NovelToon NovelToon
Become Mafia Family

Become Mafia Family

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Teen
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: nanastar

Tiba-tiba jadi keluarga mafia?!!!

Itulah yang dirasakan oleh seorang gadis cantik bernama Lily. Takdirnya secara mendadak membawanya pada dunia gelap yang tak pernah ia tahu sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nanastar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

siapa pembunuhnya?

Selang tiga hari kemudian, Lily masih merasa berat ketika hendak membuka matanya. Tidak hanya itu saja, ia juga masih merasakan kepalanya begitu pusing hingga ia memilih untuk menyelimuti lagi tubuhnya yang dirasa dingin itu. Sudah tiga hari ia terbaring di tempat tidurnya setelah insiden penculikan Zefran kala itu. 

"Li? Kenapa pintu kamar lo kunci?" Tanya Zevan dari luar kamarnya ketika ia hendak masuk. Ia membawakan segelas susu hangat dan roti sandwich yang telah ia buat. 

Zevan mencoba membuka pintunya lagi karena tak mendapati respon dari sang gadis. Ia semakin khawatir karena pintunya ternyata benar-benar terkunci dari dalam. 

Di dalam kamar, Lily menoleh pada kanopi pintunya yang bergerak kasar hendak dibuka paksa. Ia menarik nafasnya dalam. Wajahnya terlihat pucat dan tubuhnya terasa lemas. Ia ingin pergi dari rumah ini. Ia takut dan merasa kurang nyaman dengan kelakukan Zevan yang sekarang. 

Dengan tubuhnya yang lunglai, Lily mencoba bangkit dari tidurnya. Ia memegangi kepalanya yang semakin lama semakin terasa berat. 

"Aku harus kuat! Aku tidak boleh lama-lama tinggal sama dia. Dia makin berani menyentuhku...." Gumamnya lalu berjalan pelan menuju balkon. Ia sesekali menabrak meja dan lacinya hingga barang-barang berjatuhan menimbulkan suara yang membuat Zevan semakin khawatir diluar. 

"LILY! LO GAK PAPA?!" Tanyanya lalu mencoba mendobrak pintunya. Lily semakin mempercepat langkahnya. Tak lupa ia membawa sebuah seprei untuknya dijadikan tali turun ke bawah. 

"Harusnya ini cukup...." Monolognya lalu mulai membuat tali untuknya kabur ke bawah. Ia menarik nafasnya dalam-dalam ketika hendak turun ke bawah. Balkonnya padahal tidak terlalu tinggi, namun karena ia sedang pusing rasanya terlihat tinggi. Tanpa pikir panjang lagi, ia pun segera turun dari sana. 

"Ah terlalu pendek...." Katanya saat ia melihat ke bawah. Tali sepreinya tak cukup panjang untuk sampai ke halaman depannya. Dengan berat hati ia pun memilih menjatuhkan dirinya mengabaikan rasa remuk di tubuhnya. 

"Awh.... " Ringisnya lalu segera bangun lagi dan berlari keluar dari gerbang rumahnya yang besar. Para penjaga tidak berani menyentuhnya karena takut di marahi oleh tuannya. Tapi kenapa nona mudanya terlihat sedang ketakutan? 

"Pak, pak tolong cepat buka gerbangnya! Saya... Saya sudah minta izin papa untuk menjenguk teman saya!" Ucapnya dengan terburu-buru dan terlihat gelisah. Melihat kondisi Lily yang seperti itu sebenarnya membuat para penjaga depan tidak begitu mempercayainya. Namun mereka memilih membukakan gerbang rumahnya yang besar itu lalu menghubungi tuannya. Lily pun segera berlari keluar menuju gerbang perumahan. 

Sialnya, saat ia baru saja keluar dari gerbang perumahan, mobil ayahnya tiba. Ia membuka kaca mobilnya dan menyapa Lily yang hendak mencari taksi. 

