NovelToon NovelToon
Pretty Danger

Pretty Danger

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: HufflePuff

-Dukung karya Author dengan cara tinggalkan jejak Like, Komen, Rate dan juga Vote kalian-

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.


--------------------------------------------------


"Jangan memanggilku Ava karna itu bukan namaku"

"Itu namamu, Stupid"

"Namaku Fredella-...."

"Ava Elvarette"

Fredella terdiam karena mengiyakan ucapan pria itu dalam hati.

"Bodoh"

"Sialan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HufflePuff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Night Kiss

Damien terbangun dan membuka mata saat fajar mulai menampakkan diri.

Ia melihat di sekelilingnya lalu bangkit dari ranjang dan memasuki kamar mandi.

Setelah selesai bersiap, Damien berjalan menuju kamar dimana Fredella terlelap semalam. Namun, ia tak menemukan wanita itu disana karena ranjang yang sudah tertata rapi.

Ia melangkah menuju dapur lalu melihat Tris dan Loran sedang menyiapkan sarapan. "Kalian melihat Ava? Kemana dia?" tanya Damien.

Tris menghentikan kegiatannya lalu membalikkan badan menghadap pada Damien dan menjawab pertanyaan Tuannya "Nona berada di rumah hijau sedari pagi, Tuan"

Damien segera berjalan menghampiri Fredella menuju rumah hijau dimana ditempatkan berbagai sayuran hijau dan tanaman hias dirawat disana.

"Ava, sedang apa kau?" tanya Damien yang melihat Fredella sedang tertawa dengan seorang perempuan yang sepertinya sudah remaja.

"Kak Damien?" teriak perempuan remaja itu.

"Hei Bella, bagaimana kabarmu?" tanya Damien.

Perempuan itu bernama Arabella, dia anak kedua sekaligus bungsu dari pasangan Tris dan Loran.

Saat ini dia masih bersekolah di bangku sekolah Menengah.

"Mengapa kau baru datang? Apa pekerjaanmu membuatmu menjadi sangat sibuk?" tanya Bella.

"Begitu merindukanku ternyata" ucap Damien.

"Tentu saja, Kak. Kekasihmu sangat menyenangkan, kak Damien. Aku senang bermain dengannya" ocehan Bella membuat Damien terkekeh kecil. Ia lalu mengarahkan pandangannya pada Fredella yang sedang memperhatikan sayur-sayuran.

"Kau sepertinya sangat suka" ucap Damien

"Aku hanya sedang teringat orang tuaku, mereka juga membangun rumah hijau di halaman belakang sehingga terkadang mereka tak perlu ke swalayan untuk membeli sayur" jelas Fredella yang ketika itu mengembangkan senyum manisnya.

"Kapan aku dapat mengunjungi rumah orang tuamu, Ava?" tanya Damien.

"Suatu hari nanti." Fredella kembali berucap. Mendengar itu membuat Damien tersenyum karena ia merasa Fredella sudah mau memberi kesempatan baginya untuk membuat wanita itu membuka hati.

"Kau pasti lapar, Tris sudah menyiapkan sarapan. Setelah sarapan kita kembali ke kota" ucap Damien.

Wanita itu mengangguk pelan, ia menundukkan kepalanya karena melihat Damien mengulurkan tangan untuk ia raih. Fredella pun menerima itu dan berjalan masuk dengan bergandengan tangan.

Sesampainya di meja makan, Damien dan Fredella duduk berdampingan lalu disusul oleh Bella yang duduk dihadapan Damien.

Disela-sela mereka tenang menyantap sarapan tiba-tiba Arabella membuka percakapan yang membuat Fredella cukup terkejut.

"Kak Damien, apa kau membuat Kak Greg kesulitan? Mengapa dia jarang sekali pulang?" tanya Bella.

Sontak Fredella tersedak oleh makanannya, dengan sigap ia mengambil air untuk ia minum. "Greg?" tanyanya.

"Ya, Kak Greg. Dia kakakku satu-satunya" jelas Arabella

"Hei apa kau tahu? Wanita disampingku ini pernah mengencani kakakmu" ucap Damien.

