NovelToon NovelToon
Terikat Janji Dengan Seorang Dokter Bedah

Terikat Janji Dengan Seorang Dokter Bedah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Kisah cinta Kapten John Christo Nagasaki Lantang seorang perwira angkatan laut yang berjanji menjadi pengawal bagi seorang perempuan yang dia temui di sebuah club malam. Ternyata perempuan itu adalah seorang dokter bedah bernama Pamela Christine Giardini.
Bagaimana Cinta bisa hadir diantara dua orang yang memiliki kepribadian keras dan cenderung introvert ini???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kasih Sayang Suami

Hari ini Ella pulang dari rumah sakit sudah sangat malam, yang seharusnya dia sudah selesai sif malamnya jam tujuh, karena ada operasi lagi dia harus pulang jam sembilan lewat tiga puluh malam. Biasanya dia akan langsung mandi minum susu dan tidur, apalagi suaminya belum pulang.

Untungnya besok dia libur, dan bertepatan dengan pelantikan papi.

"Selamat malam mba Ella."

"Selamat malam pak Ari." Satpam di apartemen menyapa Ella. Ella membalas sapaannya dan langsung menuju ke apartemennya. Dia harus beristirahat, agar bisa bangun pagi. Sampai di rumah apartemen Ella, ruangan masih sangat gelap.

"Mas ngak jadi pulang ke Jakarta???" Ella mulai menyalakan lampu apartemen. Menutup jendela yang arah ke balkon luar. Setelah dia rasa sudah aman. Kembali dia mematikan lampu, hanya sebagian saja yang di nyalakan. Kamarnya juga sangat gelap, waktu dia masuk. Namun dia mencium parfum yang khas punya suaminya. Ella tidak tahu bahwa suaminya sudah pulang. Begitu lampu di nyalakan lampunya dia melihat suaminya berdiri dengan rambut basah spontan dia berteriak.

"Ade ini mas????" John yang sengaja mau nge prank istrinya langsung memeluk istrinya sangat kuat.

"Mas, ade takut."

"Maaf sayang." John langsung menyium bibir istrinya.

"Kangen."

"Sama mas juga kangen. Kangen semua pada dirimu." Ella membalas ciuman suaminya dan John mulai menjelajahi tubuh istrinya.

"Mas ade mandi dulu."

"Selesai aja sayang. Mas mau sekali."

Ella luluh dalam pelukan suaminya.John menyentuh tubuh istrinya dari atas sampai ke bawa, ke organ - organ sensitif istrinya. Terdengar suara desahan Ella bergema di kamar ini. John tersenyum. Karena dia sudah siap juga membawa istrinya kedalam petualangan kenikmatan suami istri.

"Mas mulai ya sayang."

John berusaha memasukan rudalnya yang sudah siap kedalam goa rahim istrinya. Kembali mengalami kesulitan karena hampir sebulan lebih mereka berpisah. Terdengar rintihan Ella waktu rudal itu menembus goa pertahanan istrinya.

"Sakit mas." John tidak menjawab dia mencium istrinya sangat mesra sambil mulai mengerakkan tubuh. Terdengar bunyi tubuh yang beradu.Ella mulai terbiasa lagi dengan rudal yang masuk kedalam goanya.

Melepas kangen mereka John mengajar istrinya sampai dua ronde. Ella benar - benar di buat tak berdaya. Setiap ronde di akhir dengan John melepaskan serum terbaiknya kedalam rahim istrinya. John tersenyum melihat wajah lemas istrinya yang berada dalam pelukannya.

"Sayang, kamu cantik dan seksi. Mas kangen." Ella semakin erat memeluk suaminya dan menyembunyikan mukanya di dalam ceruk leher suaminya.

"Mas tiba di sini jam berapa??"

"Kapal sandar jam empat sore, selesai semua prosedur, Kak Jef jemput ya...... jam enam mas tiba disini. Tidur bangun eh istri belum pulang. Kenapa pulangnya lama??"

"Ade ada operasi mas." Ella sudah berada dalam gendongan suaminya. Menuju ke kamar mandi.

Selesai berendam, pasangan suami istri ini, langsung mendi di bawah shower. Kemudian mereka tidur saling berpelukan. Karena besok pagi mereka berdua harus temani papi menerima anugerah kenaikan pangkat lebih tinggi Brigadir Jenderal.

Pukul lima pagi Ella sudah bangun, dia menyiapkan sarapan buat mereka berdua, hanya rebusan telur dan buah - buahan juga minum susu. Selesai sarapan Ella langsung mandi dan merias dirinya sendiri, dia sudah ijin kepada mami, untuk dandan sendiri.

