LIMA TAHUN IA DI INJAK-INJAK. SATU MALAM IA MEREBUT SEGALANYA.
Rizky Santoso adalah aib. sampah. suami tak berguna yang ditakdirkan untuk hidup di dapur, di bawah kaki istrinya yang kaya raya,
Adelia. selama 5 tahun, hinaan adalah sarapannya dan pengkhianatan adalah makan malamnya.
Ketika Adelia mencampakkannya demi seorang selingkuhan, ia pikir hidup Rizky telah berakhir.
DIA SALAH BESAR.
Di malam tergelapnya, takdir datang menjemput. Dua sosok misterius berjas hitam membawakan sebuah kebenaran yang mengguncang kota: pria yang ia buang adalah PUTRA MAHKOTA dari kerajaan bisnis yang paling berkuasa.
kini, Rizky kembali. Bukan lagi sebagai suami yang tunduk, tapi sebagai raja yang dingin dan tak tersentuh. ia akan duduk di singgasana kekuasaannya dan menyaksikan mereka yang pernah menghinanya...
bertekuk lutut.
Penyesalan Adelia tidak akan ada artinya. Karena dalam permainan takdir ini, sang pewaris telah kembali untuk mengambil apa yang jadi miliknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JAYDEN AHMAD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35: BADAI GANDA, API DI DUA FRONT
Di bawah kegelapan malam yang pekat, Rizky dan Bramantyo bergerak. Mereka mengenakan pakaian serba hitam, dilengkapi dengan perangkat komunikasi canggih dan alat-alat khusus yang disiapkan Bramantyo. Jantung Rizky berdebar kencang, bukan karena takut, melainkan karena adrenalin yang memompa.
Mereka berhasil mencapai titik masuk yang ditunjukkan Bramantyo: sebuah terowongan servis yang sempit dan kotor, berbau amis.
"Ini dia," bisik Bramantyo, menyinari senter ke dalam kegelapan. Jalur tikus GlobalNet. Tidak ada sensor di sini, tapi kita harus cepat. Bau ini akan menarik perhatian jika kita terlalu lama.
Rizky mengangguk, menelan ludah. Ia melihat ke dalam terowongan, lalu menatap Bramantyo. Kau yakin ini akan berhasil.
Saya membangun sistem keamanan mereka, Pak Rizky, jawab Bramantyo, tatapannya dingin dan tajam. "Saya tahu setiap kelemahan mereka. Dan saya tahu, Thompson tidak akan pernah menduga kita akan masuk melalui jalur ini.
Mereka merangkak masuk, meninggalkan cahaya bulan dan hiruk pikuk kota di belakang. Setiap langkah membawa mereka lebih dalam ke jantung GlobalNet, ke sarang ular tempat Thompson menunggu.
DISISI LAIN: THOMPSON MENGGERAKKAN PION TERAKHIRNYA
Sementara Rizky dan Bramantyo menyusup ke dalam markasnya, Thompson duduk santai di kantornya yang mewah, memantau pergerakan mereka di layar besar. Senyum licik terukir di bibirnya.
"Rizky, Rizky," gumam Thompson, menyesap kopi mahalnya. Kau selalu terlalu emosional. Itu kelemahanmu.
Ia menekan sebuah tombol di mejanya. "Hubungkan aku dengan Cokro."
Beberapa detik kemudian, wajah seorang pria bertato naga hitam di lehernya muncul di layar. Matanya tajam, penuh pengalaman, dan aura berbahaya terpancar darinya. Dialah Cokro Wijoyo, atau lebih dikenal sebagai Sang Naga Hitam, bos mafia paling ditakuti di Jakarta, yang mengendalikan jaringan preman dan bisnis ilegal yang luas.
"Thompson, sapa Cokro, suaranya serak. Ada apa? Kudengar markasmu sedang ramai.
Hanya tikus-tikus kecil yang mencoba masuk, Cokro, jawab Thompson, melirik layar yang menampilkan Rizky dan Bramantyo yang kini sudah berhasil melewati terowongan dan mulai menyusuri koridor servis di dalam gedung.
Aku punya pekerjaan yang lebih besar untukmu. Aku ingin kau menghancurkan Hadiningrat Group. Bukan hanya jaringannya, tapi fisiknya. Aku ingin kau mengirim pesan yang jelas kepada Rizky.
Cokro menyeringai. Menghancurkan perusahaan teknologi? Itu bukan keahlianku, Thompson. Aku lebih suka menghancurkan tulang.
"Kau hanya perlu membuat kekacauan, Cokro, kata Thompson. Kirim anak buahmu. Bakar beberapa server, hancurkan beberapa kantor. Buat mereka panik. Aku ingin Hadiningrat Group lumpuh total dari luar, sementara aku mengurus Rizky dari dalam.
