Di dunia ini, tidak semua orang bekerja demi mengejar mimpi. Sebagian hanya berusaha bertahan hidup.
Ling Qi adalah salah satunya.
Sebagai penambang biasa di China, hidupnya dipenuhi debu tambang, utang yang terus menumpuk, dan hari esok yang tidak pernah menjanjikan harapan. Ketika sebuah kejadian menghancurkan sisa keberuntungannya, ia mengira hidupnya telah mencapai titik terendah.
Namun, jauh di bawah tanah, sebuah portal misterius membuka jalan menuju dunia yang belum pernah dijamah manusia.
Di balik kegelapan gua-gua kuno, tersembunyi mineral berharga, reruntuhan yang menyimpan rahasia, serta monster yang menjaga harta mereka dengan nyawa.
Di sana, Ling Qi memperoleh 《World Mining System》, sebuah sistem yang mengubah setiap ayunan pickaxe menjadi kesempatan untuk mengubah takdir.
Tetapi semakin dalam ia menambang, semakin ia menyadari bahwa dunia itu bukan sekadar tambang.
Ada sesuatu yang jauh lebih besar menunggu di balik setiap portal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Ling Qi melangkah keluar dari mulut gua tambang, dan seketika, seluruh mata yang berada di sekitar area itu tertuju padanya. Beberapa penambang menghentikan pekerjaan mereka sejenak, berbisik satu sama lain sambil melirik ke arahnya.
"Siapa dia? Aku tidak pernah melihatnya di sini sebelumnya."
"Lihat pakaiannya. Pasti anak pemilik tambang."
"Tapi kenapa matanya diperban begitu?"
Ling Qi berjalan melewati kerumunan itu dengan dagu terangkat, mengabaikan semua bisikan yang menyertainya. Di dalam hatinya, ada rasa bangga yang tumbuh diam-diam, sesuatu yang tidak pernah dia rasakan selama bertahun-tahun bekerja di tempat yang sama.
'Biar mereka bertanya-tanya sepuasnya. Toh mereka tidak akan pernah tahu siapa aku sebenarnya.'
...-----...
Di tengah perjalanan pulang, sebuah panel muncul di sudut penglihatannya, memberi tahu cara baru yang belum pernah dia ketahui sebelumnya.
[Fitur Baru Terbuka: Konversi Saldo Sistem
Saldo Sistem dapat dikonversi menjadi mata uang dunia asal
Rasio konversi: 1:1]
Ling Qi berhenti sejenak di gang sempit yang sepi, memikirkan perintah konversi di dalam kepalanya. Seketika, dia merasakan sesuatu yang berat muncul di dalam saku celananya—segepok uang kertas yuan yang sebelumnya tidak ada di sana.
Dia mengeluarkannya perlahan, menghitung jumlahnya dengan mata membelalak. 'Ini... benar-benar uang sungguhan.'
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Ling Qi berjalan ke sebuah restoran yang selama ini hanya bisa dia lihat dari luar jendela, tempat yang selalu dia lewati sambil membayangkan rasa masakan yang tersaji di dalamnya. Dia memesan hampir setengah menu—ayam panggang madu, ikan kukus jahe, sup iga, dan beberapa hidangan lain yang harganya dulu tidak pernah sanggup dia jangkau.
Dengan kedua tangan penuh membawa kotak-kotak makanan yang masih hangat, Ling Qi berjalan pulang menuju rumah kontrakan sempitnya di pinggiran kota tambang.
Dia membuka pintu perlahan. "Ibu, aku pulang."
Seorang wanita paruh baya yang duduk di ranjang sempit menoleh, matanya menyipit menatap sosok asing yang berdiri di ambang pintu—pemuda berambut putih dengan mata terbalut perban, membawa banyak kotak makanan.
"...Siapa kau? Kenapa masuk ke rumah orang seenaknya?" tanya wanita itu, suaranya bergetar antara curiga dan takut.
Ling Qi terdiam sesaat, baru menyadari betapa drastisnya perubahan wujudnya. Dia meletakkan kotak-kotak makanan itu di meja kecil dekat pintu, lalu melangkah mendekat perlahan. "Ibu, ini aku. Ling Qi."
Wanita itu membeku di tempatnya. Matanya menyipit lebih dalam, menatap wajah pemuda di depannya lekat-lekat, seolah mencoba mencocokkan setiap detail dengan wajah anaknya yang dia kenal selama tiga puluh tahun.
"...Ling Qi?" suaranya nyaris berbisik, tangannya yang kurus terangkat gemetar, menyentuh pipi Ling Qi seakan memastikan bahwa yang berdiri di depannya bukan khayalan. "Ya Tuhan... apa yang terjadi padamu? Wajahmu... rambutmu..."
"Ceritanya panjang, Bu," Ling Qi menjawab lembut, berlutut di samping ranjang agar sejajar dengan wajah ibunya. "Yang penting sekarang, aku sudah pulang. Dan aku membawa makanan."
Ibunya menatap kotak-kotak yang tergeletak di meja, aroma masakan hangat mulai memenuhi ruangan sempit itu. "Makanan sebanyak ini... dari mana kau dapat uangnya?"
"Sudah, Ibu tidak usah khawatir soal itu," Ling Qi tersenyum, suaranya penuh kehangatan yang jarang dia perlihatkan kepada siapa pun selain wanita di hadapannya ini. "Mulai sekarang, aku janji akan selalu membawakan makanan enak untuk Ibu. Setiap hari."
Air mata menggenang di sudut mata ibunya, sebagian karena keharuan, sebagian karena kebingungan yang belum sepenuhnya reda. Namun perlahan, bibirnya melengkung membentuk senyuman lemah, senyuman yang sudah lama tidak pernah Ling Qi lihat sejak penyakit itu merenggut kekuatan dari kaki ibunya.
Ling Qi menatap kedua kaki ibunya yang terbaring kaku di bawah selimut tipis, tidak pernah bisa digerakkan sejak tiga tahun lalu.
'Ibuku terkena penyakit yang membuat otot kakinya mati. Terlihat seperti retakan-retakan halus di permukaan kulitnya, yang selalu mengeluarkan rasa sakit tiba-tiba tanpa peringatan.'
Ling Qi menggenggam tangan ibunya erat-erat, senyumnya masih terpasang di wajah, tetapi di balik perban yang menutupi matanya, tatapannya mengeras dengan tekad baru yang membara.
'Kalau Life Crystal bisa menyembuhkan penyakit paru-paruku sepenuhnya... mungkin ada cara untuk menyembuhkan kaki Ibu juga.'