NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penuh Darah

Jalan Keabadian Penuh Darah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Sepupu menghina, anggota klan memandang rendah, tiga tahun tanpa kemajuan. Lin Han tahu rasa pahit berada di dasar. Namun ia tidak pernah membenci jalan keabadian. Sebaliknya, ia justru semakin keras mengejarnya. Dunia Hunyuan perlahan membuka topengnya. Di balik kemuliaan keabadian tersimpan kenyataan bahwa para pendekar bisa berubah menjadi binatang, sekte suci bisa menjadi sarang ular. Lin Han pun menyadari bahwa satu satunya jalan untuk selamat adalah menjadi lebih kejam daripada mereka. Ia memutuskan untuk tidak lagi mencari pengakuan, melainkan kekuatan absolut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memasak

Setelah pertarungan di gerbang utara selesai, semua orang kembali ke kota dan menuju kediaman masing masing. Lin Han berjalan bersama Lin Feng, Ji Lianyue, Liu Bei, dan beberapa anggota klan lainnya menuju kediaman Klan Liu. Gerbang klan terbuka lebar menyambut mereka. Anggota klan yang tidak ikut bertarung menyambut dengan wajah lega dan cemas bercampur jadi satu.

Mereka semua masuk ke aula keluarga. Ruangan besar dengan meja kayu panjang di tengahnya. Liu Bei memberi isyarat agar semua duduk. Para pelayan segera menyuguhkan teh hangat dan aneka buah potong.

Liu Bei menyesap tehnya, setelah itu menggelengkan kepalanya. "Serangan tadi malam baru berakhir pagi ini."

Lin Feng terkekeh lemah.

Lalu Liu Bei ekspresinya menjadi serius.

"Pertemuan kedua penguasa kota menjadi tertunda. Ini di karenakan penguasa kota bukan penempuh jalan keabadian. Untuk keluar kediaman dalam kondisi ini... membuat tubuhnya gemetar."

Lin Feng menghela napas panjang.

"Mau bagaimana lagi. Kota ini didirikan oleh leluhur mereka. Jabatan penguasa kota bukan ditentukan seberapa layak orang tersebut, tapi garis darah siapa yang mengalir di tubuhnya."

Hong Jie yang duduk di samping Liu Bei ikut berbicara.

"Sudahlah, tidak perlu mengeluh. Siang nanti pergilah temui Penguasa Bilou bersama sama. Bawa dia untuk rapat darurat di kota ini, tapi pastikan keamanannya. Jika tidak, sulit untuk membawanya pergi."

Ji Lianyue mengangguk setuju.

"Yang dikatakan Nyonya Jie sangat tepat. Kita tidak punya banyak waktu. Keadaan semakin mencekam. Jika retakan dimensi di Gunung Jati tidak segera ditangani... ini sangat berbahaya sekali."

Lin Feng dan Liu Bei mengangguk bersamaan. Tidak ada yang membantah.

Lin Han hanya diam mendengarkan. Tangannya memegang cangkir teh tapi tidak menyesapnya. Matanya menatap meja, tapi telinganya menangkap setiap kata yang diucapkan para orang tua. Liu Jia yang duduk tidak jauh darinya juga diam, sesekali melirik ke arah Lin Han.

Obrolan terus berlanjut hingga siang hari. Topik berganti dari retakan dimensi ke taktik pertahanan, dari taktik pertahanan ke logistik, dari logistik ke sejarah serangan dua puluh tahun lalu. Lin Han menyerap semuanya seperti spons kering.

Ketika matahari tepat di atas kepala, Lin Feng dan Liu Bei akhirnya berdiri.

"Kami berangkat sekarang. Semoga Penguasa Bilou sudah bisa diajak bicara."

Mereka berdua keluar dari aula, diikuti beberapa pengawal. Ji Lianyue dan Hong Jie melanjutkan perbincangan mereka, kali ini suaranya lebih pelan. Perbincangan antar wanita yang lebih dalam, tidak lagi tentang perang dan iblis.

Lin Han bangkit dan meninggalkan aula tanpa bersuara. Ia berjalan menyusuri lorong menuju kamarnya. Sampai di depan pintu, ia membukanya perlahan.

Ia melihat Liu Mei masih duduk bersila di atas ranjang, mata terpejam, napas teratur. Kultivasinya masih dalam proses pemulihan.

Lin Han menutup pintu lagi tanpa masuk. Ia berbalik dan berjalan ke arah dapur Klan Liu.

Dapur klan cukup luas. Beberapa tungku besar berjajar di satu sisi, rak rak berisi bumbu dan bahan makanan di sisi lain. Biasanya dapur ini ramai dengan pelayan yang memasak untuk seluruh anggota klan. Tapi siang ini sepi. Para pelayan sedang beristirahat di kamar mereka.

Tapi ada satu orang di sana.

Liu Jia.

Ia berdiri di dekat meja potong, tampak baru saja mengambil sesuatu dari rak. Begitu melihat Lin Han masuk, ia terkejut.

"Kakak Ipar, apa yang kakak lakukan di sini?"

Lin Han tersenyum tipis. "Memasak."

Liu Jia mengernyitkan dahinya. "Kakak bisa menyuruh pelayan membuatkan makanan jika kakak lapar. Tapi ini..."

