NovelToon NovelToon
Janda Seksi Milik Duda Dingin

Janda Seksi Milik Duda Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Janda / Lari Saat Hamil
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Prettyies

Raisa Maureen ditinggal mati suaminya di dalam kondisi masih prawan, lalu ia melakukan hubungan satu malam dengan kakak iparnya karena pria itu mabuk berat dan kehilangan keperawanannya. setelah menikah dengan Evan ia baru mengetahui kenapa selama ini Aditya almarhum suaminya tidak pernah menyentuhnya. Apa yang sebenarnya terjadi? ikuti kelanjutan kisah nya hanya disini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prettyies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suap-suapan

Raisa menghela napas, mencoba tetap fokus pada masakannya.

"Kalau cuma nemenin, diem aja ya… jangan ganggu," ucapnya sambil mengaduk nasi di wajan.

Evan bersandar santai di meja dapur, menatap Raisa.

"Iya, Bu Raisa," godanya ringan.

Raisa langsung melirik tajam.

"Jangan panggil begitu… aneh."

Evan terkekeh.

"Terus maunya dipanggil apa?"

Raisa memilih diam, pura-pura sibuk memasak.

Beberapa menit kemudian, aroma nasi goreng semakin harum.

Evan mendekat sedikit, menghirup aromanya.

"Harum banget… mas jadi makin lapar," ucapnya.

Raisa menunjuk ke arah rak.

"Ambil piring sana."

Evan mengangguk, lalu mengambil piring.

"Tapi disuapin ya," godanya lagi.

Raisa mendengus pelan.

"Manja banget sih."

Evan tersenyum lebar.

"Kan lagi sama kamu… boleh dong manja dikit."

Raisa hanya menggeleng, tapi sudut bibirnya sedikit terangkat tanpa ia sadari.

Evan mengambil piring dari rak, lalu kembali mendekat ke Raisa.

"Nih, piringnya sudah siap," ucapnya santai.

Raisa mematikan kompor, lalu mulai menyendok nasi goreng ke piring.

"Awas panas," katanya sambil meniup pelan.

Evan berdiri di sampingnya, memperhatikan.

"Kelihatan enak banget…"

Raisa melirik sekilas.

"Ya iya lah, yang masak siapa dulu."

Evan tersenyum.

"Makanya… disuapin, kan?"

Raisa menghela napas kecil.

"Iya, iya… sabar."

Ia mengambil satu sendok nasi goreng, lalu mengarahkannya ke Evan.

"Buka mulut," ucapnya.

Evan menurut.

"Ah…"

Sendok itu masuk, Evan langsung mengunyah dengan ekspresi puas.

"Hmm… enak banget," katanya sambil mengangguk.

Raisa tersenyum tipis.

"Lebay."

Evan menggeleng.

"Serius ini. Kalau tiap hari makan masakan kamu, mas betah di rumah terus."

Raisa langsung menyikut pelan lengannya.

"Gombal."

Evan tertawa kecil.

"Ya tapi bener."

Raisa kembali menyuapinya satu sendok lagi.

"Nih, makan lagi."

Evan mendekat sedikit.

"Kamu juga makan, jangan cuma nyuapin mas."

Evan mengambil sendok, lalu gantian menyuapi Raisa.

"Buka mulut… sekarang gantian," ucapnya santai.

Raisa menurut, lalu mengunyah pelan.

Evan tersenyum tipis.

"Mas jadi nggak sabar nikahin kamu… tiap hari bisa dimasakin begini."

Raisa langsung menatapnya.

"Ih… kamu tuh ya—"

Belum sempat melanjutkan langkah kaki terdengar mendekat.

"Udah matang, Sa?" suara Mona terdengar dari arah ruang depan.

Raisa langsung panik, matanya membesar.

"Astaga… itu Mona!" bisiknya cepat. "Ngumpet sana!"

Evan ikut kaget.

"Ngumpet di mana?"

Raisa langsung menunjuk cepat.

"Di mana kek… itu, di balik meja atau sana!"

Evan menghela napas.

"Kamu serius nyuruh mas ngumpet di situ?"

"Udah cepetan!" desak Raisa pelan tapi tegas.

