NovelToon NovelToon
Garis Darah Naga Purba

Garis Darah Naga Purba

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Ye Chenlong adalah aib terbesar Klan Ye.

Di hari ujian bakat, ia dinyatakan memiliki bakat kultivasi terburuk sepanjang sejarah. Tunangannya memutuskan pertunangan di depan semua orang, keluarganya mengusirnya tanpa belas kasihan, bahkan nyawanya hampir berakhir di hutan terlarang.

Namun, di ambang kematian...

Darah yang telah tertidur selama ribuan tahun akhirnya terbangun.

Bukan kekuatan yang langsung membuatnya tak terkalahkan, melainkan serpihan ingatan dari leluhur Naga Purba yang menuntunnya menuju teknik kuno, warisan yang hilang, dan rahasia yang sengaja dikubur oleh dunia.

Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak kebenaran yang terungkap.

Mengapa Klan Naga Purba dimusnahkan?

Siapa yang memburu seluruh pewaris garis darah naga?

Dan mengapa namanya telah tercatat dalam takdir jauh sebelum ia dilahirkan?

Ketika seluruh dunia menganggapnya sampah...

Tak seorang pun menyadari bahwa naga yang mampu mengguncang langit telah membuka matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: DOMAIN NAGA KUNO

 tubuh ye Chenlong akhirnya benar benar di seret.

 di bawa ke sebuah ruangan dalam gua itu, setelah terbaring di sana, serigala serigala itu langsung meninggalkannya.

 setelah kepergian serigala, asap hitam mulai mengepul di sana, membentuk sosok samar.

 sosok itu menatap ye Chenlong dalam.

 "hehehe...."

 "tubuh yang bagus" ucapnya menjilat bibir.

 "tuan, apa yang akan anda lakukan dengan manusia ini"

 "apa tidak jadi anda makan?"

 sosok samar itu menoleh ke arah pemimpin serigala.

 lalu kembali menatap ye Chenlong.

 "sayang sekali jika di makan"

 "tubuh anak ini sedikit sepesial"

 "sepertinya itu cocok menjadi wadahku"

 "sekarang kau pergilah, aku tak mau ada yang mengganggu."

 "ingat, jangan sampai ada yang masuk ke tempat ini sebelum aku keluar"

 "baik tuan, kalo begitu saya akan mengaturnya"

  "tunggu, aku merasa sesuatu yang dia bawa masuk tadi"

 "dari persepsiku, benda itu masih ada di area pintu gua"

 "baik tuan"

 setelah kepergian pemimpin serigala, sosok itu tampak menyeringai.

 "jiwa malang, jangan salahkan orang tua ini karena kejam"

 "tapi orang tua ini tak sanggup melihat tubuh istimewa seperti milikmu"

 "jika ingin menyalahkan, salahkan lah dirimu yang memiliki tubuh seperti ini"

 setelah mengatakan itu, sosok samar itu, kembali menjadi asap hitam.

 ia masuk ke tubuh ye Chenlong.

 di luar ruangan itu, pemimpin serigala menatap serigala serigala di depannya.

 "cari barang yang di tinggalkan bocah tadi"

 "dan satu lagi, jangan ada yang pernah masuk ke ruangan ini apapun yang terjadi"

 awu......

 serigala itu langsung mengaung untuk menjawab itu.

 kini tubuh ye Chenlong mulai membiru, seperti terkena racun.

 sedangkan sosok terasparan tadi kini sudah berada di ruangn kosong seperti kehampaan, dan di depannya tampak ada sebuah telur transparan dengan ye Chenlong meringkup di dalamnya.

 ini adalah ruang jiwa, dan telur transparan adalah jiwa utuh ye Chenlong.

 sosok transparan itu mendekat, menyelimuti jiwa utuh ye Chenlong dengan kabut hitam.

 di merediannya, naga petir membuka sedikit matanya.

 "ingin merebut rumahku?...."

 "hanya iblis kecil terlalu bermimpi"

 setelah kata kata, itu kabut hitam yang tadi menyelimuti jiwa utuh ye Chenlong langsung menghilang.

 saat muncul lagi dia sudah di lautan petir, bahkan kini bentuknya sudah berubah.

 dengan dua tanduk di kepala dengan tubuh seorang pria dengan rambut merah panjang.

 dia tampak bingung saat tiba tiba berpindah, menoleh ke sekitar menatap petir yang menyambar di mana mana.

 "apa ini.... "

 "domain...?"

 di tengah kebingungan ini, ada suara menggema yang terdengar.

 "cukup pintar..."

 "tapi, walau kau tau di mana kau sekarang. itu tak akan merubah apapun"

Setelah di konfirmasi ini memang adalah domain, wajah bingungnya tadi menghilang.

 di gantikan wajah percaya diri, lagi pula domain seperti ini malah menguntungkannya.

 dengan berada di dalam domain, walau ia hanya sisa jiwa.

 tapi kekuatan di tempat ini membuat sisa jiwa bisa mendapatkan kekuatan di masa puncaknya.

 alih alih mencari sumber suara, dia malah duduk tenang.

