NovelToon NovelToon
Locked Away

Locked Away

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: okolele

Alba lopez di nikahkan pada pria yang awalnya tak ia inginkan.

Awalnya ia enggan tapi tak ada gunanya untuk menentang orang tuannya, jadilan ia ikut dalam sandiwara pernikahan itu seakan-akan ia juga setuju dan menerima.

Namun setelah melihat sosok asli suaminya ia memiliki tekat untuk meluluhkan hati pria itu, pria yang tak memiliki secuil ketertatikan padannya.

Gencar ia menggoda pria itu hingga sampai pada ketika dengan mata kepalannya sendiri pria itu melakukan hal yang tak Alba duga.

Apakah Alba akan tetap pada pendiriannya untuk meluluhkan pria itu atau justru pergi setelah mengetahui rahasia yang pria itu miliki.

Bagaimana kelanjutannya, mari merapat untuk meramaikam cerita Locked Away.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyamaran

⚠️ FICTIONAL CONTENT⚠️

Seluruh adegan, karakter, tempat, dialog, situasi, serta peristiwa dalam cerita ini merupakan hasil imajinasi penulis. Beberapa unsur sengaja dibuat, diubah, atau dikembangkan untuk kebutuhan alur cerita.

Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian nyata, maupun menjadi acuan terhadap kehidupan atau perilaku di dunia nyata.

Harap membaca dengan bijak.

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

Wajah Alba terlihat amat masam. "Seriusan lu gak punya rok?. " Tanyannya sembari memegang celana yang di berikan Roze.

"Tai banget lu, masih mendingan gue pinjemin buruan pake, lu jadi pergi kaga sih. " Lontar Roze.

"Ya masalahnya nih Ze gue gak terbiasa, gimana dong?. " Keluhnya lagi.

"Etdah yaudah sana aja lo ke suami lo, gagalin aja rencanannya. " Putus Roze memutar bola matanya malas sembari berkacak pinggang.

Tidak Alba tidak Paloma keduanya benar-benar selalu membuat dirinya pusing tujuh keliling mentang-mentang dia yang paling tua di antara mereka.

Alba tak lagi memprotes ia masuk ke kamar mandi dan mencoba pakaiian yang di berikan Roze. "Udah" Ujarnya malas bahunya terkulai tak bersemangat.

"Astagaa Alba, mana ada orang nyamar gembel pakai heels!. "Roze menarik nafas lalu membuangnya lagi. Ia menggaruk-garuk kepalannya yang tak gatal.

" Nih pake ini. "Kata Roze menyerahkan sendal jepit." Lepas heels gue!. "Lanjutnya lagi.

" Nanti kaki gue gatel-gatel Ze gak mau ah. "Toloknya.

"Buruan Alba keburu dateng antek-antek suami lo. " Perintahnya ingin sekali ia menabok Alba saking kesalnya.

"Iya, iya oke. "Alba mengalah tak lagi membantah.

"Nah gitu dong, rambut lo juga harus di pakein wig. "Tutur Roze lagi sembari mengambil wig yang sudah ia siapkan.

Ia mulai memasangkan wig itu di kepala Alba, wig rambut pendek acak adul. " Nahh pass. "Ujarnya memberi jempol pada Alba. " Tapi kaya ada yang kurang. "Timbangnya lagi.

" Nah ini dia pass. "Ujarnya setelah menempepkan tompel di pipi Alba.

Alba melihat pantulan dirinya di kaca full body. " Jujur gue jelek banget. "Ujarnya.

" Lah mending lu jelek sementara, mau lu ketangkep suami lo lagi?. "Sahut Roze yang juga tengan menggunakan atribut penyamaran mereka.

" Lagian buat apa sih gini-ginian?, tar badan gue bentol-bentol Ze. "Ujarnya dengan bibir memanyun seperti bebek.

" Lu mau suami lo ngenalin lo, mau? . "Tanya Roze menatap Alba.

" Gak. "Jawabnya polos seadannya.

" Nah itu, yok berangkat. "Pungkas Roze.Menuntun Alba untuk mengikutinya mereka menggunakan sepeda rongsokan milik tukang kebun Roze yang telah ia sewa.

" Loh kok pake ini, kenapa gak pake mobil ntar kalo bawa Paloma gimana?. "Heran Alba. " Gak etis tau gak. "Imbuhnya lagi seolah enggan menaiki barang rongsokan itu.

"Lu inih ngoceh mulu heran ngikutin aja rencana gue apa susahnya sih, Lama-lama lo gue lempar ke suami lo sekalian biar di jual. " Kesal Roze dengan alis menukik tajam.

"Buruan naik. " Perintahnya lagi.

"Ck iya, nih gue naik. "Alba mulai menudukan dirinya di sepeda itu memegang bahu Roze.

Roze mulai menghidupkan motor itu setelah hidup ia melenggos dengan ngebut-ngebutan.Alba bahkan berpegangan erat di pundaknya.

Sekitar 35 menitan akhirnya mereka sampai di mansion Maxim. Alba langsung turun.

Tokk.... Tokk....

Alba mengetok dan memencetkan bel sampai akhirnya ia berhenti saat seorang maid membuka pintu.

"Cari siapa?. " Tanya maid itu.

"Cari Paloma suruh dia buat keluar, bilang P-E-N-T-I-N-G. Eja Alba di kalimat akhirnya memperjelas agar maid itu menyampaikan dengan benar.