Evan akhirnya menurut, buru-buru menyingkir dari dapur dan mencari tempat sembunyi.

Raisa cepat-cepat merapikan diri, pura-pura santai.

Beberapa detik kemudian Mona masuk ke dapur.

"Harum banget… udah jadi ya?" ucapnya sambil tersenyum.

Raisa berusaha terlihat normal.

"Iya… baru aja selesai."

"Bawa sini… sekalian piringnya," ucap Mona santai sambil duduk.

Raisa langsung melirik.

"Kamu nggak bisa ambil sendiri?" tanyanya.

Mona menggeleng manja.

"Nggak bisa… kuku aku bisa rusak nanti."

Raisa mendengus pelan.

"Dasar manja…" gumamnya.

Mona langsung menoleh.

"Kamu ngomong apa?"

Raisa cepat menggeleng.

"Nggak ngomong apa-apa… bentar ya."

Ia mengambil satu piring bersih untuk Mona, sementara untuk dirinya ia memakai piring yang tadi ia pakai bersama Evan.

Raisa lalu mengisi nasi goreng, kemudian membawanya ke meja makan.

"Nih… makan," ucapnya sambil meletakkan piring di depan Mona.

Mona tersenyum.

"Makasih ya, Sa."

Raisa duduk di kursi seberang, berusaha terlihat biasa saja.

Namun tiba-tiba kakinya terasa tersentuh sesuatu di bawah meja.

Raisa langsung menegang.

Ia melirik ke bawah sekilas dan sadar itu ulah Evan yang masih bersembunyi.

Raisa menggertakkan gigi pelan.

"Mas… jangan aneh-aneh…" bisiknya nyaris tak terdengar.

Mona yang sedang makan menoleh.

"Kamu ngomong apa, Sa?"

Raisa buru-buru tersenyum.

"Nggak… kepedesan sedikit."

Sementara di bawah meja Evan justru makin usil, membuat Raisa semakin salah tingkah menahan reaksi di depan Mona.

Mona menyuap nasi gorengnya pelan, lalu menatap Raisa seolah mengamati.

"Mas Evan nggak pernah ke sini, ya, Sa?" tanyanya santai.

Raisa langsung menjawab cepat.

"Nggak pernah. Buat apa juga dia ke sini?"

Mona mengangguk kecil.

"Iya juga sih…"

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada berbeda.

"Ngomong-ngomong… kamu kapan pindah?"

Raisa mengernyit.

"Pindah?"

Mona mengangguk.

"Iya. Kamu kan sudah punya pacar baru… lagian kamu juga nggak punya anak dari Aditya."

Raisa terdiam, tidak langsung menjawab.

Mona melanjutkan, seolah tanpa beban.

"Aku sebenarnya mau balikan sama Mas Evan," ucapnya. "Jadi kemungkinan nanti rumah ini bakal jadi milik kami. Kalau nggak dijual ya ditinggalin."

Raisa langsung menatap tajam.

"Memangnya Mas Evan semiskin itu sampai nggak punya rumah lain?" balasnya dingin.

Mona tersenyum tipis.

"Bukan soal punya atau nggak… tapi ini kan rumah Aditya. Wajar kalau nanti kembali ke keluarga kami."

Raisa menggenggam sendoknya sedikit lebih erat.

Raisa menatap Mona, nada suaranya mulai lebih tegas.

"Mami, papa, sama Mas Evan nggak pernah ngomong apa-apa soal itu ke aku," ucapnya.

Mona mengangkat bahu santai.

"Mungkin belum aja… aku cuma kasih tahu dulu," jawabnya ringan.

Raisa mengangguk kecil, tapi matanya tetap menyimpan curiga.

"Iya… nanti aku tanyain sama Mami ucapnya pelan.

Mona tersenyum tipis sambil melanjutkan makan.

Namun dalam hatinya, pikirannya berjalan licik.

"Semoga Raisa terpancing… terus dia protes ke mami, papa, sama Evan," batinnya.

"Biar nanti aku bisa pura-pura jadi yang bela mereka… dan pelan-pelan menyingkirkan Raisa dari sini."

Ia tetap tersenyum manis di depan seolah tidak terjadi apa-apa.