"Cantik sekali sayang??? Mas cium dong." John langsung mencium bibir istrinya. Ella hanya menggunakan make up natural dan menyanggul rambut yang simpel.Kebaya berwarna biru sudah di siapkan mami. Senada warnanya dengan mami, Jess dan Ella. Sedangkan papi, Kak Jefry dan John menggunakan seragam. Jam enam papi sudah menghubungi John agar kerumah, papi mau kita berdoa bersama baru ke markas besar. Oma dan opa sudah tiba di rumah papi dan mami.

"oma, opa. Selamat pagi."

"Selamat pagi sayang."

"Ke salon mana cucu oma yang cantik ini?"

"Dandan sendiri oma."

"Manis dan cantik."

Selesai opa berdoa kami berangkat bersama seara beriringan. Kami yang bekerja dan kuliah sudah meluangkan waktu hari ini untuk temani papi dan mami.

Upacara mulai, kami berada di tenda tamu undangan. Ada tiga puluh perwira tinggi dari tiga angkatan darat, laut dan udara. Mami sudah berada di samping papi, pria bijaksana yang selalu meratukan istrinya. Sampai hari ini, sudah memberi kan tiga anak hebat. Kami semua maju membawa buket bunga buat papi. Satu sukacita besar bagi kami keluarga besar Lantang, ini juga motivasi buah kedua anak kembarnya Kapten Jefry Christo Brasmanto Lantang dan Mayor John Christo Nagasaki Lantang.

Selesai ada acara makan bersama, Ella sempat bertemu dengan panglima tinggi angkatan laut dan istrinya.

"Ella cantik sekali. Ibu ngefans sama kamu deh."

"Ijin ibu, Terima kasih. Ibu juga cantik."

Kami keluarga besar sudah melakukan rangkain foto bersama. Karena ada lima tukang foto profesional yang disiapkan, khusus untuk acara ini. Ketika menikmati makan siang, suara dering handphone Ella berbunyi. Di perlihatkan handphonenya kepada suami tercinta dan memohon ijin untuk menerimanya karena ini dari IGD langsung.

Ella di minta untuk ke rumah sakit, karena ada pasien laka lantas yang membutuhkan pertolongannya dalam perjalanan ke rumah sakit. Ella yang mau ke ruangan memberitahukan suaminya, John sudah berada di depannya.

"Ada pasien darurat membutuhkan mu sayang."

"Iya mas, ada pasien laka lantas dalam perjalanan ke rumah sakit."

"Mas antar sayang."

"Papi, mami???"

"Aman."

"Ade harus beritahu mas."

Ella langsung menelepon maminya. Ternyata mami sudah tahu dari John.

"Hati - hati ya sayang."

"Iya mami. Terima kasih. Mami Ella mohon maaf."

"Its oke sayang. Pulang kalian ke rumah saja ya."

"Iya mami."

Ella sampai di depan rumah sakit dia langsung ke IGD, John tetap mengawal istrinya dari belakang. Penampilan Ella jelas menjadi perhatian semua mata yang memandang dia. Begitu juga Yason yang melihat dari jauh.

Ella langsung memeriksa dua pasien itu, untuk menentukan siapa yang harus lebih dahulu di tolong. Karena hanya dia dokter bedah yang ada, bersama dengan empat orang dokter residen yang bertugas.

"Kenapa tidak menolong orang tua saya lebih dahulu??? Kenapa dokter???"

Keluarga pasien yang sekarat mengamuk. Karena mereka lebih medis lebih menolong pasien yang masih kuat berjuang.

"Maaf ini sesuai dengan prosedur medis kami."

"Tolong papa saya dokter???"

Tangan Ella di tarik oleh keluarga pasien. John yang melihat istrinya di tarik ingin lari menolong namun dia melihat pihak keamanan sudah ada di tempat. Keamanan di rumah sakit berusaha melerai orang tersebut. John hanya memantau.Jika terjadi sesuatu pada istrinya dia akan turun tangan.

Pasien yang keluarganya marah meninggal tidak lama kemudian. Kenapa sampai tidak bisa dioperasi karena semua organ tubuhnya sudah tidak berfunsi. Dokter jaga menjelaskan kepada keluarga dan keluarga menerima kenyataan itu. Sementara Ella sedang melakukan operasi kepada pasien satunya. Sebagai dokter bedah ada pendarahan hebat di kepala pasien akibat benturan keras.

Satu jam, pasien tertolong. Dan dibawa keluar dari ruang operasi ke ruang rawat.

"Bagaimana pasien satunya ners."

"Maaf dokter dua menit setelah dokter membawa pasien untuk di operasi beliau meninggal."

Ella bersedih, John yang mengikuti istrinya. Langsung memeluknya sangat kuat. Ella merasakan kasih dan cinta suaminya sangat besar. Ella membalas pelukan itu. Yason yang melihatnya tak terasa air matanya keluar.

1
Yohana Pandie
keren thor
Ceisye: terima kasih
total 1 replies
Trivenalaila
lanjut🙏🙏🙏
Ceisye: siap mba. otw. 👍👍👍
terima kasih mba sudah membaca karyaku🙏🙏🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!