Fredella membelalakkan matanya karena mendengar ucapan Damien. Padahal sebelumnya ia sudah tahu alasan Fredella bertemu di restoran dengan Greg saat itu.

"Kau ingin mati rupanya" ucap Fredella.

"Apa aku salah?" Timpal Damien.

"Tentu saja kau salah. Karena itu memang salah" tukas Fredella.

"Ohohoooo aku merasakan ada panasnya api cemburu di meja ini" ucap Arabella.

"Cemburu? Yang benar saja" Jawab Damien.

"Hei, kakak cantik ini tidak bodoh untuk memilih kakakku dibanding dirimu kak Damien. Jadi, akui saja jika kau cemburu karena kak Greg" Arabella menambahi.

"Aku ingin tertawa saat ini" ucap Fredella meledek.

"Lakukan itu sepuasmu, Ava" Ucap Damien.

***

Seusai mengantarkan Fredella kembali ke apartemen, Damien mengendarakan kembali mobilnya menuju tempat dimana ia akan bertemu dengan seseorang.

Disebuah tempat yang hanya ada rumput dan pohon yang menjulang tinggi, Damien menghampiri seorang pria yang menyandarkan punggungnya pada sebuah pohon dan pria itu terlihat sedang menyesap sebatang rokok.

"Rokok?" tawar pria itu.

"Berikan aku satu" ucap Damien.

Damien berdiri menatap pria itu dengan lekat lalu berkata "Bagaimana? Apa Ludwig membuat pergerakan?"

"Sejauh ini tidak, dia hanya masih meminta para bodyguardnya untuk mengawasi wanita itu. Aku pun melakukannya dalam bayang-bayang, kalian aman dalam pengawasanku" ucap pria itu.

"Good Job. Aku mengandalkanmu" timpal Damien.

"Hanya urusan wanita, huh? Sungguh kekanakkan" ucap pria itu lagi.

"Kau tahu jika aku tidak akan melakukan itu, tentu saja ini menyangkut bisnisku"

"Huh. Apa aku harus terus mengawasi Selena?" tanya pria itu. Lalu Damien membuang rokok di tangannya lalu menginjak rokok itu hingga padam.

"Tak perlu, aku yang akan membereskannya sendiri". Balas Damien.

Damien kemudian membalikkan badan untuk meninggalkan pria tadi. Namun, sebelum Damien menjauh pria itu kembali berucap.

"Aku rasa, Ludwig memang benar menyukai wanitamu. Pria macam dia tidak akan membuang waktunya hanya untuk seorang wanita" Ucapan itu berhasil membuat Damien menghentikan langkahnya.

"Beri tahu aku jika dia membuat pergerakan" ucap Damien. "Kau hanya akan bersamaku, Ava" gumamnya.

Pria itu melihat Damien berjalan menjauhinya, dia kembali mengambil sebatang rokok dan menyalakannya.

Pria yang masih berdiri itu bergumam "Perasaan cinta memang mengerikan".

Damien memasuki mobil, sebelum menyalakan kendaraannya itu ia mengambil Handphone nya lalu menghubungi nomor ponsel Fredella.

"Ava-" ucapnya. Tanpa mengucapkan kata yang lebih banyak, Damien memutus sambungan telepon itu dan menancapkan pedal gas mobil mewahnya menuju dimana pikiran dan hatinya terfokus.

Sekitar 15 menit pria itu mengendarai kendaraannya, sesampainya di lingkungan apartemen ia memasuki Basement parkir dengan terburu-buru. Ia memasuki lift lalu menekan tombol menuju dimana unit Fredella berada.

Dengan rasa tidak sabar dan perasaan yang menggebu, ia menghentakkan kakinya di lantai lift, mengetuk-ngetuk jemarinya di dekat tombol lift.

Saat ini pria itu merasakan kerinduan yang amat pada wanitanya, entah mengapa tapi ia sangat ingin melihat Fredella secepat mungkin.

