NovelToon NovelToon
Tuan Muda Harta Langit

Tuan Muda Harta Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:95.4k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita Gao Rui, murid sekte terkuat yang sekaligus salah satu pemilik Kelompok Dagang Harta Langit. Salah satu kelompok dagang besar dan paling berkembang di Kekaisaran Zhou...
Simak petualangannya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berlatih Tanding

Gao Rui memandang ke belakang, ke arah Bai Kai. Tatapan mereka bertemu sesaat. Wajah Bai Kai… tetap datar seperti biasa. Tidak ada ekspresi, tidak ada dorongan, tidak juga penolakan. Hanya tenang. Seolah apa pun keputusan Gao Rui… tidak akan ia sanggah.

Gao Rui sedikit mengerutkan kening.

“Bagaimana ini, Senior?” tanyanya pelan.

Untuk sesaat, Bai Kai hanya diam. Lalu… sudut bibirnya terangkat sedikit. Ia tertawa kecil.

“Keputusan ada di tangan Tuan Muda,” jawabnya santai.

Tatapannya kemudian beralih ke pemuda di tengah arena.

“Lagipula…” lanjutnya, “…sepertinya ia tidak akan membahayakanmu.”

Nada suaranya ringan. Bahkan terlalu ringan… seolah apa yang akan terjadi di arena nanti bukanlah sesuatu yang layak dikhawatirkan.

Gao Rui menghela napas pelan.

“Benar juga…” gumamnya.

Ia tidak berkata apa-apa lagi. Tanpa banyak pertimbangan… ia melangkah maju. Satu langkah. Lalu satu langkah lagi. Kerumunan langsung terbelah, memberi jalan. Semua mata tertuju padanya.

Dan ketika kakinya menginjak lantai batu arena, sorakan meledak...

“Woohhh!!”

“Dia maju!”

“Hahaha akhirnya ada yang berani!”

Suara penonton semakin kencang, memenuhi seluruh area. Bahkan seseorang berteriak sambil tertawa,

“Cai Yun! Jangan terlalu keras padanya!”

Gao Rui sedikit mengangkat alis.

“…Cai Yun ya.”

Kini ia tahu nama pemuda di depannya.

Di atas arena, Cai Yun tersenyum lebar. Ia menatap Gao Rui dari ujung kepala hingga kaki, lalu mengangguk-angguk kecil.

“Keberuntunganmu cukup baik, adik kecil,” katanya santai. “Bisa berlatih langsung dengan murid Sekte Lembah Seribu Bayang.”

Nada suaranya… penuh percaya diri. Terlalu percaya diri. Ia benar-benar menganggap Gao Rui hanya bocah biasa.

Ia tidak tahu. Tidak tahu bahwa pemuda yang berdiri di hadapannya adalah pemenang kompetisi murid Sekte Kekaisaran Zhou beberapa bulan lalu. Andaikan ia tahu…ia mungkin bahkan tidak akan berani berdiri setenang itu.

Cai Yun berbalik sedikit, memandang para penonton.

“Sekte Lembah Seribu Bayang memiliki banyak keunggulan!” katanya lantang. “Salah satunya… adalah kemampuan untuk membangkitkan elemen dalam tubuh!”

Ia mengangkat tangannya. Dalam sekejap....

Wush!

Api muncul. Bola api sebesar kepalan tangan melayang di atas telapak tangannya. Nyala merah-oranye itu bergetar halus, memancarkan panas yang bahkan bisa dirasakan dari jarak beberapa langkah.

Para penonton langsung terkesima.

“Wah…!”

“Lihat itu!”

“Api sungguhan!”

Beberapa orang bahkan mundur sedikit tanpa sadar.

Cai Yun tersenyum puas melihat reaksi itu. Lalu ia menoleh kembali ke arah Gao Rui.

“Tidak perlu terlalu terkejut,” katanya santai. “Di sekte ini… kau akan mempelajari banyak hal seperti ini.”

Gao Rui diam. Ia menghela napas pelan. Tatapannya datar.

“…apa dia sedang pamer?” pikirnya.

Dalam hatinya, ia hampir ingin tertawa. Api sebesar itu? Ia bahkan bisa menciptakan yang jauh lebih besar… tanpa perlu banyak usaha. Namun ia tidak mengatakan apa-apa. Sebaliknya, ia hanya menatap Cai Yun dengan tenang.

Angin berhembus pelan, membuat ujung pakaiannya bergerak sedikit.

“Sudah selesaikah?” tanya Gao Rui akhirnya, suaranya santai.

Suasana langsung berubah. Beberapa penonton terdiam. Cai Yun sedikit terkejut… tapi kemudian tersenyum lebih lebar.

“Berani juga,” katanya. “Bagus. Aku suka yang seperti ini.”

Ia mengepalkan tangannya.

Bola api di telapak tangannya membesar sedikit.

“Kalau begitu…” lanjutnya, “…coba bertahan beberapa gerakan dariku, adik kecil.”

