NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

𝐇𝐈𝐀𝐓𝐔𝐒‼️‼️‼️‼️‼️‼️‼️


Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampann namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.

Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.

Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.

Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.

Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !

Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.

bac

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Hukuman Imut

...Rania baru saja hendak meletakkan piring kotor ke tempat cuci di dapur kafe ketika pintu ruang VVIP tiba-tiba terbuka. ...

...Arkan melangkah keluar, namun alih-alih pergi meninggalkan kafe, ia justru menghentikan langkahnya tepat di depan Rania. ...

...Senyum miring yang sangat jarang terlihat kini menghiasi wajah pria itu. ...

...Senyum yang membuat bulu kuduk Rania berdiri karena ia tahu, itu bukan senyum yang baik....

..."Milky," panggil Arkan dengan suara rendah yang terdengar santai, namun sangat mengintimidasi....

...Rania menelan ludah, berusaha mempertahankan ekspresi ceria khas Milky....

... "Ya, Tuan Besar? Apa ada yang kurang dari layanan kami malam ini? Apa Tuan butuh air lagi karena rasa pedasnya?"...

...Arkan mendekat satu langkah, menatap tepat ke manik mata Rania yang tertutup lensa kontak....

... "Kamu pikir aku tidak tahu?"...

...Rania berpura-pura bingung....

... "Tahu apa, Tuan?"...

...Arkan tertawa kecil....

... "Omurice itu. Saus sambalnya bukan sekadar salah ambil botol. Itu memang sengaja kamu tuangkan untuk mengerjaiku, kan?"...

...Jantung Rania berdegup kencang, namun ia tetap menggeleng cepat dengan ekspresi sok polos. ...

..."Tuan jangan asal tuduh! Milky mana mungkin berani melakukan itu kepada Tuan Besar yang terhormat!"...

..."Oh, ya?" Arkan melipat tangan di depan dada....

... "Karena kamu yang sudah membuatnya menjadi sangat pedas sampai aku hampir tidak bisa bernapas, maka kamu harus bertanggung jawab."...

...Rania merasa tidak enak....

... "Bertanggung jawab? Bagaimana maksud Tuan?"...

...Arkan berbalik dan berjalan kembali masuk ke dalam ruang VVIP....

... Ia memberi isyarat dengan tangannya agar Rania mengikuti....

... "Masuk. Kamu harus menyuapi omurice itu sampai habis ke mulutku. Aku tidak mau menyentuh sendok itu lagi karena lidahku sudah mati rasa."...

...Rania mematung di ambang pintu. ...

..."Apa? Tuan menyuruh Milky menyuapi Tuan?"...

..."Kenapa? Kamu keberatan?" Arkan menatap Rania dengan tatapan menantang....

... "Itu hukuman yang adil untuk pelayan yang sudah mencoba meracuni tamunya dengan saus sambal, bukan?"...

...Rania menggigit bibir bawahnya. ...

...Ia ingin sekali menolak, tapi sebagai pelayan kafe, ia tidak boleh membantah pelanggan, apalagi pelanggan VVIP seperti Arkan....

... "Baik, Tuan. Milky akan melakukannya."...

...Rania berjalan masuk ke dalam ruangan dengan kaki yang terasa sangat berat. ...

...Ia mengambil sendok yang tergeletak di samping piring omurice yang masih tersisa banyak. ...

...Ia harus menyuapi Arkan, pria yang tadi siang baru saja memarahi dan mempermalukannya habis-habisan di kantor....

...Arkan duduk dengan santai di sofa, menatap Rania dengan tatapan yang sangat...

... menyebalkan....

... "Ayo, mulai."...

...Rania mengambil sedikit nasi dengan sendok, meniupnya pelan dengan gerakan yang dibuat-buat manis, lalu menyodorkannya ke depan mulut Arkan. ...

..."Aaa~" ucap Rania dengan nada yang terdengar seperti sedang menyiksa diri sendiri....

...Arkan membuka mulutnya, membiarkan Rania menyuapinya....

... Ia mengunyah pelan, lalu menatap Rania dengan senyum miring yang semakin lebar....

... "Terlalu pedas. Kamu harus meniupnya lebih lama supaya tidak membakar lidahku lagi."...

