NovelToon NovelToon
Legenda Kebangkitan Wang Fei

Legenda Kebangkitan Wang Fei

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jin kazama

Seorang pemuda bernama Wang Fei yang dianggap lemah dan tertindas berusaha mendobrak batasan dan ingin menentukan nasibnya sendiri dengan menjadi lebih kuat.



"Jika langit tidak adil dan ingin membatasi takdirku, maka aku bersumpah akan meruntuhkan langit itu.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Awal Mula

Bab 1. Awal Mula

Ribuan tahun yang lalu, alam manusia diserang oleh makhluk asing yang disebut dengan Ras Iblis. Bencana kehancuran terjadi di mana-mana. Mayat bergeletakan, darah mengalir bagaikan lautan. Untuk pertama kalinya, umat manusia menghadapi bencana kepunahan.

Namun, dalam situasi suram ketika harapan nyaris sirna, kehendak langit pun bergetar. Kehendak itu berubah menjadi 12 makhluk raksasa. Di antaranya adalah Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi.

Mereka bukanlah makhluk biasa, melainkan makhluk mitos dengan kekuatan dewa yang sangat mengerikan. Satu langkah menghancurkan gunung, satu raungan menggetarkan langit dan bumi. Dengan kekuatan destruktif yang luar biasa, amukan mereka menghancurkan Ras Iblis dan memaksanya untuk mundur dan melarikan diri. Setelah bencana berakhir, 12 makhluk raksasa itu akhirnya terpecah menjadi pecahan energi dan menyatu dengan langit dan bumi.

Sejak saat itu, umat manusia memiliki harapan dan menyebut dua belas hewan raksasa itu sebagai 12 Shio Penjaga. Seribu tahun kemudian, pengetahuan umat manusia semakin maju. Melalui penelitian para leluhur, akhirnya ditemukan metode kultivasi yang dapat membangkitkan jiwa perang yang tersinkronisasi dengan 12 raksasa Shio Penjaga.

Namun, akibat perang itu, dunia yang sebelumnya menyatu dengan berbagai wilayah berkepadatan energi berbeda pun terpecah menjadi tiga bagian, yaitu Alam Atas, Alam Tengah, dan Alam Bawah.

Meski begitu, metode kultivasi tentang penyatuan jiwa dengan 12 Ras Shio Penjaga menyebar luas bagaikan tsunami yang tak terbendung. Begitulah generasi selanjutnya akhirnya meneruskan warisan tersebut dan menjadikannya sebagai pondasi dasar sekaligus pilar utama bagi umat manusia untuk bangkit dan berubah menjadi seorang kultivator kuat.

...◦~●❃●~◦...

Alam Rendah, Benua Yangjun, Wilayah Timur.

Akademi Daehan.

“BUGH! BUGH! BUGH! BUGH! BUGH!”

Terdengar bunyi hantaman tinju yang berkali-kali menghantam tubuh seorang pemuda.

Namanya Wang Fei. Seorang murid pelayan yang selama tiga tahun masih belum mampu meningkatkan kekuatannya untuk meraih kuota pendaftaran murid luar.

“Dasar sampah rendahan! Mati kau!” ujar seorang pemuda arogan, sombong, dan angkuh bernama Lin Dan.

Di belakangnya, dua anak buahnya yang bernama Chu Rong dan Song Heng tertawa terbahak-bahak.

“Haha! Hajar terus saja, Bos! Jangan beri ampun! Mari kita lihat sampai kapan sampah ini bisa bertahan!” ejek Chu Rong sambil tersenyum menyeringai.

Song Heng yang berada di sampingnya juga menimpali.

“Ya, benar sekali apa yang dikatakan Chu Rong. Buat sampah ini menyadari posisinya. Dia harus tahu bahwa di akademi ini ada orang-orang yang tidak mampu dia singgung.”