Gao Rui mengangkat satu alis.

“Beberapa gerakan?” katanya pelan.

Ia tersenyum tipis.

“Jangan menyesal nanti.”

Di pinggir arena, Bai Kai menyilangkan tangan. Matanya menyipit sedikit. Dan untuk pertama kalinya sejak tadi… ia terlihat sedikit tertarik.

Cai Yun menyeringai lebar.

“Kalau begitu… latih tanding dimulai!”

Suaranya menggema keras di arena.

Wush!

Dalam sekejap, kedua tangannya menyala. Api muncul dari telapak tangannya, bukan hanya satu bola kecil seperti sebelumnya, melainkan nyala yang lebih besar, menjalar hingga ke pergelangan.

Tanpa memberi waktu… ia langsung bergerak. Langkahnya cepat, hampir seperti bayangan yang melesat di atas lantai batu. Dalam satu tarikan napas, ia sudah berada di depan Gao Rui.

“Terima ini!”

Cai Yun mengayunkan tangannya.

Braaak!

Api menyapu ke depan, membentuk lengkungan panas yang ganas. Serangan itu bukan hanya cepat… tapi juga cukup kuat untuk membuat udara di sekitarnya bergetar. Ia benar-benar menyerang.

Dan dalam benaknya, satu pikiran muncul.. Serangan ini… setidaknya akan melukai bocah itu. Namun  Gao Rui sudah tidak berada di sana. Sosoknya menghilang dari tempat semula, hanya menyisakan bayangan samar.

“Hah?”

Cai Yun sedikit terkejut. Belum sempat ia bereaksi, sebuah suara tenang terdengar dari sampingnya.

“Bertahan dari beberapa gerakan kan?”

Gao Rui berdiri beberapa langkah di kanan, ekspresinya tetap datar. Cai Yun langsung berbalik.

“Jangan lari!”

Ia kembali menyerang. Kali ini lebih cepat. Kedua tangannya bergerak bergantian, meluncurkan gelombang api bertubi-tubi.

Wush! Wush! Wush!

Api berdesir di udara, menghantam lantai, meninggalkan bekas hangus di batu arena. Namun Gao Rui terus menghindar.

Satu langkah mundur. Satu langkah ke samping. Sedikit memiringkan tubuh. Setiap gerakan sederhana… namun selalu cukup untuk membuat serangan itu meleset. Tidak ada satu pun yang mengenainya.

Para penonton mulai terdiam.

“Eh…”

“Dia… menghindar semua?”

“Ini… kebetulan kan?”

Cai Yun mulai mengernyit. Ia mempercepat serangannya. Gerakannya makin liar. Api makin besar. Bahkan beberapa serangan menyebar, mencoba menutup jalur lari Gao Rui. Namun hasilnya tetap sama. Kosong. Tidak ada satu pun yang menyentuh targetnya.

Gao Rui hanya bergerak… dan bergerak lagi.Seolah ia sudah tahu arah serangan itu bahkan sebelum dilepaskan. Waktu berlalu beberapa saat. Akhirnya keduanya kembali berdiri berjauhan. Api di tangan

Cai Yun perlahan mengecil… sebelum akhirnya padam. Napasnya mulai terdengar lebih berat.

“Haaah… haaah…”

Ia menatap Gao Rui. Kemarahan perlahan muncul di matanya. Bagaimanapun juga… ia tadi berniat mengajari bocah ini. Memberi sedikit tekanan, menunjukkan perbedaan kekuatan. Namun yang terjadi… ia bahkan tidak bisa menyentuhnya.

Sementara itu, Gao Rui berdiri dengan santai. Bahkan napasnya tidak berubah sedikit pun. Tenang. Terlalu tenang.

Cai Yun mengepalkan tangannya.

“Apa kau hanya akan terus lari?” katanya dengan nada rendah.

Gao Rui memiringkan kepalanya sedikit.

“Lari?” ulangnya pelan.

Ia tersenyum tipis.

“Aku hanya menghindar.”

Kalimat itu… sederhana. Namun entah kenapa… terasa seperti tamparan.

Beberapa penonton mulai saling berpandangan.

Dan di pinggir arena… Bai Kai tersenyum tipis. Matanya menyipit, menatap Gao Rui dengan lebih serius dari sebelumnya.

“…perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh,” gumamnya pelan.

Di tengah arena, Cai Yun menarik napas dalam-dalam. Api kembali menyala di tangannya. Namun kali ini aura di sekitarnya berubah. Tidak lagi sekadar pamer… atau mengajar. Ia mulai serius.

Cai Yun menggertakkan giginya. Api di kedua tangannya kembali menyala, kali ini lebih liar… lebih panas dari sebelumnya. Aura di sekitarnya bergetar, membuat udara terasa menekan.

“Kalau kau berani…” katanya dengan suara rendah yang penuh emosi, “…ayo lawan aku! Jangan lari!”

Sorakan langsung meledak dari para penonton.

“Benar! Lawan dia!”