...Rania menarik napas panjang, berusaha menahan kesal....

... "Baik, Tuan Besar."...

...Ia kembali mengambil nasi, kali ini meniupnya dengan sangat lama sampai bibirnya pegal. ...

...Ia menyuapi Arkan lagi....

... Kali ini Arkan tidak protes, ia justru menikmati momen itu dengan tatapan yang seolah sedang mengamati tingkah laku seekor hewan peliharaan yang lucu....

..."Milky, kenapa kamu terlihat kesal?" tanya Arkan sambil menatap mata Rania lekat-lekat....

...Rania hampir saja melempar sendok itu ke wajah Arkan....

... "Kesal? Siapa yang kesal? Milky sangat senang bisa melayani Tuan!" jawab Rania sambil memaksakan senyum selebar mungkin sampai otot pipinya sakit....

..."Oh ya? Tapi tanganmu gemetar," ujar Arkan sambil memegang pergelangan tangan Rania yang sedang memegang sendok....

...Rania segera menarik tangannya. "Itu karena Milky terlalu bersemangat, Tuan!"...

...Arkan tertawa lepas....

... Suara tawanya memenuhi ruangan VVIP yang sempit itu....

... "Kamu lucu sekali, Milky. Kamu tahu, kamu sangat berbeda dengan sekretarisku di kantor. Dia itu kaku, membosankan, dan tidak punya keberanian sama sekali."...

...Rania merasa darahnya mendidih. ...

..."Oh ya? Mungkin dia sebenarnya hanya tidak nyaman bekerja dengan bos yang suka marah-marah tanpa alasan," sahut Rania dengan nada yang sedikit tajam, meski ia berusaha menutupinya dengan tawa kecil....

...Arkan terdiam sejenak....

... Ia menatap Rania dengan tatapan yang lebih dalam....

... "Mungkin kamu benar. Mungkin aku memang terlalu keras padanya."...

...Rania tertegun....

... Ia tidak menyangka Arkan akan mengakui hal itu....

... "Kenapa Tuan bersikap begitu padanya kalau tahu Tuan salah?"...

...Arkan menghela napas panjang. "Karena dia mengingatkanku pada seseorang. Dan setiap kali aku melihatnya, aku merasa marah pada diriku sendiri."...

...Rania tidak menyangka akan mendengar kalimat itu dari mulut Arkan. ...

...Ia menyuapi Arkan lagi, kali ini dengan gerakan yang lebih pelan....

... "Seseorang itu... apa sangat berarti bagi Tuan?"...

...Arkan menatap piring omurice yang tersisa sedikit....

... "Dulu. Sekarang, aku hanya ingin tahu kebenarannya."...

...Suasana di ruangan itu mendadak jadi canggung....

... Rania merasa Arkan mulai membuka dirinya, dan itu membuatnya semakin bingung....

... Ia seharusnya membenci Arkan, tapi mendengar pengakuan itu membuatnya merasa bersalah karena telah mengerjai pria itu dengan saus pedas....

..."Ini suapan terakhir, Tuan," ucap Rania pelan....

...Arkan menerima suapan terakhir itu. Ia mengunyahnya dengan tenang, lalu menatap Rania lagi....

... "Kamu tahu, Milky? Kamu adalah orang pertama yang berani menantangku seperti ini. Bahkan di kantor, tidak ada yang berani melakukan apa yang kamu lakukan."...

...Rania tersenyum tipis....

... "Mungkin karena di sini Milky bukan siapa-siapa, Tuan. Jadi Milky tidak punya apa-apa untuk disembunyikan."...

...Arkan bangkit dari kursinya. ...

...Ia berdiri tepat di depan Rania....

... Jarak mereka kembali menjadi sangat dekat, persis seperti kejadian di kantor tadi pagi....

... Namun, kali ini tidak ada aura interogasi yang mencekam. Yang ada justru suasana yang aneh, antara rasa penasaran dan kehangatan yang tak terduga....

..."Kamu adalah teka-teki yang paling menarik yang pernah aku temui, Milky," ujar Arkan sambil menatap Rania dengan tatapan yang sangat lembut....

...Rania merasa jantungnya berdegup kencang. Ia harus segera pergi sebelum rahasianya terbongkar....

