"Kita tidak saling mengenal satu sama lain dan aku juga tidak mencintaimu dustin" Ucap Indira.
"Tapi aku mencintaimu saat ini maupun sampai aku menghembuskan nafas terakhirku ,dan aku akan membuat kamu mencintaiku " jawab Dustin.
________________. • .__________________
Menceritakan tentang perjalanan cinta antara Dustin dengan Indira yang penuh cobaan di awal pernikahan mereka karena sebuah perjodohan,Indira yang tidak mencintai dustin,namun Dustin mencintai Indira pada pandangan pertama.
Bagaimana kisah akhir cinta antara Dustin dengan Indira ,apakah pada akhirnya Indira akan mencintai dustin seperti dustin yang mencintai Indira ataukah Dustin menyerah untuk mencintai Indira ......
SELAMAT MEMBACA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
Beberapa hari kemudian........
Indira sedang diperiksa oleh dokter ,"Bagaimana dokter apakah aku sudah boleh pulang hari ini ?" tanya Indira pada dokter.
Dokter tersenyum pada Indira , "Kamu sudah boleh pulang hari ini ,kondisimu sudah pulih ,hanya jangan memaksakan memakai tangan kananmu untuk hal yang berat dulu ya ,juga sering kontrol ke rumah sakit untuk memeriksa tanganmu" ucap dokter itu pada Indira.
Indira tersenyum lebar ,"Terima kasih dokter ,Indira janji akan rutin kontrol ke rumah sakit " ucap semangat Indira.
Dokter tersenyum melihat Indira dan mengacak acak rambut Indira ,"Jangan lupa juga minum obatnya dengan teratur" ucap dokter.
"Terima kasih dokter " ucap ibu Indira pada dokter dokter mengangguk ,"silakan urus administrasi kepulangan nya dulu setelah itu boleh pulang ,semoga lekas sembuh ya " ucap dokter sambil berlalu meninggalkan ruangan Indira.
Indira tersenyum senang ,"Ibu ayo kita pulang , Indira sudah tidak nyaman di sini" ajak Indira pada ibunya.
Ibu Indira tersenyum ,"Baiklah ,ibu urus administrasi nya dulu ya ,nanti ibu akan kembali untuk berkemas ,putri ibu minum obatnya sendiri dulu ya " ucap ibu Indira.
Indira mengangguk ,"Baiklah ibu " jawab Indira."Jangan lupa diminum obatnya,kalau sampai kamu sembunyikan tidak kamu minum ,ibu akan menyuruh memperpanjang rawat inap mu seminggu lagi di rumah sakit " ucap ibu Indira.
"Iya ibu ,Indira paham ,Indira akan minum obatnya ,ibu tenang saja ,sebelum ibu kembali ke sini Indira sudah akan meminum obatnya " ucap Indira.
Ibu Indira mengangguk ,"Baiklah ,ibu keluar dulu ya ,makan sarapannya dan minum obatnya dulu" ucap ibu Indira sambil berlalu meninggalkan ruangan Indira untuk mengurus administrasinya.
Indira melihat kepergian ibunya dengan senang ,"Yeyyy akhirnya bisa kembali pulang ,aku sudah tidak sabar ,huhh tapi sayang tanganku masih cidera belum bisa naik motor lagi deh" ucap Indira kesal.
"Kakek sangat marah padaku,sudah seminggu ini kakek tidak menjengukku ,kenapa kakek tidak menyukai Danial sih ,padahal Danial sangat baik ,nanti saat sudah sampai di rumah aku akan meminta maaf pada kakek " ucap lesu Indira.
Indira lalu mengambil obat di sampingnya lalu membuka kemasannya dan ingin meminumnya ,"Akhirnya penderitaan ku seminggu ini akan berakhir ,ini terakhir aku minum obat aku tidak akan mau minum obat lagi" ucap Indira lalu Indira mulai meminum obatnya dengan menutup hidungnya .
"Huekkkk pahit bangettttt,air mana air" ucap Indira sambil kelabakan mencari air minum ,Indira langsung mengambil Tumbler miliknya dan minum .
"Astaga astaga masih pahit ,tidak ada yang manis manis lagi di sini,huaaaa nasibbbb" teriak Indira kesal.
Orang yang berada di depan pintu kamar rawat Indira tersenyum melihat tingkah laku Indira saat meminum obatnya ,"Ternyata kamu sudah bisa minum obat ,baguslah kalau begitu ,pasti kamu akan suka dengan apa yang aku bawa saat ini" ucap orang itu sambil tersenyum .
Orang itupun membuka pintu rawat Indira,Indira yang melihat pintu rawat kamarnya terbuka pun melihat siapa yang datang,saat orang itu muncul mata Indira membulat kaget.
"Danial" teriak Indira kaget. Danial tersenyum melihat Indira ,"Aku dengar kamu sudah boleh pulang ,makanya aku datang ke sini" ucap Danial pada Indira.
