NovelToon NovelToon
The Broken Lens

The Broken Lens

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:898
Nilai: 5
Nama Author: Vian's

Sinopsis: The Broken Lens

Bagi Savya, bidikan kamera analog dan kedamaian di Thalassa Coffee adalah pelarian terbaik dari masa lalu. Namun, dunianya yang tenang mendadak retak saat Katya kembali hadir—membawa intimidasi dan ancaman yang siap menghancurkan sisa hidupnya.

Di tengah kepungan panik yang nyaris membuat Savya runtuh, Valerius datang mengintervensi. Pria misterius itu hadir sebagai perisai yang tak tergoyahkan, siap pasang badan dan menjadi fokus baru yang menyatukan kembali kepingan hidup Savya.

Saat masa lalu menolak pergi, mampukah Savya bertahan? Ataukah lensa kehidupannya akan hancur sepenuhnya sebelum Valerius sempat mendekapnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vian's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29: Dominasi Senyap dari Puncak Tertinggi

Malam telah lama jatuh, melarutkan hiruk-pikuk kota ke dalam keheningan yang dingin. Di puncak tertinggi sebuah menara pencakar langit yang membelah langit malam, terdapat sebuah ruangan privat yang sangat luas. Ruangan itu didominasi oleh dinding marmer hitam dan kaca-kaca besar yang menyajikan pendar lampu kota dari ketinggian ratusan meter. Suasananya begitu sunyi, kedap udara, dan menyimpan atmosfer intimidasi yang pekat.

Di balik meja kerja yang dipahat dari batu alam legam, seorang pria duduk di kursi kebesarannya. Kemeja hitamnya yang mahal digulung rapi hingga ke siku, tanpa dasi, tanpa jas. Wajahnya berada di balik keremangan cahaya lampu meja yang minim, namun tatapan matanya yang setajam elang menatap lurus menembus kegelapan malam. Tidak ada kehangatan, tidak ada ekspresi; hanya ada aura diktator yang mutlak dan tak tersentuh.

Drrt... Drrt...

Sebuah gawai khusus bersuara berat di atas meja marmer. Pria itu tidak tergesa. Dengan gerakan lambat yang penuh wibawa, ia menyentuh tombol speaker.

"Melapor, Tuan," suara di seberang telepon terdengar sangat bergetar, sarat akan rasa hormat yang bercampur dengan ketakutan yang dalam.

Pria itu hanya diam, memberikan jeda keheningan yang mencekam sebelum akhirnya mengeluarkan suara rendah yang berat dan dingin. "Bicaralah."

"Target terpantau aman, Tuan. Seluruh pergerakannya di kedai sejak siang hari tadi hingga jam tutup operasional malam ini telah kami rekam dengan detail," ujar bawahan itu dengan cepat, takut membuang waktu sang penguasa. "Kondisi mentalnya berangsur stabil. Pintu kedai Thalassa Coffee baru saja dikunci rapat dari dalam sepuluh menit yang lalu."

Pria itu menyandarkan punggungnya ke kursi, jemarinya mengetuk meja marmer dalam ritme yang konstan dan lambat. Setiap ketukan terasa seperti detak jam kematian bagi siapa pun yang mendengarnya.

"Lalu, bagaimana dengan dua serangga yang mengacau siang tadi?" tanya pria itu lagi, suaranya begitu datar namun sarat akan ancaman yang mematikan.

Napas bawahan di seberang telepon terdengar tercekat. "Kami sudah melacak rute pelarian mereka, Tuan. Namun... mereka bergerak dengan sangat rapi seolah sudah terlatih."

Pria itu menghentikan ketukan jarinya. Seketika itu juga, atmosfer di dalam ruangan terasa turun beberapa derajat, menjadi teramat kaku dan mencekam.

"Aku tidak membayar kalian untuk memberikan alasan," desis pria itu rendah. Setiap kata yang terucap seolah memiliki bobot yang sanggup menghancurkan lawan. "Aku memberi waktu hingga fajar mendarat. Cari tahu siapa yang menggerakkan dua orang itu. Sediakan informasi lengkapnya di mejaku secara bersih."

"Baik, Tuan! Dimengerti!" sahut bawahan itu dengan panik.

"Satu hal lagi," potong pria itu sebelum sambungan diputus. Matanya berkilat berbahaya di dalam temaram ruangan. "Kekacauan siang ini jelas mengarah pada satu dalang. Selidiki wanita yang berada di balik dua orang suruhan itu. Awasi setiap jengkal langkahnya, cari tahu apa saja yang dia sentuh, dan apa yang sedang dia rencanakan. Jika dia berani mendekati area terlarang itu lagi... pastikan dia menghilang tanpa jejak secara rapi."