 "tak merubah apapun....?"

 ia tersenyum tipis, lalu melanjutkan.

 "kau benar, semuanya tak akan berubah..."

 "tubuh anak ini akan tetap menjadi milikku termasuk kau"

 "walau aku tak tau siapa kau sebenarnya, tapi jika menebak kau adalah garis darah bocah ini"

 "dengan domain ini, aku bisa mengambil kesimpulan kalau kau tak lemah"

 "tapi sayang, dalam domain ini aku bisa menggunakan kekuatan puncakku"

 "hahahaha...."

 tawa naga kunia yang menggelegar terdengar, menggema di seluruh tempat

 "kekuatan puncakmu?..."

 "hanya seekor cacing kecil ingin berlagak di depan dewa ini."

 setelah itu, petir di lautan petir itu semakin kencang.

 satu per satu menyambar langsung ke arah sosok.

 menghadapi banyaknya petir ia tak panik, dia hanya sedikit berdiri lalu mengangkat tangannya.

 seketika, lautan di bawahnya menunjukkan gelombang tipis.

 dari sana muncul kabut hitam yang langsung melesat le atas.

 BOM....

 BOM......

 BOM... .....

 petir itu langsung meledak di udara, sebanyak apapun petir menyambar ke arahnya.

 semua langsung meledak di udara.

 "bagaimana, apa kau bisa melihat kekuatanku?"

 "ingatlah garis darah kecil"

 "sehebat apapun kau, yang kau lawan sekarang adalah seorang mantan kaisar iblis"

 "dari pada kau terus bersembunyi lebih baik kau muncul."

 "jika kau mau aku bisa menjadikanmu sebagai garis darah tambahanku"

 "namun jika kau tidak mau"

 wajah sosok itu seketika berubah menjadi menyeramkan.

 "bersiaplah untuk lenyap bersama jiwa bocah ini"

 "hahahaha... "

 tawa yang lebih menggelegar terdengar.

 "kaisar iblis?..... "

 seketika lautan memicu gelombang besar, petir petir di langit semakin besar, bahkan ribuan kali lebih besar dari petir yang menyerang kaisar iblis tadi.

itu semua di sertai suara yang lebih menggelegar.

"iblis kecil...."

"apa kau memang suka membuat lelucon seperti ini"

"apa menurutmu kau pantas mengancam dewa ini"

sosok iblis terdiam, menatap besarnya naga di depannya.

bahkan saat ia berdiri, tingginya saja tak sebanding dengan ujung kuku naha itu.

tak lama, iblis itu menggelengkan kepala.

"tidak.. "

"aku adalah mantan kaisar iblis.."

"dia hanya garis darah belaka" batinnya.

saat ia mengangkat kepala, ingin berbicara.

tekanan besar langsung menghantam tubuhnya, keberanian yang tadi sudah hampir terbangun langsung runtuh.

ia seketika langsung berlutut.

"senior..."

"maaf.. "

"aku tadi terlalu berani, jika tau ada senior. walau di beri 100 keberanian pun aku tak akan melakukan ini"

naha kuno tak menjawab, ia mengetikkan sedikit kukunya.

rantai rantai petir langsung mengurung iblis itu.

bahkan iblis itu hanya bisa menatap diam, ia sama sekali tak bisa bergerak untuk melawan.

sedangkan di gua, para serigala sudah mencari kemana mana.

namun mereka tak menemukan barang berharga di pintu gua.

bahkan mereka sudah mengobral abrik tas ye chenlong tapi tak menemukan benda yang terlihat berharga.

sampai sampai, pemimpin mereka sendiri turun tangan untuk mendatangi pintu gua.

ia juga melihat hal sama.

hanya ada makanan kering dan sebilah pedang usang di sana.

pemimpin serigala yang memiliki postur badan seperti manusia sedikit berjongkok.

"apakah yang di maksud tuan adalah pedang ini?"

"tapi ini hanya pedang usang"

bahkan dia ragu untuk menyentuh benda ini, jadi dia menoleh ke arah serigala di belakangnya.

"bawa saja tas usang ini sekaligus pedang usang ini"

"biar tua saja yang memutuskan"

baru saja salah satu serigala akan menyentuh pedang, pedang itu sudah bergetar terlebih dahulu.

memancarkan sinar biru berselimut qi petir.

namun serigala serigala ini juga tak biasa, mereka mengeluarkan qi sendiri.

berharap menekan qi dalam pedang.

namun saat qi bersentuhan.

ada saya hisap yang menyerap qi milik serigala itu.

saat ingin mundur.

"hancurlah" suara muncul dari dalam pedang.

bom....

dalam sekejap serigala itu meledak.

bersamaan dengan itu muncul sosok jiwa seorang pria tua berjubah di atas pedang usang.

1
Ilham Yono
foto? udah ada kamera di jaman itu????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!