"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu Bangi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23 Perjanjian Aku dan Mas Kaffa
Ibunya mas Kaffa tantrum tapi pak polisi melihat hasil rekaman cctv dan menjelaskan kalau ini adalah penjambretan
" Bu ini kalau ibu masih berkelit ibu bisa kena pasal penjambretan dan sudah ada bukti cctv nya juga mbak Anisa punya surat pembeliannya" kata pak polisi
" Anisa kerja pak bisa beli perhiasan harga lima puluh juta pasti dia jadi simpanan orang kaya"kata ibu mas Kaffa menghina
" Bu hati hati kalau ngomong di sini ibu di rekam Anisa itu karyawan saya di bekerja perusahaan komputer yang saya miliki dan di kelola kakak saya dan keponakan saya ini gaji nya lumayan karena dia programmer" kata paman Hendra
" Perlu ibu ketahui kalau Anisa adalah pembuat game yang hasilnya banyak karena game nya di gemari" kata mbak Maura
" Benar mbak mungkin salah satu game yang sering kami mainkan ya" tanya pak polisi
" Ayo lah bu kembalikan biar ibu nggak kena pasal penjambretan kaffa bersumpah itu bukan pembelian Kaffa kan itu masih rencana Kaffa mau belikan cincin Anisa tapi Kaffa belum membelinya kan ibu belum setuju uang Kaffa masih utuh kok" kata mas Kaffa merayu ibunya
" Dek Nisa maafkan ibu kasusnya jangan di lanjutkan nanti dek Nisa bisa tuntut ganti rugi saja biar mas bayar" kata mas kaffa
" Nggak bisa gitu kaffa enak saja mau tuntut ganti rugi kan ibu cuma salah paham ku kira di belikan sama kamu kan seminggu kamu bilang kalau jatah ibu kamu kurangi uang nya mau beli cincin buat Anisa tadi aku lihat cincin itu jadi ibu kira itu kamu yang belikan sumpah ibu nggk pernah rela" kata Bu Sarmi
" Paling tidak ibu minta maaf ini ibu nggak ada minta maaf dan tidak merasa bersalah padahal sudah menghina Anisa" kata mbak Maura
" Nis mas minta maaf ya atas nama ibu" kata mas Kaffa
Aku diam saja nggak merespon apa yng di katakan mas kaffa kemudian mas Kaffa minta cincin ku yang di bawa ibunya
" Ini cincin nya mas kembalikan tolong maafkan ibu ya dia salah paham kerena mas memang ingin membelikan cincin untuk kamu " kata mas Kaffa
" Ok Anisa maafkan tapi kita perlu perjanjian aku minta tolong bapak polisi di sini sebagai saksi" jawabku
" Kalian mau buat perjanjian apapun itu yang penting aku nggak mau punya menantu Anisa jelek miskin Dar keluarga rusak hanya bergaya dari uang kakak nya saja" kata Bu Sarmi
" Bu ini kantor polisi sekali lagi ibu bicara Kaffa tinggal di sini biar ibu nggak asal bicara" kata mas kaffa
" Begini mas kita bikin perjanjian biar ibu mas Kaffa puas" kata ku
" Maksudnya adik nggak nuntut ibu tapi kita ada perjanjian tertulis dan bermaterai" kata ku
" Ok adek jelaskan sekarang ibu diam ya" kata mas Kaffa
" kita perjanjian yang isinya :
Antara Anisa dan kaffa putus hubungan selamanya
Anisa, Kaffa dan Bu Sarmi bila ketemu anggap saja nggak pernah kenal menyapa pun tidak boleh haram hukumnya
3 Apabila Bu Sarmi bikin masalah dan menghina Anisa maka Anisa berhak melaporkan Bu Sarmi dengan pasal pencemaran nama baik.