"Lily? Kamu sedang apa?" Tanyanya lalu segera turun dan menghampirinya. Lily tersentak dan cukup panik karena ia tidak ingin kembali ke rumah itu lagi. Ia menatap ayahnya seakan ingin mengatakan sesuatu. Namun ia tahan dengan berusaha tidak gugup sembari menggigit kuku tangan jempolnya.

"Kenapa? Mau kemana?" Tanyanya lagi yang masih ditanggapi dengan diamnya. Ia ingin kabur dari kedua orang ini.

"Ayo masuk mobil" Ayahnya hendak menggenggam tangannya. Namun buru-buru Lily menjauh mundur. Ayahnya merasa aneh dengan tingkah Lily yang tidak terlihat seperti biasanya. Apa yang dikatakan Zevan dan penjaganya benar bahwa Lily ingin kabur? Tak bisa ia biarkan.

"Aku mau... Beli bubur ayam" Ucapnya dengan terus berpikir mencari celah. 

"Ayo sama papa. Lily, kamu katanya masih sakit, kan?" Ucapnya lalu langsung menuntun tubuh Lily masuk ke dalam mobil. Mau tak mau Lily pun menurut.

"Papa tau tempat bubur ayam yang enak. Kamu pasti suka" Ucapnya kemudia langsung meminta supirnya jalan menuju tempat yang ia minta. Mobil pun berjalan dan Lily hanya bisa terus bergeming. 

Selang beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di sebuah tempat makan sederhana. Disana bertuliskan soto ayam dan bubur ayam. Lily yang melihat tempat itu merasakan nostalgia pada dunianya. Ia sedikit terhibur.

"Ayo turun kita sarapan" Ajak ayahnya lalu keluar dari mobil yang di ikuti Lily. 

"Pak, mau saya pesenin?" Tanyanya pada sang supir. 

"Ah tidak usah repot-repot tuan. Saya sudah sarapan di rumah di buatin kopi sama gorengan sama istri saya" Tolaknya dengan sopan karena merasa tak enak. 

"Bonus kamu hari ini" Ucapnya sambil memberikan 5 lembar uang berwarna merah. 

"Wahhh terima kasih tuan!!" Girangnya karena mendapatkan bonus. "Sering-sering ya tuan, hehe" Gumamnya dengan wajah berseri-serii.

Lily yang melihat itu merasa tersentuh oleh kebaikan ayahnya itu. Tapi apa benar pria paruh baya itu ayahnya? Bagaimana jika ia pun sebenarnya adalah anak tirinya? Lily termenung dan terpikirkan sesuatu. 

"Ayo Lily kita masuk" 

Mereka pun masuk ke dalam rumah makan sederhana itu. Terdapat beberapa orang sedang sarapan juga di sana.

"Papa.... Suka ke sini?" Tanya Lily ketika ia telah duduk dan hendak memesan menu. 

"Dulu sekali papa sering ke sini sama mama kamu. Sejak mamamu meninggal, papa tidak pernah mampir ke sini lagi" Ucapnya dengan raut wajah yang seolah dipenuhi rasa rindu yang teramat dalam. Lily dapat melihat itu. 

"Makasi pa udah ajakin Lily ke tempat kenangan mama...." Hiburnya mencoba membuat suasana tidak terlalu dalam.

'Sepertinya Lily bukan mau kabur, tapi ia merindukan mamanya' Batin ayahnya yang ikut merasa sedih juga. Sudah pasti putrinya itu merindukan ibunya bukan? 

Beralih ke berita selanjutnya....  

Kebaran hebat melanda sebuah sekolah menengah atas Djaya pada pukul 1 dini hari pad tanggal xxxx . Api yang terus melahap bangunan sekolah itu semalaman membuat sekolah di tutup dan butuh di renovasi. Tak ada korban jiwa namun di kabarkan kepala sekolah dan seorang guru tersebut mengalami luka bakar yang serius. 

