NovelToon NovelToon
Berpindah Dunia, Kupilih Teori Ku Sendiri

Berpindah Dunia, Kupilih Teori Ku Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: TrueRuler

Cerita tentang seseorang yang berasal dari Indonesia berpindah ke sebuah dunia fantasy, dimana terlihat gunung berbentuk pedang dan pulau melayang itu biasa. Untuk bertahan hidup dia yang tak memahami kemampuan peningkatan di fiksi memililih menggunakan Teknik dari Indonesia yang menggunakan Tenaga Dalam yang dia ubah beberapa caranya. Isi dari novel ini hanya perjalanannya mencari cara untuk membuat kemampuan tenaga dalam milik Indonesia bisa menyaingi peningkatan kemampuan di dunia tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TrueRuler, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29: Reruntuhan

Sedangkan di tempat lainnya dari dunia lain, seorang pencuri makam memasuki reruntuhan karena menganggap reruntuhan itu mungkin bernilai banyak.

“Hehehehehe”

“Aku Risdan”

“Akan menaklukkan”

“Makam ini!”

“HAHAHAHAHAHA” tertawa dengan berkacak pinggang.

.

“Riiiisssdaaaaan!!!!” Mengayunkan tangan.

*Plak

.

“Aduh!”

“Apa apaan kau Minta” sambil menggosok kepalanya.

.

“Huh” memalingkan wajah

“Rasakan!”

“Bukannya sudah dikatakan untuk jangan teriak”

“Kita gak tau apakah aka nada mekanisme khusus didalam ini”

“Kau tidak ingat terakhir kali kita menjelajahi makam”

Sebuah bayangan terlintas dikepala mereka, saat itu…

“Haaaaloooo” Risdan berteriak untuk mengetes gemanya.

Tak lama dari itu sebuah getaran terasa…

“Ahhhh apa ini!!!”

.

“Ummm Risdan?”

“Kurasa kita harus kabur”

Melihat sebuah batu besar keluar dari bayang bayang bergerak ke arah mereka, mereka berlari menjauh.

“Risdaaaan!!”

“Kau memang sialan!!!”

Bayangan mereka berakhir disitu….

“Hehe”

“Bukankah aku sudah minta maaf waktu itu?”

“Lagipula kau lihat” sambil memperlihatkan ke arah dalam reruntuhan.

“Gak mungkin kan mereka menyimpan batu di arsitektu seperti ini.

Minta terlihat gak mau membenarkan perkataan Risdan dan membalikkan wajah, dirinya berjalan masuk ke dalam reruntuhan. Beberapa menit berikutnya mereka didalam kegelapan tak menemukan jebakan atau penjaga tempat ini. Mereka hanya merasa berada di labirin tanpa ujung, tapi untungnya mereka membawa banyak persediaan.

“Hmmm”

“Ini bukan labirin karena arsitektur luarnya sangat kecil gak mungkin memiliki jalur sepanjang ini”

“Apakah ini ekspansi ruang?” Risdan berpikir.

.

“Mungkin begitu”

“Tapi untung Kompas milik kita masih berfungsi didalam ini”

.

“Hmm kau benar”

“Kalau begitu…”

“Kearah sini” Risdan memimpin jalan.

Mereka berjalan beberapa blok ke depan dan melihat suar yang memancarkan Cahaya ke langit.

“Hei Minta lihat itu” Sambil menunjuk ke arah pilar Cahaya.

.

“Hmm apakah kita perlu kesana?”

.

“Menurutku kita perlu”

“Benda yang bisa memancarkan Cahaya sebesar itu pasti sangat berharga”

“Tapi sepertinya posisi benda itu masih sangat jauh…”

Risdan dan Minta masih terus berjalan, mereka makin masuk ke dalam reruntuhan. Di Gua Cakra dan Marisa melihat gerbang batu sepertinya siap digunakan.

“Hmmm”

“Sudah selesai?” Cakra terlihat mendekati gerbang itu.

.

“Apakah sudah?”

.

“Ah belum”

“Ini sepertinya mengunci beberapa tempat”

.

“Cakra”

“Apakah kita coba?” Marisa memberikan saran.

.

“Mungkin, tapi kita ambil dulu perbekalan kita”

Cakra mengemas barang barang bersama Marisa, dia mengemas dendeng kering dan air minum dalam jumlah besar.

“Ini”

“Bisa kau tolong simpan?” Cakra memberikan ke Marisa yang perlu disimpan.

.

“Boleh” Marisa menggunakan cincin ruang miliknya untuk menampung perbekalan.

.