Ini perjanjian yang aku inginkan bagaimana kamu mau menambah kan" tanya ku
" Iya dek mas setuju saja tapi perlu kamu ketahui mas akan mencintai mu selamanya walaupun ada tembok raksasa menghalangi" kata mas kaffa
" Udah mas kamu move saja aku sudah nggak cinta sama kamu dan anggap saja kita tidak berjodoh" jawabku
" Sudah kaffa ibu setuju kamu nggak usah khawatir nanti ibu carikan bidan atau dokter yang penting pegawai negeri atau polwan boleh lah" kata Bu Sarmi dengan gembira
" Iya sudah dek mas takut kamu menderita katanya punya mertua yang benci sama kamu jadi mas setuju" kata mas kaffa
Kemudian pak polisi mengetik perjanjian kami dan tanda tangan di atas materai di buat emapt copy untuk aku mas Kaffa dan Bu Sarmi dan sebagai arsip di Polsek sebagai saksi ada paman Hendra dan juga Kapolsek setempat cincin di kembalikan kami segera pulang
" Mbak nanti jangan cerita sama ibunya biar kapan kapan nisa cerita sendiri kasihan ibu nanti kalau tahu anaknya di hina hatinya sakit" kata ku
" Iya nis betul kamu bisa menyelesaikan sendiri dan berani mengambil sikap tidak bertahan demi cinta karena cinta tidak ada logika" jawab paman Hendra tetap dengan muka datar
" Bentar paman ke Kapolsek dulu kalian pulang duluan ya hati hati dalam jalan" kata paman Hendra
" Iya paman terima kasih bantuannya" kata ku pada paman Hendra
Aku sama mbak Maura segera pulang sampai di apartemen kami berpisah di lift aku merasa capek aku masuk ke apartemen ku rupanya ibu ikut mas Bayu belum datang aku segera mandi kemudian aku sholat dhuhur karena sudah adzan selesai sholat aku segera tidur di kamar dan aku pun tidur nyenyak seperti orang yang kecapekan Laura biasa tetapi sebelum tidur aku menangis dulu memang nama mas kaffa masih di hati ku ya boleh kan aku menangis sekuat apapun aku bisa rapuh juga kan
Sore di bangun kan oleh ibu ternyata ibu dan mas Bayu sudah datang
" lho Bu sepedanya sudah datang mas bayu mana" tanya ku
" Sudah dia lagi mencoba katanya mau beli makanan baut traktir kita makan" kata ibu
" Mata kamu kenapa kayak habis nangis" tanya ibu
" Nggak kok Bu tadi aku kelilipan saja jadi aku kucek merah deh" jawabku
" Siapa yang bilang matamu merah tapi matau seperti orang habis nangis lama ada masalah ya apa putus sama kaffa ya " kata ibu mengoda
" Nisa sudah putus lama sama mas Kaffa toh ibunya nggak pernah setuju dan sangat membenci Nisa" jawabku
" Baguslah nggak usah pikirin pacaran dulu kalau ada yang melamar dan kamu cocok di terima saja" kata ibu sambil tertawa
" Lagian Nisa masih muda Bu mas Bayu saja belum ingin nikah dia masih santai" jawabku
Telephon Ku berbunyi ternyata mas Bayu yang menelpon katanya kita di traktir mau pesan apa terus aku tanya ke ibu katanya mau di traktir pizza sama dimsum saja buat kita bertiga sambil minum teh makan kudapan di sore hari aku segera mandi dan sholat ashar selesai sholat ashar aku buka aplikasi game ku aku bermain game buatan ku sendiri sambil menghibur diri
Sekitar pukul empat sore mas Bayu datang membawa makanan pesanan aku dan ibu kami duduk bertiga sambil minum lemon tea bikinan ibu mas Bayu bercerita pengalamanya ke kampus hari senin akan datang ospek mahasiswa baru meskipun usia sudah dewasa waktunya nikah dia masih semangat untuk belajar semoga dia berhasil
" Dek kalau kamu mau dan tidak repot ayo mas ajak jalan jalan naik sepeda motor kamu mas bonceng" kata dia
" Iya mas kapan kapan kali aku free kita jalan jalan ke taman kota" jawabku
Bersambung ......