Di bawah meja, Evan yang bersembunyi melirik ke arah Raisa.

Perlahan, ia menggelengkan kepala, memberi isyarat.

"Jangan percaya…" bisiknya sangat pelan, hampir tak terdengar.

Raisa menahan napas sejenak, matanya turun sekilas ke bawah meja.

Ia melihat Evan memberi kode lagi dengan tangan menandakan agar tetap waspada.

Raisa langsung kembali menatap Mona, berusaha tetap tenang.

"Oh ya?" ucapnya seolah biasa saja. "Aku pikir kalau ada rencana begitu, pasti aku sudah dikasih tahu."

Mona tersenyum tipis.

"Ya nanti juga kamu tahu sendiri, Sa."

Raisa mengangguk pelan.

"Iya… kita lihat saja nanti."

Sendok di tangan Mona tiba-tiba terlepas dan jatuh ke lantai.

"Eh…" Mona sedikit panik, lalu hendak membungkuk mengambilnya.

Raisa langsung bereaksi cepat.

"Eh, nggak usah! Kotor itu… ganti yang baru aja, biar aku ambilin," ucapnya buru-buru sambil berdiri.

Tanpa menunggu jawaban, Raisa segera berjalan ke arah rak.

Jantungnya berdetak kencang.

"Ya Tuhan… jangan sampai dia lihat ke bawah meja…" batinnya gelisah.

Tangannya sedikit gemetar saat mengambil sendok baru.

Ia kembali ke meja dan menyerahkannya.

"Nih… pakai yang ini aja."

Mona tersenyum.

"Makasih ya, Sa."

Raisa mengangguk kecil, berusaha terlihat biasa.

Di sisi lain, Mona menarik napas lega dalam diam.

"Untung aja Raisa langsung ambilin sendok baru…" batinnya.

"Kalau tadi aku sampai nungging… bisa-bisa ketahuan kalau aku hamil muda."

Ia kembali makan seolah tidak terjadi apa-apa menyembunyikan rahasia yang semakin ia jaga rapat.

1
Felycia R. Fernandez
udah deh Sa,gak usah bolak balik menyangkal...
udah tau juga belang Aditya..
udah dengerin aja,jangan jadi orang yang sok tau gimana Aditya
Prettyies: Dia gak normal kak😂
total 3 replies
Felycia R. Fernandez
ya bodoh kalau gak jadi nikah.
udah di obok obok tiap hari msak gak mau dinikahi..
ada2 aja,kemana harga diri Mu Sa
Prettyies: ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
pak David tukang kibul malah dikibulin...
anak sendiri pula pelakunya 🤣🤣🤣🤣
Prettyies: Haha emang nakal evan
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
cukup sekali ini doank
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
dasar ular...🤬
Prettyies: ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Usir aja gih 🤬🤬🤬
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
lha 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Prettyies: betul kak
total 5 replies
Felycia R. Fernandez
Ternyata mau balikan karena ada baby yang butuh seorang ayah.laaah kenapa harus Evan
Prettyies: Karena dia kaya raya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
kurang asem 😆😆😆
Prettyies: Betul sekali😊
total 3 replies
Felycia R. Fernandez
kenapa gtu?? karena Raisa hanya sebagai alat untuk kesembuhan aditya
Prettyies: ditunggu kelanjutannya☺
total 1 replies
vita
suka
vita
gmn kabar mona di kamar tamu
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya☺
total 1 replies
Yulisna Yulisna
suka
Prettyies: Terima kasih☺
total 1 replies
Scarlett Rose
lnjt
Felycia R. Fernandez
ternyata oh ternyata...
Cuma Raisa yang disini gak tau kelakuan Aditya
Felycia R. Fernandez: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Mita Paramita
jangan jangan Aditya hompipa🤣🤣🤣 ketahuan rahasianya
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Aditya menjadikan Raisa tameng dari penyimpanan nya...
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Raisa sebenarnya ada rasa ma Evan,cuma terpendam karena Mak nya yang gila kasta...
Mita Paramita
lanjut 🔥🔥🔥
Prettyies: Ditunggu kelanjutan nya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
gay ya???
Felycia R. Fernandez: selalu kk Thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!