NovelToon NovelToon
Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Ibu Tiri
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

Luna berjalan menyusuri jalanan yang sepi di malam yang semakin pekat dan dari jauh dia melihat sosok anak kecil berlari kencang dengan napas tersengal-sengal dan di belakang gadis kecil itu terlihat seorang pria bertubuh tinggi berkulit hitam dengan wajah layaknya seorang penjahat, pria itu berlari mengejar gadis kecil itu sambil mengarahkan pistolnya ke udara memberi peringatan keras pada gadis kecil yang semakin ketakutan itu.
Merasa ada yang tidak beres dengan sigap Luna meraih tubuh mungil gadis kecil itu dan membawanya bersembunyi di dalam sebuah gang sempit sambil menutup mulut gadis kecil itu agar tidak bersuara.

Luna menatap gadis kecil yang ketakutan itu sambil meletakkan jari telunjuknya ke mulutnya memberi isyarat, gadis kecil itu menganggukkan kepalanya menurut.

Luna berhasil menyelamatkan gadis kecil itu dari kejaran para penjahat.

yuk ikuti kelanjutannya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.29 Pemusnahan dokumen kontrak

Setelah suasana kondusif akhirnya Leon membawa pulang Luna dan Emily kembali ke mansion, mereka bertiga masuk ke dalam mobil taktis yang sudah di siapkan oleh pengawalnya. Sambil menggendong Emily, Leon membimbing Luna masuk ke dalam mobil yang berlapis baja itu.

Kemudian dengan perlahan mobil itupun melaju membelah semak belukar yang terhampar di kanan kiri jalan yang mereka lalui.

Meski situasi sudah dalam kondisi aman namun sebagai seorang yang punya jiwa petempur Leon tetap waspada dan bersiap siaga melindungi orang-orang yang dia cintai. Dan akhirnya mobil taktis itupun berhenti di ujung jalan di depan mansion milik Leon dan dengan pengawalan penuh Leon,Luna dan Emily berjalan masuk ke dalam mansion yang semalam sempat menjadi ajang pertempuran antara Leon dan musuhnya.

Mereka masuk ke dalam mansion setelah berada di dalam Luna mengambil alih membawa Emily masuk ke dalam kamar Emily sementara Leon berjalan ke kamar utama untuk membersihkan badannya yang penuh dengan jelaga dan muncratan darah musuh. "Aku akan bawa Emily ke kamarnya dulu dan kamu jangan lupa bersihkan badan kamu dulu, Leon," ucap Luna pada Leon sebelum dia membawa Emily masuk ke dalam kamar Emily yang terletak tidak jauh dari kamar utama. "Baik," ucap Leon yang kemudian berjalan menuju ke kamar utama sementara Luna juga berjalan menuju ke kamar Emily.

"Emily mandi dulu ya terus ganti baju dan bobok lagi, semalam kan Emily tidurnya tidak nyenyak? Ya kan sayang?" ucap Luna pada Emily sambil membimbing Emily masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar itu, Emily menurut apa yang di ucapkan Luna. Luna kemudian memandikan Emily dan setelah itu dia mengganti baju Emily dengan yang bersih, "Sayang, kamu lapar?" tanya Luna pada Emily yang sudah bersih itu. Emily menganggukkan kepalanya "Iya mami Luna aku lapar sejak semalam," ucap Emily. "Kalau begitu mami Luna ambilkan roti dan susu dulu ya," kemudian Luna keluar dari kamar Emily dan berjalan ke arah kulkas yang ada di ruang duduk yang terletak di depan kamar utama. Luna mengambil sepotong roti dan menuangkan susu siap minum yang ada di dalam kulkas ke dalam gelas besar, kemudian Luna membawa setangkup roti yang sudah di olesi selai coklat itu dan juga susu ke kamar Emily.

"Emily sayang, ini susu dan rotinya makan dulu ya," Luna membawa baki kecil yang berisi susu dan roti itu ke arah Emily yang sedang duduk di bibir tempat tidurnya.

Emily kemudian makan roti itu dengan lahap saking laparnya semalam berada di dalam bunker tanpa makanan dan minuman. Luna yang duduk di samping Emily tersenyum memperhatikan sikap gadis kecil itu, Luna mengusap lembut rambut keriting Emily sambil berkata padanya "Sayang, makannya pelan-pelan saja," ucap Luna lembut. "Emily lapar mami Luna tadi Emily belum makan," ucap Emily dengan polosnya. "Iya sayang, habiskan dulu roti sama susunya terus bobok ya." Emily menganggukkan kepalanya. Setelah menyelesaikan makan roti dan minum susu Luna menyuruh Emily untuk tidur "Nah sekarang Emily tidur ya, kan semalam tidurnya tidak nyenyak," ucap Luna pada Emily. "Tapi mami Luna temani Emily bobok ya," ucap Emily pada Luna. "Iya sayang," kemudian Luna pun berbaring di samping Emily sambil mengusap punggung gadis kecil itu sampai akhirnya Emily tertidur.