Sesampainya di depan pintu apartemen Fredella, ia melancarkan lagi jari jemarinya menekan tombol kode keamanan untuk masuk ke dalam apartemen itu.

Senyuman merekah di bibir Damien yang memasuki apartemen itu namun ia terkejut melihat sosok Ludwig sedang berdiri berhadapan dengan Fredella.

Dengan langkah yang cepat, ia menghampiri Fredella lalu menarik lengannya dan berdiri di depan tubuh Fredella berusaha menghalangi Ludwig untuk mendekat.

"Untuk apa kau kemari?" tanya Damien

"Mengapa kau bertanya? Apakah salah jika aku mengunjungi kekasihku?" jawab Ludwig.

"Ah aku lupa, biar ku perjelas. Ava adalah kekasihku dan mulai detik ini kalian harus mengakhiri hubungan" ucap Damien. Ludwig tiba-tiba tertawa mendengar apa yang terlontar dari mulut Damien.

"Aku bahkan belum sempat menyentuhnya, bagaimana bisa aku melepaskannya" ucap Ludwig.

"Jangan bermimpi terlalu tinggi untuk menyentuhnya lagi dengan seujung jarimu" timpal Damien.

"Fredella, jangan senang dulu. Aku hanya ingin membuatmu tak sabar ingin ku sentuh, tunggulah sebentar lagi karena setelah urusanku dengan pria dihadapanmu ini selesai, aku akan membawamu pergi darinya hingga tak ada yang dapat menemukanmu. See You Baby" Ucapan Ludwig membuat Damien memanas, ia mencoba menghampiri Ludwig namun Fredella menahan pria itu karena tak ingin ada keributan.

Setelah kepergian Ludwig, Damien membalikkan badannya lalu memeluk Fredella dengan erat karena ia khawatir Ludwig berbuat sesuatu padanya.

"Kau baik-baik saja? Apa yang dia lakukan disini?" tanya Damien.

"Entah, dia baru saja masuk lalu kau pun datang. Kami bahkan tidak sempat berbincang. Aku melihat pistol dipinggang kanannya, jadi aku tak berani mengucapkan sepatah katapun"

"Baguslah, jangan bertindak yang mampu membuat bahaya mengancam nyawamu"

"Lalu, mengapa kau datang? Kau membuatku bingung karena tak mengucapkan apapun di telepon" ucap Fredella yang berjalan menuju dapur dan mengambil air minum.

Pria itu menghela nafas, ia menghampiri Fredella lalu memeluknya dari belakang.

Menghirup aroma tubuh wanitanya yang sangat ia sukai, Damien sangat tak ingin jauh dari Fredella.

"Ada apa denganmu" tanya Fredella lagi.

"Jangan bergerak, aku sangat ingin memelukmu" ucap Damien.

Pria itu mengecup pelan tengkuk Fredella lagi dan lagi hingga ia mendengar suara lenguhan pelan dari Fredella.

Damien tersenyum, karena perlahan Fredella menerima kehadirannya.

"Ava"

"Hmm"

"Aku mencintaimu"

"Aku juga"

***

Tak terasa waktu yang berlalu begitu cepat, dua anak manusia yang masih duduk menghabiskan berjam-jam waktu didepan televisi seperti tak menyadari jika langit sudah menggelap.

"Kau tak akan kembali ke apartemenmu?" tanya Fredella.

"Aku ingin disini saja, bolehkah?" jawab Damien.

"Terserah kau saja" timpal Fredella.

Damien tentu saja tersenyum karena wanita itu tak mengusirnya pergi. Ia bergegas mengambil Handphonenya lalu menghubungi seseorang agar mengantarkan beberapa set pakaian untuknya.

"Aku akan memasak makan malam" ucap Damien.

"Tentu harus. Bagaimana kau belajar memasak?" tanya Fredella.

Damien terdiam sejenak karena sepertinya ia enggan menjawab pertanyaan Fredellla. Namun, sekarang wanita yang ia cintai adalah Fredella bukan Selena.

"Selena pandai memasak, aku selalu menghabiskan waktu dengan memasak saat bersamanya" Jawab Damien.