" Baik nona tunggu sebentar. "Ucap maid itu lalu masuk kembali ke dalam tak lama Paloma keluar sembari memegangi perutnya yang membuncit.

" Cari siapa ya?. "Kata Paloma bingung melihat dua gembel yang ada di depan mansion Maxim. Tapi tak lama ia mengeluarkan sejumlah uang pecahan dan koin. " Ini ada sedikit rejeki. "Ujarnya memberi uang dan koin itu ke tangan Alba.

Alba nyaris menjatuhkan rahangnya, matannya memincing menatap Paloma hidungnya sudah kembang kempis. " Sialan ya lo, ini gue Alba. "Kata Alba tapi tangannya tetap memasukan uang dan koin itu ke sakunya.

" Jangan ngeprank deh mbak, ga mungkin teman saya yang suka pakai rok mini itu mau cosplay jadi begini. "Ujar Paloma dengan nada bercanda.

" Beneran Alba dia Lom, gue yang nyuruh begitu. Lo ikut sama kita ini genting Lom. "Pungkas Roze dari belakang tubuh Alba.

" Ini beneran? Kenapa lu berdua tiba-tiba kaya gini. "Bingung Paloma.

" Udah jangan banyak nyerocos buruan ini genting. Pake mobil Bang Maxim aja dulu tar. Mobil dia yang gak ada pelacaknya. "Ujar Roze.

" Di mana dia nyimpen kunci mobil?. "Tanyanya pada Paloma.

" Di ruang tamu ada dua aja kunci mobil yang gak ada pelacaknya sama udah tua. Kalo yang lain dia simpen di kamarnya maybe. "Ucap Paloma.

Tak menunggu waktu yang semakin memburu mereka Roze langsung masuk dan mengambil salah satu kunci mobil.

" Ikut gue. "Ujarnya.

Alba menuntun Paloma yang sedikit kesusahan membawa bobot perutnya.

Roze masuk ke dalam mobil di susul Alba dan Paloma.

" Buang ponsel kalian. "Perintahnya.

" Emangnya kenapa. "Tanya Paloma.

" Buang aja tar Alba ceritaiin. "Kata Roze.

Mereka tiga membuang ponsel mereka di pekarangan mansion Maxim.

Roze mulai menyalakan mesin, memainkan perseneling dan menancap gas menuju tempat mereka sementara untuk bersembunyi sebelum dia membuat paspor untuk mereka.

Entah kenapa Alba merasakan perasaan yang tak enak, seolah dia bisa merasakan hal buruk yang akan datang. Alba memiliki firasat pelarian mereka kali ini akan gagal.

Hanya Roze dan Paloma yang busa ia percaya dan andalkan untuk saat ini.

"Sebenarnya ada apa sih?. " Tanya Paloma memecahkan keheningan di antara mereka.

Alba mulai menceritakan kejadian yang ia alami sampai-sampai harus melakukan pelarian seperti ini.

Paloma menganga. "Seriusan?. "

"Iya real no fake fake." Ujar Alba.

"Gak nyangka tau ga, gue kira udah gak jaman mafia-mafiaan nyatanya ada. " Lirih Paloma.

"Terus kita mau kemana?. "

"Gak tau Roze mau bawa kemana. " Alba mengedikan bahunya.

"Ke mana Ze?. " Tanya Paloma.

"Sutt diem aja tar juga tau. " Ujar Roze.

"Sok misterius, jijik banget. " Pungkas Alba dan Paloma bersamaan.

"Biarinn." Cueknya menjawab mereka.

"Ze kenapa gak bilang ke om Maxim, kan dia bisa bantu. " Tiba-tiba Paloma membawa nama ayah dari anaknya itu.

"Sutt lom, lu liat abang gue gak ada tadi di rumah pasti dia jarang pulang kan?. " Tanya Roze sembari menatap Paloma lewat kaca depan. "Gimana mau nolong pulang rumah aja kaga. " Sambungnya lagi.

Setelah mendengar penuturan Roze wajah Paloma memurung.

"Udah deh jangan ribut. " Lerai Alba karena kalau membahas Om Maxim Roze dan Paloma bagaikan api dan air. Roze akan menggebu-gebu marah karena dia memang tak suka melihat Paloma sedih dan murung, apalagi setelah tau orang yang membuat sahabatnya begitu adalah abangnya sendiri. dan Paloma hatinya akan melembek dan sensitif setiap membahas Maxim dia menjelma menjadi budak cinta yang tak mementingkan perasaannya sendiri dan Roze benci itu.

Kok Roze ini kaya pro banget ya samar menyamar, dan nyusun strategi lu sebenarnya siapa Ze?.

Capek banget ngeliat princess di bawa nyamar ribetnya minta ampun ngalahin bocah.

Yang sabar Ze ini ujian ngurus dua tuyul,mana yang satu lagi ngisi lagi apa gak pening tuh pala.

...****************...

Hola semoga suka sama ceritanya.

For u❤️‍🔥.

THANK YOU FOR READING. 🖤

Terima kasih sudah membaca sampai akhir.

Semoga ceritanya berkesan dan sampai jumpa di cerita berikutnya.

1
falea sezi
🤣🤣 ya q kira Lazarus perjaka🤣 tau nya bekas🤭
Elzha: Apa yang di harapin di dunia mafia, mustahil ada yang perjaka.😭
total 1 replies
falea sezi
uda dandan cantik 🤣 pdhl
falea sezi
🤣🤣🤣🤣 liat cogan alba oleng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!