Mendengar itu, Lin Dan yang saat ini menginjak kepala Wang Fei di bawah kakinya merasa sangat puas. Harus diakui, kedua pengikutnya itu memang sangat pandai menjilat. Dan dia sangat menyukai perasaan superior seperti itu.

Sebenarnya masalahnya hanya sederhana. Ketika berpapasan dengannya, Lin Dan ingin Wang Fei menunduk dan berlutut dengan hormat sambil memanggilnya Tuan.

Memang sederhana bagi Lin Dan sendiri, akan tetapi bagi Wang Fei itu merupakan penghinaan yang sangat besar dalam hidupnya.

Jika dia melakukan itu, apa bedanya dirinya dengan seekor anjing? Dia tidak akan merendahkan diri meskipun harus mati. Karena itulah, meskipun kalah, dia tidak akan pernah sudi untuk berlutut.

Sementara itu, Wang Fei sendiri yang menjadi korban penindasan menggertakkan gigi dengan amarah yang luar biasa. Namun, di saat yang sama, matanya juga diselimuti rasa tak berdaya yang terlihat jelas.

Sudah tiga tahun, tetapi entah ada masalah apa dengan tubuhnya, sampai sekarang tingkat kultivasinya terus stagnan di Penempaan Tubuh Tingkat 2 tahap puncak tanpa ada tanda-tanda terobosan sedikit pun.

Ditambah lagi, yang membuatnya paling merasa langit tidak adil adalah jiwa perangnya. Itu merupakan Shio Kerbau dengan kemurnian satu bintang.

Lin Dan sendiri saat ini berada di ranah Penempaan Tubuh Tingkat 4 tahap puncak dengan Shio Harimau.

Berbeda dengan Wang Fei yang hanya memiliki kemurnian satu bintang, Shio Harimau milik Lin Dan memiliki enam bintang dan lagi, dia sudah berhasil membuka lima jalur meridian dari total dua puluh meridian di dalam tubuh. Sementara Wang Fei, semua jalur meridiannya masih tersumbat.

Dari perbedaan ini saja, kekuatan keduanya sudah jauh berbeda. Bahkan Chu Rong dan Song Heng, meskipun tidak bisa dianggap berbakat, mereka juga beruntung lahir dengan jiwa perang dari 12 Shio Raksasa.

Chu Rong memiliki jiwa perang Shio Tikus dengan kemurnian dua bintang. Sedangkan Song Heng memiliki jiwa perang Shio Ayam dengan kemurnian yang sama, yaitu dua bintang.

Berbicara mengenai jiwa perang, terlepas dari 12 Shio Raksasa, sebenarnya masih banyak jiwa perang lainnya seperti senjata, musik, tumbuhan, bahkan buku sihir elemen.

Terlepas dari itu semua, tetap saja potensi paling tinggi dimiliki oleh mereka yang dapat membangkitkan salah satu dari 12 Shio Raksasa.

Kebetulan Wang Fei adalah salah satunya. Sayangnya, kemurniannya hanya bintang satu sehingga kultivasinya sedikit lebih lambat dari yang lain.

Ini benar-benar bakat yang sangat buruk. Arti dari kemurnian satu bintang adalah kemampuannya dalam menyerap energi Qi dari langit dan bumi sangat rendah sehingga untuk menerobos ranah juga sangat sulit.

Satu hal lagi yang sangat disadari Wang Fei, dantiannya adalah jenis anomali yang sangat langka di dunia, yaitu Dantian Batu yang apabila menyerap energi akan sangat sulit untuk terkumpul. Ini dikarenakan lapisan luar dantiannya sangat keras dan agar energi Qi bisa masuk dengan lancar, dia terlebih dahulu harus memecahkan cangkang keras yang menyelimuti dantiannya itu.

“Aku tidak akan menyerah! Jika langit tidak adil dan ingin membatasi takdirku, maka aku bersumpah dengan kekuatanku sendiri akan aku runtuhkan langit itu,” tekadnya dalam hati.