... "Tuan, piringnya sudah habis. Milky harus kembali bekerja."...

...Arkan tidak menahan Rania....

...Ia membiarkan gadis itu pergi....

... "Ya, pergilah. Tapi ingat, Milky... aku akan selalu mengawasimu."...

...Rania berjalan keluar dari ruang VVIP dengan langkah terburu-buru. ...

...Begitu pintu tertutup, ia menyandarkan tubuhnya ke dinding koridor. Napasnya terengah-engah. Ia merasa hampir saja menyerah pada perasaannya sendiri....

...Apa yang sedang terjadi? pikirnya. Kenapa dia bersikap begitu?...

...Di dalam ruangan, Arkan berdiri mematung di depan pintu. ...

...Ia menyentuh bibirnya yang tadi sempat merasakan pedas saus sambal ulah Milky....

... Ia tersenyum tipis. ...

...Ternyata, hukuman yang ia berikan pada Milky justru memberikannya perasaan yang sangat berbeda....

...Ia merasa kalau kecurigaannya tentang Rania dan Milky mulai memudar, bukan karena ia percaya mereka berbeda, tapi karena ia mulai menikmati keberadaan Milky atau siapa pun gadis itu sebenarnya....

...Rania, di dapur kafe, segera mencuci piring dengan tangan yang masih gemetar. ...

...Ia tahu, mulai malam ini, segalanya akan berubah. ...

...Arkan tidak lagi menatapnya sebagai pelayan kafe yang biasa, melainkan sebagai seseorang yang menarik perhatiannya....

...Dan itu adalah bahaya yang sebenarnya....

..."Aku harus berhenti sebelum semuanya jadi berantakan," bisik Rania pelan....

...Namun, di dalam hatinya, ia tahu bahwa ia sudah terlalu jauh masuk ke dalam permainan ini. ...

...Ia tidak bisa berhenti sekarang, bukan saat tujuannya untuk membantu ibunya belum tercapai....

...Rania kembali ke area depan kafe dengan senyum manisnya. Ia menyapa pelanggan dengan ramah, seolah tidak terjadi apa-apa di ruang VVIP tadi. Ia akan tetap menjadi Milky yang ceria....

...Malam itu, kafe tetap ramai seperti biasanya. Dan Rania tetap menjadi bintang di sana. Ia melayani setiap pelanggan dengan penuh dedikasi, namun pikirannya terus kembali pada tatapan lembut Arkan tadi....

...Saat jam tutup kafe tiba, Rania segera membersihkan mejanya. Ia merasa lelah, tapi lelahnya terasa berbeda. Ia merasa telah melalui sesuatu yang besar....

...Ia melepas wig cokelatnya, menatap cermin, dan menyadari kalau ia masih menjadi dirinya sendiri Rania Adisti, sekretaris magang yang culun....

..."Besok," bisiknya pada cermin....

... "Besok akan jadi hari yang baru."...

...Dan ia akan siap menghadapi Arkan, entah sebagai Rania atau sebagai Milky. ...

...Ia tahu, permainannya belum berakhir. Dan ia tidak akan membiarkan Arkan memenangkannya....

...Ia pun melangkah keluar dari kafe menuju jalanan yang sepi. Angin malam bertiup dingin, tapi hatinya merasa hangat. Ia tahu, ia telah melewati hari ini dengan luar biasa....

...Rania pun pulang ke kosnya dengan semangat yang baru. Ia sudah siap untuk menghadapi tantangan apa pun yang akan datang besok di kantor....

...Ia tidak akan pernah menyerah. Tidak sekarang. Tidak akan pernah....

...Ia tahu, permainannya baru saja dimulai. Dan ia akan memenangkan permainan itu. Apa pun yang terjadi....

...Rania pun tidur dengan perasaan lega. Ia tahu, ia bisa melewati semuanya. Ia bisa menjadi siapa pun yang ia inginkan....

...Besok adalah hari baru. Dan ia sudah siap...

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
yang banyak update nya 😉😉😉
Tya
bagusssssss bgttt
Tya
crazy up dong authorrrrrr😭🙏 gbisa bgt cerita sebagus ini ditunda2 buat dibaca😭
Watini Salma
kalau sekarang MLM Minggu berarti besok kantor libur dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!