Berapa yang kau bayar? tanya Cokro, matanya berbinar.
Thompson menyebutkan angka yang fantastis. Cokro mengangguk puas. "Baik. Aku akan mengirim Geng Kalajengking dan Pasukan Bayangan-ku. Mereka akan membuat Hadiningrat Group menjadi abu. Tapi aku ingin Rizky tahu siapa yang mengirim mereka.
"Tentu saja, Thompson tersenyum dingin. "Pastikan dia tahu.
Di Depan Gerbang Hadiningrat Group: Pertahanan Terakhir
Rizky, dengan segala kecerdikannya, telah mengantisipasi langkah Thompson ini. Ia tahu Thompson tidak akan hanya fokus pada dirinya di dalam markas GlobalNet.
Perusahaan Hadiningrat Group, yang kini rentan tanpa dirinya, akan menjadi target berikutnya. Sebelum berangkat, Rizky telah memberikan instruksi terakhir kepada Kapten Bayu, kepala keamanan Hadiningrat Group yang loyal dan berpengalaman.
Bayu, Thompson akan menyerang markas kita, kata Rizky saat itu. Dia akan mengirim orang-orangnya untuk menghancurkan kita secara fisik. Aku ingin kau dan timmu siap. Jangan biarkan satu pun dari mereka menyentuh gedung ini.
Kapten Bayu, seorang mantan pasukan khusus dengan fisik tegap dan tatapan mata elang, mengangguk tegas. "Siap, Pak Rizky. Kami akan menjadi tembok terakhir.
Malam itu, di depan gedung pencakar langit Hadiningrat Group yang megah, suasana tegang mencekam. Kapten Bayu dan Tim Garuda-nya, yang terdiri dari para veteran keamanan terlatih seperti Sersan Riko "Si Badak, dan Letnan Maya "Si Elang, telah mengambil posisi strategis. Mereka bersenjata lengkap, mata mereka awas mengamati setiap sudut.
Tiba-tiba, dari kejauhan, deru mesin mobil dan motor terdengar mendekat. Puluhan kendaraan hitam, tanpa plat nomor, melaju kencang menuju gedung. Dari dalamnya, melompat keluar puluhan pria bertubuh besar, bersenjatakan golok, pipa besi, dan beberapa di antaranya membawa senjata api rakitan. Di garis depan, berjalan Budi "Si Kalajengking, tangan kanan Cokro yang terkenal kejam, dan Joni "Si Pisau, ahli pertarungan jarak dekat dengan pisau lipatnya. Mereka adalah Geng Kalajengking dan Pasukan Bayangan Cokro Wijoyo.
"Hadiningrat Group!" teriak Budi "Si Kalajengking", suaranya menggelegar. "Ini pesan dari Thompson! Hancurkan semuanya!"
"Tidak akan ada yang menyentuh gedung ini!" balas Kapten Bayu, suaranya tak kalah lantang. "Tim Garuda, maju!"
Pertempuran pecah. Suara tembakan rakitan beradu dengan dentingan pipa besi, teriakan amarah, dan rintihan kesakitan. Kapten Bayu memimpin Tim Garuda dengan taktik gerilya kota, memanfaatkan setiap pilar dan sudut sebagai perlindungan. Sersan Riko "Si Badak" menerjang maju, tubuhnya yang kekar menjadi perisai, menjatuhkan beberapa preman dengan pukulan telak. Letnan Maya "Si Elang" bergerak lincah, menembak target dengan presisi mematikan dari posisi tinggi.
Budi "Si Kalajengking" dan Joni "Si Pisau" adalah lawan yang tangguh. Mereka bergerak dengan brutal, tanpa ampun, menerobos barisan keamanan Hadiningrat Group. Joni "Si Pisau" melukai beberapa anggota Tim Garuda dengan kecepatan pisaunya yang mengerikan, sementara Budi "Si Kalajengking" menghancurkan pintu kaca utama dengan pukulan pipanya.
KEMBALI KE MARKAS GLOBALNET: RAHMA DI UJUNG TANDUK
Di tengah kekacauan yang mereka ciptakan di markas GlobalNet, Rizky dan Bramantyo berhasil menyelinap lebih dalam. Suara sirene dan langkah kaki penjaga yang panik menjadi pengalih perhatian yang sempurna.
"Thompson tidak akan menempatkan Rahma di tempat yang terlalu mencolok, bisik Bramantyo, saat mereka menyusuri lorong bawah tanah yang gelap. "Dia ingin Anda mencarinya, membuat Anda frustrasi. Dia ingin Anda melihatnya, tapi tidak bisa menjangkaunya.