Lin Han terkekeh pelan sambil mulai mengambil bahan bahan dari rak. "Aku hanya ingin melakukannya dengan tangan ku sendiri. Tidak perlu meminta pelayan. Mereka pasti sedang istirahat siang seperti ini."

Liu Jia tertegun. Ia ingin berkomentar lebih jauh, tapi melihat Lin Han sudah mulai sibuk dengan bahan bahan di tangannya, ia memilih diam. Ia hanya menonton dari samping.

Lin Han mulai bekerja. Tangannya bergerak dengan cekatan. Ia mencuci beras dan menanaknya di tungku pertama. Di tungku kedua, ia mulai memanaskan minyak. Bawang putih dan bawang merah ia cincang halus, jahe ia iris tipis, ikan segar yang ada di rak ia bersihkan dan lumuri dengan bumbu.

Gerakannya terlatih, tidak ada keraguan. Kemampuan ini ia dapatkan karena sering menunggui ibunya memasak saat kecil. Setiap hari, selama bertahun tahun, ia duduk di sudut dapur sambil bermeditasi ringan, menonton Ji Lianyue mengolah bahan mentah menjadi hidangan lezat. Tanpa disadari, ia menyerap semuanya. Hampir seluruh masakan yang pernah ibunya masak, ia paham caranya.

Ikan mulai dibakar di atas bara kecil. Aromanya menyebar. Lin Han beralih ke tungku ketiga, membuat sup bening dengan potongan daging dan sayuran. Tumis sayuran ia buat di tungku keempat, gerakan tangannya cepat saat menggoreng.

Liu Jia melihat itu dengan mulut sedikit ternganga. Ia tidak pernah membayangkan Lin Han, pemuda dingin yang baru saja membantai puluhan iblis seperti mesin pembunuh, sekarang berdiri di dapur dengan celemek, memasak dengan ketenangan yang sama.

Setelah selesai, Lin Han menata semuanya di atas nampan besar. Semangkuk sup, sepiring tumis sayuran dan seekor ikan bakar utuh. Sepiring nasi putih mengepul. Ia mengangguk puas pada hasil kerjanya, lalu berjalan keluar dapur membawa nampan itu.

Liu Jia masih berdiri di tempatnya, mulutnya masih ternganga.

Lin Han tiba di depan kamarnya, ia langsung membuka pintu pelan dengan sikunya lalu masuk. Liu Mei terlihat masih bermeditasi. Ia kemudian meletakkan nampan di atas meja dengan hati hati agar tidak bersuara. Aroma masakan langsung memenuhi kamar.

Lin Han menatap Liu Mei, ingin membangunkannya, tapi ragu. Wanita itu butuh istirahat untuk memulihkan diri. Akhirnya ia memilih untuk duduk bersila di lantai dekat ranjang, menutup mata, dan bermeditasi ringan.

1
yos helmi
😍😍😍😍💪💪💪💪💪👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
Sarip Hidayat
waah
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Fajar Fathur rizky
thor nanti linhan ketemu liumei pas ranah nascent soul
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Adriel Benedict
Tim yang solid dan keren 👍
YAKARO: Betul kak/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🥹🥹🥹🥹🥹
Dragon🐉 gate🐉
Author crazy Up nya bnr" crazy .. ugal-ugalan... gw suka gaya Lo... thanks Thor.. ngopi ☕ dulu biar ttp semangat 👍🏻
YAKARO: Oke, terimakasih bro🙏
Ini bakal ugal-ugalan sampai 150k kata. NIAT NYA LOH YA. Kadang udah niat, kondisi di rl meleset🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
Thor ..kenapa jd Lun Ham, Ham apakah ini ... Ham ster,Ham burger atau Ham burhamburan😁😁🤣
Dragon🐉 gate🐉: siippp 👍🏻
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
tigaaa.... empaaaattt.... liiiiiiiiiMA!!🤣
Dragon🐉 gate🐉: meletus kabeh🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Adriel Benedict
seruu dan menegangkan 😁
YAKARO: Hehe mantap/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Adriel Benedict
strategi aneh 🤣🤣
YAKARO: Aneh tapi berhasil🤣
total 1 replies
Luthfi Afifzaidan
up
Dragon🐉 gate🐉
moga aja murid" yg lain (kl masih ada yg selamat) selain mereka gak merebut "jalan" saat mereka pingsan
YAKARO: Aman aman saja/Determined//Determined/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
aaawww ... waduh /Gosh/
YAKARO: /Cry//Cry//Cry/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
gw mulai suka sm Mu Wan,... move on dari ayang Minlie 😁
Dragon🐉 gate🐉: gw suka sikap & cara berfikir dia Thor.. dia bijaksana, kl soal kepribadian & karakter gw ttp Love sm ayang Minlie...
awal muncul Mu Wan gw jg gak terlalu suka soalnya dia kyk Jaim, tp ternyata emang bawaannya 😁
total 2 replies
Fajar Fathur rizky
thor bikin mcnya mendapatkan teknik klon kaya xuhao thor bikin nanti yang ketemu liumei tubuh klone
Fajar Fathur rizky
thor bikin sifat linhan dingin
YAKARO: Masih lemah kalau terlalu dingin... pembaca benci bro🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!