“Baiklah sekarang kita sudah siap mari kita berangkat”

Cakra berdiri di depan monument dengan cetakan tangan, dirinya mengalirkan sedikit energi. Terlihat gerbang batu mulai sedikit bersinar mengikuti pola yang ada. Sebuah Cahaya terbentuk ditengah pintu itu, saat dilihat terlihat sebuah ruangan yang mengarah ke sumber pilar Cahaya.

“Mari kita masuk” Cakra mengajak Marisa kebalik pintu batu tersebut.

Ditempat lain kedua orang yang memasuki reruntuhan terlihat masih sangat jauh dari pilar Cahaya.

“Ugh…”

“Berapa lama hingga bisa sampai?” Risdan meringis.

Terlihat dari atas ruangan terbentuk memperlihatkan posisi milik perampok makam masih sangat jauh. Mereka tidak tau posisi mereka dan tidak ada yang sadar, Cakra dan Marisa keluar dari pintu. Saat mereka keluar gerbang milik mereka berubah menjadi sebuah batu petak yang bisa dibawa.

“Ooooh”

“Menarik sepertinya ini fungsi pintu portable”

Cakra mengambil batu tersebut dan memasukkannya ke saku miliknya yang bisa dikunci. Dirinya dan Marisa melanjutkan perjalanan, tak berselang lama rombongan Cakra berhasil sampai ke pilar Cahaya.

“Hmm”

“Tak ada apa apa?” Cakra melihat pilar tersebut kosong.

.

“Tidak”

“Ada sesuatu”

“Sepertinya pintu tersembunyi” Marisa menunjuk sebuah batu yang tingginya gak rata.

Cakra mulai melihat dan meraba raba monument batu itu.

“Ah ketemu”

Cakra merasakan sedikit bekas aus dari bagian mulut mahluk itu, dia menekannya dan sebuah pintu bawah tanah terbuka.

“Ini”

“Sepertinya ini jalannya”

.

“Ya ayo turun” Marisa terlihat bersemangat.

Mereka terus menuruni tangga dan terlihat pintu atas sudah tertutup kembali, saat itu Cakra mengandalkan senter miliknya untuk menerangi tangga. Di rombongan Risdan sudah tak jauh dari pilar.

“Ah ayo Minta sedikit lagi”

“Kalau kita mendapatkan sesuatu kita pasti bisa menjualnya dengan mahal”

Rombongan Risdan mempercepat Langkah mereka, sedangkan Rombongan Cakra menemukan jikalau ada semacam ruangan kuno dengan banyak obor disekitarnya setelah menuruni tangga. Mereka melihat di ruangan itu ada banyak pintu, tiba tiba dari saku Cakra pintu batu bereaksi dengan mengeluarkan energi yang mengalir ke sebuah pintu.

“Ini….”

“Sepertinya mengarahkan kita kemari” Marisa bersemangat.

.

“Ya”

“Mari kita ikuti” Cakra berjalan mengarah ke ruangan.

Rombongan Risdan telah sampai di depan pilar Cahaya, Risdan menyadari pilar Cahaya tersebut hanya sebuah formasi khusus.

“Hmm tidak ada apa apa disini?”

“Apa mungkin dibawah tanah?” Risdan berpikir.

.

“Kalau begitu seperti biasa”

“Kita perlu mencari jalan masuk”

“Aku akan mengecek” Minta segera bergerak untuk mengecek sekitar.

Memakan waktu cukup lama untuk mereka cek, Risdan menemukan sebuah lantai yang perlu diinjak. Saat diinjak mereka berdua terperosot kesebuah perosotan, mereka jatuh sangat lama sehingga sempat berbicara panjang lebar tentang rencana mereka. Di rombongan Cakra mereka sudah masuk ke percabangan berikutnya.

“Hmm energinya kearah sini” Cakra melanjutkan langkahnya.

Cakra melihat setiap warna ruangan begitu berbeda, dan dirinya juga menyadari kalau setiap ruangan itu hanya memiliki satu jalur yang benar.

“Hmm setiap warna itu sepertinya mewakili tema ruangan”

“Seperti ruangan pertama itu api dengan warna oranye”

“Ruangan kedua tadi itu berwarna biru dengan banyaknya bunga berwarna biru”

“Masing masing energi itu gak tercampur walau ruangan terbuka lebar” Cakra menjelaskan teorinya.

.

“Ya sepertinya begitu…”

“Walau aku tak paham hubungannya apa hehe” Marisa menggaruk kepalanya.

.

“Hmm maksudku bunga biru mewakili dingin”

“Dan obor mewakili panas”

“Kau sadar kan didalam ruangan dan ketika kita masuk ke ruangan berikutnya suhu berubah drastis?”

