Beel adalah seorang siswa yang tenang dan santai.
Namun di balik sifat tenang dan santai nya ,Beel adalah seorang yang misterius dan tak terbaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 - Pembicaraan rahasia
Setelah libur weekend para siswa sekolah pun kembali masuk sekolah, begitupun dengan siswa-siswa Garuda Bhakti yang kembali belajar seperti biasa di sekolahnya.
Jam istirahat di sekolah Garuda Bhakti.
Di belakang sekolah Rexy dan Rob terlihat berbincang, Rexy duduk dengan santai di belakang sekolah sambil memainkan ponselnya, sementara Rob duduk di depannya.
"lu udah ketemu sama bos kemarin?" tanya Rexy ke Rob
Rob bersandar
"gua udah ketemu langsung" jelas Rob
"tapi gua rasa bakalan mundur dari bisnis ini.." lanjut Rob.
Rexy yang sedang memainkan ponselnya pun berhenti dan menatap Rob
"apa lu bilang barusan?" tanya Rexy memastikan
"gua gamau terlibat ke dalam geng lagi" jelas Rob.
Mendengar itu Rexy tertawa keras, Rob pun bingung dengan respon dari Rexy
"kenapa lu ketawa?" tanya Rob
Lalu Rexy menatap Rob
"bro..bos udah ketemu sama lu kemarin dan lu memutuskan buat berhenti?" tanya Rexy
"itu hal paling lucu yang pernah gua dengar" tambah Rexy lagi.
Rob menghela nafasnya
"gua merasa ga nyaman masuk ke dalam lingkup geng, itu aja" jelas Rob.
Rexy lalu menaruh ponselnya di saku,
"lu tau kan bos sekarang udah tau orang-orang terdekat lu?" tanya Rexy, Rob langsung diam
"bos bisa ngelakuin apapun terhadap mereka, kalau lu tiba-tiba memutuskan keluar setelah lu ketemu sama si bos.. geng akan menganggap lu mata-mata" jelas Rexy detail.
Rexy lalu berdiri
"jangan mencari masalah dengan bos, itu aja pesan gua.." jelas Rexy lalu berjalan balik.
Rob menatap Rexy yang berjalan dengan serius
"tunggu.. gimana cara biar gua bisa berhenti dari lingkup si bos tanpa harus menerima konsekuensi nya?" tanya Rob.
Langkah Rexy berhenti
"tidak ada..selama bos sudah melihat lu dan mengetahui kehidupan lu.. ga ada lagi jalan keluar" jawab Rexy lalu berjalan dari tempat itu.
Rob semakin tertekan, dia memikirkan bagaimana bisnis yang harus dia jalankan tapi di lain sisi dia juga memikirkan kekasihnya dan keluarganya yang bisa saja suatu hari dalam keadaan berbahaya.
Di depan kelas 10C.
Beel sedang duduk bersama dengan teman-temannya di depan kelas, mereka berbincang membicarakan segala hal.
Tak berapa lama Rexy datang menyapa Felicia,
"halo, Fel.." sapa Rexy yang mengejutkan orang-orang termasuk Beel yang ada di sana.
Felicia melihat Rexy
"oh Rexy.., ayo sini gabung dengan kami" ajak Felicia.
Rexy lalu menyapa yang lain, sementara Beel menatap Rexy dengan santai walaupun dia mewaspadai Rexy karena statusnya yang dia ketahui.
"ada apa nih tumben lu datang?" tanya Felicia.
Rexy hanya tersenyum
"kalian terlihat ramai dan seru jadi gua berpikir ingin menyapa kalian.." jawab Rexy.
Jason lalu berbicara
"tentu saja ..kami adalah kelompok terbaik di angkatan kelas 10" kata Jason dengan gestur percaya diri.
"kurasa bukan terbaik kita lebih kepada kelompok paling ramai" sambung Christi yang duduk di sebelah Beel.
"setuju..kita adalah kelompok teramai.." tawa Irma menambahkan.
Rexy pun tertawa kecil
"itu dia..kalian sangat menarik perhatian para siswa-siswa lain" ujar Rexy.
Fajar lalu melihat Rexy
"gua lupa, kelas lu di 10D kan?" tanya Fajar kepada Rexy.
Rexy pun mengangguk
"benar..ya kalian tahu lah bagaimana orang-orang di 10D" cetus Rexy.
"para preman berkumpul disana.." tambah Lena menilai kelas 10D
Bayu yang sedang minum es nya pun ikut berbicara
"tapi mereka tidak pernah menganggu kita.." ujar Bayu.
