabar yang bilang
kalo teman teman mereka suka menghilang
setelah mendatangi bekas pabrik itu....Tapi
mereka gak percaya..... Makanya lebih yakin
kalo aksi mereka, saya yang menggagalkan
padahal saya sendiri juga gak tau.... " Panjang lebar Robin menjelaskan membuat Niko pria kurir itu mulaii berpikir sambil mengusap usap rambutnya sebagai pertanda kalo dirinya ikut pusing juga memikirkan prihal masalah Heru
yang pernah bilang kalo ia akan mendatangi pabrik, namun setelah itu tidak terdengar lagi
kabarnya. Dirinya perlahan mulai mempercayai
ucapan Robin.
" Makanya sekarang saya baru sadar, Mas....
kalo mas Heru pernah bilang, bahwa dirinya
akan mendatangi bekas pabriknya dan setelah
beberapa hari dia gak pernah nemuin saya
lagi.... Saya pikir dia sudah berhasil melakukan
tuntutan yang pernah dijelaskan ke saya.....
Gak taunya sampai sekarang gak ada kabar...."
Kata Niko yang mulia kalau kedatangannya ke pabrik itu pasti terjadi sesuatu disana. Dirinya juga salah tidak mendatangi secara teliti area pabrik garmen tersebut. Melihat kondisi pabrik tutup dan seperti tak terurus gitu, ia langsung pulang tanpa ada keinginan mau mengoreksi terlebih dahulu kondisi pabrik didalamnya.
" Saya juga mulai curiga Mas kalau di pabrik itu
seperti ada sesuatu yang janggal..... Buktinya
setiap ada yang datang ke tempat itu, besok
nya mereka hilang, termasuk sepupu saya....
Saya juga baru menyadari kalo mas Heru
hilang bukan karena kasus penculikan....
melainkan ada penyebab lain setelah dirinya
datang ke pabrik itu.... " Kata Niko sambil menghabiskan sisa minum kopinya.
" Pendapat saya juga begitu, Mas..... Tadinya
niat saya juga mau mendatangi bekas pabrik
saya itu Mas.....Tapi takut dianggap merusak
proses hukum yang sedang berjalan dan tak
menutup kemungkinan juga perusahaan akan
menggugat balik jika saya ikut ikutan
menyambangi pabrik itu....Makanya saya coba
datang ke sini..... Eh ternyata Heru sepupu
mas itu hilang juga...... " Kata Robin prihatin juga setelah mendengar kabar dari Niko, pria kurir tersebut.
" Apa tidak sebaiknya kita datangi pabrik itu
Mas.... agar tabir ini menjadi jelas.... " Ucap Niko menawarkan opsi terhadap Robin. Pria itu terdiam sejenak, memikirkan baik buruknya jika dirinya mendatangi pabrik itu. Robin mencoba
berhitung untung ruginya jika dirinya ikut ikutan mendatangi pabrik. Apakah dirinya akan ikut hilang juga, ia akan membuktikan kesan buruk mereka terhadap dirinya.
" Tidak ada salahnya juga kalo saya harus coba
mengungkap misteri hilangnya teman saya
Heru.....Itung itung saya membalas budi jasa
baiknya dia terhadap saya..... " Kata Robin mempertimbangkan ucapan Niko yang dinilai nya ada sisi positifnya namun harus ada segi perhitungan yang harus dijalankan.
" Saya yakin pasti ada sesuatu yang mungkin
telah terjadi disana..... " Kata Niko meyakinkan Robin yang masih dalam keadaan maju mundur
mendatangi pabrik yang sudah berubah fungsi menjadi gudang kimia tersebut.
" Firasat saya juga begitu..... Soalnya ada pula
sebagian teman teman saya yang mengatakan
seperti itu, sering hilang usai mendatangi
pabrik..... " Kata Robin melangsir ucapan rekan rekannya kaum buruh. Kini bola api berada di tangan Robin, jika ia salah sedikit saja dirinya bisa terbakar, tapi seandainya Robin bisa dengan mudah memainkan bola api itu, atau bisa mengungkap tabir hilangnya semua rekan rekan mantan pekerja pabrik garmen itu secara otomatis sudah mengusik ketenangan hidup
pak Chan yang telah digadang gadang bakal memenangi kasus yang sudah terlalu lama dan banyak menelan korban jiwa serta tidak sedikit pula uang yang sudah dibayarkan pak Chandra terhadap para tim pembela perusahaan itu.
Sebab seandainya sampai ia tidak berhasil memenangkan mega kasusnya terhadap Robin
ia akan menghadapi rentetan kasus yang lebih besar lagi yang akan mengantarkannya masuk penjara , bisa dimungkin juga hukuman mati karena pasti bisa terbukti secara sah dan meyakinkan kalo Chandra adalah orang dibalik kasus hilangnya para kaum buruh tersebut.
Kalo ini terjadi bukan tidak mungkin beliau akan murka serta marah besar terhadap siapa saja yang berani membocorkan aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Jumadil itu. Sementara penyidikan yang dilakukan pihak polisi masih terus berlangsung dengan mendatangi rumah Doni yang disinyalir punya hubungan sangat erat dengan Robin. Polisi mendatangi tempat Doni itu dengan membawa beberapa rekan timnya dari anggota kepolisian. Doni yang kala itu kebetulan sedang berada di rumah lalu dimintai keterangannya seputar tentang Robin yang terkesan menghindari kejaran dari polisi.
Padahal tidak, Robin justru sedang berusaha mencari saksi Heru untuk membuktikan kalo dirinya punya hubungan baik dengan temannya yang di vonis hilang itu.
" Apakah benar, kamu yang bernama Doni....? "
Tanya polisi dengan nada tegas pada Doni yang sedang serius memandikan burung kicaunya.
Doni langsung menghentikan aktivitasnya itu setelah dirinya mendadak di satroni polisi di rumahnya yang tidak begitu besar namun cukup nyaman untuk ditinggali Doni seorang diri. Samping kanan kirinya kebon kosong yang ditumbuhi beberapa pepohonan yang cukup besar. Ada sejumlah rumah yang lain juga, namun letaknya berjauhan.
" Iya, betul..... " Jawab Doni setelah lepas dari kagetnya dengan kedatangan tamunya yang tidak di undang tersebut.