NovelToon NovelToon
Senyum Berbalut Luka

Senyum Berbalut Luka

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Romantis / Persahabatan / Tamat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: RahmaYesi.614

Nadia anak tanpa identitas yang mencoba tetap tersenyum menghadapi kejamnya dunia.

Nadia hanya ingin hidup nyaman, mengubur semua duka masa lalu untuk melanjutkan masa depan yang lebih baik. Namun, suatu hari Nadia menabrak mobil milik orang kaya, sehingga Nadia harus membayar ganti rugi sebanyak ratusan juta.

Mampukah Nadia membayar uang ganti rugi atau Nadia memilih mengakhiri perjalanan hidupnya?

Update setiap (Senin, Rabu dan Jum'at)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RahmaYesi.614, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenyataan pahit

Waktu berlalu begitu cepat. Nadia masih tetap harus berjuang keras. Bukan karena ingin hidup mewah, tapi karena tidak ada pilihan lain selain menjalani semuanya sampai Tuhan memanggilnya kembali.

Nadia kini sudah lulus SMA. Bahkan dua Minggu lalu Nadia sudah ikut tes ujian masuk fakultas sebagai penerima beasiswa di salah satu kampus di Jogjakarta.

Tadi malam, pengumuman kelulusan telah keluar. Nadia lulus sebagai mahasiswa jurusan ekonomi. Dalam satu minggu kedepan, Nadia sudah harus berangkat ke Jogja untuk mengikuti acara penyambutan mahasiswa baru di kampus itu.

Nadia sempat bingung. Saat ini dia tidak punya cukup uang untuk merantau ke luar provinsi. Nadia punya tabungan, tapi tetap saja tidak cukup banyak.

Satu-satunya cara yang terpikir olehnya adalah tabungan yang sudah ayahnya siapkan untuk biaya kuliahnya. Nadia ingat Ayahnya pernah bicara tentang uang tabungan itu. Meski dulu Nadia masih sangat kecil, tapi dia mengerti maksud pembicaraan waktu itu dengan ayahnya.

"Buk, ayah pernah bilang katanya ayah punya tabungan untuk biaya kuliahku dan tabungan itu ayah titip sama ibu. Aku lulus ujian tes kuliah di Jogja. Minggu depan sudah harus berangkat ke Jogja." ucap Nadia saat mereka tengah menyantap makan malam. Dan ini pertama kalinya Nadia mau bicara lagi pada Astrid setelah bertahun-tahun lamanya.

Astrid menoleh, menatap tajam wajah pucat Nadia. Tangan Nadia saling menggenggam, di dahinya terlihat keringat mulai bermunculan.

"Berani kamu menagih uang yang dikumpulkan suamiku!" Delik Astrid membuat Nadia semakin bungkam.

"Bertahun-tahun kamu membungkam mulut menahan diri untuk tidak bicara padaku! Lalu, hari ini kamu buka mulut itu hanya untuk menagih uang suamiku! Hah, licik."

"Bukan begitu, buk. Aku cuma..."

"Diam! Tutup mulut kotor itu Nadia..." Teriak Astrid lantang.

Tatapan matanya begitu tajam seakan mampu menembus kepala Nadia. "Aku sudah muak!"

"Kenapa?! Apa salahku, buk. Kenapa ibu sangat membenci aku!" teriak Nadia membuat Nina dan Nino terperanjat kaget.

Mereka tidak menyangka Nadia akan berani bicara lantang pada ibu mereka.

Mata Astrid semakin merah, tatapannya semakin tajam. Dadanya naik turun sesuai irama napas yang dihirupnya. Tangannya mengepal erat menggenggam sendok dan garpu.

"Apa salahku, buk? Kenapa ibu, kak Nina sama kak Nino sangat membenci aku..." tanya Nadia dengan suara gemetar diikuti tangisan yang akhirnya pecah juga setelah bertahun-tahun ditahannya.

"Kamu mau tau kenapa aku membencimu?!" tantang Astrid. "Baik. Akan aku kasih tau semuanya!"

Astrid melangkah cepat masuk ke kamarnya. Tidak lama dia keluar lagi dari kamar dengan membawa amplop putih usang. Di lemparkannya amplop itu ke wajah Nadia.

"Baca itu! Baca, supaya kamu tau siapa kamu sebenarnya! Aku sudah muak, aku capek menyembunyikan semuanya selama ini. Sudah cukup, kesabaranku sudah habis." Celotehnya sinis dengan suara yang nyaring dan lantang.

Perlahan Nadia bangkit dari kursinya, lalu berjongkok untuk meraih amplop usang yang tergeletak begitu saja di lantai. Tangan gemetarnya membuka amplop itu, mengeluarkan kertas usang bertulisan tangan yang mana tulisan itu juga mulai memudar.

Pandangan Nadia mengabur saat ia mulai membaca, bibirnya ikut gemetar. Matanya berair, perlahan air itu menumpuk semakin banyak hingga akhirnya menerjang keluar dari pelupuk matanya.