"Siap, Tuan! Segera kami laksanakan!"

Klik.

Sambungan telepon terputus. Pria itu kembali melemparkan pandangannya ke luar jendela kaca besar, menatap gemerlap lampu kota di bawahnya dengan tatapan dominasi yang absolut.

Sementara itu, di dalam sebuah mobil sedan hitam yang terparkir di sudut jalan temaram tidak jauh dari kawasan elit kota, seorang pria bernama Bram menghela napas panjang setelah mematikan sambungan teleponnya. Keringat dingin tampak membasahi pelipisnya. Berbicara dengan sang atasan selalu berhasil menguras tenaganya.

Bram segera membenarkan letak kacamata tipisnya dan menatap layar tablet yang menyala terang di pangkuannya. Sebagai tangan kanan yang bertugas mengeksekusi perintah langsung dari puncak menara, Bram tahu betul bahwa kegagalan bukanlah sebuah pilihan.

Jemari Bram bergerak cepat di atas layar, membuka jaringan data internal yang sangat rahasia. Berdasarkan pelacakan identitas dari dua pria kekar siang tadi, sistem intelijen mereka bergerak dengan kecepatan yang mengerikan. Dalam hitungan menit, jaringan itu berhasil menarik satu nama besar yang membiayai seluruh operasional teror di kedai.

Bram bergerak cepat di atas layar, menekan tombol enkripsi untuk mengirimkan berkas tersebut, lalu dengan sigap kembali menekan nomor telepon sang atasan.

Ting.

Gawai di atas meja marmer hitam kembali bergetar bersamaan dengan panggilan masuk. Pria di dalam ruangan sunyi itu mengangkatnya.

"Lapor, Tuan. Data enkripsi mengenai dalang utama sudah berhasil saya kirimkan ke gawai Anda," ucap Bram di seberang telepon dengan nada tegap namun penuh kehati-hatian.

Pria itu tidak menjawab. Ia menggeser layar gawainya dengan tenang, membuka dokumen intelijen yang baru saja mendarat. Di baris paling atas berkas rahasia tersebut, sebuah nama target kini terpampang dengan sangat jelas dan bersih:

[PROFIL TARGET: KATYA]

Netra gelap pria itu bergerak menyisir baris demi baris deskripsi informasi yang tersaji amat mendetail. Dokumen itu menguliti seluruh kehidupan Katya tanpa sisa. Terpampang jelas catatan transaksi keuangan terselubung yang digunakan Katya untuk menyewa para preman sewaan dari distrik barat, lengkap dengan nomor rekening cangkang yang ia gunakan untuk menyembunyikan jejaknya.

Tidak hanya itu, dokumen tersebut juga menampilkan log aktivitas komunikasi Katya selama beberapa minggu terakhir. Ada catatan mengenai keterlibatannya dalam memanipulasi beberapa urusan bisnis di masa lalu, tindakan-tindakan sabotase kecil yang pernah ia lakukan, hingga daftar jaringan relasi gelap yang selama ini menyokong keberaniannya. Semua perbuatan licik Katya dari beberapa waktu lalu terekam rapi di sana—rekam jejak dari seorang wanita egois yang terobsesi menghancurkan hidup orang lain demi kepuasan pribadinya.

Melihat nama itu, rahang pria itu seketika mengetat kuat. Netra gelapnya menatap deretan data kelakuan Katya dari beberapa waktu lalu yang sengaja ia biarkan begitu saja. Tangannya mengepal erat di atas meja, menahan gejolak emosi dingin yang bergemuruh di dadanya.

Selama ini, ia memilih menutup mata dan membiarkan wanita itu bertingkah sesuka hati karena menganggapnya tak lebih dari sekadar kerikil kecil yang tidak berarti. Namun, ia tidak menyangka jika Katya akan bertindak senekat dan secepat ini—berani melompati batas aman dan langsung mengarahkan taringnya pada Savya.

"Tuan? Apakah ada perintah tambahan?" suara Bram kembali terdengar dari speaker, memecah keheningan yang mencekam.

Pria itu menarik napas pendek, meredam kilatan amarah di matanya hingga kembali menjadi tatapan sedingin es yang mematikan. Sudut bibirnya terangkat amat tipis, membentuk senyuman diktator yang mengerikan di balik kegelapan malam.

"Biarkan dia bermain-main sebentar lagi, Bram," jawab pria itu dengan suara rendah yang bergetar penuh ancaman mutlak. "Setelah itu... hancurkan dunianya sampai dia memohon kematian padaku."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!