Mendengar berita itu, Lily lantas menoleh menatap layar televisi yang terpampang di dinding tempat makan itu. Sekolah yang pernah ia tempati mengalami kebakaran hebat. Kepala sekolah dan guru BKnya mengalami luka bakar yang serius. Lily merasa ada yang janggal dengan kejadian tersebut.

"Lily, kamu mau pesan apa?" Tanya ayahnya sambil memberikan kertas menu kecil padanya. Lily lantas menunduk melihat kertas menu tersebut dengan masih menyimak berita itu.

"Bubur ayam spesial" 

"Woke neng! Bubur ayam spesial dan soto ayam segera meluncur!" Kata abang pedagang dengan ceria. Lily yang terhibur ikut tersenyum.

Penemuan jasad seorang wanita yang di duga adalah seorang pelajar akhirnya berhasil di identifikasi. Dia adalah seorang gadis bernama Yulia FH yang di temukan tak bernyawa pada kamis malam di sebuah drum TPA yang berisi tanah. Para polisi menduga bahwa gadis itu di bunuh karena berdasarkan dari hasil otopsi menunjukan adanya tindak kekerasan. Tak hanya itu, Yulia FH juga di temukan dengan kondisi tubuh yang tidak wajar. Seluruh kepalanya di penuhi lakban.

Lily kembali tersentak saat melihat berita. Seorang gadis yang ia kenal telah meninggal dengan cara yang tidak wajar. Dia adalah teman sekelasnya yang dulu sempat menjadi perantara memberikan kado yang isinya ular itu.

Kasus ini masih polisi selidiki dan kasus ini memiliki ciri-ciri yang sama pada pembunuhan 2 orang pemuda di sebuah gank yang di temukan dengan kondisi yang sama. 

Lily semakin terkejut ketika melihat foto 2 korban lainnya yang tak lain dan tak bukan adalah Doni dan temannya yang sewaktu itu pernah menganggunya saat pulang sekolah. Jantungnya mulai berdegup kencang dan keringat dingin mulai keluar dari dahi dan telapak tangannya.

Siapa yang tega membunuh orang tanpa ampun ini? Apakah ini memang ada hubungan dengannya? Apakah semua kejadian ini termasuk sebuah kebetulan? Lily perlahan menoleh pada ayahnya yang ternyata sedang menyimak berita itu juga dengan wajahnya yang dingin. Didalam hatinya Lily menduga apakah ini ulah ayahnya, atau kakaknya_Zevan dan Zefran?

Karena panik oleh pikirannya sendiri, tangan Lily tak sengaja menyenggol sebuah mangkok sambal kecil hingga terjatuh dan pecah. Sontak hal itu membuat ayahnya langsung memalingkan wajahnya pada gadis itu dengan kawatir.

"Ada apa Lily? Apa kamu merasa pusing?" Tanyanya yang langsung saja di respon oleh Lily dengan gelengan kepala dan senyuman kecilnya.

"Maaf pa, tadi aku lagi meregangkan otot tangan tapi malah nyenggol itu" Katanya dengan memperagakannya.

Lucky sebenarnya tahu bahwa putrinya sedang berbohong. Ia mungkin panik karena telah mengetahui sesuatu atau justru masih menduga sesuatu itu. Namun ia juga jadi bingung kenapa 3 orang itu malah mati, apa seseorang telah membunuhnya? Apa ini ulah Zevan? Atau justru kembaranya yang psikopat itu? Ia menghela nafasnya kasar mengingat bahwa kedua pemuda itu telah ceroboh dalam membereskan sesuatu. Seharusnya cukup dibuat cacat seperti kepala sekolah dan guru bk itu.

BERSAMBUNG

1
falea sezi
kakak kandung apa kk angkat
nanastar: kakak angkatt soalnya mereka bkn saudara kandung bkn juga saudara sebapak ataupun seibuuu :D
total 1 replies
Rubi Saruby.
aku paham sekarang . kak ada kata kata yang typo seperti "lestoran"
nanastar: wahh iyaaa terimakasii koreksinyaa😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!