"Ah, aku mengerti. Cepatlah memasak, aku sudah lapar"

Damien selesai memasak, ia menghidangkan salmon dengan madu dan bawang putih lalu spaghetti gandum yang sangat memanjakan lidah Fredella.

"Tanganmu sungguh ajaib pada makanan ini, sungguh sangat lezat" ucap Fredella.

"Benarkah? Apa aku harus menjadi kokimu mulai saat ini?"

"Aku tak tahu apa yang harus aku gunakan untuk membayarmu jika kau menjadi kokiku"

"Mudah saja, menjadi istriku." ucap Damien.

"Haha, Problem solving yang bagus. Aku yang bereskan sisanya, mandilah lalu tidur" timpal Fredella.

Damien memasuki kamar mandi yang terdapat disamping kiri dapur, Fredella membereskan piring dan berbagai peralatan kotor yang sebelumnya Damien gunakan untuk memasak.

Setelah selesai dengan urusan dapur, Fredella berjalan untuk memasuki kamar namun Handphonenya yang ia letakkan dimeja makan berdering, "Audrey" gumamnya

"Hai, ada apa"

"Ah, tidak, bukan aku melupakanmu"

Fredella terkejut saat pintu kamar mandi terbuka, ia mempercepat percakapannya lalu memutuskan sambungan telepon itu.

"Tunggu aku menelponmu kembali" ucap Fredella dengan pelan.

"Siapa itu?" tanya Damien

"Hanya teman lama, aku akan mandi di kamar mandi kamarku lalu aku akan tidur kau bisa tidur dimanapun kau mau. Dan, ya selamat malam" jawabnya

"Ada apa dengannya?" gumam Damien sesaat melihat Fredella menutup pintu.

Damien melangkahkan kaki menuju pintu kamar Fredella lalu mengetuk pintu itu, setelah pintu terbuka Fredella pun bertanya "Ada apa? Kau tak nyaman dengan kamar itu?"

Cup

"Selamat malam, mimpi indah" ucap Damien berlalu meninggalkan Fredella yang membelalakkan matanya dan masih berdiri terpatung di pintu karena pria itu mencium bibir Fredella dengan tiba-tiba.

"Astaga, ini bukan pertama kali aku berciuman tapi mengapa aku berdebar sekali" gumam Fredella.

To Be Continue

1
mama muda
ikut keringetan bacanya wkwk
mama muda
menantang untuk terus di baca
Nazer
mampir nih kak
王贝瑞: Mampir kak ke cerita My Secret Lover 😄
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ🍒⃞⃟🦅🪱☘𝓡𝓳⏤͟͟͞R LI
astaga baru buka udah uh ah
Rzl
lanjut
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
ihh sukakkk cewe nya gk lemah lemes2an yg gampang di tindas...keren kak othor🤸‍♂️
nama2 tokoh nya bikin lieur😂
-HufflePuff-: udah 41 chapter, nanti terbiasa bacanya hehe
total 1 replies
ini lagi ngapain yaa/Slight/
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
belum ketemu jalan cerita nya
-HufflePuff-: part ini khusus cerita mc cewek
total 1 replies
Rzl
ceritanya keerennn 👍🏻🙏🏻
JW🦅MA
cantikk dan tampan visualnya
lanjut ya
-HufflePuff-: Terimakasih atas dukungannya. Salam sukses
total 1 replies
J0€ A£F4
👀
J0€ A£F4: ngintip doang
total 3 replies
🔴🐌🐌Ayyyana Ghani Poetri
vanas vanas pala ini pusying
-HufflePuff-: Kivash kivash dulu wkwk
total 1 replies
Dina⏤͟͟͞R
hmmm. fredela
JW🦅MA
mNtap ini kisah ya
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
ada ya ibu tak menginginkan anak nya
Dina⏤͟͟͞R
terharu bacanya🥺🥺fredela kecil ditinggal sejal kecil dan menjadi wanita tangguh keknya
🍾⃝Tᴀͩɴᷞᴊͧᴜᷡɴͣɢ🇵🇸💖
Tokohnya mantep seh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!