Tiba-tiba, mereka mendengar suara. Samar-samar, dari balik sebuah pintu baja tebal, terdengar isakan pelan.
Rizky merasakan jantungnya berdesir. "Rahma?"
Bramantyo mengangguk, matanya terpaku pada pintu. "Ini dia. Tapi pintu ini memiliki kunci biometrik dan kode akses. Saya tidak punya akses ke sini lagi.
Rizky mencoba mendobrak pintu, tetapi pintu itu kokoh. Ia menatap Bramantyo, wajahnya penuh keputusasaan. "Apa yang harus kita lakukan?"
Ada satu cara, kata Bramantyo, mengeluarkan sebuah perangkat kecil dari sakunya. "Saya bisa mencoba meretas sistem kunci dari jarak jauh, tapi itu akan memakan waktu. Dan itu akan memicu alarm langsung ke Thompson.
"Lakukan," perintah Rizky, tanpa ragu. "Aku akan mengulur waktu.
Saat Bramantyo mulai bekerja dengan perangkatnya, suara langkah kaki berat terdengar mendekat. Beberapa penjaga GlobalNet, yang dipimpin oleh seorang kepala keamanan bertubuh besar, muncul di ujung lorong.
"Rizky Hadiningrat!" teriak kepala keamanan. "Thompson ingin kau hidup-hidup!"
Rizky menarik napas dalam-dalam, mempersiapkan diri. Ia tidak membawa senjata, tetapi ia membawa kemarahan seorang kakak yang adiknya dalam bahaya.
Kalian tidak akan menyentuh adikku, teriak Rizky, dan ia menerjang maju, menghadapi para penjaga sendirian, sementara Bramantyo sibuk meretas pintu baja yang menahan Rahma.
Di luar, di depan gedung Hadiningrat Group, pertempuran antara Tim Garuda dan Geng Kalajengking semakin sengit. Di dalam markas GlobalNet, Rizky bertarung mati-matian melawan penjaga Thompson, sementara Bramantyo berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan Rahma. Thompson, dari kantornya, tersenyum puas, menikmati kekacauan yang ia ciptakan.
Badai ganda telah tiba. Api berkobar di dua front, dan Rizky harus berjuang di tengahnya, mempertaruhkan segalanya demi orang-orang yang Ia cintai.
koq mggil ny cuma suryoo aj kak ,,
gx da embel2 ayah lgi ,, /Smug//Smug//Smug//Smug/
aneh si risky lama2 ,, 😒😒😒😒
maka semakin kencang pula angin yg menerpa ,,
begitu juga risky ,,
semakin ia menunjukan taring kepimpinan ny yg gemilang ,,
maka semakin banyak juga musuh yg siap untuk memotong taring tsb ,,
semangat trus risky ,,
mungkin gx mudah tp liat nnti hasil dr perjuangan mu ,,
membalas dg cantik ,,
strategi yg epik ,,
Dan visi yg kuat ,,
bnar kata rizky kebenaran tdk akn pernah kalah ,,
hanya kemenangan yg tertunda ,,
akhir ny bisa mampir lgi ksniii ,,
stelah keliling Dunia novel toon 🤭🤭🤭🤭
hai kak ,, 😁😁😁
akan mudah berpaling menjadi pengkhianat ,,
tu laa yg di lakukan bramantyo ,,
di tengah keputusasaan dn kegelisahan akan keadaan ,,
jiwa rakusny meronta2 ingin di bebaskan ,, hanya krn mendengar tawaran kekayaan , kekuasaan Dan kebebasan ,, 😒😒😒😒😒
udh bralih jd paparazzi yx braam🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
harus ny anda bersyukur pendamping anda rizky ,,
sypa pun dy ,,
apa pun jabatan ny ,,
tinggi atau rendah ,, ia ttap laki2 dn kepala rumah tangga yg harus km hormati meski km tu seorang presiden sekali pun ,,
skrang menyesal kn andaa ,,
membuang berlian demi sebuah kerikil🤭🤭🤭🤭
ni tampilan cerita ny tiap bab beda2 yx ,,
kdg rapat2 tulisan ny ,,
kdg renggang2 ,,
sengaja kah???
biar bervariasi ,,
mungkin ni Dunia baru buat km ,,
tp dengan tekat yg kuat km pasti biasa melaluiny ,,
😁😁😁😁
tuunjukan pd org2 yg meremeh kn mu yg memandang mu dg ragu ,,
yg melihat mu dg pandangan skeptis ,,
kalo km mampu Dan layak buat menjadi raja yg baruuu ,,,
rrrrwaaaaarrr 🤭🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁
/Smile//Smile//Smile/
aq mampir niih d cerita kk ,,
waaaah baru ketemu niih kak author ny laki2 ,,
semangat truus kak menulis ny ,,