“Cai Yun! Tunjukkan padanya!”

“Jangan biarkan bocah itu hanya kabur terus!”

Murid-murid Sekte Lembah Seribu Bayang yang berdiri di sisi arena ikut berteriak lebih keras dari yang lain.

“Senior Cai Yun! Hajar dia!”

“Jangan beri dia kesempatan!”

Tekanan suara itu memenuhi arena, membakar suasana.

Di tengah semua itu… Gao Rui tetap berdiri tenang. Ia menatap Cai Yun sejenak, lalu tersenyum tipis.

“Baiklah…” katanya santai. “Jadi sekarang… kau memintaku melawan ya?”

Nada suaranya ringan. Tidak ada rasa tertekan sedikit pun. Lalu ia mengangkat tangannya.

Hening. Tidak ada gerakan besar. Tidak ada teriakan. Hanya satu gerakan sederhana. Namun detik berikutnya....

Wuuussshhh!!

Api muncul. Bukan sekadar api kecil… melainkan nyala besar yang langsung membumbung dari telapak tangannya. Dalam sekejap, api itu membesar, membentuk gelombang yang jauh lebih besar dari milik Cai Yun sebelumnya.

Cahaya merah keemasan menyilaukan mata. Panasnya… langsung menyebar ke seluruh arena. Beberapa penonton yang berdiri di dekat langsung mundur tanpa sadar.

“P-panas sekali…!”

“Apa ini…?!”

“Api sebesar itu?!”

Namun bukan hanya ukurannya. Api itu terasa… berbeda. Lebih padat. Lebih liar. Lebih… menekan. Seolah-olah api itu memiliki kehendaknya sendiri.

Cai Yun membeku di tempatnya. Matanya melebar, menatap nyala api di tangan Gao Rui.

“Ini… tidak mungkin…”

Para murid Sekte Lembah Seribu Bayang di sisi arena juga terdiam. Ekspresi percaya diri mereka… perlahan runtuh. Di mata mereka, lawan Cai Yun hanyalah seorang bocah belasan tahun. Seseorang yang masih berada di tahap awal belajar beladiri. Namun sekarang bocah itu berdiri di tengah arena… dengan api yang jelas-jelas melampaui milik Cai Yun.

Bukan hanya lebih besar. Tapi juga… jauh lebih kuat. Lebih panas. Lebih mengerikan.

Suasana arena yang tadi riuh… perlahan berubah menjadi sunyi. Semua orang menatap satu sosok. Gao Rui.

Sementara itu, ia hanya melirik api di tangannya sekilas… lalu kembali menatap Cai Yun.

“Bagaimana?” katanya ringan.

Langkahnya maju satu. Api di tangannya berdenyut pelan… seolah menyambut gerakannya.

“Sekarang…” lanjutnya, “…masih mau lanjut?”

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Rui emang numero uno 🔥🌽
Nanik S
Naga Baja... apakah akan mengubah Kerjasama Patriak Shoi dan Harta Langit terus berlanjut
Nanik S
Gao Rui... membuat kejutan gak main main....Bahkan tidak sebanding dg Emas dan Permata ..Baru Naga Baja
Arie Chaniago70
kapan Thor Gao rui ini melanglana buana seperti gurunya,,,masak main dikandang aja nggak paten,,,jadi kurang Greg ceritanya
Eka Haslinda
hadiah pertama.. hadiah kedua.. ketiga.. owalaahhhh buanyak.. gak payu lagi hadiah rumah dagang Naga Emas 🤣🤣🤣
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .............
tariii
ayo, Rui.. kamu mau kasih hadiah apa? yg pasti harus lebih wowwww dari si cincaooooo itu yaaa...😂😂
will
klo ada pil anti miskin..mau donk gao rui 🤭👍
Heri Victor Purba
maen kali ceritanya bah.. bikin dag dig dug ser.. jalan ceritanya macam jalan kelok 44 .. gas thor
y@y@
⭐👍🏾🌟👍🏾⭐
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe...hadiah yg melebihi hadiah orang lain🤣👍👍
Zainal Arifin
joooooooosssss 😍😍🤭
indrawanto djiwanto
hadiah pertama berarti ada hadiah lanjutan. hadiah kedua pil utk membantu kultivasi, hadiah ketiga pil kecantikan.
Jeffie Firmansyah: Bisa jadi pil kecantikan tuk istrinya
total 1 replies
Maz Shell
lagi update terbaru
sam
Jagoan turun tangan
Arie Chaniago70
🙂🙂🙂🙂🙂👍👍👍👍💪💪💪💪🍩🍩🍩🍩☕☕☕🌹🌹🌹
y@y@
👍🏿💥👍🏼💥👍🏿
Hadi Wahyono
hadiah 1 mawar dan vote
budiman_tulungagung
satu mawar 🌹 lagi
Andi Heryadi
sepertinya Gao Rui akan memberi ginseng seribu tahu buat tuan Shou,agar tuan Shou bisa perkasa dlm mantap2🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!