Dia memang keras kepala. Atau tepatnya, mungkin orang-orang menganggapnya gila dan tidak tahu diri. Namun, menyerah bukanlah jalan hidupnya. Hanya dengan keras kepala dan terus bekerja keras maka takdir itu bisa diubah.

Selama ini dia selalu bekerja keras mengerjakan berbagai macam tugas hanya demi mendapatkan poin prestasi yang bisa ditukarkan dengan pil tingkat rendah. Tujuannya hanya satu, yaitu meningkatkan kekuatannya.

Dia yakin jika terus berusaha menyalurkan banyak energi, pada akhirnya cangkang itu akan terkikis, lalu retak, dan akhirnya pecah.

Dan momen ketika cangkang itu pecah, sebuah kejutan besar pasti akan menantinya. Entahlah, perasaan seperti itu muncul begitu saja di dalam benak Wang Fei dan mengakar dengan begitu kuat.

Setelah puas menghajar dan menginjak-injak Wang Fei hingga tak berdaya, akhirnya Lin Dan dan antek-anteknya pun pergi dari sana.

Perlahan-lahan, Wang Fei yang tadinya tersungkur lemah mulai bangkit berdiri.

Seketika, nyeri yang begitu tajam langsung menghantam tubuhnya tanpa ampun. Rasa sakit itu bukan hanya pada satu titik, tetapi menyebar ke seluruh tubuh. Rasanya setiap otot, persendian, dan tulang-tulangnya bagaikan dipelintir dengan paksa.

“Argh... sial, rasanya sakit sekali! Huh... lihat saja, aku bersumpah jika suatu saat aku menjadi lebih kuat dari mereka semua, dendam hari ini pasti akan aku balas seribu kali lipat,” ucapnya dengan mata yang menyorot tajam penuh amarah.

Perlahan, dengan tertatih, Wang Fei melangkah demi selangkah menuju rumahnya. Ah, tidak... daripada disebut rumah, tempat itu lebih mirip gubuk kecil yang sangat sederhana.

“Hanya tersisa tiga Pil Energi Tingkat Rendah. Entah ini bisa digunakan untuk memecahkan cangkang keras di dalam dantianku atau tidak. Ah, persetanlah! Mari coba serap saja,” ucapnya dengan penuh tekad.

Setelah itu, dia mulai mengedarkan Teknik Kultivasi Dasar Penyerapan Energi Tingkat Rendah yang berhasil dia dapatkan setelah mengumpulkan seratus poin prestasi selama enam bulan penuh.

Dan demikianlah, dia mulai duduk bersila sambil memejamkan mata. Saat teknik kultivasinya mulai berputar, bayangan jiwa perang Shio Kerbau pun mulai muncul di belakang tubuhnya. Cahaya satu bintang berwarna putih terang mulai menyala dan seketika energi Qi dari langit dan bumi pun mulai terserap secara perlahan.

Tanpa ragu, tiga butir Pil Energi Tingkat Rendah pun dia telan seluruhnya. Ketika meleleh di dalam perut, pil itu langsung berubah menjadi untaian energi yang bagaikan gelombang dan langsung menerjang serta menghantam cangkang keras yang selama ini menyelimuti dantiannya.

Tiba-tiba, terjadi kejutan yang tidak terduga. Di dalam benaknya, suara retakan terdengar menggema dengan begitu jelas.

“KRAK! KRAK! KRAK!”

“Hm... apakah ini?”

1
Dewa Malaikat
Lanjuut ya thor
Ilham Akbar
Bahasanya mudah dimengerti & semoga ceritanya bagus
utk itu saya uplaus satu vote
Dewa Malaikat
lanjut ya thor. jangan mandek tengah jalan
Dewa Malaikat
mantul thor ceritanya.
Jojo Shua
😍🔥
Jojo Shua
😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat semangat semangat Thor lanjut
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Jerry K-el
nunggu banyak dulu, minimal 100 bab br sy coba baca💪💪💪💪thorrrr
Night Guard
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!