NovelToon NovelToon
Ruang Rahasia Milik Nona Su Ying

Ruang Rahasia Milik Nona Su Ying

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Iblis / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: DewaC1nta

Di selamatkan oleh iblis saat nyaris di lecehkan oleh para bandit, seorang gadis kini harus menghadapi kenyataan kelam. ia bebas dari ancaman manusia, namun kini takdirnya terikat pada penghuni neraka. kontrak telah di tandatangani, dan meski iblis itu menjadi pelindungnya, harga yang harus di bayar jauh lebih besar dari sekedar nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewaC1nta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Ruang Rahasia

 Kita kembali ke sebuah tempat di mana waktu seolah berhenti berputar. Lembah Seribu Bunga.

 Tempat ini berbeda. Di luar sana, dunia penuh debu dan darah, tapi di sini hanya kedamaian. Mata siapapun akan termanja oleh ribuan kelopak yang mekar, mengepung lembah dengan warna yang abadi. Di antara harum bunga itu, murid-murid Guan Haoran bergerak. Pedang mereka berkilat, menciptakan tarian yang mengagumkan namun mematikan.

 Di tengah latihan itu, Guan Haoran berdiri dengan sikap berwibawa. Tangannya menggenggam sebuah benda kecil. Bentuknya melingkar seperti gelang, namun benda itu bukan perhiasan. Itu adalah sebuah kunci berkarat. Yang mungkin telah tersimpan lama tanpa pernah di gunakan.

 Tak jauh darinya, Guan Xian sibuk meramu obat di sebuah wadah perunggu besar, di temani oleh Su Ying. Itu adalah tugas rutin yang dijalani Guan Xian setiap hari. menyiapkan penawar bagi ibunya.

 Ibunya menderita penyakit langka yang telah menggerogoti nyawanya selama sepuluh tahun. Hingga hari ini, wanita itu tak lebih dari seonggok mayat hidup yang masih memiliki napas. Hidup, namun tidak benar-benar ada.

 Guan Haoran melangkah menghampiri keduanya. "Su Ying," panggilnya rendah.

 Su Ying mendongak. Ia melihat ada kegelisahan di balik wajah tenang pria itu.

 "Ada yang harus kau lihat," lanjut Guan Haoran. Ia menatap benda di tangannya, gelang yang ternyata adalah sebuah kunci tua. "ikut aku."

 Tanpa banyak tanya, Su Ying berdiri. Keduanya berjalan meninggalkan keriuhan latihan murid-murid, menuju sebuah pondok terpencil yang berdiri sunyi di bagian paling belakang kediaman keluarga Guan.

 Sesampainya di depan pondok itu, Guan Haoran berhenti sejenak. Ia menatap pondok itu dengan kosong. Seolah sedang mengenang kembali hal-hal tentang pondok itu.

 "Di dalam sana, ada benda peninggalan ayahmu," ucap Haoran. Suaranya rendah nyaris tenggelam oleh desau angin lembah. Ia terdiam cukup lama sebelum melanjutkan kalimatnya.

  "Tapi, hingga hari ini...aku tidak tahu apa fungsinya. Ayahmu menjaga benda itu lebih dari ia menjaga nyawanya sendiri. Sesaat sebelum napas terakhirnya, ia memaksaku berjanji untuk menyimpannya baik-baik. Aku telah menjaganya selama belasan tahun, namun aku tetap tidak mengerti rahasia apa yang tersembunyi di baliknya."

 Guan Haoran mendorong pintu pondok yang berat. Engselnya berderit, memecah kesunyian yang yang sudah mengendap lama. Di dalam, ruangan itu hanya berisi sebuah meja batu. Di atasnya sebuah cermin berdiri membisu, bingkainya di hiasi ukiran indah namun menyimpan aura misterius yang pekat.

 Su Ying tersentak. Matanya terpaku pada permukaan cermin yang dingin itu. "cermin ini..." kalimatnya menggantung di udara, seolah ia takut untuk menyelesaikannya.

 "Apa kau tahu fungsi cermin ini?" tanya Guan Haoran, matanya menyelidik.

 Su Ying mengangguk pelan. Ia tidak segera menjawab, melainkan menatap pantulan dirinya yang tampak asing di balik kaca yang buram. "Cermin ini...benda yang kutemukan saat para bandit itu memburuku beberapa waktu yang lalu."

 Dengan suara rendah yang sesekali bergetar, ia mulai bercerita. Ia menceritakan hari jahanam itu, saat para bandit mengejarnya dan hendak menodai kehormatannya. Di ambang keputusasaan, Zhao Yun datang menyelamatkannya dengan trik sihirnya yang aneh. Entah bagaimana caranya, para bandit itu mendadak mengerang kesakitan, seolah tubuh mereka disiksa oleh sesuatu yang tak kasat mata.

 "Trik sihir?" gumam Guan Haoran, alisnya bertaut. "Lalu, bagaimana dengan cermin ini?"

 "Ketika aku terbebas dari para bandit itu dan hendak melangkah pulang, tanpa sengaja aku menemukan cermin seperti ini di tengah hutan yang sama sekali tidak kukenal," sahut Su Ying. "di saat itu juga, tubuhku tiba-tiba tertarik ke dalamnya. Dan dalam sekejap mata, aku telah berada di makam kakek."

 Guan Haoran terdiam. otaknya sibuk berpikir keras, mencoba mencari logika di balik hal tidak masuk akal yang belum pernah ia jumpai sepanjang hidupnya di dunia persilatan.

 "Sihir?, cermin yang memiliki kesaktian?, apakah ini..."

 Belum sempat kalimat itu selesai, sebuah tawa menggelegar memutus kesunyian. Bersamaan dengan itu, sekelebat angin kencang melesat masuk, menerobos pintu pondok hingga bergetar hebat.

 Di samping cermin telah berdiri Zhao Yun dengan jubah hitamnya.

 "Ini adalah cermin milik Mahadewi Xuan Nu. Hanya orang-orang terpilih yang bisa menggunakannya," ucap Zhao Yun.

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!