Rexy lalu menatap Beel
"karena dia.." ujar Rexy sambil menunjuk ke Beel.
"berita tentang pertarungannya dengan seorang 'pemimpin' mendapatkan sedikit pengakuan dari anak kelas 10D" tambah Rexy sambil menatap Beel.
Beel hanya menatap balik Rexy dengan tenang dan santai
"woaahh.. ternyata karena Beel, soalnya gua dengar anak 10D emang selalu ganas ke anak kelas 10 lain" ungkap Jason karena mendengar banyak cerita.
Felicia menatap Beel
"ada gunanya juga keributan lu sekarang" tawa Felicia.
Setelah itu mereka banyak berbincang satu sama lain, hingga bel masuk berbunyi dan akhirnya Rexy memutuskan untuk masuk ke kelasnya.
Sementara Beel dan yang lain pun masuk ke kelas mereka.
Pelajaran pun berlangsung seperti biasa.
Setelah beberapa jam Beel dan teman-temannya berada di sebuah cafe tempat biasa mereka nongkrong, mereka ber 8 sudah duduk di kursi yang memang sudah menjadi kursi mereka.
"dengar kan Beel apa kata Rexy?" tanya Jason sambil duduk membawa makanan nya
Beel menatap Jason
"soal apa?" tanya Beel.
"ya soal gimana kita sekarang udah di akui sama beberapa siswa" jelas Jason.
"itu bukan suatu kebanggaan, Jason" jelas Irma
"lebih kepada ketakutan mereka aja mungkin" sambar Lena.
"mulai sekarang kita harus bergerak seperti salah satu dari 'pemimpin' juga mungkin.." canda Bayu.
Fajar tertawa
"Beel pemimpin dan kita anak buahnya" tambah Fajar.
"ga tertarik.." ujar Beel dengan cepat.
"loh kenapa ga tertarik?" tanya Lena.
Beel melihat teman-temannya
"para pemimpin memakai julukan 'pemimpin' karena kelompoknya ditakuti" jelas Beel.
"sedangkan kita..siapa yang ditakuti?" tanya Beel,
Lalu Beel menatap Jason yang sedang makan mie
"mungkin ketakutan siswa lain cuma takut makanan mereka dihabisin seekor beruang" tambah Beel dengan nada datar.
Jason melihat itu dan melotot ke Beel
"maksud lu gua beruang?" tanya Jason
Beel lalu meminum kopinya
"gua ga ngomong" jawab Beel
"tapi mata lu ke gua kampret!!" kesal Jason.
Christi tertawa di sebelah Beel
"sudahlah, tapi Beel benar loh.. kalau ingin menjadi kelompok 'pemimpin' seenggaknya jangan cuma Beel aja yang kuat" jelas Christi yang lalu di setujui Felicia.
"gua setuju, kita juga harus bisa berguna kalau-kalau ada apa-apa dengan teman kita kan.." sambung Felicia.
Fajar mengangguk
"mungkin mulai latihan kecil masing-masing dirumah kita.." ujar Fajar.
"ok gua bakal setuju sama bokap gua buat les taekwondo" ujar Lena.
"gua ikut dong Lena.." rayu Irma.
Lena mengangguk
"ok ok nanti gua bilang les nya bareng lu" ujar Lena lalu di sambut pelukan dari Irma.
Setelah mereka berbincang lama, guru Lee datang ke cafe tersebut lalu datang ke meja tempat Beel dan teman-temannya berada,
"kalian terlihat bersemangat" senyum guru Lee.
Lalu semua pun menyapa guru Lee.
Kemudian guru Lee menatap Beel
"Beel..ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu" jelas guru Lee.
Beel menoleh ke guru Lee
"bicara saja.." ucap Beel
Guru Lee menggelengkan kepalanya
"tidak disini, mungkin sore ini?" tanya guru Lee.
Beel kemudian menatap langsung ke guru Lee, dia merasakan seperti ada sebuah pembicaraan penting yang ingin guru Lee bicarakan.
"kalau itu penting.. beritahu saja dimana anda bisa bertemu" jawab Beel.
Guru Lee tersenyum
"bagus.. aku akan mengirimkan pesan kepadamu untuk tempat dan waktunya nanti" jelas guru Lee.
Lalu guru Lee menatap yang lainnya,
"jadi anak-anak selamat menikmati istirahat kalian, ingat jangan membuat kekacauan walaupun itu di luar sekolah" pesan guru Lee lalu berjalan keluar cafe tersebut.
Beel dari tempat duduknya melihat guru Lee yang berjalan pergi meninggalkan cafe itu, rasa penasaran hadir kali ini di dalam diri Beel.