Indira tersenyum kikuk,"I iy iya ,aku sudah boleh pulang ,ibuku sedang mengurus administrasi,sebentar lagi aku pulang" jawab Indira.
Danial tersenyum lalu mengeluarkan coklat yang ia sembunyikan di belakang badannya saat masuk ke dalam ruang rawat Indira tadi.
"Taraaa ,aku bawa coklat untukmu ,ini adalah coklat favoritmu ,makanlah ,aku tahu kamu baru selesai minum obat tadi kan " ucap Danial.
Indira tersenyum kecil ,"Hmm terima kasih ,aku akan memakannya " ucap Indira sambil sesekali melihat ke arah pintu .
Danial yang merasa perubahan pada Indira sedikit bingung ,"Ada apa denganmu Dira,apakah kamu tidak menyukai coklat yang aku bawa untukmu" Ra ya Danial .
Indira gelagapan ,"Tidak sama sekali tidak ,aku sangat menyukainya Danial ,hanya saja " jawab Indira lirih.
Dustin mengerutkan dahinya ,"Ada apa Indira ,katakan saja padaku " ucap Danial .
Indira menatap Danial sebentar ,"Kakekku sangat marah padaku ,bahkan kemarin trauma ku sampai kembali " lirih Indira.
"Jangan bilang ,kakekmu marah padamu karena masalah hubungan kita berdua" ucap Danial dengan raut wajah yang sulit dibaca.
Indira mengigit bibirnya sambil menganggukan kepalanya.
Danial mengacak acak rambutnya merasa frustasi,"Kenapa kakekmu tidak memberikan restu pada kita ,memangnya aku kurang apa ,apakah hanya aku kurang kaya daripada calon tunanganmu itu " ucap Danial sedikit kesal.
Indira mengelengkan kepalanya ,"Tidak bukan itu Danial ,keluargaku tidak pernah memandang kasta ,aku juga tidak tahu kenapa kakekku tidak menyukaimu " ucap Indira.
Danial menatap wajah Indira yang merasa bersalah ,"Tidak apa apa Dira ,jika keluargamu memang tidak merestui kita ,mungkin aku akan menyerah sampai di sini " ucap Danial sambil menunduk di samping brangkar Indira.
Indira kaget,"Danial bukankah kita akan berjuang bersama untuk mendapatkan restu,kamu sendiri yang bilang padaku saat itu ,kenapa kamu malah menyerah sekarang" ucap Indira sampai matanya berkaca kaca .
Danial menatap Indira iba ,"Bukan karena aku sudah tidak mencintaimu ataupun menyerah akan perjuangan cinta kita Dira ,hanya saja jika karena hubungan ini membuat kakekmu marah besar padamu dan karena itu kamu menjadi sakit aku tidak mau Dira,aku tidak mau kamu merasakan sakit lagi ,cukup aku melihatmu sakit hari ini untuk terakhir kalinya" ucap Danial sambil mengengam tangan Indira.
Indira tidak bisa menahan tangisnya ,lalu Indira menghamburkan pelukannya pada Danial ,"Hiks hiks ,aku minta maaf Danial ,aku tidak bisa mendapatkan restu kakekku untuk hubungan kita,maafkan aku " ucap Indira sambil menangis di bahu Danial.
Danial mengelus punggung Indira ,"Sttt tenangkan dirimu ,tidak apa apa ,kamu jangan menyalahkan dirimu ,mungkin sudah takdir kita ,kita sebagai umatnya hanya bisa melakukannya entah kita suka atau tidak ,kamu yang tenang ya" ucap Danial.
"Tapi kita masih bisa berteman ,walaupun kita tidak pacaran lagi ,kita masih teman kan?" tanya Indira dengan masih sesegukan .
Danial tersenyum melihat ekspresi Indira yang sangat lucu di matanya ,Danial mengangguk ,"Iya kita masih bisa berteman ,bahkan mungkin jika takdir berkata lain nanti kita bisa melanjutkan hubungan kita yang tertunda " ucap Danial .
Indira tersenyum dan mengangguk ,"Terima kasih Danial ,kamu memang orang yang sangat baik " ucap Indira .Indira spontan mengecup rahang Danial ,hingga sebuah suara mengagetkan Danial dan Indira.
"Indiraaaaaa ,apa yang kamu lakukan " ucap Dustin berteriak marah , Dustin lalu menarik lengan Danial dengan kasar dan langsung meninju rahang Danial .
"Dustin ,hentikan apa yang kamu lakukan ,Dustin hentikan dengarkan aku" teriak Indira ingin melerai perkelahian antara Dustin dan Danial.
Namun nampaknya Danial ataupun Dustin tidak ada yang ingin mengalah ,"Dengarkan aku kalian berdua ,jika kalian tidak menghentikan pertengkaran ini aku akan mensaya* tanganku dengan pisau ini ,kalian dengar" teriak Indira .
Danial dan Dustin spontan menatap ke arah indira,"Jangannnnnnn" teriak Danial dan Dustin.