.

“Ya”

“Aku sadar…”

.

“Ah ya sudah fokuslah ke jalan sepertinya akan sampai sebentar lagi…”

Cakra dan Marisa terus berjalan menelusuri Lorong lalu dia masuk ke sebuah ruangan dengan warna putih dimana energi elektromagnetik ruangan itu sangat kuat. Setelah diarahkan oleh pintu Cakra langsung berlari masuk tak mau berlama lama. Mereka berjalan menelusuri Lorong selanjutnya dan akhirnya mencapai ruangan terakhir. Dimana ruangan terakhir memiliki warna Hijau.

“Hmm”

“Hijau?”

“Bukannya harusnya pohon atau daun?”

“Kenapa tidak ada apa apa?” Cakra kebingungan.

Setelah melangkah kedalam ruangan tiba tiba terasa getaran kuat, di sisi Risdan muncul sebuah portal yang langsung mengirim mereka keluar. Cakra melihat sebuah monument dengan sebuah batu coklat yang seperti menopang energi didalam.

1
Nawadipta
konsep pencipta kanuragan dan melawan polusi lumayan.
Rulers???: siap, aku memang coba bikin ceritanya yang beda sih
total 5 replies
Nawadipta
Hiss...
Rulers???: wkwkwkwk elemen Indonesia nya biar kerasa🤣
total 1 replies
Nawadipta
MC, MC. MC.
Hiss memang lagi mode survival tapi jangan kebanyakan atuh...
Nawadipta: hah, minecraft 😂🙏
tapi, oke ditunggu...
total 2 replies
Nawadipta
eits langsung tau ilmu baru, hmmm latar belakang hebat nihh.
Rulers???: yep MC suka belajar dan naik gunung jadi dia banyak mikirin teori 😅
total 1 replies
rintaanastasia41
di dunia ini, ada 2 alam yang saling berdampingan. Jadi agak heran, sih kalau kita ke alam "mereka" lihat berbagai bentuk.
Rulers???: oooh mau santai dulu kah? baca episode ku yang lain dong udah bagus atau nggak 😅
total 7 replies
this that PINK VENOM
.
Rulers???: halo kak selamat datang 😅
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
nagusss cakra🤣
Rulers???: eh ada salah ketik kah 😅
total 1 replies
SecretivePlotter
kebalik bang, di buat keterangan dipisah, kalo di buat kata kerja baru digabung
Rulers???: Iya sih yang ini masih sering salah, penggunaan kata kerja sama keterangan aku sering lupa dan ini masih belum diperbaiki sampai sekarang, susah tapi kuusahakan 😅
total 1 replies
SecretivePlotter
sebut aja namanya kan udah disebut
Rulers???: Makasih kak buat dukungannya baru dapet pembaca yang merhatiin soalnya 😅
total 2 replies
SecretivePlotter
gak usah bergantung ama sistem apalah
Rulers???: bener 🤣
total 3 replies
SecretivePlotter
agni nama cewek
Rulers???: Aku merasa terlalu ke barat baratan kalau makai ifrit dan agak jelek sih, karena itu pakai Agni, karena aku coba cari nama yang asal katanya Indonesia buat karakter utama😅
total 5 replies
SecretivePlotter
padahal kalimantan juga hijau full sawit🤭
Rulers???: wkwkwkwk berusaha mengambil sisi positif 😅
total 1 replies
SecretivePlotter
aku adalah tuhan tuhan adalah aku, manunggaling kawulo gusti😎 puncak makrifat
Rulers???: wkwkwkwk konsepnya gak sampai situ sih 😅
total 1 replies
SecretivePlotter
kutak itu apa bang?
Rulers???: "Ku tak" sih harusnya agak diberikan spasi ini bentuk penolakan terhadap keadaan😅
total 1 replies
Litchy Aechadia
Kak ini udah bagus asli, MC nya agak konyol, saran dariku koreksi penulisan nya lagi ya kak, biar bisa lolos editor, semangaat 💪😄
Rulers???: Terima kasih
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
ini bacaan mirip naruto😍😍😍😍
Rulers???: hehe makasi 😅
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
kak eamang tulisan nya Dar.... atau DUAR!!!!!
Rulers???: Dar, kalau duar itu ledakan yang nyebapin api rencananya bedain dikit 😅
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
gue kalau jadi guru nya mau bilang "bagus... kamu berhasil👍👍👍"
THE GIRL COOL😑
bunga untuk mu🤭
THE GIRL COOL😑
bagus lanjutkan 👍
Rulers???: Terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!