"A-apa ini, buk..." tanyanya gemetar.

"Itu kenyataan tentang siapa kamu sebenarnya." Ketus Astrid tanpa ada sedikitpun rasa iba.

PLAK!

Seikat uang Astrid lemparkan tepat dihadapan Nadia.

"Itu uang tiga juta. Hanya itu yang bisa aku kasih ke kamu. Anggap itu caraku menepati janji pada suamiku," Astrid berjongkok, meraih dagu Nadia. "Ambil uang itu, pergi dari rumah ini... Sekarang juga dan jangan pernah kembali!" Teriaknya lantang tepat di depan wajah Nadia yang penuh dengan air mata.

Semuanya terasa begitu tiba tiba, Nadia memang sempat berpikir kemungkinan ia hanya anak adopsi, tapi tidak pernah benar benar terpikir kemungkinan itu menjadi nyata. Nadia hancur, takut dan tak tahu harus berbuat apa.

Satu satunya yang harus ia lakukan saat ini, ia harus segera keluar dari rumah itu.

Malam itu juga, Nadia meninggalkan rumah hanya dengan membawa beberapa pakaian dan dokumen penting untuk persyaratan kuliahnya.

Anak malang itu, merantau ke Jogjakarta sendirian. Nadia yang memang sudah terbiasa hidup mandiri pun tidak merasa begitu takut akan kesendirian di tempat asing. Yang ia takutkan saat ini, hanya saat membayangkan tentang dirinya yang hanya anak malang tidak diinginkan oleh orang tua kandungnya dan menjadi anak pembawa sial untuk keluarga angkatnya.

Mengingat kenyataan pahit itu, setelah berperang dengan pikirannya berulang kali, akhirnya Nadia memutuskan untuk menyimpan rapat rapat rahasia tentang siapa dirinya dan rahasia tentang kemalangan yang pernah dialaminya.

"Aku anak ayah Arman. Aku anak ayah Arman. Ya, aku anak ayah Arman...." Nadia mengucapkan kata itu dalam kepalanya sepanjang perjalanan menuju kota Jogjakarta tempat ia akan memulai kehidupan barunya sebagai mahasiswa.

"Aku Nadia. Aku baik-baik saja. Mulai hari ini, tidak ada yang bisa menyakiti aku lagi. Aku bisa hidup sendiri. Aku bisa. Aku baik-baik saja..."

Bersambung...

1
Miranda.
adit langsung gassin aja. soalnya nasib Nadia terlalu kasihan untuk berjuang sendirian/Frown//Frown/
THE GIRL COOL😑
aduhhhh jangan nangis nanti aku ikut nangis😭😭🥺🥺🥺🙏🙏
kenzi moretti
astaga teganya
Miranda.
feeling seorang sahabat memang kadang tepat
Melissa McCarthy
nadia kalo didunia nyata udah aku angat jadi sodara deh kasian banget
Arni Arlinawati pratiwi
bagus sih mengasuh anak yang di telantarkan, tapi.. ada tapinya nih, kalo emang gak mampu gak usah di paksain kasian anaknya! mampu pun harus benar benar persetujuan bersama ga boleh kayak gini.. lebih baik serahin anak yang telantar nya ke panti asuhan.. /Smile/
Arni Arlinawati pratiwi
ini ngurus anak bukan ngurus ayam.. yang realistis aja sama emak mah nak! hahh... /Doubt/
꧁𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱𝓡𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲꧂
Adit naksir Nadia nih
naws
oalah. jadi dulu segitunya ya sama rio.
dia sampe makan nasi pecel terus demi nurutin kesukaannya rio 🥴
naws
wkwk manjur banget trik si mama.
tapi bener itu yo, kamu harus upgrade diri biar lauran jatuh cinta lagi /Facepalm/
naws
ih si jeni kok jadi sejahat ini sih sama nadia 🥲
Mochi
tiap nanya selalu jawabnya tanya bagian administrasi😭
bioin tambah galau.
My_Lucia
Hm... galau dia
My_Lucia
Nadia kapan di kasih cowok Thor? 🤭
kasian banget dia, kalau ga jadi tempat curhat .. ya, jadi obat nyamuk
My_Lucia: Astagaa... PO 🤣🤣
wahh... pasti ini yang terbaik dari yang terbaik 🤭
total 2 replies
My_Lucia
Emmm... penasaran sama si Kevin ini
M. T🌻
cerita dan alurnya bagus
Miranda.
ceritanya bikin gemes dan kesel. sang MC terus²an diperas sama ibu dan saudara² tirinya. tanpa pernah bisa membalas sebab dia sendiri tak punya sanak saudara kecuali keluarga tirinya.
Miranda.
lah? lu ibunya? masa minta sama anaknya sih?😡😡
Miranda.
bukannya nomornya udah kmu blokir ya Nadia?🤔🤔
Miranda.
tiga tempat? gokil sih ngatur waktunya kek gimana itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!