Leon yang sudah selesai membersihkan tubuhnya itupun keluar dari kamar utama menuju ke ruang kerjanya, sejenak Leon menghentikan langkahnya saat berada di depan kamar Emily, dia membuka pintu kamar Emily yang tidak terkunci Leon melihat Luna sedang menyelimuti tubuh Emily dan Leon berjalan menghampiri Luna "Emily sudah tidur?" tanya Leon tepat di belakang Luna yang membuat Luna sedikit tersentak "Dia baru saja tertidur kasihan semalam dia tidak bisa tidur dengan tenang memikirkan kamu, Leon," Luna membalikkan badanya menghadap Leon membuat jarak mereka semakin dekat, Leon meraih pinggang Luna dan menariknya lebih mendekat padanya dan kini wajah mereka saling berdekatan sampai Luna mendengar deru napas Leon, napas Luna naik turun saat Leon memegang dagunya dan mengecup bibirnya lembut sambil berkata padanya " Mandilah bersihkan tubuhmu, aku tunggu di ruang kerja," ucap Leon. "Hem," jawab Luna sambil menganggukkan kepalanya, kemudian Luna pun pergi keluar dari kamar Emily berjalan menuju ke kamar utama, sementara Leon mendekati Emily dan menundukkan kepalanya mencium kening Emily dengan sayang.

Leon masuk ke dalam ruang kerjanya dan menunggu kedatangan Luna di sana. Luna keluar dari kamar utama dan melangkah menuju ke ruang kerja Leon sesampainya di depan pintu dengan perlahan Luna membuka pintu ruang kerja itu dan menutupnya kembali Luna melihat Leon sedang duduk di atas kursi kerjanya, Luna berjalan mendekat ke arah meja kerja Leon "Duduklah sayang," perintah Leon lembut pada Luna. Kemudian Luna pun duduk di kursi yang ada di hadapan meja kerja Leon, terlihat Leon sedang membuka laci meja kerjanya dan mengeluarkan sebuah dokumen perjanjian kontrak kerja satu tahun antara dirinya dan Luna kemudian Leon merobek kertas kontrak tersebut tanpa ragu di depan Luna menunjukkan secara simbolis bahwa aturan lama sudah musnah. Leon berjalan mendekat ke arah Luna yang masih duduk di kursi itu "Mulai hari ini tidak ada lagi aturan yang membatasi kamu di rumah ini, kontrak di antara kita sudah aku musnahkan dan sekarang kamu adalah Nyonya di rumah ini," Leon memegang pundak Luna dan mengangkatnya untuk berdiri, Luna berdiri tepat di hadapan Leon "Sayang mulai sekarang kamu adalah Nyonya di rumah ini dan kamu juga berhak memegang kendali di sini," Leon menatap Luna yang hanya berjarak sejengkal tangan di hadapannya. Luna terharu mendengar apa yang di ucapkan Leon barusan "Terimakasih, Leon atas kepercayaan kamu padaku," ucap Luna sambil meneteskan buliran bening di matanya. Leon mengusap lembut butir bening itu dengan jari telunjuknya"Jangan bersedih sayang, semua ini pantas kamu dapatkan," Leon memeluk tubuh Luna dan Luna pun membalas dengan memeluk Leon lebih erat Leon melepas pelukannya dan menatap wajah Luna dalam tangannya meraih dagu Luna dan kemudian dia mencium bibir Luna penuh perasaan yang mendalam Luna terbawa atmosfer hangat yang di berikan Leon padanya, Luna merengkuh leher Leon dan membalas ciuman Leon keduanya pun terhanyut dalam kehangatan yang sedang mereka ciptakan.

Leon secara resmi menyerahkan kendali penuh atas operasional mansion kepada Luna. Ia mengumpulkan seluruh kepala pelayan dan pengawal senior, menegaskan bahwa Luna kini memegang kedudukan tertinggi di rumah sebagai nyonya besar, bukan lagi sekadar pengasuh Emily.

Dalam sebuah rapat terbatas dengan para petinggi kepercayaannya, Leon secara tegas mendefinisikan Luna sebagai bagian tak terpisahkan dari hidup dan wilayah kekuasaannya. Setiap anak buah diinstruksikan untuk melindungi Luna setara dengan perlindungan terhadap nyawa Leon sendiri.

"Mulai hari ini aku mengumumkan kepada kalian bahwa Luna sekarang adalah Nyonya besar di rumah ini dan untuk itu kalian semua harus patuh dan taat pada perintah dan larangan dari Nyonya Luna dan bagi siapa saja yang melanggar apa yang di perintahkan Luna sama halnya dengan melawan aku! Dan untuk semua pengawal kalian harus melindungi Luna seperti kalian melindungi diriku selama ini karena nyawa Luna sama dengan nyawa aku jadi perlindungan untuk dia juga harus setara dengan aku, paham kalian!!" Leon memberikan instruksi secara mutlak pada seluruh anak buahnya dan mereka semua pun patuh dan tunduk pada perintah sang mafia yang paling mereka takuti itu.

Leon tidak lagi membatasi ruang gerak Luna. Ruang kerja pribadinya yang dulunya steril kini terbuka lebar bagi Luna dan Emily, menciptakan ritme kehidupan domestik yang utuh layaknya sebuah keluarga normal.

Meski belum merangkai pengakuan cinta yang puitis, seluruh perlakuan protektif, dominan, dan perhatian mutlak Leon menegaskan satu kenyataan Luna telah sepenuhnya bertransformasi menjadi istri dan ratu di dunia kelam sang pimpinan mafia.

1
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kuy double up kk 🙌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!